Dalam pengertian yang umum, bid'ah adalah segala sesuatu perilaku yang tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad. Pengertian yang khusus adalah segala bentuk ibadah yang tidak disyariatkan oleh Rasulullah.
DAFTAR ISI
DEFINISI DAN PENGERTIAN BID'AH
Secara etimologis bid'ah adalah segala sesuatu yang baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya (الإختراع على غير مثال سابق) baik itu menyangkut kebiasaan atau tradisi, interaksi sosial atau masalah ibadah. Lihat QS Al-Baqarah 2:117 dan Al-Ahqaf 46:9. Dengan kata lain, bid'ah adalah inovasi.
Dalam terminologi syariah bid'ah adalah melakukan sesuatu yang baru dalam masalah ibadah yang tidak disyariatkan oleh Islam (Quran dan Hadits).
DALIL DASAR SEPUTAR BID'AH
- Hadits riwayat Bukhari & Muslim (muttafaq alaih)
من أحـدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد
Artinya: Barangsiapa membuat hal baru dalam perkaraku maka ia tertolak.
- Hadits riwayat Bukhari & Muslim
من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد
Artinya: Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang tidak berasal dari kami maka ia tertolak.
- Hadits riwayat Tirmidzi & Nasa'i (muttafaq alaih)
إِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ ، فَإِنَّ شَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ
Artinya: Jauhkan dari memperbarui perkara. Karena seburuk-buruk perkara adalah membuat hal baru (inovasi). Setiap perkara baru adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat.
- Hadits riwayat Muslim
من سن في الإسلام سنة حسنة كان له أجرها وأجر من عمل بها من بعده لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا، ومن سن في الإسلام سنة سيئة كان عليه وزرها ووزر من عمل بها من بعده لا ينقص ذلك من أوزارهم شيئا
Artinya: Barang siapa yang melakukan perbuatan yang baik maka dia akan mendapat pahala dan pahala orang yang melakukan itu setelahnya tanpa kurang sedikitpun. Barangsiapa yang melakukan perbuatan buruk maka ia akan mendapat dosa dan dosa orang yang menirunya tanpa kurang sedikitpun.
- Hadits riwayat Muslim
من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا ومن دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه لا ينقص ذلك من آثامهم شيئا
Artinya: Barangsiapa yang mengajak kepada hidayah (kebaikan) maka ia akan mendapat pahala seperti pahala yang mengikutinya tanpa kurang sedikitpun. Barang siapa yang mengajak pada kesesatan maka ia akan mendapat dosa seperti dosa yang mengikutinya tanpa berkurang sedikitpun.
- Hadits riwayat Muslim
من دل على خير فله مثل أجر فاعله
Artinya: Barangsiapa menunjukkan pada kebaikan maka pahalnya sama dengan yang melakukannya,
- Perkataan Umar bin Khattab dalam soal shalat taraweh berjamaah
قول عمر رضي الله عنه في صلاة التراويح جماعة: نعمت البدعة هذه
Artinya: Perkataan Umar bin Khattab dalam shalat tarawih yang dilakukan secara berjamaah (atas inisiatif Umar): "Sebaik-baik bid'ah adalah ini."
JENIS BID'AH
Ada 2 (dua) jenis bid'ah yaitu (a) bid'ah non-ibadah dan (b) bid'ah ibadah.
Ulama sepakat atas bolehnya bid'ah masalah duniawi (non-ibadah) sesuai dengan kaidah fiqih bahwa "asal segala sesuatu itu adalah boleh kecuali ada dalil yang mengharamkannya" (الأصل في الأشياء الإباحة حتى يدل الدليل على التحريم)
Ulama juga sepakat atas dilarangnya bi'dah dalam bidang ibadah sesuai dengan dalil kaidah fiqih "asal dari ibadah adalah haram" (الاصل في العبادات التحريم) kecuali yang telah disyariatkan Allah. Contoh, shalat isya' 4 rakaat ditambah menjadi 5 rakaat atau dikurangi menjadi 3 rakaat.
Yang terjadi perbedaan di kalangan ulama-- antara ulama Wahabi dan ulama Ahlussunnah Waljamaah-- adalah: apa saja yang masuk dalam kategori ibadah itu?
MACAM-MACAM BID'AH
Ulama selain dari kalangan Wahabi membagi bi'dah kepada sedikitnya dua macam. Yaitu, bid'ah yang baik (hasanah) dan yang buruk (dhalalah). Bahkan menurut Izzuddin bin Abdussalam, bid'ah ada lima macam sesuai dengan hukum syariah: wajib, haram, sunnah, makruh dan mubah.
