Monday, July 07, 2014

Sanksi Hukuman bagi yang Tidak Shalat 5 Waktu


Sanksi Hukuman bagi yang Tidak Shalat 5 Waku

HUKUMAN BAGI YANG TIDAK SHALAT

Assalamualaikum wb.

Saya pernah mendengar ceramah seorang ustazd menyatakan jika kita tidak :
1. Shalat subuh maka tidak akan diterima doa dan amalannya di dunia dan akhirat
2. Shalat dzuhur maka kita membunuh 1000 ulama dlam 1 tahun
3. Shalat ashar maka kita akan membuat hancurnya kiblat/ka'bah
4. Shalat maghrib maka kita telah memperkosa ibu kandung kita sendiri
5. Shalat isya maka tidak akan diampuni dosa2 kita selama 600tahun.

1. Nah yang saya ingin tanyakan apakah pernyataan diatas benar??? 2. trus atas dasar apa dan adakah dalil naqlidan aqlinya???
terima kasih

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. HUKUMAN BAGI YANG TIDAK SHALAT
  2. SOAL TALAK KINAYAH
  3. SUAMI NGIN RUJUK ISTRI TIDAK MAU
  4. INGIN MENIKAH DENGAN WANITA NASRANI, TAKUT BILANG KE ORANG TUA
  5. AURAT PEREMPUAN BAGI MAHRAM, SUAMI DAN NON-MAHRAM
  6. BAGIAN WARISAN UNTUK ANAK, ISTRI DAN ANAK TIRI
  7. WARISAN PENINGGALAN KAKAK PEREMPUAN
  8. TAKLIK TALAK SUAMI PADA ISTRI
  9. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


JAWABAN

Kami sudah meneliti tentang hadits yang mungkin isinya ada kaitan dengan kalimat yang anda kutip. Ternyata kami tidak menemukannya. Kami menyimpulkan, hukuman-hukuman di atas tidak benar. Kalau ada yang mengklaim bahwa keterangan di atas berasal dari hadits, maka kemungkinan besar itu adalah hadits palsu (maudhu').

Terkait orang yang mengakhirkan shalat atau melakukan shalat di luar waktu yang sudah ditentukan, maka hukuman Allah adalah Neraka wail seperti disebut dalam QS Al-Maun ayat 4-5 "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,"

Sedangkan bagi yang meninggalkan atau tidak melaksanakan shalat sama sekali Nabi bersabda dalam sebuah hadits sahih sebagai berikut:
"بين الرجل والكفر والشرك ترك الصلاة

Artinya: Di antara seorang laki-laki dan kekufuran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat.

_____________________


SOAL TALAK KINAYAH

Assalam wrwb,
Mohon bantuannya untuk penjelasan ini "Coba tanya kan lagi, suami tidak pernah menyebut cerai, tetapi selesai. Dan berulang2 kali menyebut selesai. Suami pernah juga menyuruh Isterinya untuk menikah lagi", namun belum adanya proses pengadilan hingga saat ini dan masih mengaku didepan semuan sbg. suami isteri. Apa Ini dikategorikan Talak 3 ?
Demikian terimakasih.


JAWABAN

1. Ucapan "selesai" bisa bermakna talak kinayah yang jatuh atau tidaknya talak itu tergantung pada niat suami. Makanya, kami meminta anda untuk menanyakan pada suami apakah dia ada niat cerai saat mengucapkan itu? Kalau tidak ada, berarti tidak terjadi talak.

2. Talak suami pada istri dalam syariah tidak tergantung pada proses pengadilan. Kalau suami mengatakan pada istrinya "Aku cerai kamu," maka talaknya sah dan jatuh talak. Di manapun suami mengucapkan kalimat itu. Baik di pengadilan atau di luar pengadilan. Bahwa suami mengaku di depan orang sebagai suami istri itu tidak menunjukkan apa-apa. Lihat detail: Cerai dalam Islam

_____________________


SUAMI NGIN RUJUK ISTRI TIDAK MAU

Assalamu'alaikum wrwb.

Saya seorang istri yg telah ditalak setahun lebih.

1. Suami ingin rujuk tetapi saya sudah tidak bisa dan tidak mau lagi.
2. Apakah saya berdosa.
3. Suami tidak bersedia menceraikan,
4. dan apakah saya boleh mengajukan gugatan cerai?

