Y-DNA Haplogroup G
Y-DNA Haplogroup G (M201) adalah garis keturunan kuno yang frekuensinya rendah, berasal dari Timur Dekat/Kaukasus, terkait dengan penyebaran pertanian
Y-DNA Haplogroup G (M201) adalah garis keturunan kuno yang frekuensinya rendah, berasal dari Timur Dekat/Kaukasus, terkait dengan penyebaran pertanian pada masa Neolitik ke Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Haplogroup ini terutama ditemukan di wilayah Kaukasus (misalnya pada suku Ossetia) dan wilayah Mediterania. Haplogroup G memiliki keragaman yang tinggi dengan cabang utama G1 dan G2, termasuk di antaranya garis G2a1 yang dimiliki oleh Joseph Stalin.
- Detail Utama tentang Haplogroup G:
- Asal-usul — Muncul sekitar 26.000–48.000 tahun yang lalu di wilayah Timur Tengah, Kaukasus, atau Asia Selatan.
- Penyebaran — Frekuensi tertinggi ada di Kaukasus (hingga 60–70% pada suku Ossetia Utara). Di tempat lain ditemukan dengan frekuensi rendah (1–10%) di Eropa (khususnya pulau-pulau Mediterania), Iran, dan Pakistan.
- Subkelompok utama — Cabang utamanya adalah G1 (umum di Iran) dan G2 (umum di Eropa).
- Dampak sejarah — Menyebar ke seluruh Eropa bersama Revolusi Neolitik (penyebaran pertanian).
- Tokoh terkenal — Joseph Stalin (termasuk dalam subkelompok G2a1).
Lokasi dan Populasi Utama:
- Kaukasus
- Ossetia Utara: >60%
- Georgia, Azerbaijan, dan kelompok etnis Kaukasus lainnya
- Eropa
- Sardinia: sekitar 25%
- Tyrol (Austria/Italia): sekitar 15%
- Pantai Mediterania dan beberapa pulau Mediterania
- Timur Tengah & Asia Iran
- Pakistan
- Suku Kalash
- Yahudi Ashkenazi (sekitar 10%)
Haplogroup G secara keseluruhan merupakan salah satu garis keturunan Y-DNA yang paling kuat menunjukkan kaitan dengan penyebaran awal pertanian di wilayah barat Eurasia, meskipun frekuensinya relatif rendah dibandingkan haplogroup utama Eropa seperti R1b dan R1a.
**
Haplogroup G (Y-DNA) di YamanHaplogroup G (M201) adalah salah satu garis keturunan Y-kromosom yang relatif jarang ditemukan di Yaman dibandingkan dengan populasi Kaukasus atau Mediterania. Berikut ringkasan berdasarkan studi genetika modern (sampel dari tahun 2000-an hingga 2020-an):Frekuensi di Yaman
- Dalam studi kecil (n = 62 sampel dari Yaman), frekuensi Haplogroup G sekitar 1,6% (sebagian besar kemungkinan G1 atau G2).
- Di beberapa sampel Yahudi Yaman (Yemeni Jews) yang diuji (n = 20), terdapat sekitar 5–10% G (termasuk G1 dan G2a), tetapi dalam studi lebih besar pada Yahudi Yaman (n = 74), frekuensinya 0%.
- Secara keseluruhan, Haplogroup G bukan haplogroup dominan di Yaman. Dua haplogroup utama yang jauh lebih umum adalah:
- J1 (terutama J1a/M267) → sering 50–70% atau lebih (terkait Levant, Semit Selatan, dan penyebaran Neolitik/pertanian).
- E1b1b → sekitar 15–25% (terkait Afrika Utara/Timur dan migrasi kuno).
- Jalur ayah (Y-DNA) → sangat didominasi pengaruh Levant/Arabia Selatan (J1 tinggi) + sedikit pengaruh Afrika (E1b1b).
