Thursday, January 14, 2016

Cara Mengatasi Was-Was Murtad


Cara Mengatasi Was-Was Murtad
CARA MENGATASI WAS-WAS AKIDAH SELALU TAKUT MURTAD

assalamuaikum pak ustadz, saya mau menanyakan

1. kalau kita melakukan perkara syubhat apakah kita sudah tercatat melakukan perbuatan haram ? walaupun akhirnya kita tau syubhat itu halal adanya
contohnhya
a. kita tidak tau kalau makanan yang ada didalam Tas kita punya siapa, kita masih ragu ini punya orang atau ibu yang masukin makanan ini kedalam tas, tanpa pikir panjang makanan itu langsung kita makan, pas habis makan baru menelpon ibu apakah dia yang masukin makanan tadi atau tidak, ternyata memang betul adanya kalau makanan tadi ibu yang masukin..apakah itu termasuk perkara syubhat pak ustad ?

b. misalnya kita tidak tau kalau melawan orang tua bisa menyebabkan murtad atau tidak, terus kita lawan orang tua kita sebelum kita tau hukumnya apa, terus pas dicari tau hukumnya ternyata melawan orang tua bukan termasuk mengeluarkan dari islam atau murtad, apakah hal seperti ini termasuk syubhat pak ustadz, yg belum tau hukum dosa sampai tingkatnya seperti apa ?

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. CARA MENGATASI WAS-WAS AKIDAH SELALU TAKUT MURTAD
  2. CARA KONSULTASI AGAMA
2. saya pernah baca katanya ulama berijtihad kalau benar mendapatkan dua pahala dan kalau salah mendapatkan satu pahala, seandainya kalau kita mengikuti pendapat ulama yang salah apakah kita berdosa diakhirat nanti ?

3. apakah kita bisa murtad tanpa sadar atau tanpa sepengetahuan kita sedangkan kita tidak tau dan tidak menginginkannya?

4. pertanyaannya masih masalah murtad
A. apakah kita menjadi murtad kalau mengolok-olok dan menertawai orang adzan dan orang sedang baca alquran, yang kita olokan itu bukan adzan atau alqurannya tapi yang kita olokan atau tertawai itu suara orang yang adzan dan baca alqurannya kurang bagus ?

B. apakah kita menjadi murtad kalau menertawai teman yang mau mengerjakan sholat, kita tertawa karena biasa teman itu tidak pernah sholat kok sekarang mau sholat, kita bilang sama teman seperti ini "mimpi apa kamu semalam kok sekarang mau sholat, didatangin malaikat ya" kita katakan begitu sama teman kita yang mau sholat tadi sambil tertawa. apakah menjadi murtad kita bicara dan tertawa seperti itu ?

C. apakah kita menjadi murtad kalau kita mengolok dan menertawai bahasa arab ? yang pasti bukan menertawai alquran cuma menertawai bahasa arabnya saja

D. apakah kita menjadi murtad kalau kita mengolok dan menertawai nama orang yang bagus, indah dan baik. misalnya namanya muhammad atau atau nama yang bagus lainnya dalam islam. apakah kita menjadi murtad kalau menertawai nama orang seperti itu ? yang pasti tidak menghina nabi muhammad dan agama islam

E.di dalam lirik lagu pernah kita dengar penyanyi bawa bawa nama Tuhan, misalnya judul lagunya masalah pacaran atau masalah tentang cinta anak muda. apakah kita menjadi murtad bawa bawa nama Tuhan dalam lirik lagu tersebut ?

5. apakah sah orang masuk islam baik orang kafir asli dan orang murtad kalau baca syahadatnya sangat pelan seperti suara bisik bisik ?

6. apakah sah syahadat orang masuk islam baik orang kafir asli dan orang murtad kalau bacaannya tidak pas. seperti bacaan " ASY" HADU dibaca" AS" HADU yang huruf SYIN dibaca SIN ? dan kurang pas bacaaan huruf huruf lainya ?

7. apakah menjadi murtad kalau berperan sebagai sosok orang kafir ?

8. A. apakah benar orang tenggelam dan sakit perut itu kalau meninggal disebut mati syahid ?
B. kalau iya apakah kita murtad menertawai dan senang melihat orang mati tenggelam dan sakit perut tersebut ?

