Ingin mencarikan istri soleha untuk suami

Ingin mencarikan istri soleha untuk suami Kalau dia menikah lagi apakah keluarga saya dan keluarga suami saya perlu tau? Dan apakah saya perlu tau wan

INGIN MENCARIKAN ISTRI SOLEHA UNTUK SUAMI

Alhamdulillah... terima kasih atas jawabannya.
Ada beberapa hal lagi yang ingin saya tanyakan:

1. Bagaimana membujuknya untuk mau menjalin silaturahim dengan keluarga saya lagi. Sangat sedih melihat orang tua saya selalu ditanya keluarga besar ketika ada acara keluarga, saya dan suami tidak pernah hadir. Apa saya harus bersabar saja?

2. Kalau dia menikah lagi apakah keluarga saya dan keluarga suami saya perlu tau? Dan apakah saya perlu tau wanita yang akan dinikahinya? Apakah Alkhoirot bisa membantu untuk mendapatkan wanita baik dan soleha untuk suami saya?

3. Berdosakah saya kalau tidak mengingatkan suami tentang harta yang diperoleh. Secara tidak sengaja saya membaca chat (dari hp bekas suami yang diberikan untuk saya, dia lupa menghapusnya) suami dengan seorang wanita pejabat yang sudah bersuami. Banyak sekali barang-barang mahal yang diberikan kepada suami saya. Tidak hanya kepada suami saja, tetapi saya dan anak-anak juga pernah dibelikan. Bahkan saat membereskan tasnya, saya melihat bukti membeli property yang saya tahu kalau dari pendapatan suami tidak mungkin bisa membelinya. Ternyata Allah menunjukkan saya chat yang memang membenarkan kalau wanita itu yang membelikan. Tetapi saya tidak melihat ada hubungannya dengan pekerjaan suami uang yang diperoleh dari wanita itu. Hanya chat-chat mesra dan membahas tentang property serta barang-barang yang dikasih. Tetapi saya tidak pernah membicarakan ini dengan suami. Saya pura-pura tidak tau.

4. Bagaimana mengingatkannya agar menjadi teladan yang baik untuk anak-anak. Karena dari dulu memang dia memiliki emosi yang lumayan tinggi. Apalagi kalau anak-anak bertengkar. Sejak anak-anak lahir dia memang tidak pernah membantu saya mengurus anak secara langsung. Tetapi saya tau kalau dia sayang sama anak-anak hanya tidak suka membantu saya mengurus anak. Saat ini saya selalu mengingatkan anak-anak kalau yang dicontoh yang baiknya saja. Karena anak saya sudah bisa membalikkan omongan ketika diminta melakukan sesuatu atau dilarang suatu hal.

Terimakasih atas jawabannya.

Assalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Mintalah pada suami dengan sangat untuk datang walaupun sebentar. Kalau perlu, minta anak-anak untuk membujuknya. Satu hal yang perlu difahami, bahwa permintaan anda sebaiknya dengan penggunaan bahasa yang lembut dan halus. Bukan memaksa. Seakan anda pihak yang sangat membutuhkan. Misalnya anda berkata: "Seandainya kita menjenguk orangtuaku, apakah abang bersedia?"

2. Idealnya semua keluarga tahu. Tapi apabila hal itu akan menimbulkan kecurigaan atau ketidaknyamanan, maka tidak memberitahu keluarga juga tidak apa-apa. Minimal untuk sementara.

3. Tidak berdosa. Karena amar makruf nahi munkar itu ada 3 macam: dengan tangan, dengan lisan, dan ingkar dengan hati. Yang ketiga ini artinya asal kita mengingkari perbuatan itu maka itu sudah cukup. Kalau toh kita ingin menggunakan lisan, maka tetap dianjurkan memakai kata yang halus. Karena ucapan dan sikap yang halus dalam memberi nasihat lebih memungkinkan nasihat kita akan diikuti, ini pandangan Imam Nawawi. Baca: http://www.konsultasisyariah.in/2016/12/amar-makruf-nahi-munkar-imam-nawawi.html

4. Kalau ingin menasihati suami saat ini, maka gunakan kata seperti poin 1. Sifat nasihatnya berharap, bukan menyuruh. Misalnya, "Seandainya abang memberi contoh yang baik di depan anak-anak, mungkin anak-anak akan lebih mudah diatur". Namun, perlu diketahui dan disadari, pada saat seseorang melakukan banyak dosa besar, maka saat itu hatinya penuh dengan karat. Sulit disentuh dan dinasihati. Oleh karena itu, cara yang lebih baik dan ideal adalah dengan tidak memberi nasihat sama sekali. Kalau toh ingin menasihatinya, sebaiknya dengan cara tidak langsung. Misalnya dengan bercerita bahwa anak-anaknya sulit dinasihati. Itu saja. Dia pasti paham maksud anda walaupun dia pura-pura tidak peduli.

