Wednesday, February 24, 2016

Istri Menolak Melanjutkan Rumah Tangga


Istri Menolak Melanjutkan Rumah Tangga
ISTRI TIDAK MAU KEMBALI, BAGAIMANA SIKAP SUAMI?

Assalammualaikum wr wb.. Semoga ustad selalu dalam lindungan Allah SWT. Sebelumnya ditahun 2014 yang lalu, saya pernah mengirimkan permasalahan rumah tangga (RT) saya ini dan sudah mendapatkan jawaban yang jelas saat itu sehingga bisa kami jadikan patokan untuk kelangsungan RT kami (baca judul: "Hukum menikah saat hamil dan Talak tapi lupa") dan ada juga kiriman kami judul: ("Suami tidak tahu ucapan cerai berakibat talak").

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. ISTRI TIDAK MAU KEMBALI, BAGAIMANA SIKAP SUAMI?
  2. CARA KONSULTASI AGAMA

Berdasarkan jawaban dan keterangan dari pengasuh konsultasi alkhoirot saat itu, ditambah ada pendapat dari ustad yang lain beserta pendapat 2 orang petugas p3n yang berbeda dikota tempat kami tinggal mengatakan bahwa RT kami masih bisa untuk diteruskan, maka diawal tahun 2015 tadi saya dan istri melaksanakan akad nikah yang baru dengan syarat nikah yang lengkap.

Setelah akad nikah itu saya merasa tidak ada lagi masalah dengan urusan RT kami ini. Seiring waktu pertengkaran dalam RT kami masih sering terjadi, tetapi karna saya sudah tau dan cukup mengerti urusan talak maka saya sangat menghindarkan ucapan ucapan yang berarti adalah talak, walaupun istri yang terakhir sering berkata meminta cerai dari saya saat kami bertengkar (tapi keinginan istri ini tidak pernah saya tururi).

Ustad, diantara penyebab seringnya kami bertengkar terakhir setelah kami melakukan akad nikah yang baru itu dikarnakan kami sedang secara financial, dulu kami memiliki rumah yang layak dengan kendaraan mobil dan lainnya, tetapi semua itu habis terjual untuk membayar hutang saya ditahun 2013 yang lalu. Dikarnakan urusan ekonomi inilah istri juga ikut membantu saya mencari nafkah dengan cara berjualan online shop baju muslimah dari rumah.

Setelah kami melakukan nikah ulang itu juga ada sekitar 3 bulan saya menganggur belum mendapatkan pekerjaan sehingga masalah ekonomi ini rentan menjadi pemicu kami bertengkar. Setelah 3 bulan itu saya mendapatkan pekerjaan yang agak jauh diluar kota dengan menggunakan transportasi mobil dan kapal air untuk menuju lokasi kerja proyek tersebut dan alhamdulillah sampai sekarang saya masih bekerja diproyek itu.
Ustad, sebagai suami saya sudah mulai berusaha menyayangi anak anak kami dan istriku, tapi entah mengapa terakhir ini istriku yang berubah tidak peduli dan acuh kepadaku sebagai suaminya. Lebih menyakitkan lagi istriku lebih mementingkan aktifitasnya jualan online shop nya yang memakai 3 unit Hp daripada memberikan kepedulian kepadaku sebagai suaminya.

Contoh kecil yang berujung menjadi penyebab keributan diantara kami adalah sewaktu saya sms ke istri, kadang butuh waktu jam an baru sms ku itu istri balas, dan masalah ini kembali membuat saya marah kepada istri. Sewaktu saya menelpon istri maka akan ada saja alasan istri sehingga dia tidak bisa lama melayani telepon saya, padahal dengan keluarga ataupun orang lain istri bisa telponan ber jam lamanya, dan masalah ini kembali memicu terjadinya pertengkaran kami.

Kadang saya sangat iri dengan teman teman kerja saya diproyek saat saya tahu ada istrinya menelpon teman saya itu, saya terlalu berharap hal itu bisa istri lakukan terhadap saya yang sedang kerja mencari nafkah untuk keluarga, intinya saya sangat berharap istri ada kepedulian dan perhatian kepada saya sebagai suaminya.