9. misalnya kita bilang seperti ini " wajah orang itru mirip wajah SEDEKAH , apakah kita sudah mengolok sedekah bicara seperti itu ? apakah kita sudah murtad bicara seperti itu ?

10. apakah pekerjaan sebagai pedagang atau berjualan seperti jualan kue dan jualan lainya termasuk sunah Rasulullah ? kalau iya apakah kita sudah murtad mengolok-olok orang yang sedang berjualan seperti mengolok masalah dagangannya ?

11. apakah menertawai atau mengolok orang yang sedang beribadah atau berbuat kebaikan termasuk dalam mengolok yang terdapat dalam surat AT TAUBAH 65-66 ?

12. apakah sah mandi wajib atau mandi junub kalau kita tidak membaca niatnya, cuma niatnya dihati saja ? dan apakah sah kalau ada air tidak membasahi disela sela kuku karena dihalang kuku ?

13. apakah setiap bercanda yang membawa nama Allah dan rasul termasuk dalam bercanda yang dimaksud dalam surat At taubah 65-66 walaupun bercanda kita tidak ada tujuan mengolok olok ?

14. apakah mengolok dan menertawai orang yang sedang berbuat kebaikan misalnya mengolok atau menertawai teman yang sedang membantu orang lain dalam kebaikan termasuk dalam mengolok yang disebut dalam surat At taubah 65-66 ? apakah kita sudah murtad mengolok dan menertawai teman berb uat kebaikan seperti itu ?

15. apakah kita menjadi murtad kalau kita berdoa mengikuti kata2 dari orang kristen atau agama lainya misalnya orang kristen bilang "ya Tuhanku ampunilah aku" terus kita tiru kata-kata seperti itu, tapi dalam hati kita tuhan kita yaitu Allah SWT , cuma ambil atau tiru kata- katanya saja ?

16. bagaimana cara menghilangkan was was murtad pak ustadz ,saya sangat takut murtad pak ustadz, karena perassaaan ini sangat menyiksa saya, apalagi saya tidak ada tempat untuk bertanya dalam masalah saya ini ? mau bicara sama teman takut dibilang ini atau itulah nantinya.

terima kasih pak ustadz jawabannya sangat saya tunggu,


JAWABAN CARA MENGATASI WAS-WAS AKIDAH SELALU TAKUT MURTAD

1a. Dalam kasus di atas hukumnya halal.
1b. Kalau saat melakukan dosa itu tidak tahu kalau itu haram, maka hukumnya dimaafkan (di makfu) karena itu dianggap tidak disengaja. Perbuatan yang tidak disengaja itu dimaafkan dalam Islam. Baca detail: Berbuat Dosa karena Tidak Tahu

2. Seandainya salah pun pendapat ulama mujtahid tersebut tidak berdosa. Namun, kemungkinan salah itu sangat kecil. Karena seorang ulama yang ilmunya sudah tingkat mujtahid itu sangat berhati-hati dalam membuat keputusan hukum. Semua dalil Quran, hadits dan pendapat para ulama lain akan menjadi pertimbangannya. Baca detail: Ijtihad dalam Islam

3. Tidak bisa seseorang murtad karena kesalahan yang dia tidak tahu atau tidak menyadari akan hukumnya. Seperti disebut dalam jawaban poin 1b. kesalahan yang terjadi karena belum tahu hukum syariahnya itu dimaafkan. Baca detail: Berbuat Dosa karena Tidak Tahu

4a. Tidak murtad tapi berdosa karena menghina sesama muslim itu dilarang dalam Islam. Nabi bersabda dalam sebuah hadits sahih riwayat muttafaq alaih:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Artinya: Seorang muslim (yang baik) adalah yang umat Islam (lain) selamat dari lisan dan tangannya.

