Cara Menghadapi Suami Pelit

Cara Menghadapi Suami Pelit

Kenapa suami saya pelit pak.. apa krn saya seorg wanita karier yg kerja dikantor gaji saya lebih besar dr suami saya.
PERTANYAAN

pak ustad ada yg mau saya tanyakan lagi maaf menganggu ya pak...

begini pak.. suami saya semenjak menikah sama saya blom pernah menafkahi saya pak.. krn saya ngerti suami saya itu blom ada kerjaan. sekarang suami saya udh kerja gajiny perminggu 700rb pak.. udh gajian yg ke 2x perminggu blom ada kasih saya uang cuma uang jajan 50rb....

saya heran kenapa suami saya pelit githu pak.. apa krn saya seorg wanita karier yg kerja dikantor gaji saya lebih besar dr suami saya.... menurut bapak saya yg salah apa suami saya pak.. temen" saya yg udh menikah smua uang gaji suami nya istrinya yg megang... kalau suami saya gak begitu pak.. malah kalau ada uang nyimpan" gak tau saya pak...

apa yg harus saya lakukan pak..sementara uang kontrakan,uang kredit motor saya yg bayar smuanya,,,sedih saya punya suami pelit pak..saya malu cerita ketemen" saya... makanya cuma bapaklah yg tahu masalah rumah tangga saya...mohon pencerahannya pak ustad..makasih

asslamualaikum wr.wb

JAWABAN

Tampaknya apa yang terjadi pada rumah tangga Anda erat kaitannya dengan kebiasaan awal yaitu suami sudah terbiasa tidak memberi nafkah pada istrinya dan pada waktu yang sama sang istri adalah wanita karir yang gajinya lebih tinggi dari suami. Saat suami mulai mendapat pekerjaan dia "lupa" pada kewajibannya atau mungkin dia berfikir istri tidak memerlukan nafkah darinya.

Padahal dalam QS Al-Baqarah 2:233 Allah berfirman, وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Artinya: Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf.

Ulama sepakat (ijmak) bahwa ayat ini menjadi dasar atas wajibnya seorang suami memberi nafkah pada istri.

Langkah yang diperlukan adalah jalin komunikasi dengan suami Anda berkaitan dengan hal ini. Beri tahu dia akan kewajiban memberi nafkah kebutuhan rumah tangga yakni kebutuhan dia, istri dan anak dan beritahu berapa jumlahnya setiap minggu atau bulannya.

Apabila suami memberikan nafkah yang diperlukan sesuai kebutuhan dan kemampuannya, maka dia lepas dari kewajibannya. Namun, apabila suami tidak mau memberi, maka Anda berhak untuk mengambil sebagian harta suami dengan atau tanpa memberi tahu suami terlebih dahulu.

Dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari Muslim Rasulullah mengijinkan Hindun—seorang istri yang tidak mendapatkan nafkah dari suaminya yang bernama Abu Sofyan-- untuk mengambil harta milik suami tanpa sepengetahuannya dengan catatan, mengambil seperlunya. Dalam bahasa Nabi, “Ambillah secukupnya dari harta suamimu untukmu dan anakmu.” (HR Bukhari no. 5049; Muslim no. 1714).

Teks hadits dari kitab Sahih Bukhari sbb:
باب إذا لم ينفق الرجل ‏فللمرأة أن تأخذ بغير علمه ما يكفيها وولدها بالمعروف

عن عائشة أن هندا بنت عتبة ‏قالت يارسول الله إن أبـا سفيان رجـل شحيـح وليس يعطيني ما يكفيني وولدي إلا ما أخذت ‏منه وهو لا يعلم . فقال خذي ما يكفيك وولدك بالمعروف

Artinya: Bab (membahas tentang) Apabila Suami tidak memberi nafkah pada istrinya maka istrinya boleh mengambil harta secukupnya untuk keperluan istri dan anak tanpa sepengetahuan suami.

Dari Aisyah bahwa Hindun binti Utbah berkata Wahai Rasulullah Abu Sufyan adalah seorang lelaki yang pelit dia tidak memberiku dan anakku nafkah kecuali harta yang kuambil tanpa sepengetahuannya. Nabi bersabda, "Ambillah harta yang cukup untukmu dan anakmu secara baik."

Apabila suami sudah memberikan nafkah yang diperlukan untuk anak dan istrinya, maka tidak ada kewajiban bagi suami untuk memberikan/menitipkan seluruh gajinya pada istri.

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

1 comment:

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!