Tuesday, January 26, 2016

Istri Ingin Cerai karena Hinaan Suami


Istri Ingin Cerai karena Hinaan Suami
ISTRI INGIN CERAI KARENA HINAAN SUAMI DAN TIDAK CINTA

Assalamu'alaikum pak ustadz.
Saya mohon konsultasi, pak ustadz.

Saya seorang istri yang telah mempuyai 3 orang anak yang mulai beranjak besar, usia 14,10 dan 8 tahun. Pernikahan saya sudah 15 tahun. Awal menikah suami saya pernah selingkuh dengan wanita lain saat saya dalam keadaan hamil anak kedua. saya tidak menuntutnya dan memaafkannya. Dan saya tidak pernah mengungkit2 kejadian itu sampai sekarang. Kemudian suami bertobat dan tidak mengulanginya kembali.perangai suami dalam 14 tahun menikah belum agamis.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. ISTRI INGIN CERAI KARENA HINAAN SUAMI DAN TIDAK CINTA
  2. CARA KONSULTASI AGAMA

Sekarang suami saya mulai belajar agama pelan2. Kalau dahulu, suami bahkan cenderung kasar dari segi ucapan kadang kala sering memaki-maki saya dan sering tidak menafkahi saya sebagai istri. Intinya pertengkaran kami selama itu sering hanya karena keuangan. Padahal saya seorang istri yang bekerja, saya ikhlas menggunakan uang gaji saya untuk mencukupi rumah tangga karena tidak mau sering bertengkar dengan suami karena keuangan.

3 tahun yang lalu tidak disadari saya bertemu seorang lelaki yang saya anggap baik karena sering menjadi teman curhat masalah rumah tangga saya, akhirnya saya terjerumus dalam perselingkuhan juga. Laki2 itu belum menikah dan mapan. suami mengetahui dan memukuli saya habis2an, saya pasrah, sekalipun dihukum rajam sampai mati pun saya rela karena saya sadar saya sgt berdosa besar melakukan maksiat. Namun saat ini, Saya sudah bertobat kepada Allah dan berusaha istiqomah, pak ustadz.

Saya tidak pernah mau tau lagi laki2 yang membuat saya terjerumus dalam perzinahan, dan perbuatan ini 1 kali saya lakukan karena terjebak dibawah pengaruh minuman. Tp saya sudah tinggalkan semua kehidupan yang penuh dosa itu. Akhirnya, Suami saya dapat menerima saya kembali dan mengatakan asalkan saya tidak sampai berzina saya diterima kembali. Semuanya saya lakukan karena demi anak2 saya dan saya ingin kembali kepada keluarga.

Saat itu, saya berbohong kepada suami dan mengatakan kalau saya selingkuh tidak sampai berzina hanya sebatas mengobrol saja. Saya hanya bisa memendam rahasia ini sampai akhir hayat saya. Hanya Allah swt yang maha pengampun dan menutup aib saya. Tp sampai saat ini saya tidak tenang, pak ustadz. Saya sudah bertobat nasuhah dan berjanji tidak akan mengulangi dosa besar saya. saya tidak pernah meninggalkan sholat fardu lagi saat ini, saya sering berpuasa bahkan selalu senin kamis dan puasa ajaran nabi daud karena saya merasa masa lalu saya kotor sekali. Dzikir dan istighfar slalu sepanjang waktu mhn ampunan kepada Allah.

alhamdulillah, seiiring waktu, saat ini saya sering bertemu teman2 akhwat yang sholehah, dan akhirnya saya sering bermajelis taklim. Diluar waktu bekerja saya, saya sering ikut pengajian dan belajar ilmu agama dengan para mursyid di majelis taklim. Alhamdulillah saya sudah berhijab syar'i. Karir pekerjaan saya semakin baik. Tp saya tidak pernah lalai menutup aurat saya rapat2. Bahkan saya tidak pernah lagi melawan suami saya saat ini.

Yang ingin saya konsultasikan, saya telah menyimpan rahasia besar tentang perzinahan saya kepada suami, pak ustadz. Dalam hati saya, saya tidak pernah bisa mencintai suami saya lagi, walaupun suami tidak kasar lagi kepada saya. sampai detik ini, suami sering mengungkit2 perselingkuhan saya bahkan menghina saya terus2an. Membuat hati saya sakit, karena dahulu saat suami berselingkuh, saya tidak pernah mengungkit kesalahannya.

