Konsultasi Syariah Islam Al-Khoirot (KSIA) Konsultasi Syariah Islam Al-Khoirot (KSIA)
recent

Breaking News

recent
جاري التحميل ...

Ragu najis di masa lalu

Ragu najis di masa lalu Assalamu'alaikum Saya widi dari semarang izinkan saya bertanya Saya adalah orang was was, 3 bulan ini was was saya kambuh dan semakin parah kalau saya rasa..makan tak enak, bangun tidur gelisah,saya jadi teringat tentang hal-hal yang sudah saya lupakan dulu, selalu diri ini merasa hina dan merasa sholat tidak diterima, yang ingin saya tanyakan adalah sebagai berikut : 1. Saya waktu SD pernah dijilat anjing peliharaan saudara saya, saya sudah mensucikanya tapi saya lupa pakai tanah atau pasir (saya belum baligh), sekarang saya keingat terus, dan malah parahnya jika setiap tangan saya menyentuh apapun merasa ada yg bisikin untuk menghitung 7 kali sperti membersihkan najis berat, ini saya biarkan tapi fikiran saya menghitung sendiri dan malah was was niat saya mau membersihkan atau tidak, tapi saya yakinya gini kalau mau mengulang toharoh ya pasti pakai tanah dan air wong ini tidak, cuma kena baju masak diniati mengulang, tapi karena bisikan itu sangat kuat akhirnya saya mengucap "yoweslah batal" ini saya berniat untuk mengusir bisikan itu tp lalu was was dengan apa yg saya ucapkan, lalu saya bilang sendiri berarti kamu yakin niat ngulang meski kena baju, saya jawab sendiri "engga aku ga yakin ngulang" apakah batal seperti itu toharoh saya yang dulu? Akibat saya terlalu memikirkanya, saya waktu naik motor, pikiran saya bicara sendiri "seperti ini lho kalau ngulangin" lalu kelingking kaki saya yang dulu saya pernah sucikan menyentuh kaos kaki dan pikiran saya mulai menghitung "satu" seperti toharoh gitu, saya memikirkanya jadi was was tentang apa yang saya lakukan tadi niat saya apa..kalaupun niat mengulang dengan kaos kaki ya harusnya saya tidak ragu tapi ini malah was was 2.Saat SMA saya sudah was was parah terkait anjing, dan parnoan..pernah suatu ketika saya melihat anjing tetangga saya (ingatan saya samar-samar) antara mengendus dan menjilat atau meminum tapi pikiran ini mengatakan anjing itu meminum genangan air bekas hujan itu, nah saat akan teraweh bersama ibu saya, sajadah ibu saya ujungnya yang benang-benang itu jatuh dan terkena air genangan tersebut (tapi entah memang kena tidak, tapi sepertinya kena, ingatan saya sudah samar-samar karena sudah sangat lama) sayapun bingung waktu itu mau bilang takut karena posisi saya sudah pernah dimarahi terkait was was ini, dan entahlah saya bingung saat ini saya sangat merasa berdosa pada ibu saya, sekarang was was saya bertambah takut ibadah ibu saya tidak diterima karena itu, takut jika memang genangan itu najis dan sajadah itu sudah terkena tangan ibu saya dan melebar kemana-kemana, tolong bantu saya, saya harus bilang ke ibu saya? Dan apa perlu ibu saya mensucikan tanganya sajadahnya? Sedangkan beliau pasti tidak ingat dan tidak tahu kalau air itu bekas diendus atau diminum anjing, dan bagaimana mensucikanya? Ibadah beliau bagaimana? Dan itu kejadian sudah 8 tahun yg lalu, saya menyesal saya takut laknat Allah kepada keluarga saya, gara-gara saya, kata pak ustad yg saya tau beliau mengatakan jika semua ini dimaafkan oleh Allah, apakah benar? Jika saya mengulang membasuh itu semua dan ibu membasuh tubuhnya (saya kasihan sama ibu saya) apakah membatalkan segala amal ibadah kami? 3.Sekarang puncaknya bagian tubuh mana saja yang dulu pernah terkena najis setiap menyentuh barang atau saya membasuh bagian tubuh saya (kaki tangan) seperti ada yang membisiki "udah guyur saja bagian itu, diulangi" dan kadang waktu guyur karena saya trauma dg basuhan 7 kali (karena kejadian waktu SMA itu) setiap ke kamar mandi jika mencuci tangan atau kaki selalu dihitung 1 2 3 seperti