Hadits ini merupakan perintah Nabi untuk tidak menyakiti sesama muslim baik dengan ucapan maupun secara kekerasan fisik ataupun dengan kekuasaan yang dimiliki. Seorang muslim yang pernah melakukan itu hendaknya segera bertaubat. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

4b. Tidak murtad karena yang ditertawai adalah perilaku teman, bukan menertawai shalat. Namun demikian, sikap itu tidak baik karena mempermalukan orang dan dapat mengurangi motivasinya untuk memperbaiki diri. Padahal kita diperintahkan oleh Allah untuk a) berdakwah dengan bijaksana (al-hikmah) dan nasihat yang baik (al-mauizhah hasanah) seperti disebut dalam QS An-Nahl : 125; b) sabar dalam memberi nasihat seperti disebut dalam QS Al-Ashr : 3; dan c) menjaga lisan agar tidak menyinggung perasaan sesama seperti disebut dalam poin 1b.

Juga, secara implisit itu menunjukkan bahwa anda bersikap ujub (membanggakan diri sendiri) atas amal baik yang dilakukan.

4c. Tidak. Bahasa Arab adalah bahasa yang diucapkan oleh muslim dan non muslim. Namun demikian, bahasa Arab juga bahasa Al-Quran, hadits dan syariah Islam. Oleh karena itu, seyogyanya kita mencintai bahasa Arab dan sebisa mungkin mempelajarinya agar memahami Islam lebih mendalam lagi.

4d. Tidak murtad. Namun tetap berdosa karena menghina sesama muslim seperti disebut pada poin 1b. Murtad hanya terjadi umumnya apabila a) menghalalkan perkara haram; atau b) mengharamkan perkara halal; c) menuhankan selain Allah; d) dan lainnya. Baca detail: Penyebab Murtad

4e. Tidak murtad. Tidak ada larangan menyebut nama Tuhan kecuali di dalam wc.

5. Sah. Baca detail: Cara Masuk Islam

6. Sah karena yang terpenting dalam syahadat adalah keyakinan hati bukan pada pengucapan. Ini berbeda dengan bacaan Al-Fatihah saat shalat di mana pengucapannya harus pas. Namun dalam bacaan Al-Fatihah saja dibolehkan salah bacaannya kalau memang kemampuannya masih sebatas itu. Baca detail: Bacaan Al-Fatihah yang Tidak Fasih

7. Kalau cuma akting maka tidak murtad asal hatinya tetap meyakini kebenaran Islam. Allah berfirman dalam QS An-Nahl :106
Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.

Namun demikian, akting sebagai orang kafir itu sangat rawan dapat mempengaruhi akidah dan keimanan karena seorang aktor profesional biasanya akan menjiwai peran yang dimainkannya.

8a. Benar. Berdasarkan hadits sahih riwayat muttafaq alaih

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُوْنُ وَالْمَبْطُوْنُ وَالْغَرِقُ وَصاَحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ
Artinya: Orang mati syahid itu ada lima, yaitu orang yang meninggal karena penyakit tha’un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah

8b. Tidak murtad kalau yang ditertawai karena menghina orangnya. Namun tentu saja perbuatan menghina itu adalah perbuatan haram.

9. Tidak murtad. Yang murtad adalah apabila tidak mau bersedekah dan menganggap sedekah itu bukan perbuatan sunnah.

10. Bekerja apapun, kecuali bisnis barang haram, itu hukumnya mubah alias boleh bukan sunnah. Baca: Bisnis dalam Islam

Namun demikian, kalau diniati untuk ibadah, maka bisa menjadi sunnah dan mendapat pahala walaupun untuk membiayai diri sendiri, anak dan istri yang nota bene sudah menjadi kewajibannya. Dalam sebuah hadits sahih riwayat muttafaq alaih Nabi bersabda:

إذا أنفق المسلم نفقة على أهله، وهو يحتسبها كانت له صدقة
Artinya: Apabila seorang muslim menafkahi keluarganya (anak istri) dan dia niati untuk ibadah maka hal itu dianggap sedekah.

Mengolok-ngolok orang jualan tidak murtad. Hanya haram dan berdosa karena telah menyakiti sesama muslim.

11. Kalau yang sedang ditertawai adalah orangnya karena ada sikapnya yang lucu, maka hukumnya haram tapi tidak murtad. Kalau yang ditertawai atau olok-olok itu adalah ibadah shalatnya, maka bisa jatuh pada perbuatan murtad seperti disebut dalam QS At-Taubat : 65-66 karena itu berarti menghina syariah Islam. Baca juga: Menghina Syariah Islam Apakah Menyebabkan Murtad?

