Ahlussunnah Wal Jama'ah (Sunni)



Ahlussunnah wal jama'ah (ejaan lain, ahlussunnah waljama'ah; Arab, ِأهل السنة والجماعة) atau Sunni adalah salah satu aliran utama dan mayoritas dalam Islam. Aliran lain adalah Syiah. Ahlussunnah wal jama'ah juga menjadi sebuah nama dalam Islam yang menjadi rebutan setiap gerakan Islam Sunni dari dulu sampai sekarang, baik gerakan pembaruan seperti Wahabi Salafi, Hizbut Tahrir, Ahlul Hadits, dll atau organisasi massa (ormas) seperti NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, Al-Irsyad, Hizbut Tahrir, dll. Setiap gerakan, seperti Nah mengklaim dirinya sebagai ahlussunnah wal jama'ah. Mereka semua mengklaim diri sebagai yang paling dekat dengan kriteria Ahlussunnah Wal Jamaah.

DAFTAR ISI
  1. Pengertian Ahlussunnah Wal Jamaah
  2. Dalil tentang Ahlussunnah Wal Jama'ah
  3. Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah
    1. Ushul Fiqih (Sumber Hukum Islam)
    2. Rukun Islam
    3. Rukun Iman
    4. Akidah Ahlussunnah Moderat
    5. Pandangan Ahlussunnah Dan Lainnya Tentang Qadha Dan Qadar (Takdir)
    6. Madzhab Fikih Sunni
    7. Rukun Tauhid (Tambahan Kaum Salafi)
  4. Siapa Maksud Hadits 73 Golongan Islam Hanya 1 yang Selamat
  5. Ahlussunnah Wal Jama'ah versi NU
  6. Ahlussunnah Wal Jama'ah versi Wahabi

PENGERTIAN DAN DEFINISI AHLUSSUNNAH WALJAMAAH

Ahlussunnah Wal Jamaah adalah aliran Islam terbesar yang prinsip dasar ideologinya adalah Al-Quran dan hadits Nabi yang sahih sebagai sumber utama Islam dan menjadikan fiqih madzhab empat (Syafi'i, Maliki, Hanafi, Hanbali) sebagai pedoman syariah. Meyakini legalitas Khulafaur Rasyidin yang empat yang pertama yaitu Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Talib dan mempercayai atas keadilan seluruh Sahabat Nabi.


DALIL TENTANG AHLUSSUNNAH

Awal dari istilah Ahlussunnah Waljama'ah adalah hadits sahih riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim berikut:


افترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة، وافترقت النصارى على اثنتين وسبعين فرقة، وستفترق هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة، قيل: من هي يا رسول الله؟ قال: من كان على مثل ما أنا عليه وأصحابي. وفي بعض الروايات: هي الجماعة

Artinya: Umat Yahudi menjadi 71 golongan. Nasrani terpecah menjadi 72 kelompok. Umat ini (Islam) akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali 1 (satu) golongan (yang selamat). Nabi ditanya, "Siapa dia ya Rasulullah?" Nabi menjawab, "Yaitu golongan yang seperti aku dan para Sahabatku." Dalam sebagian riwayat, "Dia adalah jamaah."


AKIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH

Ideologi dasar dari seorang muslim Ahlussunnah adalah sebagai berikut:


USHUL FIQIH (SUMBER HUKUM ISLAM)

Ushul Fikih atau sumber hukum Islam adalah Al-Quran, Sunnah Nabi atau hadits, Ijmak, dan Qiyas (analogi). Hadis Nabi terkumpul dalam kitab-kitab hadits yang sepuluh yaitu dua hadits sahih Bukhari dan Muslim, kitab Sunan yang empat yaitu Sunan Abu Dawud, Sunan Nasai, Baihaqi, Hakim; dan kitab musnad seperti Musnah Ahmad bin Hanbal dan lainnya sebagai sumber utama untuk akidah dan hukum syariah. Oleh karena itu, semua kandungan Al-Quran dan semua hadits yang sahih dari Nabi adalah sumber syariah (hukum) bagi muslim.

