Friday, September 24, 2021

Keluarga suami terlalu ikut campur

KELUARGA SUAMI TERLALU IKUT CAMPUR

Assalamualaikum wr.wb.

Saya ingin konsultasi masalah rumah tangga saya.
Saya dan suami saya baru menikah 2,5 tahun dan memiliki 1 orang anak yang berumur 1,5 tahun. Sebenarnya masalah bukan pada saya dan suami, tapi masalahnya ada pada keluarga suami saya. Keluarga suami saya terlalu ingin ikut campur masalah rumah tangga kami, terutama ibu mertua saya.

Orang tua suami saya juga tipe orang tua yang selalu ingin diturutin perkataannya, maka sedikit susah untuk berkomentar atau berargumen jika keinginannya kurang sesuai dengan aturan yang kami buat di rumah tangga kami. Ibu mertua seakan-akan ingin mengatur semua rumah tangga kami, seperti mengatur rumah kontrakan dan mengatur penataan rumah. Ibu mertua saya juga seperti tidak mempercayai saya dalam mengurus suami dan anak saya.

Yang paling membuat saya sakit hati adalah komentar-komentar dari keluarganya seperti "anakmu kok kurus? Makannya kurang" atau omongan ke suami saya "kamu kok kurus, makananmu kurang bergizi ya?"

Padahal harusnya keluarga suami saya tahu bahwa saya yang mengurus semua makanan suami dan anak saya latena saya seorang ibu rumah tangga.

Suami saya tahu bahwa saya akan sakit hati dengan perkataan-perkataan seperti itu, lalu dengan baiknya dia mengatakan kepada ibunya bahwa tidak perlu repot-repot untuk memikirkan masalahnya karena dia sudah menikah dan bukan anak SMA lagi.
Suami saya mengatakan hal itu dengan sangat baik sambil meminta maaf jika ada salah kata dan bukan dengan nada marah.

Tapi ternyata ibu mertua saya marah dan sakit hati dan mengatakan bahwa suami saya anak durhaka karena menyakiti hati ibunya yang sudah merawatnya.

Tujuan suami mengatakan itu hanya agar tidak ada komentar-komentar yang menyakiti hati saya. Saya sebagai istri tidak mau dianggap sebagai orang yang mengakibatkan suami saya durhaka terhadap orang tuanya. Tetapi saya juga tidak mau sakit hati seumur hidup dengan keadaan keluarganya yang terlalu ikut campur dan berkomentar yang menyakiti hati.

Pertengkaran antara saya dan suami juga kebanyakan terjadi karena keluarganya yang terlalu ikut campur. Saya mohon dengan sangat bantuan dan sarannya, apa yang harus saya dan suami saya lakukan.

Terima Kasih,
Wassalamualaikum wr.wb.

JAWABAN

Kalau anda sudah merasa hidup bahagia dengan suami, maka hal-hal lain di luar itu semestinya tidak perlu terlalu difikirkan. Termasuk ucapan-ucapan menyakitkan dari pihak keluarga suami. Anggaplah ucapan-ucapan mereka itu perkara kecil yang terlalu kecil untuk dapat merusak kebahagian rumah tangga anda berdua.

Kalau itu masih dianggap mengganggu, maka anda dapat menghindarinya dengan cara mengatur agar tidak terlalu sering berkunjung ke rumah mereka. Atau kalau tempat tinggal terlalu berdekatan, maka cari tempat tinggal yang agak berjauhan agar tidak terlalu sering berkomunikasi. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

BEKERJA DI PERUSAHAAN ASURANSI

Assalamualaykum
Perkenalkan saya dwi dari bogor
Saya ingin konsultasi, apa hukum orang yang bekerja di PT Taspen (persero)?
Terimakasih

JAWABAN

Hukum bekerja di perusahaan asuransi itu tergantung dari hukum asuransi itu sendiri. Sebagaimana bank konvensional, ulama kontemporer berbeda pendapat tentang halal haramnya. Sebagian menyatakan haram, sebagian yang lain menyatakan halal. Bagi yang menyatakan halal, maka bekerja di asuransi juga halal. Sebaliknya bagi yang menyatakan haram, maka bekerja di perusahaan ini juga haram. Sebagai orang awam, anda boleh mengikuti pendapat salah satunya. Kalau saat ini anda bekerja di situ, maka boleh mengikuti pandangan yang menghalalkan.
Baca detail:
- Hukum Bank Konvensional
- Hukum asuransi
- Hukum BPJS
- Asuransi http://www.konsultasisyariah.in/2016/06/hukum-asuransi-dalam-islam.html

