Friday, April 25, 2014

Mimpi Bertemu Nabi Muhammad, Nabi Isa dan Arasy Allah


Mimpi Bertemu Nabi Muhammad, Nabi Isa dan Arasy Allah

MIMPI BERADA DI ARASY (SINGGASANA) ALLAH

Assalamu'alaikum warahmatullah


Perkenalkan, nama saya Ab
di jakarta pak Ustad, tolong bisakah pak ustad menafsirkan mimpi saya saya aktif di yahoo answer, dan saya pernah menanyakan mimpi ini namun, saya tidak mendapatkan jawabannya. ada orang yang saya tanyakan akan mimpi saya ini, namun orang itu tidak berani menafsirkan mimpi saya, karena dia bilang hanya kalangan sufi yang bisa mentakwilkan mimpi saya ini. Mohon penafsiran dari pak Ustad akan mimpi saya ini.

Bismillah waktu saya kurang lebih masih duduk di SMA kurang lebih saya pernah bermimpi ada seorang datang menghampiriku di dalam rumahku orang itu bertanya kepadaku (Bapak-bapak dalam mimpi itu) mau bertemu dengan Rasul gak? lalu aku jawab mau lalu aku mencari rasul di dalam rumahku tidak kunjung kutemukan lalu aku terbangun

DAFTAR ISI
  1. Mimpi Tingal di Arash dan Bertemu Rasulullah
  2. Hukum Permintaaf Maaf yang Tidak Diterima
  3. Najisnya Bulu Babi dan Anjing
  4. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

beberapa hari/bulan kemudian ada seorang berwajah bersih dan bersinar datang menghampiriku aku sempat ketakutan pada orang itu lalu orang itu bilang ke saya: ini malaikat (3kali) lalu sepertinya dibaca fikiran saya
malaikat itu bilang ke saya: difikiran kamu selalu Allah, Allah pun juga sedang memanggil-manggilmu (sambil tersenyum malaikat itu dan menghadap ke langit)

1. selang beberapa bulan kemudian benar saja semenjak ada tawaran "mau bermimpi bertemu rasul tidak?" aku benar-benar melihat Muhamad SAW bersama sahabatnya Nabi Muhamad sedang berperang dalam mimpiku Ada tiga orang berpakaian serba putih dan memakai sorban putih sambil memegang pedang di antara ketiga orang itu ada seorang yang berdiri di tengah tidak mengenakan sorban lalu ada yang bilang ke saya: ITU RASULULLAH lalu pandanganku tertuju pada orang yang berdiri di tengah yang tidak mengenakan sorban sedang memegang pedang suasana dalam mimpi itu sedang di padang pasir kalau yang saya lihat dalam mimpi itu Nabi Muhamad tingginya sebahu di antara ke dua sahabatnya yang sedang melindungi Nabi Muhamad SAW Ternyata benar tawaran seorang yang datang menghampiri mimpiku

2. Lalu kurang lebih beberapa tahun kemudian aku bermimpi Nabi Isa as beliau seperti memiliki kerajaan Nabi Isa as banyak orang yang sepertinya sedang bersalaman padanya Beliau Nabi Isa sedang berdiri seperti di puncak istana kuno kalau yang saya lihat orang-orang berbaris-baris sepertinya ingin bersalaman dengan beliau

3. beberapa tahun aku bermimpi ada di Arasy Allah ada yang bilang ke saya ini Arasy tapi aku tidak melihat Allah
Langitnya hijau dan seperti di permadani ada bukit yang menghalangi aku untuk melihat wajah Allah Allah tidak berfirman apa-apa ke saya dan ketika saya bangun dari mimpi itu sepertinya saya lelah sekali dan capek sekali

Aku tidak bermaksud menyombongkan diriku aku sama sepertimu manusia biasa yang memiliki sejagat dosa aku hanya ingin tahu, mengapa Allah mengizinkan semua itu padahal imanku tak sebarapa padahal ketakwaanku tak hebat

Jujur saja, saya bermimpi Rasulullah SAW sudah dua kali tapi jarak mimpi pertama dan kedua berjauhan antara 2 atau tiga tahun tapi mimpi yang kedua ini seperti ini kisahnya:

Dalam mimpi itu, saya melihat banyak orang seperti di pasar dan banyak sekali orangnya. Orang-orangnya seperti memakai berpakaian arab tempo dulu, dengan pakaian mereka yang warna-warni. Awalnya saya mengira mereka semua sedang berbelanja di suatu pasar, tapi entah darimana suara datang memberitahu pada saya:"LIHATLAH, RASULULLAH SEDANG MENYATUKAN KAUM MUHAJIRIN DAN ANSHAR". tiba saya di suatu bangunan, orang-orang yang saya lihat dipasar sama seperti apa yang saya lihat di suatu bangunan, saya juga melihat anak kecil, hanya saja orang-orang di suatu bangunan itu duduk berbaris-baris. Dalam bangunan itu, saya melihat seorang sedang berkhutbah/pidato, tepat di hadapan saya. Wajahnya saya kenal, persis apa yang pernah saya alami ketika mimpi Rasulullah sedang berperang di padang pasir. Dan posisi dalam mimpi itu hanya orang yang sedang berpidato/khutbah dan saya yang berdiri, sedang yang lain duduk berbaris. Dan ada seorang datang menghampiri saya, entah saya lupa orang itu mengatakan apa pada saya, tidak bisa ingat dengan pasti. Wajah orang yang berkhutbah/pidato tidak bisa diingat, tapi mengapa saya bisa mengenalinya dengan pasti? Wajah orang yang berkhutbah/pidato itu benar-benar sama persis sebelum mimpi itu terjadi. Mukanya sama seperti mimpi Rasul di padang pasir. Kurang lebih seperti itu.

4. Dan yang membuat saya penasaran, memang akan terjadi apa pada saya ketika saya bermimpi di Arasy Allah SWT? walau tak ada percakapan, walau saya tidak melihat wajah Allah Yang Maha Indah dan Maha Mulia? mohon ini juga ditafsirkan.

5. apakah benar, mimpi saya hanya bisa ditafsirkan oleh kalangan orang sufi?

Mohon sekali penafsiranya, terima kasih pak Ustad
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


JAWABAN

1. Mimpi melihat Nabi Muhammad bermakna anda akan mendapat kekuatan iman sehingga insyaAllah diberi husnul khatimah yaitu mati dalam keadaan iman dan Islam. Rasulullah bersabda: "Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka ia tidak akan masuk neraka (من رآني في المنام فلن يدخل النار)". Hadits ini terdapat dalam kitab Tafsir al-Ahlam karya Ibnu Sirin.

2. Mimpi melihat atau bertemu Nabi Isa pertanda bahwa yang bermimpi itu adalah individu yang memiliki manfaat pada orang lain, banyak beramal kebajikan, sering melakukan perjalanan, dianugerahi dengan kemampuan pengobatan dan ilmu-ilmu lain.

3. Mimpi ada di Arasy (Singgasana) Allah dalam suasana yang menyenangkan seperti yang anda rasakan maka itu pertanda bahwa keislaman anda akan terjaga.

4. Lihat poin 1, 2 dan 3.

5. Tidak benar. Anda sendiri dapat menafsirkan mimpi anda dengan berpedoman pada dua kitab tafsir mimpi yang ditulis oleh dua ulama kenamaan yaitu Ibnu Sirin dan Nabulsi. Berikut link dua kitab tersebut (dalam bahasa Arab).

- Tafsir al-Ahlam oleh Ibnu Sirin
- Ta'tir Al-Anam fi Tafsir al-Ahlam oleh Nabulsi

Perlu juga dicatat bahwa mimpi Anda belum tentu mimpi yang benar yang bisa ditafsir. Dalam sebuah hadits dikatakan bawha mimpi itu ada tiga macam: berasal dari jin / setan, berasal dari diri sendiri dan berasal dari Allah atau malaikat. Mayoritas mimpi berasal daru dua sumber pertama (setan dan diri sendiri). Jadi, harap berhati-hati dalam menyikapi setiap mimpi yang anda alamai. Bersikaplah biasa saja. Dan tetap tawadhu dan rendah hati. Abaikan setiap mimpi yang bertentangan dengan syariah dan dapat merusak atau mengikis keimanan dan keislaman anda. Walaupun tampaknya itu adalah mimpi yang baik. Karena setan biasa menggoda manusia dengan berbagai cara.
Lebih detail lihat:
- Mimpi dalam Islam.
- Hukum Percaya Tafsir Mimpi
____________________________________________________



Hukum Permintaaf Maaf yang Tidak Diterima

Saya heri, pemuda berusia 23 tahun, mau menanyakan sesuatu hal yang
membuat saya terpikir terus ustadz.
saya mempunyai teman, dan suatu hari saya mengatakan sesuatu yang saya tidak sengaja padanya, sehingga membuat dia sakit hati sampai mengatakan sesuatu yang kurang pantas dan marah.
sayapun minta maaf kepada orang itu, tetapi dia belum juga memaafkannya dan masih membenci
yang saya tanyakan :

1. apakah saya masih berdosa kepada orang tersebut pak ustadz, karena dalam pikiran saya, saya masih merasa berdosa karena telah menyakiti hatinya, walaupun saya tidak bermaksud
menyakitinya

2. dan apakah nanti kelak di akhirat saya masih menanggung kesalahan dosa tersebut

terima kasih sebelumnya, saya mohon solusinya.

