Ahlussunnah Wal Jama'ah (Sunni)

Ahlussunnah Wal Jama'ah

Ahlussunnah wal jama'ah (ejaan lain, ahlussunah wal jamaah, ahlussunnah waljama'ah; Arab, ِأهل السنة والجماعة) atau Sunni adalah salah satu aliran utama dan mayoritas dalam Islam. Aliran lain adalah Syiah. Ahlussunnah wal jama'ah juga menjadi sebuah nama dalam Islam yang menjadi rebutan setiap gerakan Islam Sunni dari dulu sampai sekarang. Setiap gerakan mengklaim dirinya sebagai ahlussunnah wal jama'ah.

DAFTAR ISI
  1. Pengertian Ahlussunnah Wal Jamaah
  2. Dalil tentang Ahlussunnah Wal Jama'ah
  3. Lima Pilar Islam
  4. Enam Pilar (Rrukun) Iman
  5. Madzhab Fikih Sunni
  6. Siapa Maksud Hadits 73 Golongan Islam Hanya 1 yang Selamat
  7. Ahlussunnah Wal Jama'ah versi NU
  8. Ahlussunnah Wal Jama'ah versi Wahabi

PENGERTIAN DAN DEFINISI AHLUSSUNNAH WALJAMAAH

Ahlussunnah Wal Jamaah adalah aliran Islam terbesar yang prinsip dasar ideologinya adalah Al-Quran dan hadits Nabi yang sahih sebagai sumber utama Islam dan menjadikan fiqih madzhab empat (Syafi'i, Maliki, Hanafi, Hanbali) sebagai pedoman syariah. Meyakini legalitas Khulafaur Rasyidin yang empat yang pertama yaitu Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Talib dan mempercayai atas keadilan seluruh Sahabat Nabi.


DALIL TENTANG AHLUSSUNNAH

Awal dari istilah Ahlussunnah Waljama'ah adalah hadits sahih riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim berikut:


افترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة، وافترقت النصارى على اثنتين وسبعين فرقة، وستفترق هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة، قيل: من هي يا رسول الله؟ قال: من كان على مثل ما أنا عليه وأصحابي. وفي بعض الروايات: هي الجماعة

Artinya: Umat Yahudi menjadi 71 golongan. Nasrani terpecah menjadi 72 kelompok. Umat ini (Islam) akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali 1 (satu) golongan (yang selamat). Nabi ditanya, "Siapa dia ya Rasulullah?" Nabi menjawab, "Yaitu golongan yang seperti aku dan para Sahabatku." Dalam sebagian riwayat, "Dia adalah jamaah."


LIMA PILAR ISLAM

Lima pilar Islam berasal dari hadits Abu Hurairah bahwa pilar pokok Islam itu ada lima di mana orang yang melakukannya disebut muslim dan muslimah. Kelima pilar tersebut adalah:

- Dua syahadat: bersaksi tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwasanya Nabi Muhammad adalah Utusan Allah.
- Mendirikan shalat 5 waktu.
- Memberikan zakat setiap tahun; zakat mal dan zakat fitrah.
- Puasa bulan Ramadan
- Haji ke Baitullah apabila mampu


ENAM PILAR (RUKUN) IMAN

Seorang muslim harus meyakini enam pilar keimanan. Yaitu:

- Iman atau percaya pada Allah
- Iman pada Malaikat Allah
- Iman pada seluruh kitab samawi yang diturunkan pada Nabi Muhammad dan Nabi-nabi terdahulu.
- Iman pada para Rasul sebelum Muhammad
- Percaya pada Hari Akhir (kiamat)
- Percaya pada takdir baik dan buruk


MADZHAB FIKIH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH

Perkembangan madzhab fiqih Sunni berawal sejak permulaan Islam itu sendiri khususnya setelah wafatnya Nabi Muhammad di mana para Sahabat, Tabi'in, dan ulama setelahnya melakukan ijtihad syariah di dalam mengimplementasikan perkataan dan perbuatan Nabi.

Sumber utama syariah yang disepakati menurut Ahlissunnah Wal Jamaah dalam melaksanakan akidah, ibadah dan muamalah adalah Al-Quran, Sunnah atau hadits, ijmak ulama, dan qiyas (analogi). Tidak ada perbedaan di kalangan ulama salaf terkait perkara akidah. Perbedaan muncul dalam masalah hukum syariah atau fikih. Hal ini terjadi karena tidak terpenuhinya dalil yang pasti (sharih) dari Al-Quran dan hadits atau karena lemahnya hadits sehingga tidak bisa dijadikan dalil yang kuat (hujjah) atau sebab-sebab lain.

Ulama dari kalangan Sahabat adalah Abdullah bin Mas'ud, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Zaid bin Tsabit, dan lain-lain.