WAS WAS MURTAD

Konsultasi Islam Al-Khoirot pernah mengatakan bahwa ada seorang muslim sebut saja namanya C,lalu si C tiba tiba terlintas keinginan hati untuk murtad maka si C masih terhitung beragama Islam.Yang ingin saya tanyakan

1.Kata Konsultasi Islam Al-Khoirot si C masih terhitung beragama Islam apabila si C tiba tiba terlintas keinginan hati untuk murtad,lalu kenapa jika si C tiba tiba ada keinginan untuk murtad,di Konsultasi Islam Al-Khoirot mengatakan si C segera istigfar dan baca syahadat?
2.Di Konsultasi Islam Al-Khoirot mengatakan ada seorang muslim,lalu si muslim tiba tiba terlintas keinginan hati untuk murtad,maka si muslim masih terhitung beragama Islam.Apakah si muslim masih terhitung beragama Islam saat si muslim tiba tiba ada keinginan murtad?
3.Apakah tiba tiba terlintas keinginan hati untuk murtad dengan tiba tiba ada keinginan murtad merupakan hal yang sama atau berbeda?

JAWABAN

Kami memaklumi anda adalah orang yang sama yang bertanya tentang pertanyaan yang sama berkali-kali (tentang murtad) dengan memakai id email yang berbeda-beda. Terlepas dari itu, berikut jawaban kami:

1. Keinginan untuk murtad adalah sesuatu yang buruk dan karena itu pemilik keinginan itu hendaknya banyak istighfar dan bersyahadat.

2. Ya.

3. Sama.
Baca detail:

- Syarat Sahnya Murtad - Was was murtad
- Was was murtad
- Was was murtad
- Penyebab syirik
- Cara masuk Islam

MASALAH MURTAD

Assalaamualaikum Ustadz,

Permisi ada yang ingin saya tanyakan. Sebelumnya saya hendak memberitahu bahwa saya berkeyakinan memiliki penyakit was-was sejak lama.

Begini Ustadz. Pernah suatu hari saya berkeyakinan bahwa saya sudah berniat untuk keluar dari Islam (saya lupa apakah sampai mengucapkan atau tidak). Namun di sisi lain, saya masih sangat meyakini isi dua kalimat syahadat.

Pertanyaan saya adalah:

1). Apakah saya dikatakan murtad dengan adanya kejadian di atas?

2). Apakah keyakinan saya di atas adalah murni adanya atau hanya akibat dari penyakit was-was saya?

3). Bagaimana cara menyikapi yang benar jika ada lontaran-lontaran kekufuran yang muncul, yang mana menurut saya levelnya sudah mencapai tingkat "yakin"? Apakah cukup dengan tidak menggubrisnya karena hal itu adalah efek negatif dari penyakit was-was saya?

Sebagai catatan, saya sudah membaca dua kalimat syahadat setelah kejadian di atas. Selain itu, saya sudah membaca artikel-artikel lain yang terkait dari website ini, seperti:

-. Penyebab Syirik, Murtad, Kafir ()

-. Mengatasi Sakit Was was Kufur dan Murtad ()

Terima kasih.

JAWABAN

1. Tidak.
2. Dari penyakit was-was.
3. Sebaiknya anda berkonsultasi pada psikolog. Mungkin anda menderita OCD. Lihat: Dosa OCD

Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com

1. Kirim konsultasi Agama ke alkhoirot@gmail.com atau info@alhoirot.com Cara Konsultasi lihat di sini!
2. Cara tanya hukum waris Islam, lihat di sini
3. Situs pesantren Al-Khoirot, lihat: alkhoirot.com
4. Situs resmi tanya jawab agama KSIA: alkhoirot.net dan islamiy.com

EmoticonEmoticon

Note: Only a member of this blog may post a comment.