Adapun kalangan Salafi sedikit berbeda pandangan dengan Ahlussunnah yang lain, walaupun para imam madzhab termasuk kalangan Salaf, dalam segi mengambil hadits Ahad sebagai sumber hukum walaupun kelompok Asy'ariyah dan Maturidiyah menjadikan hadits Ahad sebagai dalil dalam masalah sam'iyah atau apabila berkumpul dengan dalil-dalil yang sahih.


LIMA PILAR ISLAM

Lima pilar Islam berasal dari hadits Abu Hurairah bahwa pilar pokok Islam itu ada lima di mana orang yang melakukannya disebut muslim dan muslimah. Kelima pilar tersebut adalah:

- Dua syahadat: bersaksi tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwasanya Nabi Muhammad adalah Utusan Allah.
- Mendirikan shalat 5 waktu.
- Memberikan zakat setiap tahun; zakat mal dan zakat fitrah.
- Puasa bulan Ramadan
- Haji ke Baitullah apabila mampu


ENAM PILAR (RUKUN) IMAN

Seorang muslim harus meyakini enam pilar keimanan. Yaitu:

- Iman atau percaya pada Allah
- Iman pada Malaikat Allah
- Iman pada seluruh kitab samawi yang diturunkan pada Nabi Muhammad dan Nabi-nabi terdahulu.
- Iman pada para Rasul sebelum Muhammad
- Percaya pada Hari Akhir (kiamat)
- Percaya pada takdir baik dan buruk


AKIDAH AHLUSSUNNAH YANG MODERAT

Ahlussunnah Wal Jamaah berkeyakinan bahwa sebagian pemikiran dan tradisi yang dibuat oleh sejumlah golongan lain yang serupa dengan Islam adalah bid'ah yang bertentangan dengan Al-Quran dan Sunnah. Salah satu contohnya adalah berlebihan terhadap figur individu tertentu, ekstrimitas kaum Khawarij dalam menafsiri ayat-ayat yang berisi ancaman sampai mereka mengkafirkan setiap orang yang melakukan dosa.

Begitu juga, Ahlussunnah menganggap bahwa pandangan kelompok Qadariyah dan Jahamiyah termasuk bid'ah. Bid'ah-bid'ah ini tidak ada di zaman Nabi atau Salafus Sholeh dan dianggap sebagai pengaruh dari kebudayaan sebelumnya.


PANDANGAN AHLUSSUNNAH DAN LAINNYA TENTANG QADHA DAN QADAR (TAKDIR)

Pandangan Ahlussunnah

Kalangan Ahlussunnah berpendapat bahwa takdir itu sebagai sebuah ikhtiar (pilihan) manusia. Akan tetapi pilihan itu terkait pada dan berhubungan dengan kehendak Allah. Allah berfirman dalam QS Al-Insan :30; At-Takwir :29: [وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّه] "Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah.." Aswaja menyatakan: Manusia itu pelaku sedangkan Allah pencipta manusia dan pencita perbuatan manusia sebagaimana disebut dalam firman Allah QS Ash-Shafat :96 [وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ] "Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu"

Pandangan Jabariyah dan Qadariyah

Kaum Jabariyah adalah kelompok fatalis yang berpendapat bahwa manusia itu tidak mampu melakukan apapun sama sekali. Semua perbuatannya sudah 'dipaksakan' padanya dan dia tidak mempunyai pilihan apapun.

Sedangkan kaum Qadariyah berpendapat sebaliknya. Mereka menyatakan bahwa manusia adalah penentu bagi dirinya sendiri. Tidak ada intervensi Tuhan. Manusialah yang menciptakan perbuatannya sendir, bukan Allah. Allah tidak punya kemampuan untuk mengarahkan manusia pada kebaikan atau menjerumuskan manusia pada kesesatan. Baca: Takdir dalam Islam


MADZHAB FIKIH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH

Perkembangan madzhab fiqih Sunni berawal sejak permulaan Islam itu sendiri khususnya setelah wafatnya Nabi Muhammad di mana para Sahabat, Tabi'in, dan ulama setelahnya melakukan ijtihad syariah di dalam mengimplementasikan perkataan dan perbuatan Nabi.

