Hukum Ghibah Pejabat Koruptor dan Pelaku Maksiat

Hukum Ghibah Pejabat Koruptor dan Pelaku Maksiat Rasulullah ﷺ bersabda: "Dia adalah seburuk-buruk saudara di dalam kerabat/kabilahnya." 'Uyainah bin

Hukum Ghibah Pejabat Koruptor dan Pelaku Maksiat

Hukum Ghibah Pejabat Koruptor dan Pelaku Maksiat

  قال الرسول صلى الله عليه وسلم: بئس أخو العشيرة هو

 والرجل الذي ورد فيه الحديث هو عيينة بن حصن ولم يكن أسلم حينئذ

والرجل الذي ورد فيه الحديث هو عيينة بن حصن ولم يكن أسلم حينئذ، وإن كان قد أظهر الإسلام، فأراد النبي صلى الله عليه وسلم أن يبين حاله ليعرفه الناس، ولا يغتر به من لا يعرف حاله، 

 قال الزرقاني في شرح الموطأ: قَالَ الْبَاجِيُّ: وَصَفَهُ بِذَلِكَ لِيُعْلِمَ حَالَهُ فَيُحْذَرَ، وَلَيْسَ ذَلِكَ مِنْ بَابِ الْغِيبَةِ، وَقَالَ الْقُرْطُبِيُّ: فِيهِ جَوَازُ غِيبَةِ الْمُعْلِنِ بِالْفِسْقِ أَوِ الْفُحْشِ وَنَحْوِ ذَلِكَ، مَعَ جَوَازِ مُدَارَاتِهِمُ اتِّقَاءً لِشَرِّهِمْ مَا لَمْ يُؤَدِّ ذَلِكَ إِلَى الْمُدَاهَنَةِ فِي دِينِ اللَّهِ، وَالْفَرْقُ بَيْنَهما وَبَيْنَ الْمُدَارَاةِ أَنَّهَا بَذْلُ الدُّنْيَا لِصَلَاحِ الدُّنْيَا أَوِ الدِّينِ أَوْ هُمَا مَعًا، وَهِيَ مُبَاحَةٌ، وَرُبَّمَا اسْتُحْسِنَتْ، وَالْمُدَاهَنَةُ بَذْلُ الدِّينِ لِصَلَاحِ الدُّنْيَا وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا بَذَلَ لَهُ مِنْ دُنْيَاهُ حُسْنَ عِشْرَتِهِ وَالرِّفْقَ فِي مُكَالَمَتِهِ، وَمَعَ ذَلِكَ فَلَمْ يَمْدَحْهُ بِقَوْلٍ فَلَمْ يُنَاقِضْ قَوْلُهُ فِيهِ فِعْلَهُ، فَإِنَّ قَوْلَهُ فِيهِ: بِئْسَ ابْنُ الْعَشِيرَةِ ـ حَقٌّ، وَفِعْلَهُ مَعَهُ حُسْنُ عِشْرَةٍ، فَيَزُولُ بِهَذَا التَّقْرِيرِ الْإِشْكَالُ. اهـ.

 Terjemahan: Penjelasan Hadis "Seburuk-buruk Saudara Kerabat"

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Dia adalah seburuk-buruk saudara di dalam kerabat/kabilahnya."

Laki-laki yang dimaksud dalam hadis ini adalah 'Uyainah bin Hishn. Saat itu ia belum masuk Islam (secara mantap), atau ia baru menampakkan keislamannya secara lahiriah saja. Maka, Nabi ﷺ ingin menjelaskan kondisinya agar orang-orang mengetahuinya dan tidak terpedaya olehnya jika mereka belum mengenal tabiat aslinya.

Az-Zarqani dalam Syarh al-Muwaththa’ mengutip beberapa pendapat ulama:

 Al-Baji berkata: "Nabi ﷺ menyifatinya demikian bertujuan memberitahukan kondisinya agar orang lain waspada. Hal ini bukan termasuk ghibah (yang dilarang)."
 Al-Qurthubi berkata: "Hadis ini menunjukkan bolehnya menyebutkan keburukan orang yang terang-terangan melakukan kefasikan, kekejian, atau hal serupa. Selain itu, boleh melakukan Mudaraah (bersikap ramah) terhadap mereka guna menjaga diri dari keburukan mereka, selama hal itu tidak mengarah pada Mudahanah (mengorbankan prinsip agama)." 

Perbedaan antara Mudaraah dan Mudahanah:

IstilahPengertianHukum
MudaraahMemberikan urusan duniawi demi kemaslahatan dunia, agama, atau keduanya.Mubah (Boleh), bahkan terkadang dianjurkan.
MudahanahMengorbankan urusan agama demi kepentingan duniawi semata.Dilarang.

 

LihatTutupKomentar