Saat ini, yang saya lakukan sebagai istri tetap melayani suami, mengurus rumah tangga semata2 hanya karena takut kepada Allah dan karena anak2, saya bertahan. Tp saya tidak sanggup bersama suami saya lagi. Rasa cinta saya buat suami tidak ada lagi rasanya. Saya ingin beribadah dengan tenang, pak ustadz. Saya takut kufur kepada Allah karena saya tidak bisa mencintai suami saya lagi. Karena selama 3 tahun terakhir, hinaan terus menerus yang saya terima.

1. Bolehkah saya mengajukan perceraian dan mengakui bahwa saya pernah berzina, kepada suami saya ditinjau dari sayaariat islam, pak ustadz? Saya memilih bercerai karena saya takut menyimpan kebohongan ini slama pernikahan saya kepada suami.

Atas bantuan pak ustadz berkenan menjawabnya. Saya ucapkan terimakasih. Semoga Allah swt membalas kebaikan pak ustadz. Dan semoga Allah swt senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah bagi kita semua. Amin ya robbal alamin

Wassalam


JAWABAN

1. Tidak mencintai suami itu saja sudah cukup sebagai alasan yang syar'i untuk meminta cerai pada suami atau melakukan gugat cerai ke Pengadilan Agama. Dalam hadis sahih riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas diriwayatkan:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما أَنَّ امْرَأَةَ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ مَا أَعْتِبُ عَلَيْهِ فِي خُلُقٍ وَلا دِينٍ ، وَلَكِنِّي أَكْرَهُ الْكُفْرَ فِي الْإِسْلَامِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (أَتَرُدِّينَ عَلَيْهِ حَدِيقَتَهُ ؟ قَالَتْ : نَعَمْ . قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اقْبَلْ الْحَدِيقَةَ وَطَلِّقْهَا تَطْلِيقَةً).

Artinya: Dari Ibnu Abbas r.a. diceritakan: Istri Tsabit bin Qais datang menemui Rasulullah dan ia berkata: “Wahai Rasulullah, aku tidak mencela suamiku Tsabit bin Qais baik dalam hal akhlak maupun agamanya. Hanya saja aku khawatir akan terjerumus ke dalam kekufuran setelah (memeluk) Islam (karena tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai istri)”. Rasulullah bersabda:” Apakah kamu bersedia mengembalikan kebun itu kepada suamimu? Wanita itu menjawab: “Saya bersedia”, lalu Rasulullah berkata kepada suaminya: “Ambilah kebun itu dan ceraikan istrimu”

Hadits ini menunjukkan bahwa istri boleh meminta cerai pada suami hanya karena alasan tidak cinta. Bukan alasan lain-lain. Sedangkan dalam kasus anda banyak hal yang telah menyebabkan keinginan anda untuk berpisah disamping karena tidak cinta tadi. Jadi, secara syariah tidak ada masalah dengan keinginan Anda.

Namun, secara legal formal rasa tidak cinta itu belum cukup dijadikan alat untuk mengajukan gugat cerai di pengadilan. Namun bukan berarti tidak ada. Sebagaimana anda sebut, kurangnya nafkah suami pada anak istri dan seringnya terjadi hinaan suami bisa menjadi alasan. Dalam Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam (KHI) disebutkan:
Perceraian dapat terjadi karena alasan atau alasan-alasan:
f. antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga;
Lebih detail lihat di sini.

Oleh karena itu, tidak perlulah bagi anda untuk membuka aib yang pernah anda lakukan hanya agar suami menceraikan anda atau karena sebab lain. Karena, Islam melarang seseorang membuka aibnya sendiri dan menutup aib itu adalah bagian dari cara taubat nasuha. Nabi bersabda:
Nabi bersabda dalam hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim

كل أمتي معافى إلا المجاهرين، وإن من المجاهرة أن يعمل الرجل بالليل عملا، ثم يصبح وقد ستره الله، فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربه، ويصبح يكشف ستر الله عنه

Artinya: Seluruh umatku diampuni kecuali al-mujahirun (orang yang terang-terangan berbuat dosa), dan termasauk bentuk Mujaharoh (terang-terangan dalam berbuat dosa) adalah seseorang berbuat dosa pada malam hari, kemudian pada pagi hari dosanya telah ditutup oleh Allah, dia berkata: "Wahai fulan semalam aku telah melakukan seperti ini dan ini (menceritakan dosanya)." Allah telah menutupi dosanya di malam hari, tetapi dia membuka kembali dosa yang telah ditutup oleh Allah tersebut.

Baca detail: Cara Taubat Nasuha



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..