Saturday, August 31, 2019

Hak Asuh Anak Pasangan Yang Bercerai

HAK ASUH ANAK PASANGAN YANG BERCERAI

Assalamualaikum wr wb
Saya seorang istri sudah menikah 4 tahun dan memiliki seorang anak. Sejak pernikahan kami, tidak lama untuk saya mendapatkan keturunan sehingga saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga. Selama pernikahan kami yang baru beberapa tahun tersebut, kami mengalami pasang surut karena suami beberapa kali menganggur.

Saat tahun kedua pernikahan kami suami menganggur selama hampir 1,5tahun sehingga saya memutuskan untuk kembali bekerja. Karena kekhilafan saya selama bekerja saya kurang memiliki waktu untuk keluarga dan setelah 6bulan bekerja saya mulai dekat dengan pria lain sampai terjadi hubungan intim. Tidak sampai 6bulan terlibat hubungan dengan pria lain, saya mulai menyadari bahwa hal tersebut salah. Namun hubungan tersebut akhirnya diketahui suami sebelum saya sempat mengakhirinya. Suami yang tahu istrinya telah berselingkuh sangat marah dan mulai mengecheck ponsel saya, hingga suami menyita ponsel tersebut.

Saya memohon maaf pada suami, bertaubat dan berjanji tidak melakukan lagi. Suami memaafkan, namun kemarahannya berlangsung berminggu-minggu. Saya yang takut akan kemarahannya menceritakannya berangsur-angsur dan membuat suami semakin marah sehingga beberapa kali terjadi pemukulan dikepala dan wajah dengan alasan tidak ingin menjadi dayyus. Namun suami juga membimbing saya untuk berubah dan lebih memperdalam agama lagi serta merubah cara berpakaian lebih syar'i.

Setelah 3bulan sejak mengetahui suami mulai berubah menjadi acuh, melarang berkomunikasi dengan semua teman dan melarang keluar rumah, bahkan hanya memberi uang jajan untuk anak kami. Namun untuk kebutuhan bathin masih memberi tetapi sikapnya tidak seperti dulu lagi. Saya menerima semua sikapnya sampai hampir 1tahun.

Namun pada suatu hari saya menemukan ponsel suami tidak terkunci. Saya melihat suami telah berubah, beliau banyak chat dengan wanita yang baru dikenalnya. Mengajak wanita-wanita tersebut untuk video call. Suami juga menonton video yang berbau pornografi offline maupun live di jejaring sosial. Saya juga belum menemukan bukti apakah suami telah berhubungan intim dengan wanita lain, walau ada perasaan curiga. Pekerjaan suami yang tidak terikat jam kantor, membuat dia tidak tentu jam berapa ada dirumah. Sampai saat ini saya juga belum bertanya mengenai hal tersebut pada suami.

1. Apakah sebaiknya saya memutuskan untuk bercerai melihat suami memaafkan namun melakukan hal tersebut, entah untuk membalas dendam / menyakiti kembali atau tetap bertahan tetapi dengan sikap suami tersebut yang entah apa bisa kembali seperti dulu?

2. Untuk hak asuh anak kami yang masih dibawah 5 tahun sebaiknya oleh siapa?

Mohon solusi dari ustadz. Terimakasih banyak sebelumnya, wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

1. Kesalahan anda akan sulit dimaafkan suami. Sikap suami nampaknya sebagai pembalasan dendam. Dalam kasus di atas, Islam memberi pilihan antara tetap melanjutkan rumah tangga atau mengakhiri. Baca detail: Menyikapi Pasangan Selingkuh

2. Hak asuh ada pada ibunya. Namun itu terserah keputusan pengadilan. Berdasarkan pada hadits Ibnu Umar ia berkata: Seorang perempuan datang ke Rasulullah ia berkata: Wahai Rasul, ini adalah anakku tetapi ayahnya hendak merampasnya dariku. Nabi bersabda: Engkau lebih berhak mengasuh dia selagi engkau belum menikah (lagi). (Hadits sahih riwayat Ahmad dan Hakim)


أن امرأة أتت رسول الله صلى الله عليها وسلم فقالت ‏‏"يا رسول الله إن ابني هذا كان بطني له وعاء وحجري له حواء وثديي له سقاء وزعم أبوه ‏أنه ينزعه مني فقال: " أنت أحق به ما لم تنكحي" أخرجه أحمد والحاكم وصححه ووافقه ‏الذهبي.