12. Sah. Dalam mandi junub dan ibadah yang lain seperti shalat, wudhu, dll yang wajib adalah niat di hati, sedang niat secara lisan itu hukumnya sunnah. Baca detail: Niat Shalat Diucapkan di Hati Tanpa Lisan

13. Tidak setiap canda yang menyebut nama Allah dan Rasul berakibat murtad. Yang menyebabkan murtad apabila canda tersebut bermakna tidak percaya pada isi kandungan Al-Quran dan hadits Nabi baik lahir maupun hatinya. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, hlm 4/172 disebutkan sebab turunannya ayat At-Taubat 65 dan 66 sbb:

وقال قتادة : ( ولئن سألتهم ليقولن إنما كنا نخوض ونلعب ) قال : فبينما النبي - صلى الله عليه وسلم - في غزوة تبوك ، وركب من المنافقين يسيرون بين يديه ، فقالوا : يظن هذا أن يفتح قصور الروم وحصونها . هيهات هيهات . فأطلع الله نبيه - صلى الله عليه وسلم - على ما قالوا ، فقال : علي بهؤلاء النفر . فدعاهم ، فقال : قلتم كذا وكذا . فحلفوا ما كنا إلا نخوض ونلعب .

Artinya: Qatadah berkata (Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja) "Ketika Nabi pada Perang Tabuk, rombongan kaum munafik sedang naik kendaraaan di hadapannya, mereka berkata, "Muhammad menyangka dia akan dapat menaklukkan kekaisaran Rumawi. Sungguh jauh (tidak mungkin terjadi). Lalu Allah menampakkan perilaku mereka itu pada Nabi. Lalu Nabi memanggil mereka. Nabi bertanya: Betulkah kamu berkata seperti ini?" Mereka bersumpah lalu berkata "Kami hanya main-main saja."

Seperti diketahui bahwa orang munafik pada zaman Nabi adalah orang yang menampakkan Islam, percaya Allah dan Rasul-Nya, tapi dalam hatinya tidak mempercayainya. Jadi, yang menyebabkan mereka dianggap murtad adalah karena penghinaan dan olok-olok mereka pada Allah dan Rasul-Nya itu terjadi lahir dan batin. Mereka memang tidak percaya pada ajaran Allah dan Rasul-Nya.

14. Tidak termasuk. Tapi itu sikap yang diharamkan sebagaimana alasan yang disebutkan dalam jawaban poin 1b.

15. Tidak apa-apa kalau memang yang dimaksud "Tuhan" yang anda ucapkan adalah Allah yang Satu, bukan tuhannya orang Kristen. Kalmat doa seperti itu ada dalam Islam yaitu doa istighfar: Astaghfirullahal Azhim (Aku mohon ampun pada Allah yang Agung).

16. Ada baiknya anda kalau sedang liburan datang ke pesantren yang diasuh kyai NU (jangan yang Wahabi nanti tambah was-was). Ke pesantren Al-Khoirot juga boleh. Seminggu atau dua minggu pun cukuplah. Gunakan waktu yang singkat itu untuk diskusi dengan para ustadz di pesantren. Baca: Program Santri Dewasa Pesantren Al-Khoirot Malang

Secara umum rasa was-was murtad anda ini timbul karena beberapa hal antara lain: pertama, ketidaktahuan anda dalam masalah agama. Perasaan ini akan semakin hilang selaras dengan semakin meningkatnya pengetahuan anda tentang Islam.

Kedua, salah baca artikel kalangan radikal Wahabi Salafi. Kalangan Wahabi Salafi sangat mudah mengkafirkan dan mensyirikkan serta memurtadkan suatu perbuatan dosa. Ironisnya, artikel-artikel mereka banyak bertebaran di internet. Banyak yang menjadi korban, mungkin salah satunya adalah anda. Membaca artikel kalangan Wahabi akan membuat fikiran jadi sempit dan berkesimpulan seakan-akan agama Islam begitu sempit, kaku dan sulit. Baca detail: Kenali Ajaran Wahabi

Sebagian ulama menganggap Wahabi adalah gerakan sesat. Lihat: Wahabi menurut Pandangan Ulama Ahlussunnah




Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..