Menyambung cerita masalah rumah tangga saya yang terbaru, setelah kami memperbaharui akad nikah karna menurut satu petugas P3n yang terakhir kami sudah diposisi talak 2 (tapi menurut balasan alkhoirot dan satu petugas P3n tempat kami bertanya posisi kami di talak 1 jadi tidak memerlukan akad nikah yang baru), tetapi karna istri merasa ragu dan ingin mengambil keabsahan atas rumah tangga kami untuk itu kami melakukan nikah ulang atas dasar kerelaan kami masing masing.

Setelah akad nikah selesai sayapun merasa urusan masalah kejelasan atas rumah tangga kami selesai, sejak saat itupun walau kami ada pertengkaran yang dipicu masalah ekonomi maupun masalah saya yang merasa sudah tidak dipedulikan lagi oleh istri, akan tetapi saya tidak pernah lagi mengeluarkan ucapan ucapan yang berakibat bisa jatuhnya talak.

Ustad, untuk urusan menuntut perhatian dan kepedulian dari istri ini kuakui memang aku sangat terlalu berharap, sehingga urusan perhatian dari istri ini menjadi pemicu kami kami bertengkar setelah saya mendapatkan pekerjaan yang tempatnya cukup jauh dari tempat tinggal saya dan istri, karna terkadang saya berpikir sendiri kenapa istriku yang selalu memegang 3 bh Hp tapi tidak bisa menyempatkan diri untuk menghubungi saya baik sms ataupun telepon langsung walau cuma sebentar.

Pemikiran seperti ini kadang membuat saya selalu berpikir apakah istri masih menyayangi saya ataukah dia sudah ada melupakan saya dikarnakan aktifitasnya sehari hari ataukah ada hal lainnya, pernah saya tanya istri apakah lebih penting jualan dengan segala aktifitas di Hp nya ataukah lebih penting saya, dan dijawab oleh istri dia lebih penting dengan aktifitas jualannya, akhirnya kamipun bertengkar lagi.

Puncak dari masalah ini sekitar 1 bulan yang lalu ketika saya pulang cuti kerja, sikap istri sangat kelihatan dia acuh dan tidak peduli lagi kesaya, saya minta tolong mau ini dan itu ada saja alasan nya sehingga menolak saya, terakhir waktu itu saya yang diperbolehkan oleh istri untuk memakai hp nya disana saya melihat ada sms mesra istri dengan seorang pria lain, menurut istri mereka sudah sms an selama 7 hari terakhir, dia tidak mengenal pria tersebut dan dia juga tidak tahu pria itu ada dimana dan kata istri dia melakukan itu karna iseng saja,

saat itu perasaan saya sangat cemburu dan menyuruh istri untuk stop dari jualan online shop yang memakai hampir semua sosial media tempat istri iklankan dagangan bajunya. Waktu itu kami kembali bertengkar, karna saya merasa sangat dibuat tidak adil oleh sikap istri, dia bisa sms an dengan menyebut kata sayang ke lelaki lain tetapi tidak bisa istri lakukan kepada saya..

Ustad, setelah istri berjanji tidak akan berhubungan lagi dengan pria itu, besoknya saya meninggalkan rumah pergi ketempat kerja saya disini, tetapi dihati saya selalu bertanya tanya tentang aktifitas jualan istri. Karna itu setiap hari saya selalu hubungi istri via sms ataupun telepon untuk ingatkan istri masalah kebaikan, tapi kadang jawaban istri malah membuat saya marah. Dan terakhir sekitar 12 hari yang lalu saya sempat ultimatum istri, kukatakan ke istri " ma, apakah kamu masih anggap saya sebagai suamimu atau tidak lagi dengan cara dan sikap mama seperti ini, terus dijawab oleh istri: YA aku bukan istri papa lagi secara agama, karna aku sudah ditalak 3 bahkan lebih oleh papa, kejadian yang menurut istri terjadi dari awal kami menikah tahun 1996 sampai terakhir ditahun 2013/awal 2014 yang lalu.

Aku begitu terkejut mendengar jawaban dari istriku itu. Dikarnakan menurut penilaianku istri semakin membangkang kepadaku, maka aku menelpon kakak iparku ( kk istri) dan menelpon mertuaku ( orang tua istri), aku minta tolong kepada mereka agar istri dan anakku diajak pindah kerumah mertua sehingga ada yang bisa mengawasi anak dan istriku dan aku bisa tenang mencari nafkah ditempat kerja ini.

