Monday, November 09, 2015

Saat Suami Selingkuh, Apa yang Harus Dilakukan Istri?


Saat Suami Selingkuh, Apa yang Harus Dilakukan Istri?
SUAMI SELALU SELINGKUH DAN TAK BERI NAFKAH

Assalamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Ustadz/Ustadzah yang di rahmati Allah..

Saya sudah menikah selama 8 tahun dan dikarunai 2 anak ( usia 7 tahun dan 2 tahun). Sudah hampir 3 tahun suami saya berselingkuh, disetiap selingkuhnya saya menemukan bukti-bukti dari HP dia pa ustad. Bahkan diselingkuh yang kedua dia sempat ditodong dan dirampas hartanya pada saat lagi pacaran. Satu lagi disekian banyak selingkuhhannya hanya satu yang masih single dan sisanya semuanya istri orang Dulu suami saya hanya kerja disebuah pabrik laundry dan kena PHK setelah 4 bulan nikah dengan saya, karena terkena PHK dan pendidikan dia yang minim akirnya saya ajak dia untuk kursus dibidang olahraga dan sekarang dia menjadi salah satu intruktur di sebuah fitnes terbesar di jakarta.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. SUAMI SELALU SELINGKUH DAN TAK BERI NAFKAH
  2. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM
Pada selingkuh yang ke 7 ini saya sudah tidak kuat dan membuat kan pilihan dengan suami, apakah mau milih selingkuhannya atau mengakiri perselingkuhannya dan membesarkan anak-anak bersama. Kalo memilih terus sama selingkuhannya silahkan malam ini juga keluar dari rumah. (kebetulan saya sudah punya rumah sebelum menikah). Ternyata suami saya malah memilih tetep pada selingkuhannya. Malam itu juga saya mengemasi barang-barang miliknya supaya dia pergi dari rumah. Tetapi dia tidak pergi bahkan malam itu sampai 3 malam selanjutnya dia malah tidur di teras. Saya melaporkan hal ini pada keluarga dia dan keluarga saya atas pilihan suami saya.

Akirnya keluarga dia datang dari kampung setelah 3 malam anaknya tidur di teras, kami didamaikan dan akhirnya mendapatkan kesepakatan kalau suami saya lebih memilih anak-anak dan minta waktu 2 bulan untuk mulai menjauh dari pacarnya

Setelah waktu berselang selama 2 bulan tidak ada perubahan hari-hari dilalui dengan pertengaran demi pertengkaran, suami saya tetap berhubungan dengan pacarnya.
Saya sering bilang sama suami kalau pulang telat tolong kabari kalao tidak jangan salahkan saya kalau pintu rumah dikunci (suami kerja di shiff). Dia bisa BBM, WA (Whatsap) sama pacarnya masa cuma kirim Whatsap ke saya kasih kabar kalau pulang telat tidak bisa. Dan hal tersebut pernah terjadi beberapa kali yang harusnya dia sampai rumah jam 22,30 bisa sampai jam 24,00 Akirnya dia tidur diluar.

Suatu hari suami saya nginep hanya pamit begadang, Saya hubungi dari jam 3 dini hari sampai jam 13.00 siang tidak diangkat dan tidak dibalas Whatsap nya. Pulang sampai rumah jam 13.00 siang pikiran saya bingung saya nuduh apakah dia habis cek in. dia marah dan tidak terima dan terucaplah saya cere saya cere biar tau rasa

Satu lagi pacarnya dia sering SMS ke saya ngapain ngejar-ngejar laki- laki yang sudah tidak mau lagi. Dan saat ini status pacarnya yang dulu punya suami sekarang sedang masa iddah karena dia sudah bercerai dengan suaminya.

Saya pernah kasih copy buku nikah karena pacarnya selalu bilang tidak mau sama saya, tapi bukannya diterima copy buku nikahnya tapi malah dibuang ke kolam ikan. Tetapi apabila saya tanya ke suami jawabanya ya udah kita cerai saja.
Sudah 1 bulan sekarang suami memilih ngontak. 2 hari setelah dia ngontak ternyata ada rencana pergi kepuncak diacara gadring (gathering) kantornya dan pacarnya lah yang diajak jalan-jalan ke villa untuk nginep di acara kantor suami saya. Dia bilang ke kantornya kalo sekarang dia sudah bebas karena telah di gugat cerai sama saya. Begitu juga dimedia sosial (Facebok) status dia sudah berubah dari nikah ke pisah. Dia hanya menegok anak-anaknya disaat libur dan hanya beberapa jam. Serta ngasih nafkah juga selama kami berantem hanya suka-suka dia seperti di bulan agustus 300 ribu, september 1,400,000 oktober 950,000 dan november 1,250,000. semtara kebutuhan untuk 2 orang anaknya perbulannya hampir 5 juta.

