Hukum Menikahi Gadis Hasil Zina dan Menyikapi Ibu yang Tidak Setuju

Hukum menikahi gadis hasil zina dan menyikapi ibu yng tidak setuju karena status gadis itu.

PERTANYAAN
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Saya mau bertanya hukum dan aturan menikahi gadis hasil zina menurut islam

1. siapa binti (maksudnya, wali nikah - red) dari gadis itu karena ayah dan ibu biologisnya sempat menikah sebelum dya dilahirkan. Orangtuanya menikah saat usia kehamilan 2bulan dan bercerai saat gadis itu berumur 10bulan

2. dan bagaimana menyikapi orangtua (Ibu) saya yg kurang setuju karena status gadis tersebut.
Mohon bimbingannya dan,
Terimakasih sebelumnya

wassalamu'alaikum Wr.Wb.

JAWABAN

Jawaban pertanyaan ke-1: Anak tersebut bukan anak zina. Ia anak sah dari ayah dan ibu biologisnya yg menikah saat hamil 2 bulan. Karena itu, walinya adalah ayahnya menurut sebagian pendapat ulama fiqih. Lihat di artikel berikut: Pernikahan Wanita Hamil Di Luar Nikah dan Status Anak

Jawaban pertanyaan ke-2: Dalam konteks perkawinan itu sendiri, setuju atau tidaknya seorang ibu/bapak calon pengantin laki-laki tidak menjadi syarat sahnya pernikahan. Artinya, perkawinan tetap sah walaupun ibu atau ayah Anda tidak setuju pada wanita pilihan Anda.

Namun, menikah itu pada hakekatnya bukan hanya antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Perkawinan yang ideal harus melibatkan dan restu dari kedua orang tua masing-masing. Apalagi, dalam Islam ketaatan pada orang tua itu adalah wajib. Lihat artikel: Wajibnya Mentaati Kedua Orang Tua. Dalam Al-Quran Allah memerintahkan (mewajibkan) seorang anak tidak hanya taat pada orang tua tapi juga lebih dari itu berbakti kepada mereka. Dalam QS An-Nisa' 4:36 dikatakan

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Artinya: Dan sembahlah Allah jangan menyekutukan-Nya dan berbuat baik kepada orang tua.

Sebagai jalan tengah, kalau Anda sudah sangat mencintai wanita itu dan perilakunya juga agamis, maka Anda dapat saja meneruskan rencana Anda menikahinya namun sebelum itu berusahalah secara maksimal untuk berkomunikasi dengan baik dengan ibu Anda. Melunakkan hatinya. Memberi pengertian padanya. Kalau setelah berbagai usaha ibunda tidak juga setuju, yang terbaik menurut saya adalah mentaati kehendak ibu.

Ingat, ibu Anda "mengabdi" tanpa diminta pada Anda sejak Anda masih dalam kandungan, sampai lahir, masa-masa balita dan masa remaja bahkan mungkin sampai sekarang. Adalah sangat ironis kalau Anda tidak mentaati permintaan beliau untuk tidak menikah dengan seorang wanita tertentu karena latarbelakangnya sementara masih banyak wanita lain yang dapat menjadi pilihan yang lebih baik.

Banyak cara untuk melunakkan hati ibu seperti melalui mediasi teman-teman ibu yang sangat dipercaya atau melalui ayah dan paman. Namun kalau seandainya anda memilih tetap akan menikahinya, maka secara syariah itu sah.

Dari sisi yang lain, yakni sisi ibu, hendaknya orang tua juga tidak terlalu memaksakan kehendak dengan bersikeras menolak keinginan anaknya kecuali apabila keinginan itu bertentangan dengan syariah.

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

2 comments:

  1. asalamualaikum , Wr, Wb..
    saya mau bertanya, ibu saya dan ayah saya menikah saat kandungannya 2bln atau 1bln lalu ayah saya sudah meninggal. dan saya mau menikah tetapi keluara ayah saya tidak mau menjadi wali nikah saya, meskipun saya sudah berusaha untuk berbicara. apakah saya dosa jika tidak memakai wali dari pihak ayah saya? dan sebaiknya siapa yg menjadi wali nikah saya, terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ustadz Pesantren Al-KhoirotAugust 25, 2012

      Wali nikah harus dari pihak lelaki dari keluarga ayah. Lihat detailnya di sini -> http://www.alkhoirot.net/2012/03/pernikahan.html#7

      Kalau tidak ada yang mau, maka bisa dinikahkan oleh wali hakim yaitu modin desa atau pegawai KUA.

      Delete

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!