Terima kasih ... Wassalamu'alaikum wrwb. (T di madiun)

JAWABAN

1. Kalau talak sudah berjalan satu tahun, maka masa iddah untuk rujuk sudah habis. Istri bebas menentukan apakah akan kembali pada suami atau menikah dengan laki-laki lain. Kalau ternyata ingin kembali pada suami, maka tetap harus dengan akad nikah dan mahar baru.
2. Anda tidak berdosa.
3. Kalau sudah ditalak setahun lebih, maka statusnya bukan suami lagi, tapi mantan suami. Bersedia atau tidak, suka atau tidak, dia bukan lagi suami anda.
4. Anda berdua sudah talak mengapa mesti mengajukan gugat cerai?

_____________________


INGIN MENIKAH DENGAN WANITA NASRANI, TAKUT BILANG KE ORANG TUA

Ustad, saya mau tanya.
Saya muslim, dan pacaran sama nasrani.
1. Bagaimana ya cara ngomong ke ortu saya, kalau mau menikahinya. Sdangkan, pacar saya mau saya ajak masuk muslimah.


JAWABAN

1. Tinggal bilang pada ortu bahwa anda mau menikahi seorang wanita Nasrani yang siap masuk Islam. Kalau tidak berani, bisa minta tolong pada orang lain.

_____________________


AURAT PEREMPUAN BAGI MAHRAM, SUAMI DAN NON-MAHRAM

assalamu'alaikum pak ustad saya lagi belajar untuk menutup aurat saya sesuai aturan islam.
yg saya tanyakan
1. siapa sajakah yang boleh melihat anggota tubuh saya dari pihak saya dan pihak suami?
2.bagian tubuh manakah yang boleh terlihat.?
mohon penjelasannya sedetail mungkin
terimakasih pak ustad

JAWABAN

1. Au-rat perempuan yang harus ditutup di depan lawan jenis selain mahram adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Tidak boleh ada yang melihat anggota tubuh anda selain kedua hal tersebut kecuali suami tentunya. Adapun suami maka ia boleh melihat seluruh tubuh istrinya. Begitu juga sebaliknya, istri boleh melihat seluruh tubuh suaminya.

Pihak selain suami yang boleh melihat adalah lawan jenis yang ada hubungan mahram itupun terbatas pada anggota tubuh tertentu. Begitu juga, sesama wanita hanya boleh melihat anggota tubuh tertentu. Lebih detail: Mahram dalam Islam.

Jadi, dari pihak anda yang boleh melihat anggota tubuh anda selain wajah dan telapak tangan adalah kerabat yang ada hubungan mahram. Sedangkan dari pihak suami, adalah mertua baik laki-laki maupun mertua perempuan. Itupun dapat melihat secara terbatas seperti bagian atas adalah leher dan kepala sedang bagian bawah adalah lutut ke bawah.

2. Wajah dan telapak tangan. Lihat: Au-rat dalam Islam.

_____________________


BAGIAN WARISAN UNTUK ANAK, ISTRI DAN ANAK TIRI

Assalamualaikum Ustadz.

Saya mau bertanya, saya prmpuan, anak bungsu dari 7 bersaudara. Anak 1 (kakak laki2) merupakan anak bawaan dari ibu sebelum menikah dgn ayah saya. sedangkan anak ke 6 (kakak prmpuan) di adopsi oleh adik kandung ibu saya shingga akta lahir dan KK ikut tante saya. Semua anak pd saat setelah menikah diberi hibah rumah oleh ayah saya. sebelum ayah saya meninggal, karena saya belum menikah, ayah saya memberikan amanah/wasiat/pesan bahwa rumah yang ditempati beliau akan dihibahkan sebagian untuk saya dan sebagian untuk ibu saya. pd saat itu ibu memutuskan bagian saya adalah 1 milyar dari penjualan rumah dan ayah saya menyetujui. kemudian pd feb 2013 lalu ayah saya telah meninggal, dan di tahun yg sama saya berencana untuk menikah. tetapi ibu saya kurang setuju dgn calon suami saya. bahkan ibu saya yg mudah terpengaruh mulai dipengaruhi oleh kakak2 saya sehingga 2 mggu sbelum saya menikah, saya dipaksa oleh kakak2 saya untuk melakukan perjanjian pranikah dgn calon suami (karena takut suami saya merebut harta saya kelak).

