Saturday, April 14, 2018

Solusi Problematika Rumah Tangga

Solusi Problematika Rumah Tangga
PROBLEMATIKA RUMAH TANGGA

Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarokatuh

(mohon kesabarannya saat membaca karena tulisannya banyak)

Saya seorang ibu rumah tangga. umur saya 26 tahun.saya sudah menikah sekitar 3 tahun yang lalu dan dikaruniai seorang putri berumur 2 tahun, setelah menikah saya hidup bersama suami di kontrakan awalnya keadaan rumah tangga saya baik2 saja, dan ayem tentrem. setelah anak saya lahir saya tetap bekerja dan anak saya ikut dengan yg bantu momong di kontrakan. karena yang momong pamit karena putrinya juga melahirkan jadi suami putuskan untuk pulang di rumah orang tuanya dan akhirnya saya resign tidak bekerja lagi dengan momong di rumah suami.

awalnya baik2 saja, setelah sebulan dua bulan kakak perempuan suami saya yg sudah menikah dan punya 3 anak ini pulang ke rumah mertua beserta suami, mereka juga gk punya tempat tinggal karena rumahnya dijual untuk bayar hutang suaminya yg suka main perempuan.mereka tdk bekerja, hanya makan tidur ikut mertua saya.awalnya gpp, semakin lama saya terganggu karena saya tidak bisa konsentrasi bekerja, karena saya setelah resign masih diperbantukan untuk ngecek laporan keuangan perusahaan via email setiap hari jadi bisa dikerjakan di rumah (ke kantor setiap sabtu).

Ibu mertua dan kk perempuan saya itu tdk suka dg saya krn saya jarang ngobrol di luar, saya sering byk di kamar dg anak saya sambil bekerja. setiap ada tetangga datang dikasih tau kalo saya cuma dikamar gk ngobrol.

karena saya gk suka tiap kumpul mesti yg diomongin orang , dan sudah saya ingatkan juga tapi memang sudah watak mungkin. saya minta pulang ke rumah ibu saya suami saya tidak ijinkan, saya minta buat ngontrak lagi suami tdk ijinkn dg alasan biar makan ikut mertua saja.

di rumah itu tidak ada yg mengerjakan sholat setiap saya ingatkan mesti jawabnya keyakinan masing2 gt, saya berfikir lama2 di situ saya anak saya mesti bakal terkontaminasi kalo imanya gk kuat, suami saya sholat kalo saya ingatkan saja. tyap hari sy ini buat bahan gunjingan, memang saya ini cuma lulusan D1 dan org miskin, dan keluarga suami anaknya lulusan S1 semua makanya saya cuma direndahkan.

masalah apa2 suami selalu bilang lapor dg orangtuanya padahal dia sudah beristri, saya risih. saya sebulan dikasih uang 450rb buat susu anak itu ja masih kurang, dan saya masih harus nambahi lg. kebutuhan saya dan makan saya suruh mikir sendiri. lama2 saya gk tahan, sampe saya sakit. dan saya putuskan untuk pulang ke rumah ortu saya dg ijin suami.

di rumah ortu saya sejak bulan maret 2016 kemarin, selama seminggu di rumah ortu saya saya didiemkan suami saya, anak saya sakit , tau kalo anak saya sakit malah ditinggal pulang ke rumah ortunya. sehingga saya putuskan membuat bbrp pernyataan yang harus disetujui suamiq.. kalo masih ingin balik sama saya tolong sanggupi permintaan ini diantaranya:
1. harus sholat 5 waktu berjamaa di masjid
2. harus ngaji sehabis maghrib dan ajarkan anak mengaji
3. pakai baju koko kalo ke masjid
4. ngontrak rumah kalo blm bisa kasih rumah
5. anak nantinya masuk pondok
6. ikuti kajian2 apapun yg ada di solo

itu bbrp permintaan yg saya ajukan dan sy ksh waktu mpe lebaran, dan ternyata dia menyanggupi tp dia hanya ingin ngontrak saja dan akan beribadah sesuai keyakinan dy masalah ibadah gk mau diatur2. dan dari bulan maret saya tidak pernah berhubungan suami istri dengan dy.

mah yang ingin saya tanyakan
1. apakah yang saya lakukan ini terlalu menuntut?
2. bisakah saya bercerai sedangkan suami saya msh mencintai saya tp dy tidak pernah kasih nafkah saya. hanya anak saja jadi untuk makan saya harus mikir sendiri? kalopun hasil kerjanya kurang dia harusnya lbh giat lagi bekerja.
3. dan apakah orang tua saya juga berdosa karena menampung saya?
4. saya berniat bercerai karna
- kebutuhan saya, sy mikir sendiri setiap kebutuhan anak dan saya kurang saya sll mikir gmn caranya dapat uang biar saya bisa makan,
- suami tdk mau menjalankan ibadah sesuai permintaan demi kebaikan dirinya dan keluarganya,
- saya takut menanggung dosa karena saya tidak pernah melayani suami,
- takut berdosa krn selalu tjd perselisihan dg suami. takut semakin lama semakin berdosa kalo lama2 dibiarkan tidak ada solusi.