Yang ingin saya tanyakan
1. Berdosa besar kah saya karena membiarkan suami tidur di luar rumah (teras)
2. Sudah sahkah kata cerai (talaq) yang diucapkan suami pada saya dan status dia di facebok yang sudah pisah
3. Apakah berdosa kalau saya menuntut hak nafkah pada suami mengingat dia bisa ngajak pacarnya jalan-jalan sementara hanya suka-suka kasih nafkah ke kami
4. Apakah berdosa kalau saya sebagai seorang istri membuat pilihan ke suami.
5, Apakah dengan saya cerita masalah ini ke keluarga dia dan keluarga saya (kakak dan adik) mengingat saya sudah tidak punya orang tua lagi adalah membuka aib rumah tangga. Dan saya bukan istri yang amanah dan patuh sama suami
6. apa hukumnya bagi suami yang sama keluarganya menterlantarkan sementara sama pacarnya perhatiannya extra

Terimakasih Ustadz/Ustadzah semoga pertanyaan saya dapat membuat saya lebih baik lagi untuk kedepannya.


JAWABAN

1. Dalam situasi dan kondisi yang normal, tentu saja berdosa tidak mengijinkan suami tidur di dalam rumah dan membiarkannya tidur di teras. Suami harus menjadi figur yang ditaati dengan catatan apabila suami adalah sosok yang memang patut dihormati. Dalam kasus anda berdua situasinya cenderung tidak biasa karena dua hal: pertama, rumah itu rumah anda sendiri sebagai istri bukan rumah suami. Oleh karena itu, anda berhak untuk memberi izin atau menolak orang yang akan tinggal di dalam rumah termasuk suami. Kedua, suami telah melakukan banyak kesalahan yang menyakitkan istri dengan berbuat dosa besar dengan sering melakukan perselingkuhan dan perzinahan. Dalam konteks ini, maka Islam memberi pilihan pada istri untuk dua hal: (a) meminta cerai atau melakukan gugat cerai; atau (b) tetap mempertahankan rumah tangga. Baca detail: Menyikapi Perselingkuhan Pasanganhttp://www.alkhoirot.net/2012/03/hukum-menceraikan-istri-selingkuh.html

2. Ucapan cerai yang diucapkan suami hukumnya sah. Dan sudah jatuh talak satu. Baca detail: Cerai dalam Islam

3. Tidak berdosa meminta nafkah karena itu adalah hak istri. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

4. Boleh.

5. Membuka aib suami dilarang dan berdosa. Begitu juga membuka aib diri sendiri.

6. Suami berdosa besar karena dua hal: pertama, tidak memberi nafkah pada istrinya atau memberi nafkah tapi kurang padahal mampu. Kedua, melakukan perselingkuhan.

Saran:

Pertama, Anda melakukan sedikit kesalahan ketika memberikan dia kemampuan yang membuatnya dapat bekerja di tempat fitness. Sudah umum diketahui bahwa banyak terjadi love affair dan skandal di tempat gym antara trainer dan para perempuan yang dilatihnya. Memberi suami kesempatan untuk bekerja di tempat seperti itu sama saja dengan memberi kesempatan seluas-luasnya untuk berselingkuh. Oleh karena itu, kalau anda masih ingin mempertahankan rumah tangga, maka jalan terbaik adalah mencarikan jenis pekerjaan yang relatif lebih aman. Misalnya, di kantor sebagai security dan semacamnya.

Kedua, kalau suami menolak untuk pindah pekerjaan, maka anda harus siap mental untuk menerima kenyataan pahit ini berulang-ulang di masa yang akan datang.

Ketiga, seringnya suami anda berselingkuh harus menjadi bahan evaluasi anda: (a) apakah kelakuannya itu karena memang dia seorang pria nakal; (b) atau karena terbukanya peluang; (c) atau karena dua-duanya; (d) atau karena dia sudah tidak lagi mencintai anda. Apapun kemungkinannya, patut anda pertimbangkan untuk menceraikan dia dan mencari suami yang lebih baik dan saleh. Dan hendaknya, pengalaman ini menjadi pelajaran sangat berharga buat anda: bahwa prioritas utama dalam mencari pasangan adalah kepribadiannya, bukan tampilan fisiknya. Baca juga: Cara Memilih Jodoh



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..