Istri selingkuh dibalas selingkuh

Istri selingkuh dibalas selingkuh Sebenarnya saat itu sedang tidak ada masalah diantara kami. Tapi perlakuan tidak menyenangkan dia di masa lalu terin
ISTRI SELINGKUH DIBALAS SELINGKUH


Para Ustad dan Ustadzah yang di muliakan Allah...
Saya ingin menceritakan kisah rumah tangga saya dan saya mohon diberi solusi yang bisa menenangkan hati saya yang saat ini sedang bingung dan kurang tenang.
Saya seorang istri yang sudah menikah sejak tahun 2008. Sebelum menikah dengan suami saya ini, saya menjalani pacaran ( saya tau ini salah. Semoga Allah mengampuni dosa2 saat saya pacaran ) selama 4.5 tahun. Kami dikarunia sepasang anak usia 8 dan 4 tahun. Selama 7 tahun pernikahan setiap ada masalah suami sering mendiamkan saya. Selalu saya yang harus berbaik-baik dan merayunya. Sewaktu pacaran dulu juga begitu. Tak jarang kata-kata kasar keluar dari mulutnya. Saat marah dengan saya dia tidak mau sholat. Saya coba bersabar dan berdoa dia berubah. Pada saat 7 tahun pernikahan, saya selingkuh dan berzina.

Sebenarnya saat itu sedang tidak ada masalah diantara kami. Tapi perlakuan tidak menyenangkan dia di masa lalu teringat terus. Semakin hari semakin banyak perlakuan kasar dan kekurangan dia yang saya ingat. Di sisi lain saya bertemu dengan laki-laki yang memperlakukan saya seperti yang saya inginkan. Saya tahu tidak ada alasan apapun yang membenarkan perselingkuhan apalagi perzinahan. Selama 3.5 bulan saya berkhianat, saya tetap melayani dan mengurusnya. Tetap sayang sekali sama anak-anak dan selalu mengurus mereka sebelum dan sepulang kerja. Akhirnya suami saya tahu saya selingkuh dari handphone. Saya mengakui dan berjanji bertaubat. Dia tidak terima dan dia mau bertemu selingkuhan saya dan istrinya juga. Setelah pertemuan itu dia mengatakan agar jangan ada lagi hubungan antara saya dan laki-laki itu. Saya mohon ampunnya. Dia merasa harus bercerita kepada orang tua saya. Hati saya hancur saat dia cerita kepada orang tua saya. Walaupun dia cerita saya selingkuh dan tidak berzina. Dari saat itu saya janji tidak akan mengulanginya lagi. Bertaubat dan menuruti semua perintahnya. Saya sudah taubat nasuha. Atas permintaan suami saya, saya berhenti bekerja. Saya matikan semua media sosial. Semua kontak teman-teman saya sudah dihapus suami.

Saya pun merasa Allah sedang menghukum saya dan menggugurkan dosa-dosa saya saat saya diberi penyakit yang lumayan berat dan masih berobat sampai saat ini. Saat membahas perbuatan saya sering kali dia melakukan KDRT seperti memukul, menendang, melempar rokok,sepatu,asbak, atau apapun yang berada dekat dia. Sampai saat ini dia panggil saya Pec*n. Kata-kata kasar langsung keluar dari mulutnya jika saya melupakan hal kecil atau melakukan kesalahan kecil. Tidak pernah mengucapkan tolong dan terima kasih bila meminta sesuatu. Saya harus menemani diteras setiap malam bisa sampai dini hari dengan asap rokoknya yang mengganggu. Saat saya tertidur dan tidak menemani dia, dia langsung kasar dan mengungkit-ungkit kesalahan saya. Saya harus melayani dia diranjang setiap malam. Kalau saya lelah dan tidak melayani dia akan kasar lagi keesokannya. Saya berusaha menurutinya. Tetapi terkadang lelah tidak bisa saya hindari. Kata dia, dulu saat selingkuh saja saya bisa terjaga sampai tengah malam dan bangun pagi-pagi.

Saya benar-benar bertaubat, perbanyak sholat sunah, puasa sunah, perbanyak berzikir, berpakaian syari, dan selalu minta izin saat keluar rumah. Awalnya memang karena tuntutan suami. Tetapi lama kelamaan saya melakukannya karena Allah. Tetapi suami saya bilang saya sok soleh apabila saat dia pulang melihat saya sedang mengaji atau beribadah lainnya. Saya ingin ikut pengajian dia menuduh saya ingin menggoda suami orang. Saya juga sudah mengganti nomor handphone atas permintaannya. Saya benar-benar ingin membangun rumah tangga ini dengan lembaran baru. Saya merasa Allah masih sayang sama saya makanya perselingkuhan saya diketahui suami saya. Saya berpikir beginilah cara saya berhijrah. Saya bersyukur Allah tidak menutup pintu hati saya untuk lebih mencintaiNya. Saya sangat menyesal dengan perbuatan saya. Merasa sangat hina.