Bid'ah hasanah dan qabihah.
Menurut Imam Nawawi dalam تهذيب الأسماء واللغات Tahdzibul Asma' wal Lughat bid'ah ada dua macam:
البدعة في الشرع هي إحداث ما لم يكن في عهد رسول الله صلى الله علبه وسلم وهي منقسمة إلى حسنة وقبيحة
Bid'ah hasanah dan dhalalah (sesat)
Menurut Imam Syafi'i, seperti dikutip oleh Imam Baihaqi dalam Isnad-nya, bid'ah ada dua macam yaitu bid'ah hasanah (baik) dan bid'ah dhalalah /dlalalah (sesat). Definisi masing-masing adalah sebagai berikut:
المحدثات من الأمور ضربان
أحدهما: ما أحدث مما يخالف كتابا أو سنة أو أثرا أو إجماعا، فهذه البدعة الضلالة
والثاني: ما أحدث من الخير لا خلاف فيه لواحد من هذا، وهذه محدثة غير مذمومة
وقد قال عمر رضي الله عنه في قيام شهر رمضان: (نعمت البدعة هذه) يعني أنها محدثة لم تكن، وإذا كانت فليس فيها رد لما مضى
Artinya: Bid'ah dhalalah adalah hal yang baru yang bertentangan dengan spirit Quran, hadits, atsar Sahabat, ijmak ulama. Bid'ah hasanah adalah suatu hal baru yang baik yang tidak bertentangan dengan prinsip Quran, hadits, atsar Sahabat, ijmak ulama.
Umar bin Khattab berkata dalam soal shalat sunnah Ramadhan: sebaik-baik bid'ah adalah ini. Yakni, bahwa shalat tarawih itu adalah hal baru yang tidak ada pada zaman Nabi. Apabila ada, maka tiadalah tertolak karena alasan di atas (tidak bertentangan dengan prinsip Islam).
Bid'ah ada lima macam
Menurut Izzuddin bin Abdussalam dalam kitab Al Qawaid, bid'ah terbagi menjadi lima, yaitu, wajib, sunnah, mubah, makruh, haram.
والطريق في ذلك أن تعرض البدعة على قواعد الشريعة فإذا دخلت في قواعد الإيجاب فهي واجبة، أو في قواعد التحريم فهي محرمة، أو الندب فمندوبة، أو المكروه فمكروهة، أو المباح فمباحة.
وذكر لكل قسم من هذه الخمسة أمثلة إلى أن قال
وللبدع المندوبة أمثلة: منها: إحداث الربط والمدارس، وكل إحسان لم يعهد في العصر الأول، ومنها: التراويح، والكلام في دقائق التصوف، وفي الجدل، ومنها: جمع المحافل للاستدلال في المسائل إن قصد بذلك وجه الله تعالى
Artinya: Hukum bid'ah tergantung dari karakteristiknya berdasarkan pada kaidah syariah. Apabila masuk dalam kaidah yang wajib, maka ia wajib; atau masuk dalam kaidah haram maka ia haram. Atau sunnah, maka menjadi sunnah. Atau masuk kaidah makruh, maka menjadi makruh atau masuk kaidah mubah, maka menjadi mubah.
Contohnya sebagai berikut:
Contoh bid'ah sunnah antara lain seperti sistem madrasah dan setiap kebaikan yang tidak ada pada era Nabi. Termasuk bid'ah sunnah adalah tarawih, pembahasan tasawuf dan perdebatan. Termasuk juga forum-forum untuk membahas sesuatu apabila semua itu dimaksudkan untuk ibadah dan mencapai ridha Allah.
This comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDeletewahaby punopo Gus....??? kok saya dulu di madrasah hgga Aliyah g pernah diajarkan.....guru kita para Kyai Juga, katanya pernah ngaji di tebuireng juga...
ReplyDeleteNuwun, syukron
Syukur kalau begitu. Tapi tidak semua seperti itu. Dan Wahabi punya cara lain untuk menyusup. Contohnya, tidak sedikit buku2 pelajaran agama di SLTA/SLTP yg kesusupan ajaran wahabi. Seperti kasus di Jawa Tengah pada juli 2012.
Deletebid ah disini yang berkaitan tentang menambah/mengurang ngurangi ibadah memang harus diberantas karena menyusahkan
ReplyDelete