Pengajian Kitab Gundul Pesantren 06/05/2026: Tafsir, Hadis dan Fikih
Pengajian Kitab Gundul Pesantren 06/05/2026: Tafsir QS Hud ayat 64-67, Hadis Sahih Bukhari Hadits No. 2300 dan Fikih Al-Umm Imam Syafi'i Bab: Takbir
Nama kitab yang dikaji: Tafsir Jalalain, Sahih Bukhari, Al-Umm
Pengajar:
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang
Hari dan Waktu: Rabu, 6 Mei 2026;
Jam: 05.00 s/d 06.00
WIB PAGI
Livestreaming:
Al-Khoirot Official
Sifat pengajian: untuk Santri dan Masyarakat Umum.
Pengajian
Kitab Kuning Tafsir Jalalain, Sahih Bukhari Hadits No. 2298, Al-Umm Imam
Syafi'i, Konsultasi / Tanya Jawab Islam
Daftar Isi
- Video Livestreaming Pengajian
- Al-Quran dan Terjemahnya QS Hud ayat 64-67
- Tafsir Jalalain QS Hud ayat 64-67
- Sahih Bukhari Hadits No. 2300
- Al-Umm Imam Syafi'i: Bab: Takbir untuk Ruku’ dan Gerakan Lainnya
- Konsultasi / Tanya Jawab Islam
VIDEO Rekaman Livestreaming Pengajian Kitab 6 Mei 2026
Al-Quran dan Terjemahnya QS Hud ayat 64-67
وَيَا قَوْمِ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ
فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ
﴿٦٤﴾
Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mu’jizat (yang
menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah,
dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan
kamu ditimpa azab yang dekat.” (11:64)
فَعَقَرُوهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوا فِي دَارِكُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ ۖ ذَٰلِكَ
وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ ﴿٦٥﴾
Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shaleh: “Bersukarialah kamu sekalian di
rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.”
(11:65)
فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا صَالِحًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ
بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَمِنْ خِزْيِ يَوْمِئِذٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْقَوِيُّ
الْعَزِيزُ ﴿٦٦﴾
Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang
beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan dari kehinaan di hari itu.
Sesungguhnya Tuhanmu Dia-Lah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (11:66)
وَأَخَذَ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دِيَارِهِمْ
جَاثِمِينَ ﴿٦٧﴾
Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu
mereka mati bergelimpangan di rumahnya, (11:67)
كَأَن لَّمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۗ أَلَا إِنَّ ثَمُودَ كَفَرُوا رَبَّهُمْ ۗ
أَلَا بُعْدًا لِّثَمُودَ ﴿٦٨﴾
seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah,
sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah
bagi kaum Tsamud. (11:68)
Tafsir Jalalain QS Hud ayat 64-67
{ ويا قوم هذه ناقة الله لكم آية } حال عامله الإشارة { فذروها تأكل في
أرض الله ولا تمسوها بسوء } عقر { فيأخذكم عذاب قريب } إن عقرتموها
064. ("Hai kaumku! Inilah unta betina dari Allah sebagai mukjizat yang
menunjukkan kebenaran untuk kalian) lafal aayatan berkedudukan menjadi hal
atau kata keterangan sedangkan yang menjadi amilnya adalah isim isyarah atau
lafal haadzihii tadi (sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan
janganlah kalian mengganggunya dengan gangguan apa pun) seperti menyembelihnya
(yang akan menyebabkan kalian ditimpa azab yang dekat.") jika kalian
menyembelihnya.
{ فعقروها } عقرها قدار بأمرهم { فقال } صالح { تمتعوا } عيشوا { في داركم ثلاثة
أيام } ثم تهلكون { ذلك وعد غير مكذوب } فيه
065. (Maka mereka menyembelihnya) unta betina itu disembelih oleh seseorang
yang kuat atas perintah mereka (maka ia berkata) Nabi Saleh ("Bersuka-rialah
kalian) bersenang-senanglah kalian (di rumah kalian selama tiga hari) kemudian
kalian akan binasa (itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.") janji yang
tidak diingkari lagi.
{ فلما جاء أمرنا } بإهلاكهم { نجينا صالحا والذين آمنوا معه } وهم أربعة آلاف {
برحمة منا و } نجيناهم { من خزي يومئذ } بكسر الميم إعرابا وفتحها بناء لإضافته
إلى مبني وهو الأكثر { إن ربك هو القوي العزيز } الغالب
066. (Maka tatkala datang perintah Kami) yang memerintahkan supaya mereka
dibinasakan (Kami selamatkan Saleh beserta orang-orang yang beriman bersama
dia) jumlah mereka ada empat ribu orang (dengan rahmat dari Kami dan) Kami
selamatkan pula mereka (dari kehinaan di hari itu) kalau dibaca yaumi-idzin
dianggap sebagai isim yang mu`rab dan kalau dibaca yaumaidzin dianggap sebagai
isim yang mabni karena diidhafatkan kepada isim yang mabni pula; demikianlah
menurut pendapat kebanyakan ahli nahwu. (Sesungguhnya Rabbmu Dialah Yang Maha
Kuasa lagi Maha Perkasa) Maha Menang.
{ وأخذ الذين ظلموا الصيحة فأصبحوا في ديارهم جاثمين } باركين على الركب ميتين
067. (Dan satu suara yang keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang lalim
itu lalu mereka mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka) dalam keadaan
bersimpuh pada lutut mereka padahal mereka telah mati semuanya.
{ كأن } مخففة واسمها محذوف أي كأنهم { لم يغنوا } يقيموا { فيها } في دارهم {
ألا إن ثمود كفروا ربهم ألا بعدا لثمود } بال صرف وتركه على معنى الحي والقبيلة
068. (Seolah-olah) lafal ka-an adalah takhfif daripada ka-anna sedangkan
isimnya tidak disebutkan, kepanjangannya adalah ka-annahum, artinya
seolah-olah mereka (belum pernah berdiam) belum pernah tinggal (di tempat itu)
di dalam rumah mereka. (Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan
mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud) lafal tsamuud dapat
ditanwinkan sehingga menjadi tsamuudan dan dapat pula dibaca tanpa memakai
tanwin sehingga menjadi tsamuuda. Makna yang dimaksud ialah kabilahnya.
Sahih Bukhari Hadits No. 2300
٢٣٠٠ - حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ يَزِيدَ،
عَنْ أَبِي الْخَيْرِ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رضي الله عنه: «أَنَّ
النَّبِيَّ ﷺ أَعْطَاهُ غَنَمًا يَقْسِمُهَا عَلَى صَحَابَتِهِ، فَبَقِيَ
عَتُودٌ، فَذَكَرَهُ لِلنَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: ضَحِّ أَنْتَ.»
2300 - Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Khalid: Telah
menceritakan kepada kami Al-Laits, dari Yazid, dari Abu al-Khair, dari Uqbah
bin 'Amir radhiyallahu 'anhu:
"Bahwa Nabi ﷺ memberinya sejumlah kambing untuk ia bagikan kepada para sahabatnya. Kemudian tersisa seekor kambing muda ('atud*), lalu ia menyebutkan hal itu kepada Nabi ﷺ. Beliau lantas bersabda: 'Berkurbanlah engkau dengannya'."
"Bahwa Nabi ﷺ memberinya sejumlah kambing untuk ia bagikan kepada para sahabatnya. Kemudian tersisa seekor kambing muda ('atud*), lalu ia menyebutkan hal itu kepada Nabi ﷺ. Beliau lantas bersabda: 'Berkurbanlah engkau dengannya'."