Tetapi semua perubahan saya sepertinya tidak berhasil membuat suami saya percaya dan kembali menyayangi saya. Dia membalas dengan berzina dengan perempuan yang sudah bersuami, dengan janda, dengan teman sekolahnya. Hal ini saya ketahui dari mulutnya sendiri yang secara vulgar dan bahasa kasar dia memberitahu saya. Sampai saat ini ( sudah 1.5 tahum berlalu ) dia masih menjalani hubungan dengan wanita-wanita itu. Saya tidak mencari tahu. Tapi semua secara tidak sengaja saya baca chat mereka di handphone bekas suami saya yang diberikan kepada saya. Saat saya bahas dia bilang saya tidak berhak menuntutnya berubah.

Saya disuruh berdoa saja agar dia berubah. Kalau saya bangunkan untuk sholat subuh dia malas-malasan. Saya katakan.. tolong sholatlah kasih contoh buat anak-anak. Dia menjawab buat apa sholat tapi zina ma suami orang (dengan bahasa kasar, ini sudah saya perhalus). Selalu saja dia menyindir dan mengingatkan saya pada dosa saya kalau saya coba mengajaknya beribadah. Saya berdoa semoga Ramadhan kemarin dia diberi hidayah oleh Allah. Tapi sepertinya dia semakin jauh dari Allah. Sejak kejadian itu ( februari 2016) dia tidak pernah lagi kerumah orang tua saya. Tidak pernah mau menghadiri acara keluarga saya. Dia bilang ajak saja pacar saya. Pakai cara apalagi saya harus berkata kalau saya sudah tidak pernah berhubungan dengan laki-laki lain. Keluarga dia tidak tahu kami bermasalah. Hanya keluarga saya saja yang tahu. Dan saya bersikap seperti tidak ada apa-apa didepan keluarganya. Saya tanya sampai kapan mau begini, dia bilang sampai mati. Memangnya bisa dimaafkan perbuatan itu? sampai kapan pun dia tidak bisa terima. Kalau bukan karena anak-anak saya sudah dicerai. Dia bilang kalau sudah tidak tahan dengan aturan dia silahkan keluar dari rumah ini.

Saya tidak mau anak-anak kehilangan sosok bapaknya. Saya bertahan demi anak-anak dan saya punya keyakinan dia bisa berubah suatu saat. Tetapi semakin kesini dia semakin kasar. Dia katakan masih untung dia mau biayain hidup saya. Masih untung dia masih mau kasih materi ke ibu saya. Secara materi sampai saat ini memang dia selalu memberikan saya. Makanya saya bingung. Dia benci saya tapi dia belikan saya baju-baju, khimar, tas, sepatu, dan lain-lain yang harganya tidak murah. Dia juga mengajak saya dan anak-anak berlibut. Tapi dia tetap kasar dengan saya dan masih menuduh saya yang tidak-tidak. Saat ini dia sedang keluar kota.

Saya dengar dari percakapan di telpon dengan rekan kerjanya hari minggu kemarin dia pulang hari selasa ini. Saya telpon saya mau izin ini itu dia tidak mau angkat telpon saya. Saya sms dibalas kasar. Saya tidak tahu kapan dia pulang. Tapi saat membereskan bajunya seperti akan pergi seminggu. Anak saya yang bertanya saja dia tidak mau jawab. Saya menangis setiap dia mau keluar kota.. takut kalau itu pertemuan terakhir kami dan dia belum memaafkan saya atau dia sedang dalam keadaan maksiat saat ajal menjemput. Saya mengajak dia untuk bicara dengan ahli agama mengenai masalah kami dan mencari jalan keluar yang baik. Tapi dia menjawab ketus memyuruh saya saja yang bicara.

1. Ustad..apa yang harus saya lakukan? anak saya sudah mulai bertanya kenapa sikap suami saya beda dengan yang dulu ke saya. Dari dulu suami saya sering menuntut kami untuk berbuat ini itu, tapi dia tidak memberi teladan yang baik. Bukan kah ini tidak baik untuk anak-anak kami? Apa yang harus saya lakukan? Saya sayang sama suami saya tapi berat sekali menerima perlakuan ini. Dia bilang dia begini ( melakukan maksiat ) karena perbuatan saya.

2. Berdosakah saya karena membuat dia jadi seperti ini. Ya Allah... saya sangat bingung. Untuk meninggalkannya saya takut tidak mampu memberikan materi yang cukup untuk anak-anak saya. Tapi tidak mungkin saya pergi tanpa anak-anak saya.

3. Apa yang harus saya katakan kepada suami saya agar dia mengerti kalau saya sudah berubah. saya berjanji tidak akan mengulangi. Tetapi dia jawab tidak ada janji yang lebih besar dari perjanjian didepan penghulu,kepada Allah, dan dihadapan keluarga besar. Janji itu saja bisa dilanggar jadi jangan harap dia bisa percaya saya lagi. Lillahi Taala saya sudah bertaubat dan ingin hijrah yang sempurna. Tetapi pemikiran kami tidak sejalan.

