Saturday, October 26, 2013

Ingin Masuk Islam karena Pacar Tapi Diputus


Ingin Masuk Islam karena Pacar Tapi Diputus
HUKUM MASUK ISLAM KARENA CINTA

Salam pak ustad...
Saya mohon bantuan & pencerahannya...apa hukumnya menjadi mualaf karena cinta ?
Perkenalkan nama saya JN, saya non muslim...dan status saya janda karena ditinggal suami yang menikah lagi dengan perempuan muslim dan jadi mualaf, tapi ketika Beliau menikah saya tidak dimintai izin ataupun diberitahukan mengenai hal ini, dan sekarang mereka sudah punya anak, dan sekarang kami sudah cerai, ini sudah lama terjadi dan saya mengiklaskan pernikahan mereka.

Setelah itu saya menjalin hubungan dengan seorang pria muslim, dan sekarang sudah memasuki masa 4 thn, dan namanya A, calon saya sudah tau mengenai status saya dan sudah dekat dgn keluarga saya, dan saya juga sudah dekat dgn keluarganya, tp sebelum ini ortunya tidak mengetahui status dan agama saya.

DAFTAR ISI
  1. Hukum Masuk Islam Karena Cinta
  2. Cara Melembutkan Hati Seseorang
  3. Sepupu Bukan Maharam Dalam Islam

Sejak mengetahui bahwa calon saya menerima saya dengan ikhlas dan bersedia menikahi saya dan jadi Imam saya, sejak saat itu saya berniat dari hati saya yg paling dalam bahwa saya akan menekuni Islam dan bersedia menjadi mualaf. Saya melihat Beliau bisa membimbing saya dunia dan akhirat di jalan yg diridhoi Alloh. Sebelum kenal dgn Beliau, maaf pak ustad saya tertutup dengan yg namanya Islam, Beliaulah yg membuka pintu hati saya untuk menerima Islam dan menjadi jembatan saya untuk menekuni Islam.

Sebulan yg lalu, Beliau membicarakan masalah ini ke ortunya, dan minta restu untuk menikahi saya, tapi ortunya kurang setuju, padahal sebelum ortunya tau status dan agama saya, ortunya setuju dan selalu mensuport anaknya supaya kami cepat menikah. Saya tidak tau jelas, apa yg mereka bicarakan, tapi sejak saat itu sikap calon saya berubah...dan minta putus, jujur saya kecewa....Di saat saya sudah memilih untuk menekuni syariat Islam, kenapa saya ditolak ?
Tapi sampai saat ini kami masih sering berkomunikasi via sms ataupun telpon. Saya tau Beliau mencintai saya dan ngebatin melakukan hal ini ke saya...

Saya sudah berusaha semaximal mungkin untuk menjelaskan ke ortunya bahwa saya akan menjadi mualaf, saya tau setiap ortu pasti menginginkan yg terbaik buat anaknya, tapi mengapa niat baik saya untuk menekuni Islam ditolak ? Ketika saya sudah menentukan jalan, kenapa saya ditolak ?

1. Saya dapat kabar dari teman saya bahwa calon saya ingin saya menjadi mualaf bukan karena maksud tertentu ataupun dengan jalan pernikahan, dan Beliau ingin saya mencari dan belajar sendiri tentang Islam

2. Sebenarnya saya mengagumi Islam karena kepribadian Beliau, Beliau yg sudah menjadi jembatan buat saya, tapi jika jembatan itu diputus dengan apakah saya bisa menyebrang ?

3. Maaf pak ustad, apakah bijaksana jika melepas seseorang dan membiarkan orang yang tidak mengenal Islam meraba dalam gelap dan mencari sendiri ?

Saya mohon bantuan & pencerahannya untuk saya dan calon saya, apa yg harus kami lakukan ?
Terima kasih pak ustad...semoga pintu hati calon saya terbuka untuk menerima, dan membimbing saya di jalan yg diridhoi alloh...amin.
Wasalam...

JAWABAN HUKUM MASUK ISLAM KARENA CINTA

1. Apa yang dilakukan oleh pacar anda dan orangtuanya tidak salah. Mereka sedang menguji anda apakah anda betul-betul ingin masuk Islam atau hanya menjadi mualaf demi calon suami, bukan karena Allah? Untuk itu, jalan terbaik adalah: jadilah mualaf sekarang. Masuklah Islam tanpa harus memikirkan apakah akan jadi menikah dengan dia atau tidak.

2. Tentu saja bisa. Karena jembatan menuju Islam tidak hanya dia. Justru jembatan terbaik untuk menjadi muslim itu adalah kemauan diri anda sendiri untuk menuju kebenaran Islam.

3. Anda tetap dapat berkomunikasi dengannya dan meminta nasihat padanya tanpa harus menjadi suami-istri bukan? Lakukan itu. Dan berserah dirilah pada Allah. Bersyukurlah kalau dia mau kembali pada Anda. Dan siapkanlah mental apabila dia memilih untuk berpisah. InsyaAllah masih banyak pria muslim lain yang akan datang pada Anda apabila anda sudah menjadi muslimah. Dan aktiflah di lingkungan komunitas muslim seperti pengajian, majlis taklim, dll.
Lebih detail:

- http://www.alkhoirot.net/2013/07/hukum-menjadi-mualaf-karena-cinta.html
- http://www.alkhoirot.net/2012/08/mualaf-ingin-belajar-di-pesantren.html
- http://www.alkhoirot.net/2013/06/tata-cara-menjadi-mualaf-dari-kristen.html

___________________________________


CARA MELEMBUTKAN HATI SESEORANG

Assalamu`alaikum,

Saya ingin konsultasi, kami 3 bersaudara, ayah kami meninggal dunia sekitar 20 tahun lalu, anak tertua yakni kakak saya laki-laki kemudian kakak perempuan saya dan saya sendiri. Kami tinggal di rumah yang tidak terlalu besar bersama ibu kami, paman dan nenek.

