Tuesday, October 04, 2016

Dosa yang Dilakukan Penderita OCD


Dosa yang Dilakukan Penderita OCD
CARA SEMBUH DARI PENYAKIT OCD

Saya penderita ocd yang sudah benar benar parah/akut yang sering berbicara sendiri dan yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah swt memaafkan umatku terhadap pembicaraan didalam jiwanya selama mereka belum mengatakan atau mengamalkannya. ”(HR. Bukhari)

Dan yang saya mau tanyakan adalah saya sering mengungkapkan kata kata yang bisa memurtadkan diri. Tapi, kalau tidak diucapkan secara lisan rasanya aneh dan bisa menyakitkan hati. Terus saya akhirnya mengucapkan secara terpaksa. Tapi, saat mengatakannya hati saya langsung percaya akan apa yang saya katakan itu. Setelah itu, saya langsung bertobat mengucapkan 2 kalimat syahadat dan istighfar berkali kali, bahkan terkadang di depan orang banyak. Saya sangat risih akan hal itu karena terjadi setiap hari bahkan setiap menit. Apakah saya dimaafkan dan bagaimana cara menghindarinya?

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. CARA SEMBUH DARI PENYAKIT OCD
    1. TENTANG PENYAKIT OCD
    2. TIGA GOLONGAN YANG DOSANYA DIMAAFKAN: TIDAK SENGAJA, LUPA, TERPAKSA
    3. TIGA GOLONGAN DIMAAFKAN: SAKIT JIWA, ANAK KECIL, ORANG TIDUR
    4. PENGECUALIAN DARI HADITS
    5. KESIMPULAN
  2. JAWABAN PERTANYAAN
  3. CARA KONSULTASI AGAMA

2. Saya telah mempelajari hukum sumpah dan itu membuat saya selalu bersumpah secara lisan dan saat mempelajari sumpah saya telah memiliki feeling bahwa saya akan bersumpah terus dan saya tidak ingin terjebak dalam hal itu tapi gagal.

Contoh:
a. Saya memiliki tugas yang harus diselesaikan hari ini. Tapi, Tiba-tiba hati saya langsung ingin bersumpah bahwa tugasnya harus diselasaikan hari ini dan kalau tidak diungkapkan secara lisan rasanya aneh sekali. Apakah itu telah terhitung sumpah?, bahkan itu terjadi setiap menit juga dan saat mengucapkannya saya menerima sumpah itu dan beberapa detik kemudian sadar dan meminta ampun kepada Allah. (saya selalu mencatat setiap sumpah yang saya katakan)

b. Setelah kejadian itu saya jadi kebiasaan sumpah untuk hal kecil yang mudah dilakukan karena ada rasa puas dalam hati, tapi saya gagal melakukannya dan setiap baru gagalnya saja saya meminta ampun kepada Allah. Apakah hal ini termasuk sumpah yang diterima Allah? ( sumpah yang saya lakukan telah ribuan kali)

3. Apakah itu sudah termasuk wajib bayar kafarat?. Setelah kejadian itu saya sangat bingung karena hampir 1000 sumpah telah saya ucapkan dan setiap ingin membayar sumpah itu dengan kafarat, sumpahnya nambah lagi terus menerus. Bagaimana solusi akan hal ini ustadz?

4. Saya sering sekali setiap jalan mengucapkan istighfar berkali-kali karena takut hal aneh- aneh terjadi padaku. Yang saya mau tanyakan apakah hal berlebihan itu bisa menjadi bid'ah? Sebenarnya hati saya sangat risih mengatakan hal itu tapi hati saya tidak bisa menolak

5. ketika sholat kita memiliki was was dengan kentut dan saya yakin bahwa saya tidak kentut tetapi sebenarnya saya memang kentut apakah sholat saya akan diterima?

6. Bagaimana cara saya sembuh total dari ocd karena kejadiannya bukan itu saja tapi banyak?

Terima kasih ustadz
Wassalamualaikum wr. wb


JAWABAN


PERTAMA: TENTANG PENYAKIT OCD

OCD (Obsessive Compulsive Disorder) adalah kelainan psikologis yang menyebabkan seseorang memiliki pikiran obsesif dan perilaku yang bersifat kompulsif. Kelainan ini ditandai dengan pikiran dan ketakutan tidak masuk akal (obsesi) yang dapat menyebabkan perilaku repetitif (kompulsi). Menurut ahlinya, sangat penting bagi penderita untuk mencari bantuan guna mengatasi kondisinya. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, penderita OCD umumnya dapat mengatasi kondisi dan memperbaiki kualitas hidup mereka.

OCD adalah penyakit kejiwaan. Oleh karena itu, ia sama dengan penyakit lainnya baik penyakit fisik atau mental. Dalam Islam, penderita suatu penyakit mendapat perlakuan khusus yang disebut dengan rukhsoh atau kemurahan (dispensasi). Argumen dari perspektif syariah dapat dapat dilihat pada uraian di bawah:


TIGA GOLONGAN YANG DOSANYA DIMAAFKAN: TIDAK SENGAJA, LUPA, TERPAKSA

Ada beberapa golongan orang yang mendapat dispensasi dalam agama. Dalam sebuah hadits sahih riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Hibbah Nabi bersabda:

رُفِعَ عَنِ أمَّتِي الخَطَأُ والنِسْيَانُ وما اسْتُكْرِهُوا عَلَيْه

Artinya: Umatku dimaafkan (berbuat dosa karena) tidak sengaja, lupa, dipaksa.

Dalam riwayat lain, teks haditsnya ada perbedaan namun artinya sama dg di atas:

إن الله تَجَاوَزَ عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه

Artinya: Umatku dimaafkan (berbuat dosa karena) tidak sengaja, lupa, dipaksa.

