Ingin Menikah Ayah Tidak Setuju Bolehkan Wali Hakim?

Pernikahan tanpa persetujuan Ayah

Alasan ayah saya tidak menyetujui niat saya menikah karna pria tsb org JABAR yg notabene dalam sepengetahuan mrk kurang baik, alasan lainnya karna saya masih belum cukup matang untuk menikah secra materi, orang tua saya menginginkan saya sukses dulu baru menikah.

PERTANYAAN

Assalamu'alaikum...wr.wb..

Sebelumnya sy ucapkan terimah kasih yg sebesar2nya dengan adanya forum konseling seperti ini, ini sangad memberikan manfaat bagi smua umat, khususnya sy pribadi..karna sy termasuk orang yg susah mengutarakn keinginan scr langsung, jadi media sprt ini sangad banyak manfaatnya, semoga dg mengutarakan masalah yg sy hadapi ini bisa mengurangi beban pikiran sy n mendapatkan pencerahan dari pihak yg lebih kompeten scr agama.

Pesantren Alkhoirot ini sdh tdk asing bg sy, karna lokasinya yg tdk terlalu jauh dg kediaman sy..^_^
Pak ustadz yg dirahmati ALLAH..perkenankan sy mengutarakan keluh kesah masalah yg sy hadapi sekarang, sy muslimah usia 26 tahun, sudah bekerja dan alhamdulillah sy bisa membantu mensupport keluarga scr ekonomi dg penghasilan sy, karna org tua sy sdh tdk bekerja jd sylah tulang punggug keluarga saat ini, sy 2 bersaudara dan adik sy baru sj melanjutkan ke perguruan tinggi dg biaya dr sy.

Tahun 2011 kemaren sy kenal dg seorang pria asal dr JABAR usia 28 tahun, sdh memiliki pekerjaan, ats bantuan kaka dari pria tersebut ahirnya kami kenal baik, dan berkomitmen menjalin hubungan, hubungan berjalan hingga sekarang, st tahun sdh hubungan kami, dan pria tersebut berniat melamar sy, sy pribadi rela untuk dilamar, karna sy sdh tau pria tersebut n keluarganya, begitu juga keluarga pihak pria tsb setuju2 saja dan mendukung niat kami menikah.
Ahirnya sy berniat memperkenalkan pria tsb ke keluarga sy, Namun respon keluarga sy mengecewakan terutama ayah sy, bahkan ayah sy menghalangi niat pria ttsb untuk bersilatrrahmi ke rmh sy dg alasan yg tdk jelas, dan di buat2..

Alasan ayah sy tdk menyetujui niat sy menikah karna pria tsb org JABAR yg notabene dlm sepengetahuan mrk krg baik, alasan lainnya krn sy masih belum cukup matang untuk menikah scra materi, oran tua sy menginginkan sy sukses dulu baru menikah. alasan berikutnya ayah sy beldalih bahwa beliu sdh sholat istikharoh dan hasilnya kurang mantap dr dia. dg alasan itulah yg membuat ibu sy menurut trhadap keputusan ayah sy. namun sejauh ini ayah sy tdk pernah mengajak sy berbicara scra dewasa, beliu lbh banyak memberikan masukan yg menyarankan untuk mengabaikan keinginan menikah,dan lbh banyak diam, seolah2 mengabaikan apa yg sdh sy utarakan n inginkan. bahkan sempat ada perkataan kl scra umur mmang km sdh cukup untuk menikah, tp itukan kl kita klg kaya..

Saya benar2 ingin menikah, dan sy sdh tau segala resikonya, calon sy pun jg mengerti n memahami kondisi maslah klg sy,,yg sy pertanyakan adalah:

1. Apakan sy salah jika sy ingin menikah dg orang yg sy cintai? kami tdk ingin hubungan kami mengarah ke hal2 yang negativ.dan kami yakin Allah lah pemberi Rizki tidak ada kekhawatiran sdktpun ttg itu.

2.Kalau orang tua sy masih bersikeras dg keputusannya dan menolak menikahkan sy, bahkan menghalangi sy kembali k rumah dan berhub dg beliu, bolehkah sy melanjutkan pernikahan sy? dan bagaimana seharusnya menurut pandangan islam?

3. Apakah sy melanggar Birrul walidain?

4. Apakah ada ketentuan khusus ttg usia atau kemantapan ekonomi sblm menikah menurut islam?

Mungkin cukup itu saja keluh kesah sy, maaf jika terlalu panjang, terima kasih, mohon jawabannya. jazakillah kheir
Wassalamualaikum. wr.wb

JAWABAN

Jawaban pertanyaan ke-1: Tidak salah jika Anda ingin menikah dengan lelaki pilihan Anda asal dia memang lelaki yang salih dan taat pada agama.

Jawaban pertanyaan ke-2: Ayah yang tidak menyetujui pernikahan putrinya disebut wali adhil (wali yang membangkang). Secara syariah (fiqih), pernikahan Anda bisa saja dilakukan. Kalau orang tua tidak setuju tanpa alasan syariah, maka Anda dapat meminta wali hakim (pejabat KUA) untuk menikahkan Anda. Nabi bersabda:

أيما امرأة نكحت بغير إذن مواليها فنكاحها باطل " ثلاث مرات " ثم قال:" فإن تشاجروا فالسلطان ولي من لا ولي له
Artinya: Pereumpuan yang menikah tanpa ijin walinya maka nikahnya batal (Nabi mengucapkannya 3x). Kemudian berkata: Apabila para wali tidak mau, maka sultan (wali hakim - red) dapat menjadi wali dari wanita yang tidak memiliki wali (Hadits sahih riwayat Abu Daud dan Tirmidzi). Lihat detailnya di sini.

Menurut pendapat madzhab Hanbali atau Hanafi, apabila wali mujbir (yaitu ayah) tidak setuju, maka kewalian jatuh pada wali lain dalam urutan kekeraban yang berhak jadi wali. Kalau semua tidak mau menikahkan, baru pindah ke Wali Hakim.

Namun demikian, alangkah idealnya kalau sebuah pernikahan atas restu kedua orang tua terutama Ayah sebagai wali mujbir (wali nikah utama). Untuk itu, saya sarankan agar Anda terus berusaha membujuk orang tua melalui berbagai cara seperti melalui seorang yang dia hormati baik itu kerabat maupun tokoh masyarakat.

Perlu ayah Anda tahu bahwa Ayah Anda berdosa apabila dia menolak menikahkan Anda tanpa sebab yang dibenarkan syariah Alasan syariah seperti si pria orang nonmuslim atau tidak taat pada Islam dll. Dalam QS Al-Baqarah 2:233 Allah berfirman:

فلا تعضلوهن أن ينكحن أزواجهن إذا تراضوا بينهم بالمعروف
Artinya: ... maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma'ruf.

Jawaban pertanyaan ke-3: Insyallah tidak termasuk melanggar birrulwalidain dengan 2 syarat: (a) Pria calon suami memang betul-betul kufu' menurut syariah dan (b) Anda sudah emberi tahu orang tua (ayah) dan dia menolak untuk menikahkan Anda.

Saran kami, apabila pernikahan terjadi, tetaplah sambung silaturrahmi.

Jawaban pertanyaan ke-4: Aturan menurut negara adalah usia 17 tahun. Menurut Islam apabila sudah akil baligh. Selebihnya, asal seorang wanita sudah ingin menikah, maka sebaiknya dia menikah agar terhindar dari perzinahan.

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

No comments:

Post a Comment

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!