itu pokoknya jangan nyebut 7, lalu saya sekarang was was niat saya tadi mengguyur apa ya, apakah saya berniat mengulangi karema saya menghitung waktu mengguyur kaki saya? Saya bingung, lalu karena sekarang kaki saya, saya kemana-kemana pakai kaos kaki, saya membayangkan toharoh kena najis dihitung 7 kali dengan air dan tanah, tapi kaki saya kelingking gerak dan saya kayak ada yg ngmg "tadi aku kan cuma membayangkan kan bukan niatan mengulang kan?" Saya was was lagi, tapi jujur ustad sepengetahuan saya kalau toharoh batal itu ya dibasuh sesuai ajaran bukan hanya sekedar kena kaos kaki trus dihitung 7 kali membuat batal, saya sebenernya yakin tapi ada sisi saya yg ketakutan ustad..mohon solusinya Saya takut ustad.. saya kadang merasa ingin bunuh diri karena teringat itu semua, kenapa beberapa tahun ini saya sudah hidup bahagia tidak memikirkan was was saya dulu, tapi kenapa saat ini teringat dan menjadi semakin parah, Tolong bantu saya ustad atau ustadzah, saya sekarang tinggal dikota yg beda dengan ibu saya, bagaimana ini, ibu saya pasti akan kepikiran kalau tiba-tiba saya suruh toharoh atau saya menceritakanya, reaksi bapak adek saya juga pasti akan bingung karena kejadian 8 tahun yang lalu..sungguh saya hanya ingin beribadah dengan baik, kenapa terasa berat ya..saya kadang berfikir apa lebih baik mati saja tapu saya teringat dosa saya yang masih banyak.. Mohon bantuannya Wa'laikumsalam wr wb JAWABAN 1. Perlu diketahui bahwa najisnya anjing masih menjadi perbedaan pendapat (ikhtilaf) ulama mazhab empat. Imam Maliki (dari mazhab Maliki dan guru dari Imam Syafi'i) menyatakan bahwa anjing yang hidup itu suci. Kalau anda ikut pendapat anda, maka tidak perlu anda berperilku was-was. Kedua, menurut mazhab Syafi'i, jilatan anjing adalah najis dan harus dicuci sebanyak 7 kali salahsatunya dengan debu/tanah. Namun dalam mazhab Syafi'i sendiri ada pendapat bahwa memakai debu/tanah itu bisa diganti dengan air. Berarti dibasuh 8 kali tanpa tanah itu juga sudah menyucikan. Juga, diganti sabun bisa menyucikan. Apabila mengikuti pendapat ini maka najis anda di masa kecil dulu itu sudah suci. Karena anda pastinya sudah membasuh tubuh lebih dari 8 kali atau memakai sabun saat mandi. Baca detail: Cara Menyucikan Najis Anjing dalam Madzhab Syafi'i (Berbagai Pendapat) Ketiga, perlu diketahui bahwa menyucikan najis itu tidak perlu niat. Yang diperlukan adalah praktek nyata. Jadi, kalau ada najis di badan, cara menyucikannya adalah dengan menyiram najis itu dengan air. Baca detail: Cara Menyucikan Najis Ainiyah dan Hukmiyah 2. Dalam kasus 1 dan 2 anda sebaiknya ikut pendapat mazhab Maliki yang menganggap anjing itu suci. Pendapat ini sangat dianjurkan bagi anda agar penyakit was-was anda sembuh. Perlu diketahui, bahwa Imam Maliki adalah pendiri mazhab fikih yang paling senior di antara empat mazhab fikih yang lain. Sehingga pendapatnya sangat otoritatif. Baca detail: Najis Anjing Menurut Empat Madzhab 3. Kalau ada suara yang membisiki anda, maka kemungkinan besar itu adalah suara ilusi anda sendiri. Abaikan. Karena dari penjelasan kami di atas, dengan memakai mazhab Maliki, seluruh hal yang terkait dengan najis anjing itu tidak ada. Semua bagian dari tubuh anda dan bagian rumah anda statusnya suci. Dengan demikian, maka semoga anda merasa tenang melaksanakan semua ibadah anda baik shalat maupun lainnya. Ingat, kunci terbaik sembuh dari was-was adalah mengabaikannya. Baca detail: Cara Sembuh Was-was Najis, Wudhu, Mandi, Shalat Anda tampaknya ada sedikit menderita sakit psikologis. Silahkan baca doa berikut agar sembuh dan kembali tenang. Baca setiap selesai shalat fardhu. Baca detail: Doa Hati Tenang dan Cerdas

عن الكاتب

KSI Al-Khoirot

التعليقات


جميع الحقوق محفوظة

Konsultasi Syariah Islam Al-Khoirot (KSIA)