Sumber utama syariah yang disepakati menurut Ahlissunnah Wal Jamaah dalam melaksanakan akidah, ibadah dan muamalah adalah Al-Quran, Sunnah atau hadits, ijmak ulama, dan qiyas (analogi). Tidak ada perbedaan di kalangan ulama salaf terkait perkara akidah. Perbedaan muncul dalam masalah hukum syariah atau fikih. Hal ini terjadi karena tidak terpenuhinya dalil yang pasti (sharih) dari Al-Quran dan hadits atau karena lemahnya hadits sehingga tidak bisa dijadikan dalil yang kuat (hujjah) atau sebab-sebab lain.

Ulama dari kalangan Sahabat adalah Abdullah bin Mas'ud, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Zaid bin Tsabit, dan lain-lain.

Sedangkan ulama dari kalangan Tabi'in dan Tabi'it Tabi'in (generasi setelah Tabi'in) antara lain adalah: Abu Hanifah An-Nu'man, Malik bin Anas, Lais bin Sa'd, As-Syafi'i, Ahmad bin Hanbal, Ishak bin Rahawiyah, Muhammad bin Jarir At-Tabari, dll. Di antara mereka, yang paling terkenal adalah imam madzhab empat karena banyaknya murid yang menyebarkan ilmu dan madzhab pemikiran mereka.

Kempat madzhab fikih itu adalah: Madzhab Hanafi, madzhab Maliki, madzhab Syafi'i dan madzhab Hanbali.


RUKUN TAUHID (TAMBAHAN KAUM SALAFI)

Rukun Tauhid sebenarnya tidak ada dalam Islam. Istilah ini tidak pernah diterangkan oleh Rasulullah, atau para Sahabat Nabi. Tidak ada teks Al-Quran atau hadits Nabi atau perkataan Sahabat. Juga tidak pernah dibahas oleh mayoritas ulama Ahlussunnah termasuk oleh imam madzhab yang empat seperti Abu Hanifah, Malik, Syafi'i dan Ahmad bin Hanbal.

Adanya pembahasan rukun tauhid ini adalah tambahan dari kaum Salafi di mana mereka membagi tauhid menjadi tiga yaitu tauhid uluhiyah, tauhid rububiyah, dan tauhid asma was shifat (nama dan sifat Allah).


SIAPA MAKSUD HADITS 73 GOLONGAN HANYA 1 YANG SELAMAT

Ulama berbeda pendapat tentang siapa yang dimaksud dengan 1 golongan yang selamat itu.

Menurut Imam Syatibi dalam kitab Al-I'tisham ada 5 (lima) pendapat dalam hal ini:

Pertama, assawadu al-a'dzam (السواد الأعظم) yaitu kalangan para mujtahid, para ulama, ahli syariah yang mengamalkan ilmunya, dan orang-orang yang selain mereka masuk ke dalamnya karena mengikuti dan diikuti.

Kedua, para ulama mujtahid yang menjadi panutan. Yang dimaksud adalah para ulama tingkat mujtahid yang mengikuti Al Quran dan sunnah. Syatibi berkata, "Barangsiapa yang keluar dari ulama imam, maka dia akan meninggal dalam keadaan jahiliyah (kebodohan)."

Ketiga, para Sahabat Nabi secara khusus.
Keempat, golongan (jamaah) ahli Islam. Apabila mereka sepakat atas suatu perkara maka wajib bagi yang lain untuk mengikuti.


AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH (ASWAJA) MENURUT NU (NAHDLATUL ULAMA)

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) menyingkat istilah ahlussunah wal jama'ah dengan ASWAJA. Menurut NU, pengertian ASWAJA seperti dijabarkan oleh KH. Hasyim Asy'ari (1287-1336 H)--salah satu pendiri NU--dalam kitab Ziyadat Ta'liqat hal. 23-24, adalah sebagai berikut:
"Adapun Ahlussunnah wal Jama'ah adalah kelompok ahli tafsir, ahli hadits dan ahli fiqh. Merekalah yang mengikuti dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi saw. dan sunnah Khulafaur Rosyidin sesudahnya. Mereka adalah kelompok yang selamat (al-Firqoh al-Najiyah). Mereka mengatakan, bahwa kelompok tersebut sekarang ini terhimpun dalam madzhab yang empat, yaitu madzhab Hanafi, Syafii, Maliki dan Hanbali."

Selain itu, ASWAJA versi NU juga berarti, "kaum yang menganut kepercayaan yang dianut oleh Nabi Muhammad Saw. dan para sahabatnya. Kepercayaan Nabi dan sahabat-sahabatnya itu telah termaktub dalam al-Qur’an dan sunnah Nabi secara terpencar-pencar, yang kemudian dikumpulkan dan dirumuskan dengan rapi oleh seorang ulama besar, yaitu Abu al-Hasan al-Asy’ari (260-324 H).

Intinya, ahlussunah wal jama'ah menurut NU adalah kelompok umat Islam yang secara syariah (fiqih) mengikuti ijtihad salah satu madzhab yang empat. Sedang secara konsep tauhid mengikuti ijtihad Imam al-Asy'ari dan Imam al-Maturidi. (Murtadha al-Zabidi dalam kitab Ithaf al-Sadah al-Muttaqin, II/6)


AHLUSSUNNAH MENURUT WAHABI

Aliran Wahabi atau Wahabi Salafi adalah aliran baru yang lahir di Arab Saudi. Golongan ini secara tata cara fiqih menganut madzhab Hanbali walaupun tidak diakui secara eksplisit. Karena itu, dalam soal syariah Wahabi tidak berbeda dengan NU.

Yang membedakan mereka dari kelompok lain dalam Islam Sunni adalah doktrin tauhid hasil "racikan" pendirinya Muhammad bin Abdul Wahhab dan ekstrimitasnya dalam menyikapi perbedaan dengan golongan lain dalam Islam baik itu dari kalangan Sunni atau Syiah. Mereka menganggap bahwa yang patut menyandang ahlussunnah wal jama'ah adalah hanya mereka. Dengan kata lain, hanya mereka yang selamat sedang yang lain masuk neraka.

Bacaan lanjutan:

>> Syiah Islam
>> Tokoh Utama Ulama Wahabi
>> Wahabi di mata Para Ulama Sunni modern

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

3 comments:

  1. Semoga kita tetap menjadi pengikut ASWAJA sampai akhir hayat yang secara turun temurun riwayat keilmuannya jelas hingga ke kanjeng Nabi

    ReplyDelete
  2. Sejumlah doa, semoga Allah SWT mengabulkan. Aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    A’udzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    Bismillahirrahmaanirrahiim
    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    Aamiin

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

    Allaahumma shali wa sallim wa barik ‘alaa Sayyidina wa Maulaana Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.

    Allaahumma shali wa sallim wa barik ‘alaa Sayyidina wa Maulaana Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ‘adada in’aamillaahi wa ifdhaalih.

    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, kesejahteraan/kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisab.

    Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.
    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu akhir yang baik dan berlindung dari akhir yang buruk.

    Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.
    Ya Allaah, sesungguhnya kami mohon keridhaan-Mu dan sorga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka.

    Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.

    Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

    Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.

    Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim, tetapkanlah kami selamanya dalam agama yang kau ridhai – Islam, tetapkanlah kami selamanya menjadi umat dari manusia yang paling engkau muliakan – Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallahu’alihi wa alihi wa shahbihi wa ummatihi, wa baraka wassallam.