Terkait sulitnya pendosa dinasihati, maka dosa itu bisa luntur secara perlahan apabila pelakunya bertaubat, rajin ibadah dan berdzikir. Karena itu, selama dia belum berubah, ajak anak-anak anda untuk mendoakan suami agar sadar dan bertaubat. Akan tiba saatnya doa itu dikabulkan. Baca: http://www.konsultasisyariah.in/2013/08/dalil-dzikir-berjamaah-dan-mengeraskan.html

CARA SABAR JADI ISTRI KEDUA

Assalamualaikum wr wb ustadz..

Saya,istri kedua tanpa istri pertama tau. Pernikahan kami baru menginjak 4 bulan,tapi kami sudah dekat dari 10 bulan yang lalu,suami saya memilih menikah atau mencari perempuan lain lagi karena ada sebabnya,yaitu istri pertamanya pernah selingkuh 10 tahun yang Lalu dan ketangkap basah dengan suami saya,mulai dari situ suami saya memilih menikah dengan perempuan lain,karna terlanjut kecewa dengan istri pertamanya,sempat waktu itu suami saya mau menceraikan dia,tapi karna suami saya berpikir anak2nya pada masih kecil,akhrnya ia memutuskan untuk tetap melanjutkan hubungannya dengan istri pertamanya,sehingga mereka sekeluarga pergi berangkat umroh dengan alasan mensucikan diri,suami saya curhat ke saya tentamg istri pertamanya,menurut dia,istri pertamanya itu sombong,angkuh pokoknya sifatnya sangat tercela,dengan berjalannya waktu suami saya pernah Menikah siri lagi,hubungan mereka berjalan kurang lebih 4 tahun,tapi berakhir,karena si perempuannya selingkuh juga,padahal sudah dia kasih fasilitas mewah dengam suami saya,tapi dia menghianati suami saya,mulai dari situ suami saya trauma dengan yang namanya selingkuh.

Dan dengan masa lalu yang buram itu,dia menemukan saya ustad,bisa di bilang juga saya perempuan yang ketiga yang ia nikahi secara siri.

Tapi semakin hari semakin sakit hati saya dengan suami saya,apa karna kecemburuan saya begitu tinggi ?atau karna keegoisan saya ini.

Pertanyaan saya ustadz..

1. Apa yang harus saya lakukan,sedangkan suami saya lebih no 1 kan istri pertamnya,padahal dia ngaku di saya bahwa dia sudah tidak ada rasa cinta dengan istri pertamanya,dia cuma anggap sebagai adek saja,suami saya pulang kerumah istri pertama itu semuah karena kewajiban saja,katanya seperti itu.

2. Bagaimana caranya agar saya bisa mengontrol kecemburuan saya ini,karna kalo setiap saya cemburu,emosi saya selalu tinggi,dan pasti suami saya kena ocehan saya.

3. Apa suami saya tidak berdosa?,jika dia sudah tidak mencintai istri pertamanya,tapi dipaksakan untuk melakukan kewajiban ?

4. Apa dengan Cara umroh untuk mensucikan diri itu sudah benar2 suci diri istri pertamanya ?

5. Kenapa dia lebih kasian istri pertamanya di bandingkan saya,padahal istri pertamanya itu sangat bejat sifatnya.

Wssalam.

JAWABAN

1. Melihat fakta bahwa dia telah menikah siri beberapa kali, maka tidak berlebihan kalau kita berasumsi bahwa apa yang dia katakan pada anda adalah bisa saja suatu kebohongan yakni tentang tidak cinta pada istri pertama, dan menceraikan istri2 sirinya karena selingkuh, dll. Bisa saja cerita-cerita itu hanya sebagai kail untuk memancing simpati anda agar mau jadi istri siri. Faktanya, dia tetap mengistimewakan istri pertamanya sampai saat ini. Terlepas dari itu semua, kalau anda masih ingin bersamanya dengan alasan apapun, maka hendaknya anda sabar.

2. Cara mengontrol emosi pada suami adalah jangan terlalu berharap banyak pada perhatiannya. Sebagai istri kedua dan dinikah siri maka anda berada pada posisi tawar yang rendah. Jangan berharap terlalu muluk. Syukuri apa yang ada.

3. Tidak berdosa. Suami berdosa apabila tidak menafkahi istrinya.

4. Belum tentu. Tapi ibadah apapun kalau dilakukan dengan ikhlas dapat mengurangi atau menghapus dosa-dosa kecil. (Lihat, QS Hud ayat 114)

Sedangkan dosa besar baru dapat terhapus dengan taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

5. Lihat poin 1.
LihatTutupKomentar