Wassalamu'alaikum. Warohmatullahi.Wabarokaatuh
Heri Susanto

JAWABAN

Waalaikum salam.

1. Tugas manusia ketiga berbuat kesalahan pada Allah adalah meminta ampun kepada-Nya. Dan ketika berbuat salah kepada sesama manusia, maka kita berkewajiban untuk meminta maaf pada Allah dan pada yang bersangkutan. Saat kita sudah melakukan itu, maka bebaslah beban kewajiban kita. Adalah di luar kontrol kita untuk memaksa orang menerima permohonan maaf kita. Intinya, Anda sudah melakukan langkah yang benar ketika meminta maaf padanya baik menurut syariah maupun norma sosial. Ini juga menjadi pembelajaran bagi Anda untuk berhati-hati dalam berbuat dan berkata-kata pada seseorang.Soal apakah orang yang bersangkutan itu menerima maaf kita atau tidak itu terserah dia.

Pada saat yang sama, yang merasa disakiti sangat dianjurkan oleh Islam untuk menerima permintaan maaf orang yang menyakiti. Allah berfirman dalam As-Syuro 43:40 فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى ال
Artinya; Barangsiapa yang memaafkan dan rekonsiliasi, maka akan mendapat pahala dari Allah.

Juga, dalam QS Ali Imran 3:134 Allah mendefinisikan ciri khas orang yang takwa dan baik (muhsinin) adalah orang yang suka memaafkan kesalahan orang lain (والكاظمين الغيظ والعافين عن الناس والله يحب المحسنين )

2. Allah Maha Adil dan Maha Pengampun. Dan Allah yang akan memutuskan dengan kemahaadilan-Nya di pengadilan akhirat kelak. Akan tetapi menyakiti orang lain dengan kata-kata itu tidak termasuk dosa besar. Dan insya-Allah akan diampuni dosa Anda dengan apa yang sudah Anda lakukan.

Yang diperlukan selama di dunia adalah lakukan hal yang benar menurut syariah dan etika sosial dan terus melangkah ke depan. Anda sudah membuat langkah yang tepat dengan meminta maaf. Dan langkah tepat berikutnya adalah: jangan menoleh ke masa lalu sekiranya hal itu akan mengganggu pikiran dan prodiktifitas Anda. Dan apabila ada rezeki berlebih, sedekahkan pada fakir miskin. Karena sedekah adalah salah satu penebus dosa.

Demikian, semoga jawaban ini melegakan hati Anda.

____________________________________________________


Najisnya Bulu Babi dan Anjing

Bagaimana menyentuh benda seperti kuas yang terbuat dari bulu babi atau anjing?

TANYA

assalamualaikum wr wb
saya mau tanya hukum tentang najis . Menurut kitab apabila kita di
jilat anjing atau babi kita harus mencuci 7 kali dgn air salah satunya
dengan tanah.
Pertanyaan saya apakah kita harus melakukan hal yg sama ketika kita
menyentuh kuas yang terbuat dari bulu babi..?
Sekian dan terima kasih..wassalam

Irwan

JAWABAN

Kalau yakin atau tahu betul bahwa kuas itu memang terbuat dari bulu babi, maka hukumnya najis dan cara mencucinya adalah sama dengan najis anjing yaitu sebanyak tujuh kali dan salah satunya dengan tanah atau debu. Ini menurut pendapat Imam Syafi'i dan madzhab Syafi'i secara umum (lihat Kitab Al-Umm I/45).

Namun, pendapat madzhab Hanafi yang najis itu air liurnya, sedangkan bulunya tidak najis. Sedangkan menurut madzhab Malik, baik air liur maupun bulu anjing dan babi sama-sama tidak najis.(Al-Fatawa Al-Kubro, 1:284 – 285).

Kesimpulannya, kalau Anda sudah terbiasa mengikuti madzhab Syafi'i dan masalah najis babi dan anjing ini tidak merepotkan, maka ikuti pendapat madzhab Syafi'i. Namun, apabila Anda berada di suatu tempat di mana anjing dan/atau babi ramai berkeliaran di sekitar rumah atau kantor Anda sehingga sulit menghindari, maka ada baiknya mengikuti madzhab Hanafi atau Maliki dalam soal najis babi/anjing ini.



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..