Sebenarnya banyak sekali yang ingin saya utarakan mengingat begitu kompleksnya yang saya alamu namun saya pilih salah satunya saja.

Kakak perempuan saya baru menikah namun oleh nenek dia tidak diperbolehkan untuk mengikuti suaminya yang bekerja di luar kota, nenek sangat gigih dengan pendiriannya bahwa kakak tidak boleh ikut suaminya dan menginginkan ia tetap tinggal di rumah, akhirnya kakak saya mengalah dengan bolak-balik dari kota tempat tinggal kami dan kota suaminya. Paman kami adalah seorang ustadz namun anehnya ia mendukung kehendak nenek yang menghendaki kakak tetap tinggal bersama kami. Malangnya lagi IBU kami juga punya kehendak demikian, beliau sepertinya tidak rela bila kakak tinggal bersama suami dan bahkan pernah suatu ketika kakak berada di rumah suami selama seminggu lebih ibu kami terlihat marah dan mengucapkan kata-kata tajam kepada saya. Beberapa hari lalu kakak berangkat ke tempat suaminya dan lagi-lagi
ibu kami nampak berat melepaskannya dan terlihat kemarahan di wajah beliau bahkan ketika kakak mau pamit dan mau bersalaman beliau menolaknya. Saya sangat sedih menghadapi ini, bagaimanapun beliau ibu saya yang wajib saya hormati namun sikap beliau yang demikian itu benar-benar membuat saya terpukul dan seperti kehilangan harapan akan masa depan saya. Saya merasa prinsip nenek, ibu, paman dan bahkan kakak laki-laki saya adalah saya bersama kakak apapun yang terjadi kami berdua harus tetap di rumah yang kini kami tinggali selamanya.

Perlu diketahui paman saya berusia 53 tahun dan masih bujang belum pernah menikah, saya tidak tahu apakah pernikahan adalah sesuatu yang tabu baginya atau bagaimana, saya menangkap kesan seolah-olah pernikahan bagi keponakannya juga merupakan sesuatu yang tabu. Saya sungguh khawatir tentang saya, sebagai manusia normal saya tentu ingin menikah dan membangun keluarga namun orang-orang di sekitar saya sepertinya menganggap pernikahan adalah sesuatu yang tabu.

Saya sering merasa sedih dengan keadaan ini, saya sering bertanya-tanya dalam hati apakah nantinya akan melajang seumur hidup?

1. Untuk itu mohon bimbingannya apa yang harus saya lakukan menghadapi semua ini, apakah doa yang bisa saya amalkan untuk melembutkan orang-orang di sekitar saya? Sungguh saya sangat takut bila nantinya tidak menikah hanya karena "keharusan tinggal di rumah."

2. Saya bersama kakak juga berencana merintis usaha, amalan apa yang sebaiknya kami kerjakan agar usaha tersebut lancar dan sukses.

Demikian dulu, terima kasih atas perhatiannya. Mohon kalau bisa pertanyaan saya ini dijawab melalui email saja.

Wassalamu`alaikum.

JAWABAN

1. Bersikaplah normal seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Walaupun saya itu berat namun itulah cara terbaik. Kalau suatu hari anda mendapatkan jodoh, maka menikahlah. Tidak perlu melihat ke sekeliling anda yang tidak menikah. Ambillah contoh yang baik dan buanglah contoh yang buruk. Berdoalah pada Allah dengan bahasa Anda sendiri untuk diberi jalan terbaik dan agar segera mendapatkan jodoh yang salih.

2. Kalau usaha itu berupa sembako, maka carilah tempat jualan yang strategis agar banyak didatangi pengunjung. Kalau usaha itu bukan kebutuhan sehari-hari, seperti konveksi dll, maka bangunlah jaringan pertemanan agar mudah dalam memasarkan produk.

___________________________________



SEPUPU BUKAN MAHARAM DALAM ISLAM

Assalamualaikum Wr. Wb.
saya adalah seorang remaja SMP, saya tertarik dengan batasan islam mengenai hubungan dengan lawan jenis. Jadi, saya memiliki sepupu dan saya pernah membaca bahwa sepupu itu bukanlah mahram dan dapat dinikahi. apakah hal ini benar? dan apakah berdosa jika bersentuhan seperti berpegangan tangan, atau mencubit?

Terimakasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

JAWABAN

Sepupu adalah anak dari paman. Sepupu bukan mahram. Oleh karena itu, hukumnya sama dengan orang non-mahram yang lain. Tidak boleh bersalaman, pegangan tangan apalagi saling cubit-cubitan. Juga, aurat harus dijaga. Kenakan baju muslimah yang lengkap yang hanya menampakkan wajah dan telapak tangan di depan sepupu. Lebih detail lihat: http://www.alkhoirot.net/2012/02/perempuan-mahram-dalam-islam.html

___________________________________



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..