mohon solusinya , karena saya bingung harus bagaimana,,Saya tunggu jawabannya,
Jazakumullah khoiron katsiron.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahiwabarokatuh

JAWABAN

1. Tuntutan terkait kewajiban ibadah itu sudah benar.
2. Secara agama tidak ada larangan bagi istri untuk meminta cerai apabila (a) tidak diberi nafkah; atau (b) tidak lagi mencintai suami. Baca detail: Cerai dalam Islam

3. Tidak.

4. Itu alasan yang logis dan dibolehkan agama. Baca: - http://www.alkhoirot.net/2015/05/hukum-istri-minta-cerai-karena-tak-cinta.html

MASALAH TALAK

Assalamualaikum Pa Ustadz saya ingin bertanya mengenai thalaq dalam islam, setau saya kata untuk menalak yg sharih ada tiga yaitu thalaq, piraq(memisahkan diri) dan sarah (lepas), mohon maaf apabila saya keliru. saya ingin menanyakan apakah kasus-kasus di bawah ini sudah jatuh talaq, bila sudah berapa jumlah hitungan talaqnya?

1. Apabila suami istri sedang bertengkar hebat (posisi suami istri itu tinggal di kediaman org tua sag istri), lalu sisuami mengajak istri pindah ke rumah orang tua suami, tp karna keadaan emosi si istri malah mengucapkan "apa kamu menceraikan saya?", lalu jawab si suami 'apa kamu mau diceraikan oleh saya?, ya silahkan kalau kamu mau, saya tidak pernah ada niat ke arah situ apalagi pernikahan kita baru satu bulan, mana terfikir oleh saya ke arah situ, saya bagaimana dibawanya", apakah ada perkataan suami dari perdebatan tersebut yg menyebabkan jatuhnya talak?
2. bila suami mengatakan "udahan dengan saya" sebanyak tiga kali dalam satu hari apakah itu termasuk talak atau tidak? tp si suami tidak berniat dan bermaksud menceraikan istrinya, si suami mengucapkan kalimat tersebut dalam keadaan marah yg sangat.
3. bila si suami bernyanyi/bersenandung, lalu dalam nyanyian tersebut ada kalimat smacam ini:
a. sekarang aku putuskan berpisah denganmu.
b. bila kita harus berpisah, sudah biarkan ini semua berakhir sudah,
atau kalimat semacamnya yg menjurus pada perpisahkan.
apakah nyanyian tersebut bila dinyanyikan oleh suami di hadapan istri berarti sudah jatuh talak? padahal si suami sama sekali tidak berniat menceraikan istrinya, dia hanya iseng bernyanyi , meskipun dinyanyikan oleh suami di depan istri dan hanya ada suami istri itu dalam satu ruangan, bagaimana statusnya?
4. mengucapkan kata pisah, atau lepas untuk perkara lain yg bukan perceraian, misalkan "lepaskan bajuku" atau lpisahkan duri itu dr daging ikan", apakah kalimat tersebut menjadi jatuh talak?
5. talak diucapkan dalam berlainan masa itu seperti apa? , apakah berbeda hitungan menit atau jam saja bisa dikatakan berbeda masa? atau harus menggunakan hitungan hari? misal si suami dalam satu hari mengucapkan "saya talak kamu" sebanyak tiga kali dalam satu hari tp berlainan menit ata jam, bagaimana hukumnya?
terimakasih sebelumnya Pa ustadz, maaf mengganggu waktunya.

JAWABAN

1. Tidak terjadi talak karena itu dalam konteks bertanya ke istri. Lihat: http://www.alkhoirot.net/2012/10/perceraian-dan-talak.html#notalak2

2. Tidak termasuk talak kalau tanpa niat. Karena itu termasuk kategori talak kinayah yang baru terjadi talak apabila disertai niat. Baca detail: Cerai dalam Islam

3. Tidak terjadi talak. Karena bernyanyi itu sama dengan bercerita tentang talak. Cerita tentang talak tidak jatuh talak. Baca: Cerita Talak, Apakah terjadi cerai?

4. Tidak jatuh talak karena tidak ditujukan pada istri.

5. Talak yang diucapkan dalam majelis atau tempat yang berbeda waktunya dianggap ucapan talak yang berbeda. Misalnya, pagi mengucapkan talak, lalu sorenya mengucapkan talak lagi. Maka, terjadi dua talak. Lihat: www.alkhoirot.net/2016/04/ucapan-cerai-tiga-kali-dalam-satu.html

Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com

1. Kirim konsultasi Agama ke alkhoirot@gmail.com atau info@alhoirot.net Cara Konsultasi lihat di sini!
2. Konsultasi hukum waris Islam, lihat caranya di sini
3. Konsultasi melalui kotak komentar tidak akan dilayani.

EmoticonEmoticon