berhubung saya tidak mau akhir nya ibu saya memutuskan tidak jadi memberi bagian saya yg 1 milyar, tetapi saya dibelikan rumah yg kondisi, harga ato letaknya ditentukan oleh ibu. tetapi ibu tidak menyebutkan nominal nya. dan disetujui oleh semua, akhirnya karena saya tidak mau membantah ibu, saya menyetujui jg, mengingat ibu saya pasti akan membelikan saya rumah yang pantas, paling tidak hampir setara dgn rumah kakak2 saya. tetapi selang 11 hari setelah saya menikah (nov 2013) ibu saya meninggal dan belum menjual rumah yg ditempati oleh ayah dan ibu. akhirnya kakak2 saya berkumpul dan menyepakati untuk rumah dijual, bagian saya adalah 350 jt, karena kata kakak2 saya ibu pernah mau membelikan saya rumah seharga itu (tp saya tidak pernah dengar sendiri). sisa nya akan dibagi 2, yg satu dibagi menjadi 8 (anak kandung ayah ibu, 4 prmpuan dan 2 laki) sedangkan yg satu lg dibagi mjd 10 (anak bawaan dan kandung, 4 prmpuan dan 3 laki). saya sebetul nya merasa tidak terima dgn bagian saya yg 350 jt, karena rumah kakak2 saya yg lain jika dijual skitar 600 jt lebih, sedangkan saya hanya diberi kurang dr mereka. itupun proses menjual nya berkesan terlalu lama, karena harga jual nya ada yg minta tinggi, ato pngurusan surat2 (surat ket. waris, surat balik nama waris, dll) masih belum di urus.

1. apakah pembagian tersebut sudah benar pak ustadz? jika memang yg saya terima menurut islam sudah wajar,

2. bagaimana agar kakak2 saya bisa segera memberikan bagian saya, karena hanya saya saja yg belum punya rumah, tetapi mereka seolah tidak peduli...

mohon tanggapan nya pak Ustadz. terima kasih. Assalamualaikum Wr. Wb.

JAWABAN

1. Yang jelas, dalam hukum waris Islam adalah (a) harta yang diwaris adalah harta peninggalan almarhum yang sewaktu hidupnya belum dihibahkan; (b) dalam kasus anda yang mendapat warisan adalah istri dan anak kandung almarhum. Sedangkan anak tiri atau anak angkat tidak mendapat warisan.

2. Anda bisa memintanya pada ahli waris lain. Kalau tidak mau, anda bisa mengajukan gugatan ke pengadilan agama. Lebih detail lihat: Hukum Waris Islam

_____________________


WARISAN PENINGGALAN KAKAK PEREMPUAN

Assalamualaikum wr.wb

Saudara kandung perempuan (kakak) saya wafat. tidak menikah, Ayah -ibu kami sudah wafat.. Ahli waris 3 adik laki-laki dan 5 adik perempuan. Yang ingin saya tanyakan :

1. Bagaimana pembagian harta warisan menurut hukum Islam untuk setiap orang saudara perempuan sekandung dan saudara laki2 sekandung dari warisan kakak tsb.?
Terima kasih

Wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Semua harta dibagi untuk kedelapan saudara kandung. Di mana yang laki-laki mendapat dua kali lipat dari anak perempuan. Jadi, harta dibagi menjadi 11 bagian. Ketiga saudara laki-laki masing-masing mendapat 2 bagian, sedang kelimat saudara laki-laki masing-masing mendapat bagian 1. Lebih detail lihat: Hukum Waris Islam

_____________________


TAKLIK TALAK SUAMI PADA ISTRI

Assalammualaikum Ustad,

saya D baru 5 bulan nikah, tapi sering bertengkar. dan akhirnya saya kelepasan bilang kepada istri'kalo kamu berkhianat 3x,kamu saya cerai'. dan terakhir kemarin istri saya bilang ke saya'kalo kamu jelalatan saya minta cerai'dan tanpa sengaja saya bilang 'iya'.

Pertanyaannya,
1. apakah sudah jatuh talak?
2. dan apakah pernikahan kami masih sah?

terima kasih ustad.mohon dijawab.
Assalamualaikum

JAWABAN

1. Itu namanya talak muaallaq atau taklik talak yakni talak kondisional. Talak baru terjadi kalau kondisi yang disyaratkan terjadi. Artinya, kalau istri anda berkhianat 3x, maka jatuh talak 1 secara otomatis. Sedangkan ucapan istri 'kalo kamu jelalatan saya minta cerai', itu tidak otomatis jatuh talak redaksi kalimatnya berbeda. Lebih detail: Cerai dalam Islam

2. Pernikahan masih sah.



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..