Sedangkan ulama dari kalangan Tabi'in dan Tabi'it Tabi'in (generasi setelah Tabi'in) antara lain adalah: Abu Hanifah An-Nu'man, Malik bin Anas, Lais bin Sa'd, As-Syafi'i, Ahmad bin Hanbal, Ishak bin Rahawiyah, Muhammad bin Jarir At-Tabari, dll. Di antara mereka, yang paling terkenal adalah imam madzhab empat karena banyaknya murid yang menyebarkan ilmu dan madzhab pemikiran mereka.

Kempat madzhab fikih itu adalah: Madzhab Hanafi, madzhab Maliki, madzhab Syafi'i dan madzhab Hanbali.


SIAPA MAKSUD HADITS 73 GOLONGAN HANYA 1 YANG SELAMAT

Ulama berbeda pendapat tentang siapa yang dimaksud dengan 1 golongan yang selamat itu.

Menurut Imam Syatibi dalam kitab Al-I'tisham ada 5 (lima) pendapat dalam hal ini:

Pertama, assawadu al-a'dzam (السواد الأعظم) yaitu kalangan para mujtahid, para ulama, ahli syariah yang mengamalkan ilmunya, dan orang-orang yang selain mereka masuk ke dalamnya karena mengikuti dan diikuti.

Kedua, para ulama mujtahid yang menjadi panutan. Yang dimaksud adalah para ulama tingkat mujtahid yang mengikuti Al Quran dan sunnah. Syatibi berkata, "Barangsiapa yang keluar dari ulama imam, maka dia akan meninggal dalam keadaan jahiliyah (kebodohan)."

Ketiga, para Sahabat Nabi secara khusus.
Keempat, golongan (jamaah) ahli Islam. Apabila mereka sepakat atas suatu perkara maka wajib bagi yang lain untuk mengikuti.


AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH (ASWAJA) MENURUT NU (NAHDLATUL ULAMA)

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) menyingkat istilah ahlussunah wal jama'ah dengan ASWAJA. Menurut NU, pengertian ASWAJA seperti dijabarkan oleh KH. Hasyim Asy'ari (1287-1336 H)--salah satu pendiri NU--dalam kitab Ziyadat Ta'liqat hal. 23-24, adalah sebagai berikut:
"Adapun Ahlussunnah wal Jama'ah adalah kelompok ahli tafsir, ahli hadits dan ahli fiqh. Merekalah yang mengikuti dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi saw. dan sunnah Khulafaur Rosyidin sesudahnya. Mereka adalah kelompok yang selamat (al-Firqoh al-Najiyah). Mereka mengatakan, bahwa kelompok tersebut sekarang ini terhimpun dalam madzhab yang empat, yaitu madzhab Hanafi, Syafii, Maliki dan Hanbali."

Selain itu, ASWAJA versi NU juga berarti, "kaum yang menganut kepercayaan yang dianut oleh Nabi Muhammad Saw. dan para sahabatnya. Kepercayaan Nabi dan sahabat-sahabatnya itu telah termaktub dalam al-Qur’an dan sunnah Nabi secara terpencar-pencar, yang kemudian dikumpulkan dan dirumuskan dengan rapi oleh seorang ulama besar, yaitu Abu al-Hasan al-Asy’ari (260-324 H).

Intinya, ahlussunah wal jama'ah menurut NU adalah kelompok umat Islam yang secara syariah (fiqih) mengikuti ijtihad salah satu madzhab yang empat. Sedang secara konsep tauhid mengikuti ijtihad Imam al-Asy'ari dan Imam al-Maturidi. (Murtadha al-Zabidi dalam kitab Ithaf al-Sadah al-Muttaqin, II/6)


AHLUSSUNNAH MENURUT WAHABI

Aliran Wahabi atau Wahabi Salafi adalah aliran baru yang lahir di Arab Saudi. Golongan ini secara tata cara fiqih menganut madzhab Hanbali walaupun tidak diakui secara eksplisit. Karena itu, dalam soal syariah Wahabi tidak berbeda dengan NU.

Yang membedakan mereka dari kelompok lain dalam Islam Sunni adalah doktrin tauhid hasil "racikan" pendirinya Muhammad bin Abdul Wahhab dan ekstrimitasnya dalam menyikapi perbedaan dengan golongan lain dalam Islam baik itu dari kalangan Sunni atau Syiah. Mereka menganggap bahwa yang patut menyandang ahlussunnah wal jama'ah adalah hanya mereka. Dengan kata lain, hanya mereka yang selamat sedang yang lain masuk neraka.

Bacaan lanjutan:

>> Syiah Islam
>> Tokoh Utama Ulama Wahabi
>> Wahabi di mata Para Ulama Sunni modern

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

1 comment:

  1. Semoga kita tetap menjadi pengikut ASWAJA sampai akhir hayat yang secara turun temurun riwayat keilmuannya jelas hingga ke kanjeng Nabi

    ReplyDelete

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!