    Ya Allaah, percepatlah kebangkitan kaum Muslim. Pulihkanlah kejayaan kaum Muslim, Lindungilah kaum Muslim dari kesesatan terutama kemurtadan. Berilah kaum Muslim tempat mulia di akhirat.

    Ya Allaah, jadikanlah Indonesia dan dunia Muslim tetap dimiliki kaum Muslim. Jadikanlah Indonesia dan dunia Muslim baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur. Jadikanlah dunia non Muslim dimiliki kaum Muslim. Jadikanlah musuh Islam ditaklukan orang Islam.

    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata maa'al abraar.

    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidina wa nabiyyina wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassalaam.

    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR

    Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong

    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘alamiin.

    Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.

    Indra Ganie - Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten

    ReplyDelete
  3. Sekali lagi sejumlah doa, semoga Allaah mengabulkan. Aamiin yaa rabbal 'aalamiin.

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    A’udzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    Bismillahirrahmaanirrahiim
    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    Aamiin

    Bismillaahirrahmaanirrahiim
    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

    Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi ajma’iin. Shalaatan tunjinaa bihaa min jamii’il-ahwaali wal aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaat. Wa tuthahhiruna bihaa min jamii’is-sayyi-aat. Wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaat. Wa tuballighuna bihaa aqshal-ghaayaati min jamii’ilkhairaati fil hayaati wa ba’dal mamaat.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya dan umatnya, shalawat yang dengannya kami selamat dari semua ketakutan dan bencana, dan Engkau sucikan kami dari semua kejahatan, Engkau angkat kami ke derajat yang tinggi di sisiMu, dan Engkau sampaikan semua cita-cita kami berupa kebaikan-kebaikan dalam hidup maupun sesudah mati.

    Allaahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaa nuuril anwaar. Wa sirril asraar. Wa tiryaqil-aghyaar. Wa miftaahil baabil yasaar. Sayyidinaa wa Maulaanaa Muhammadanil-mukhtaari wa aalihil-ath-haari wa ash-haabihil akhyaar. ‘Adada ni’amillaahi wa afdhaalih.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkah atas cahaya di antara segala cahaya, rahasia di antara segala rahasia, penetral duka, dan pembuka pintu kemudahan, junjungan dan pemimpin kami Muhammad, manusia pilihan, juga kepada keluarganya yang suci dan sahabatnya yang baik, sebanyak jumlah kenikmatan Allah dan karuniaNya.

    Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.

    Yaa Allaah, jauhkanlah bencana, wabah, kekejian, kekerasan dan cobaan – yang terlihat maupun tersamar – dari negeri kami khususnya dan dari dunia Muslim umumnya.

    Allaahumma ahlkil kafarata walmubtadi-‘ata walmusyrikuun, a’daa-aka a’daa-ad diin.
    Yaa Allaah, hancurkalah musuhmu, musuh agamamu, yaitu orang kafir, bid’ah dan musyrik.

    Allaahumma syatttit syamlahum wa faariq jam-‘ahum, wazalzil aqdaamahum.
    Yaa Allaah, cerai beraikanlah persatuan mereka, goyahkanlah keyakinan mereka.

    Allaahumma adkhilnii mudkhala shidqiw wa-akhrijnii mukhraja shidqiw waj-‘al lii milladunka sulthaanan nashiiraa.

    Yaa Allaah, masukkanlah kami melalui jalan yang benar, keluarkanlah kami melalui jalan yang benar, dan berilah aku kekuasaan yang menolong.

    Yaa Allaah, dengan segala hak yang kau berikan pada syahadat, Surah al-Fatihah, dan shalawat, salam, berkah semoga selalu tercurah kepada Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was salaam, kabulkanlah yaa Allaah segala doaku – yang lisan maupun tulisan.

    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata maa'al abraar.

    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidina wa nabiyyina wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassalaam.

    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR


    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘alamiin.

    Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.


    Indra Ganie - Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten


    ReplyDelete

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!