Arah Kiblat Imam Condong ke Kanan Makmum Tidak

Imam Makmum Menghadap Kiblat

Apa hukumnya apabila arah kiblat imam agak condong ke kanan sedangkan makmum tidak condong
PERTANYAAN

Apa hukumnya apabila arah kiblat imam agak condong ke kanan sedangkan makmum tidak condong, mohon jawabannya disertai dasar hukumnya?

Sebelumnya Terima kasih atas jawababnya.

JAWABAN

DALIL WAJIBNYA MENGHADAP KIBLAT SAAT SHALAT

1. QS Al-Baqarah 2:150
وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

Artinya: Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya,

2. Hadits

إذا قمت إلى الصَّلاة فأسبغ الوُضُوء، ثم استقبل القِبْلة فكبِّر

Artinya: Apabila kamu hendak melaksanakan shalat maka sempuernakan wudhu', lalu menghadap kiblat dan bertakbir.

3. Ijmak (kesepakatan) ulama. Ibnu Rush dalam kitab Hidayatul Mujtahid I/137 menyatakan:

اتفق المسلمون على أن التوجه نحو البيت شرط من شروط صحة الصلاة..

Artinya: Umat Islam sepakat bahwa menghadap ke arah kiblat adalah salah satu syarat sahnya shalat.

4. Ulama juga sepakat bahwa kiblat yang dimaksud dalam Al-Quran adalah Ka'bah yang berada di Makkah. Ibnu Abdil Barr dalam kitab At-Tamhid XVII/54 menyatakan:

وأجمع العلماء أن القبلة التي أمر الله نبيه وعباده بالتوجه نحوها في صلاتهم هي الكعبة البيت الحرام بمكة، وأنه فرض على كل من شاهدها وعاينها استقبالها، وأنه إن ترك استقبالها وهو معاين لها أو عالم بجهتها فلا صلاة له، وعليه إعادة كل ما صلى كذلك

Artinya: Ulama sepakat (ijmak) babhwa yang dimaksud dengan kiblat adalah Ka'bah di Makkah. Dan bahwasanya menghadap kiblat saat shalat itu wajib. Karena itu apabila tidak menghadap kiblat, maka shalatnya tidak sah dan harus mengulangi.

TATA CARA MENGHADAP KE ARAH KIBLAT

Apabila orang yang shalat berada di sekitar Ka'bah sehingga dapat melihat bentuk Ka'bah, maka ia harus menghadap persis ke Ka'bah tersebut. Namun apabila dia jauh dari Ka'bah, maka cukup menghadap ke arah Ka'bah. Seperti, bagi orang Indonesia, cukup menghadap ke arah barat yaitu tempat beradanya Ka'bah.

Adapun apabila seseorang berada di dalam masjid, maka cukup mengikuti arah mihrab (tempat imam). Namun demikin, apabila makmum atau imam menghadap agak ke kanan atau ke kiri dari arah imam, maka terjadi perbedaan pendapat.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmuk dalam bab (إذا غاب عن الكعبة وعرفها صلى إليها) menyatakan
قال أصحابنا : وفي معنى محراب المدينة سائر البقاع التي صلى فيها رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا ضبط المحراب ، وكذا المحاريب المنصوبة في بلاد المسلمين بالشرط السابق ، فلا يجوز الاجتهاد في هذه المواضع في الجهة بلا خلاف .وأما الاجتهاد في التيامن والتياسر فإن كان محراب رسول الله صلى الله عليه وسلم لم يجز بحال ، وإن كان في سائر البلاد ففيه أوجه ( أصحها ) يجوز ، قال الرافعي وبه قطع الأكثرون ( والثاني ) لا يجوز في الكوفة خاصة ( والثالث ) لا يجوز فيها ولا في البصرة لكثرة من دخلها من الصحابة .

Arti ringksan: Menghadap condong agak ke kanan atau ke kiri dari mihrab (tempat imam) di tempat yang jauh dari Ka'bah dan selain mihrab yang pernah digunakan Rasulullah hukumnya terjadi perbedaan pendapat ulama sbb:
Pertama, boleh. Ini pendapat rajih (unggul) dan merupakan pendapat Imam Rofi'i dan mayoritas ulama.
Kedua, tidak boleh. Khususnya di kota Kufah.
Ketiga, tidak boleh di Kufah dan Basrah karena banyak Sahabat pernah masuk ke sana.

KESIMPULAN

1. Orang yang shalat dalam masjid di luar Madinah boleh agak condong ke kiri atau kanan. Yang prinsip adalah menghadap ke arah Ka'bah. Untuk Indonesia, arah barat.
2. Karena boleh, maka tidak apa-apa apabila terjadi perbedaan antara imam dan makmum seperti imam menghadap lurus sesuai arah mihrab sedang makmum agak condong atau sebaliknya.

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

No comments:

Post a Comment

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!