KEKAYAAN ORANG TUA

Assalamualaikum wr.wb
Ustad,,saya seorang wanita usia 27th sudah menikah. Saya mau bercerita sedikit. Saya tinggal bersama ibu tiri dan ayah saya. Ibu tiri saya sudah punya 3 anak laki-laki. Orangtua saya seorang pengusaha sukses ,sedangkan keluarga suami saya biasa-biasa saja. Dari zaman saya gadis dulu orangtua saya tidak begitu memperhatikan keperluan dan kebutuhan saya. Saya merasa dilantarkan. Dari dulu saya kalau mau beli baju harus mengumpulkan uang jajan saya. Karena saya takut minta uang ke ibu tiri saya. Dari dulu saya tidak pernah minta yang macam-macam .
Makin hari usaha ayah saya makin sukses.

Ayah dan ibu tiri saya punya banyak mobil. Sedangkan saya tidak punya ustad. Saya merasa sedih. Saya merasa saya bukan seorang anak..mereka bisa menikmati sgalanya,sedangkan ayah saya tidak memikirkan saya.
1. Apakah saya tidak pantas menerima sebuah kendaraan dari ayah saya ustad??
2. Dan apa berdosa orangtua seperti itu?
3. Lalu apa pantas saya keluhkan ini ke ayah saya?

JAWABAN

1. Secara syariah, wanita yang sudah menikah, maka anda berada di bawah tanggung jawab suami. Namun kalau anda dan suami miskin, maka ayah berkewajiban untuk memberi nafkah putrinya. Yang wajib adalah memenuhi kebutuhan dasar seperti makan, rumah dan pakaian. Mobil tidak termasuk kebutuhan dasar.

2. Secara syariah tidak berdosa karena mobil bukan termasuk kebutuhan dasar. Namun, secara sosial tentunya kurang elok apabila ayahnya kaya raya membiarkan putrinya sengsara.

3. Boleh saja dan pantas bagi seorang anak yang miskin meminta sesuatu pada ayahnya. Walaupun tidak boleh memaksa. Pada saat yang sama, sang anak juga harus berusaha memperbaiki sikapnya pada orang tua tanpa diminta. Karena itu kewajiban. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

MIMPI RENCANA DIRESTUI IBU

ketika bulan ke duabelas saya punya rencana untuk berhenti kuliyah terus kerja dan masuk pondok pesantren tetapi saya belum bicarakan tentang rencana saya dengan ibu saya. pas tanggal 14 januari ini saya mendapat mimpi, mimpinya seperti ini "saya baring-baring di kamar saya, terus ibu saya masuk kamar saya dan bilang riski (nama kakak saya) nanti kerja di bontang, ismu (nama saya) jadi masuk pesantrenkah yang di jawa itu? saya jawab iya" setelah itu saya jawab iya saya langsung terbanggun dan itu masih subuh sekitar jam limaan.

JAWABAN

Mimpi anda tidak bermakna apapun. Lagipula anda belum berbicara dengan ibu. Maka, sebaiknya bicarakan rencana anda dengan beliau. Dan ikuti apapun perintah ibu selagi itu bukan maksiat. Baca detail: Mimpi dalam Islam

Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com

1. Kirim konsultasi Agama ke alkhoirot@gmail.com atau info@alhoirot.com Cara Konsultasi lihat di sini!
2. Konsultasi hukum waris Islam, lihat caranya di sini
3. Konsultasi melalui kotak komentar tidak akan dilayani.

EmoticonEmoticon