Bolehkah Perempuan ber-Suami Menikah Siri?

Bolehkah Perempuan Punya Suami Menikah Siri?
PERTANYAAN
Assalamu'alaikum Wr.Wb..

Ustadz saya mau menanyakan beberapa hal tentang hukum menikah siri bagi pasangan yang masing-masing telah berkeluarga....sebelumnya saya akan bercerita sedikit tentang penyebab adanya pernikahan siri ini...

Ada salah satu pasutri yang hampir 7 tahun membina keluarga tapi belum dikaruniai anak, padahal keduanya sudah diperiksa dan dinyatakan sehat oleh dokter. Suatu saat sang istri bertemu seseorang yang pernah dekat dengannya sebelum dia memutuskan menikah dengan suaminya yang sekarang ini. Terjadilah komunikasi kembali sang istri dan seseorang yang pernah dekat dengannya, suatu ketika ada keinginan atau hasrat sang istri ingin mempunyai keturunan dan ingin memutuskan melakukannya dengan seseorang yang pernah dekat dengannya tapi didalam ikatan pernikahan meskipun itu hanya menikah siri...dan sebenarnya seseorang itupun sudah mempunyai keluarga juga...dan pertanyaan saya adalah :
1. Bolehkah melakukan pernikahan siri tanpa sepengetahuan masing-masing pasangan
2. Apabila dikemudian hari hamil, apakah anak itu anak sah??
3. Berdosakah pasangan ini melakukan pernikahan siri?

Mohon penjelasan dan pencerahan atas masalah ini Ustadz...
Sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan banyak terima kasih...

Wassalamu'alaikum Wr.Wb
RM

JAWABAN

Jawaban pertanyaan ke-1:

Aturan dasar syariah dalam soal menikah adalah laki-laki boleh memiliki maksimal 4 istri (QS An-Nisa' 4:3) sedang perempuan hanya boleh memiliki 1 suami (QS An-Nisa' 4:24). Bagi seorang perempuan beristri yang ingin menikah dengan laki-laki lain baik secara siri atau resmi, maka harus menceraikan istri pertamanya terlebih dahulu. Setelah masa iddah-nya habis, maka barus dia boleh menikah dengan laki-laki berikutnya.

Dalil dan dasar hukum:

1. QS An-Nisa' 4:3
فَانكِحُوا۟ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنَىٰ وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ فَوٰحِدَةً

Artinya: ... maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja..

2. QS An-Nisa' 4:24
وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاء إِلاَّ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ كِتَابَ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَأُحِلَّ لَكُم مَّا وَرَاء ذَلِكُمْ أَن تَبْتَغُواْ بِأَمْوَالِكُم مُّحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ فَمَا اسْتَمْتَعْتُم بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُم بِهِ مِن بَعْدِ الْفَرِيضَةِ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya: dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Jawaban pertanyaan ke-2: Perkawinan tidak sah. Dan status anak adalah anak zina atau anak haram.


Jawaban pertanyaan ke-3: Berdosa dan itu buan pernikahan tapi perzinahan.

Baca juga:

>> Panduan Nikah
>> Status Anak Zina/Anak Haram

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

No comments:

Post a Comment

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!