Maksud hadits di atas, menurut ulama, adalah bahwa kesalahan atau dosa yang dilakukan karena tiga faktor di atas hukumnya dimaafkan. Berdasarkan pada dalil ayat Quran Surah (QS) Al-Ahzab :5

وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُم بِهِ وَلَكِن مَّا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ

Artinya: Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu

Dan QS Al-Baqarah 2:286

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ

Artinya: Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.

Dan QS An-Nahl :106

إِلاَّ مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالإِيمَانِ

Artinya: ... kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)


TIGA GOLONGAN DIMAAFKAN: SAKIT JIWA, ANAK KECIL, ORANG TIDUR

Dalam hadits riwayat Ahmad Nabi bersabda:

رفع القلم عن ثلاثة عن النائم حتى يستيقظ، وعن الصبي حتى يبلغ، وعن المجنون حتى يعقل" (رواه الإمام أحمد في مسنده

Artinya: Allah memaafkan dosa tiga golongan: orang tidur sampai dia bangun, anak kecil sampai dia baligh, orang gila sampai sembuh.

Dalam riwayat lain, dari Ibnu Abbas, ia meriwayatkan:

عن ابن عباس ، قال : مر علي بن أبي طالب بمجنونة بني فلان ، وقد زنت وأمر عمر بن الخطاب برجمها ، فردها علي وقال لعمر : يا أمير المؤمنين ، أترجم هذه ؟ قال : نعم ، قال : أو ما تذكر أن رسول الله - صلى الله عليه وآله وسلم - قال : " رفع القلم عن ثلاث ، عن المجنون المغلوب على عقله ، وعن النائم حتى يستيقظ ، وعن الصبي حتى يحتلم " ؟ قال : صدقت ، فخلى عنها .

Artinya: Ibnu Abbas berkata: Ali bin Abi Talib berjalan bertemu dengan wanita gila dari Bani Fulan. Wanita ini telah berzina dan Umar bin Khattab memerintahkan untuk merajamnya. Ali menolak dan berkata pada Umar: Wahai Amirul Mukminin, apakah wanita ini akan dirajam? Umar menjawab: Ya. Ali berkata: tidakkah engkau ingkat bahwa Rasulullah pernah berkata: "Dimaafkan dari tiga golongan: orang gila, orang tidur sampai bangun, anak kecil sampai baligh?" Umar berkata: "Kamu benar, kalau begitu bebaskan perempuan itu!"


PENGECUALIAN DARI HADITS

Ketidaksengajaan dalam berbuat dosa atau melakukan perkara haram dalam enam keadaan di atas dimaafkan oleh Allah. Kecuali dalam satu hal: apabila menyangkut harta atau nyawa orang lain. Maka, ia tetap harus mengganti harta yang diambilnya, dan membayar kafarat atas nyawa orang lain yang dihilangkannya. Ibnu Abdil Bar dalam Al-Tamhid menyatakan:

وقد أجمعوا على أن قوله عليه السلام رفع عن أمتي الخطأ والنسيان.. ليس في إتلاف الأموال وإنما المراد به رفع المآثم.

Artinya: Ulama sepakat (ijmak) bahwa sabda Nabi (dalam hadits di atas) tidak meliputi pengrusakan harta. Yang dimaksud dalam hadits itu dimaafkan dosanya.


KESIMPULAN

Ada enam golongan yang perbuatan dosanya dimaafkan oleh Allah yaitu: orang yang tidak sengaja, orang yang dipaksa, orang gila (tidak terkontrol), lupa, anak kecil, orang tidur.

Perbuatan dosa atau sumpah yang anda lakukan timbul dari penyakit OCD yang anda derita saat ini yang termasuk dari tiga golongan pertama (tidak sengaja, terpaksa, tidak terkontrol). Ini membebaskan anda dari perbuatan dosa yang anda lakukan yang disebabkan oleh penyakit tersebut seperti mengucapkan perkataan yang bagi orang normal berakibat dosa atau murtad. Atau bersumpah atas nama Allah tanpa sengaja atau tanpa kontrol (uncontrolable)


KEDUA: JAWABAN PERTANYAAN

1. Anda dimaafkan karena yang anda lakukan dari ketidaksengajaan atau keterpaksaan yang diakibatkan oleh penyakit OCD. Adapun cara menghindarinya adalah dengan berobat ke ahlinya.

2. Sumpah yang anda lakukan masih dalam konteks sebagai penderita penyakit OCD. Oleh karena itu masih dianggap sebagai perilaku yang tidak disengaja atau terpaksa. Jadi, dimaafkan. Kecuali kalau penyakit anda sampai mengakibatkan anda mengambil harta orang lain tanpa ijin (mencuri, mengutil, dll), maka "ketidaksengajaan" yang demikian tetap mengharuskan anda untuk mengambil harta yang diambil.

3. Tidak terkena kafarat karena di luar kontrol anda. Solusinya, sekali lagi, adalah berobat ke dokter yang ahli di bidang OCD ini.

4. Ya itu berlebihan dan menyusahkan diri sendiri. Tapi itu tidak termasuk bid'ah yang dilarang. Karena mengucapkan istighfar itu dibolehkan.

5. Kentut atau tidak harus berdasarkan fakta seperti bunyi atau bau. Kalau asumsi saja maka tidak dianggap. Dalam kaidah fikih dikatakan: Keyakinan tidak hilang karena keraguan. Baca detail: Kaidah Fikih

6. Konsultasi ke dokter. Anda akan mendapat terapi dan pengobatan khusus untuk menyembuhkan anda dari penyakit ini.



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..