4. Haruskah saya tetap bersabar dan terus berdoa agar dia berubah? Sampai kapan? Saya takut terkena penyakit HIV atau kanker serviks karena perbuatan dia dengan wanita-wanita lain. Setahun lalu saya sudah tes HIV dan papsmear. Alhamdulillah hasilnya negatif. Kalau saya kemukakan ketakutan saya ini pasti dia akan membalikkan ke saya. Semua gara-gara saya.

Mohon pencerahannya. Mohon maaf jika email saya terlalu panjang. Jazakumullah khairan katsiran.

JAWABAN

1. Suami anda tampaknya sangat mencintai dan menyayangi anda. Walaupun gayanya pada anda pada saat dulu tidak sebagaimana yang anda harapkan, namun itu bukan berarti dia tidak sayang anda, memang itulah gayanya. Setiap lelaki punya gaya yang berbeda dalam mengekspresikan cintanya. Dia sangat cinta pada anda dan bahkan seperti memuja anda bagai dewi atau bidadari yg suci. Dia merasa sangat beruntung mendapatkan anda. Oleh karena itulah, dia merasa sangat kecewa beribu kecewa ketika mengetahui anda ternyata jauh dari harapan dan bayangannya dengan berselingkuh tanpa sebab yang jelas (tanpa ada masalah rumah tangga). Hatinya sangat sakit. Dan kesakitan itu dia luapkan dengan tingkah lakunya yang sekarang sedang anda lihat. Seandainya dia tidak memuja anda setinggi langit, dia tidak akan sebrutal itu sikapnya.

Jadi, anda harus memahami psikologi suami mulai dari sini. Dalam menyikapi sikap suami anda saat ini, maka, pertama, anda harus menyikapinya secara positif dengan menyadari betapa dalamnya rasa cinta suami anda dulu pada anda dulu bahkan sampai sekarang sehingga perselingkuhan anda betul-betul telah menghancurkan hidupnya. Kedua, akan sulit anda untuk menghentikan kebrutalan sikapnya saat ini terutama pembalasan dendamnya dalam berselingkuh dengan berbagai wanita. Namun anda dapat mengurangi dan bahkan menghentikan tingkahnya itu dengan satu hal: suruh dia menikah lagi. Ya, minta dia berpoligami dan minta dia mencari wanita yang baik yang dapat membuat hatinya tenang di rumah. Anda harus dengan besar hati mengatakan bahwa anda ikhlas dimadu kalau sekiranya pernikahan kedua ini akan membuat hidup suami anda lebih tenang dan tentram. Kalau dia menanyakan alasan anda, jawab: ini sebagai penebusan dosa dari anda sebagai istri yang telah mengecewakan suami dg sangat mendalam. Baca detail: Menyikapi Pasangan Selingkuh

2. Setiap orang menanggung dosanya sendiri. Anda menanggung dosa anda, dan dia menanggung dosa yang dia lakukan.

3. Ucapkan seperti saran kami di poin 1: suruh menikah lagi sebagai bentuk penebusan dosa yang telah mengecewakan suami. sekaligus sebagai permintaan maaf dan sebagai simbol bahwa anda telah berubah. Juga, sebagai "damage control" untuk membatasi perselingkuhan suami agar lebih terarah dan tidak membawa kerusakan ke dalam keluarga (HIV/kanker serviks dll). Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

4. Ya, tetaplah bersabar dan terus berdoa. Baca doa berikut agar disayang suami:
رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا، وَوَسِّعْ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ، وَبَاِرِكْ لِيْ فِيْمَا رَزَقْتَنِيْ، وَاجْعَلْنِيْ مَحْبُوْبًا فِيْ قُلُوْبِ عِبَادِكَ، وَعَزِيْزًا فِيْ عُيُوْنِهِمْ، وَاجْعَلْنِيْ وَجِيْهًا فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ َمِنَ الْمُقُرَّبِيْنَ، يَاكَثِيْرَ النَّوَالِ، يَاحَسَنَ الْفِعَالِ، يَاقَائِمًا بِلاَ زَوَالٍ، يَامُبْدِئًا بِلاَ مِثَالٍ، فَلَكَ الْحَمْدُ، و الْمِنَّةُ، والشَّرَفُ عَلَى كُلِّ حَالٍ.

Artinya: Ya Allah berilah aku tambahan ilmu. Luaskanlah rizkiku. Dan berkahilah harta yang Engkau berikukan padaku. Jadikan aku disenangi di hati hamba-hambu-Mu. Dan mulia di mata mereka. Jadikan aku di dunia dan akhirat termasuk orang-orang yang dekat (kepada Allah).

Perhatian: Pada kalimat "وَاجْعَلْنِيْ مَحْبُوْبًا فِيْ قُلُوْبِ عِبَادِكَ" tambahkan setelah kata عِبَادِكَ dengan وَ قلبِ زَوْجِي (wa qalbi zauji) menjadi "fi qulubi ibadika wa qalbi zawji" (disenangi di hati hamba-hambamu dan di hati suamiku).

Baca doa di atas di setiap shalat lima waktu dan shalat tahajud.
LihatTutupKomentar