Menemukan Barang Berharga di Jalan

Barang Temuan Berharga

Status barang temuan (luqathah/luqothoh) dan apa yang harus dilakukan apabila menemukan barang berharga

PERTANYAAN

Assalamu;alaikum war.wb.

Semoga Ustadz selalu diRahmati Allah SWT.
Saya menemukan barang berharga di jalan dan sudah sebulan lebih tidak ada yang mencari. Saya tidak ingin memiliki barang tersebut.

Pertanyaan :

1. Bagaimana sebaiknya perlakuan saya terhadap barang tsb; dijual kemudian hasilnya saya sumbangkan ke panti asuhan atas nama pemiliknya atau saya buang lagi atau bagaimana >
2. Dalil/hukumnya menurut agama Islam bila menemukan barang berharga di jalan ?

Terimakasih sebelum dan sesudahnya.
Wasalam
Heri Setyawan

JAWABAN

Jawaban pertanyaan ke-1: Karena barang temuan yang Anda dapatkan adalah barang berharga maka hendaknya diumumkan dan disimpan sampai setahun. Apabila setelah sampai satu tahun tidak ada pemilik yang mengklaim barang tersebut, maka Anda dapat menggunakannya, menyimpannya atau memberikan pada orang lain. Namun apabila setelah itu pemiliknya datang, maka Anda wajib menggantinya.

Apabila barang temuan itu tidak berharga atau bernilai jual rendah seperti satu buah salak, maka boleh diambil dan dimakan.

Jawaban pertanyaan ke-2: Dalil masalah barang temuan (luqathah) adalah sbb:

- Hadits sahih riwayat Bukhari dll:

جاء رجل إلى رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فسأله عن ‏ ‏اللقطة ‏ ‏فقال ‏ ‏اعرف ‏ ‏عفاصها ‏ ‏ووكاءها ‏ ‏ثم عرفها سنة فإن جاء صاحبها وإلا فشأنك بها

Artinya: Datang seorang laki-laki pada Rasulullah bertanya tentang masalah barang temuan (luqathah / luqothoh). Nabi bersabda: Ketahui jenis wadah/bungkusnya dan tali pengikatnya kemudian umumkan selama setahun. jika datang pemiliknya (maka serahkan), apabila tidak maka terserah kamu.

- Hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim:

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اللُّقَطَةِ الذَّهَبِ أَوْ الْوَرِقِ فَقَالَ اعْرِفْ وِكَاءَهَا وَعِفَاصَهَا ثُمَّ عَرِّفْهَا سَنَةً فَإِنْ لَمْ تَعْرِفْ فَاسْتَنْفِقْهَا وَلْتَكُنْ وَدِيعَةً عِنْدَكَ فَإِنْ جَاءَ طَالِبُهَا يَوْمًا مِنْ الدَّهْرِ فَأَدِّهَا إِلَيْهِ

Artinya: Rosululloh ditanya tentang barang temuan berupa emas tau perak, lalu beliau berkata,’’Kenalilah wadah/tutupnya, dan pengikatnya, lalu umumkan satu tahun, jika diketahui (pemiliknya) maka gunakanlahdan hendaknya barang itu bagaikan titipan di sisimu tetapi jika jika datang pemiliknya mencari barang itu suatu hari dari masa, maka serahkanlah barang itu padanya’’

Hukum Mengambil/Memungut Barang Temuan

Imam Nawawi dalam Raudah al-Talibin wa 'umdatul Muftin menyatakan:

الأولى : في وجوب الالتقاط أربعة طرق أصحها وقول الأكثرين : أنه على قولين . أظهرهما : لا يجب كالاستيداع . والثاني يجب . والطريق الثاني : إن كانت في موضع يغلب على الظن ضياعها ، بأن تكون في ممر الفساق والخونة ، وجب الالتقاط ، وإلا ، فلا . والثالث : إن كان لا يثق بنفسه ، لم يجب قطعا . وإن غلب على ظنه أمانة نفسه ، ففيه القولان . والرابع : لا يجب مطلقا . فإذا قلنا : لا يجب ، فإن وثق بنفسه ، ففي الاستحباب وجهان . أصحهما ثبوته . وإن لم يثق وليس هو في الحال من الفسقة ، لم يستحب له الالتقاط قطعا . قاله الإمام . وحكى عن شيخه في الجواز وجهين . أصحهما : ثبوته ، وسواء قلنا بوجوب الالتقاط ، أو عدمه ، فلا يضمن اللقطة بالترك ، لأنها لم تحصل في يده . هذا حكم الأمين ، أما الفاسق ، فقطع الجمهور أنه يكره له الالتقاط . وأما قول الغزالي : إن علم الخيانة ، حرم الالتقاط ، وقوله في " الوسيط " : الفاسق لا يجوز له الأخذ ، فمخالف لما أطلقه الجمهور من الكراهة .
Arti ringkasan: Mengambil barang temuan yang tercecer di jalan ada 2 (dua) pendapat yaitu tidak wajib dan wajib. Pendapat yang mewajibkan adalah apabila barang tercecer tersebut berada di kawasan yang tidak aman. Sedangkan yang tidak wajib apabila si penemu tidak yakin pada dirinya sendiri bahwa dia dapat menjaga barang tersebut.

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

No comments:

Post a Comment

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!