Konsultasi Syariah Islam Al-Khoirot (KSIA) Konsultasi Syariah Islam Al-Khoirot (KSIA)
recent

Breaking News

recent
جاري التحميل ...

Mandi karena haid tapi ada bulir merah sebelum mandi apa sah?

Mandi karena haid tapi ada bulir merah sebelum mandi
Mandi karena haid tapi ada bulir merah sebelum mandi

Assalamualaikum,

Saya mau bertanya. Saya baru akan mandi wajib selepas haid. Kemudian melihat seperti ada bulir merah di lantai kamar mandi saat BAK tp saya tidak yakin apakah itu apa. Apakah darah haid atau bukan dan apakah keluar saat bak atau sudah ada disana (ini sebelum mandi wajib). Kalau dari (maaf) pembalut sudah tidak ada dan memang sudah waktunya selesai. Akhirnya saya putuskan tetap mandi tanpa memperdulikan karena khawatir jadi was was berkepanjangan.

Tp saya tetap kepikiran. Apakah jika sudah tidak ada darah yg keluar setelah mandi wajib saya tetap bisa langsung solat? Perlukah mengulang mandi ? Syukron. Jazakallah

JAWABAN

Ya, anda bisa langsung shalat apabila setelah mandi wajib tidak ada darah yang keluar. Karena, mandi anda sah dan tidak perlu mengulang lagi.

Seandainya pun bulir merah itu darah haid, tapi terjadinya sebelum mandi, maka mandinya tetap sah dan tidak perlu mengulang. Karena itu (keluar darah sebelum mandi) tidak termasuk pembatal haid. Beda halnya apabila darah itu keluarnya setelah mandi wajib.

Baca detail:

- Pembatal Mandi Wajib / Penyebab Mandi Besar

- Cara Mandi Wajib yang Sah

- Satu Mandi untuk Junub dan Haid

ORANG TUA SUKA IKUT CAMPUR URUSAN RUMAH TANGGA ANAK

Assalamu'alaikum ustadz,

Saya perempuan usia 27th

Saya mau bertanya bagaimana cara menghadapi orangtua yg sering ikut campur rumah tangga anak...

Sblm menikah saya sudah minta dicarikan jodoh oleh ibu sya, ibu sya gak mau... Lalu saya cari sendiri, kriteria saya yg penting tanggung jawab dan seiman... Alhamdulillah saya dpt suami penyayang dan tanggung jwb.... Seiman juga Selama menikah saya sering dikritik ini itu... Lebih kpd materi ustadz..... Ibu saya ingin dpt menantu terdidik dan punya sesuatu.... (Mapan) Saya lulusan SMA suami SMP....

Knp sya mau sama suami... Krn suami saya dulu pernah di pondok, dia baik syang keluarga... Punya kedai makanan alhamdulillah berjalan 5 th seiring pernikahan kita Saya menemani suami dr merintis usaha tsb.... Mungkin ibu saya kasian sama saya... Tp saya gak pernah kelaparan ustadz.... Saya menikmati perjuangan kami Bukankah hal yg wajar jika awal pernikahan adalah sebuah perjuangan? Sekarang saya sdh punya anak 1, kadang ibu masih aja komentar ini itu... Saya gak Terima suami saya direndahkan... Suami saya baik ustadz....jika saya pilih org yg mapan dan terdidik blm tentu org tsb mau Terima kekurangan saya... Blm tentu bisa sesayang suami saya yg sekarang....

Bagaimana solusinya ustadz? Menghadapi ibu saya sering mengkritik ini itu, lebih kpd merendahkan suami saya dan keluarga nya....

JAWABAN

Kalau anda dan suami sudah saling mencintai, maka syukuri kondisi itu. Apalagi sekarang sudah dikaruniai anak.

Adapun perilaku ibu yang terkadang suka nyinyir pada suami, maka biarkanlah. Hidup ini tidak selalu ideal. Tapi kekurangan anda ini, yakni sikap ibu, itu tidaklah terlalu besar. Maka, abaikan saja. Ingatlah hal-hal baik dari kondisi anda dan abaikan hal-hal negatif. Itulah cara bersyukur. Tentu saja tidak lupa berdoa agar ibu diberi petunjuk dan hidayah Allah agar juga mencintai menantu dan cucunya. Baca detail: Doa Agar Disayang

عن الكاتب

KSI Al-Khoirot

التعليقات


جميع الحقوق محفوظة

Konsultasi Syariah Islam Al-Khoirot (KSIA)