- Jalur ibu (mtDNA) → lebih banyak pengaruh Afrika Timur/Sub-Sahara (haplogroup L), menunjukkan migrasi perempuan historis (perdagangan, perbudakan, dll.).
- Haplogroup G di Yaman kemungkinan besar berasal dari gelombang migrasi kuno yang sama dengan penyebaran pertanian Neolitik (dari Timur Dekat/Kaukasus ke Semenanjung Arab), tetapi tidak menjadi mayoritas karena populasi lokal sudah didominasi J dan E.
Ba'alawi (Ba 'Alawi) dan Haplogroup G (Y-DNA)Ba'alawi (atau Ba 'Alawi sada / آل باعلوي) adalah kelompok keluarga Sayyid Hadhrami yang berasal dari Hadhramaut, Yaman Selatan. Mereka mengklaim keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW melalui jalur Ahmad bin Isa al-Muhajir (w. 345 H / 956 M), yang bermigrasi dari Irak ke Hadhramaut. Keturunan mereka banyak menyebar ke Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Singapura), Afrika Timur, dan India, sering menggunakan gelar Habib atau Sayyid.Namun, berdasarkan data tes DNA Y-kromosom (jalur ayah) yang tersedia hingga 2025–2026:Hasil Tes DNA Ba'alawi
- Sebagian besar sampel dari individu yang mengklaim sebagai Ba'alawi (termasuk dari Indonesia, Yaman, dan diaspora) termasuk dalam Haplogroup G (M201), terutama subclade G-PF3296 → G-Y94775 atau cabang dekat seperti G-Y32612 / G-Y33232.
- Contoh:
- Proyek FamilyTreeDNA "Ba'Alawi sadah DNA Project" menunjukkan mayoritas anggota yang mengaku keturunan Ba'alawi berada di G-M201 (bukan J1).
- Beberapa sampel terkenal (misalnya dari keluarga Shihab, Jamalullail, dll.) juga G.
- Wikipedia dan sumber lain (seperti artikel genetik) mencatat bahwa G adalah haplogroup utama di kelompok Ba'alawi yang dites.
- G adalah haplogroup kuno (berusia ~26.000–48.000 tahun) yang paling tinggi frekuensinya di Kaukasus (misalnya Ossetia >60%), Turki, Iran utara, dan Mediterania (Sardinia ~25%).
- Di Yaman sendiri, G sangat jarang (umumnya <2–5% di populasi umum, hampir 0% di beberapa studi Yahudi Yaman).
- Ini menunjukkan bahwa garis ayah Ba'alawi yang dites tidak berasal dari garis Quraisy/Bani Hasyim (yang umumnya J1, khususnya subclade L859 atau J-P58 pada keturunan Hasan/Husain).
- Keturunan Nabi Muhammad SAW melalui jalur laki-laki (Hasan dan Husain) secara konsisten menunjukkan J1 (berdasarkan sampel keturunan Quraisy dan Bani Hasyim yang diverifikasi, termasuk studi Michael Hammer dan proyek genetik lainnya).
- Karena Ba'alawi mayoritas menunjukkan G, banyak peneliti genetik dan kritikus (terutama di Indonesia dan forum internasional) menyimpulkan bahwa klaim nasab langsung ke Nabi melalui garis ayah tidak didukung bukti genetik.
- Beberapa argumen pembela:
- Klaim nasab Ba'alawi lebih bersifat historis dan dokumentasi (buku nasab seperti Shams al-Dhahirah karya Abdurrahman al-Masyhur).
- Tes DNA mungkin tidak mencakup semua cabang keluarga.
- Ada kemungkinan "non-paternity event" (adopsi, perubahan garis ayah) di masa lalu.
- Ba'alawi yang dites DNA mayoritas Haplogroup G (bukan J1).
- Ini menjadi salah satu alasan utama perdebatan nasab di kalangan komunitas Muslim di Indonesia dan Asia Tenggara.