Ustad, dikarnakan selalu ada permasalahan yang timbul antara aku dan istri, sehingga sekitar 2 minggu yang lalu istri sempat mengatakan kepadaku via sms dan telepon, kata istri; mungkin posisi dia sudah sah ditalak 3 olehku, karna itu kami berdua selalu bertengkar.

Dan atas pendapat istri itu juga sudah kujawab; Ma, paling gampang agar kita tidak bertengkar lagi kedepan ini, caranya mama rubah sikap mama yang tidak peduli dan acuh kepadaku, mama juga hargai aku sebagai suami dan mama jangan buat aku cemburu lagi dengan melakukan hal hal yang tidak pantas dilakukan, DAN akupun akan merubah sikap tidak mudah marah dan tidak mudah emosian ke mama dan siapapun itu, mudah mudahan rumah tangga kita akan aman dan tentram. Sudah puluhan kali kata kata tersebut aku sampaikan ke istri agar bisa kami terapkan sama sama demi kebaikan RT kami, tapi sampai saat ini istri belum mau terapkan cara cara ini.

Ustad, setelah istri dan anak dipindahkan oleh mertua ketempatnya, beberapa hari kemudian aku off kerja dan menyusul mereka dirumah mertua. Disana istri kembali mengatakan bahwa dia bukan istri sah ku lagi secara agama karna sudah di talak 3 bahkan lebih kata istri, karna itu kami tidak bisa hidup bersama lagi. Waktu itu saya sempat memberikan penjelasan dan pendapatku atas masalah RT kami ini, akad nikah kami yang baru ditahun 2015 kemarin, tetapi istri tetap dengan pendapat dan keyakinannya bahwa dia bukan istri sah ku lagi secara agama.

Aku katakan ke istri kalau dia sekedar membenciku karna selalu marah kepadanya aku berjanji kedepan ini akan berubah ( karna alasan pertama istri mengatakan masalah talak menurutnya ini dikarnakan istri tidak sanggup dengan sikapku yang mudah marah kepadanya, karna itu dia mencari perlindungan melalui talak 3 ini),

selanjutnya istriku berkata bahwa tugasku sebagai ayah untuk mencari nafkah dan biaya pendidikan ke tiga anak kami yang masih sekolah di tiga tempat yang berbeda dan dia sebagai ibu akan menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu buat anak anakku ( anak kami 3 orang laki semua, 1 orang di ponpes daerah jawa, 1 orang di ponpes daerah sumatra dan 1 orang baru pindah sekolah SD ikut istri pindah dirumah mertua).

Selanjutnya istri berkata, mengenai talak 3 itu dia sudah sangat yakin itu sudah terjadi selama kurun waktu dari tahun pertama sampai dengan tahun ke 17/18 dari total 20 tahun kami berumah tangga ( kejadian sebelum kami akad nikah tahun 2015) menurut istri. Kata istri dia mempunyai dua orang saksi ayuk ipar kami berdua jadi tidak mungkin mereka berdua bohong, menurut istri sekitar 4-5 tahun yang lalu saya sempat mengirim sms ke ayuk ipar A dan oleh ayuk ipar A sms tersebut dikirim ke ayuk ipar B tentang talak saya melalui sms itu.

Ustad, intinya istri memaksa saya agar mengakui pendapatnya itu, dia memaksa ingatan ingatan saya agar bisa mengingat kejadian 4-5 tahun yang lalu masalah sms talak yang saya sudah tidak ingat akan itu, kapan itu, bagaimana penulisannya waktu itu dan lainnya,

satu yang utama kalau ternyata benar pendapat dari istri ini kejadian tersebut terjadi disaat kami bertengkar yang sempat saya dan istri mau mengurus surat cerai di PA, tetapi waktu itu kami kembali rujuk yang pertama kali kami lakukan karna waktu itu kami didamaikan oleh pihak keluarga (kalau tidak salah ditahun 2012 atau tahun 2013) yang lalu dan itu menjadi rujuk kami yang pertama dan saat itu saya dan istri masih bodoh ilmu agama apalagi masalah talak.

Ustad, dari uraian yang saya kirim ditahun 2014 dengan judul: ( Hukum menikah saat hamil dan Talak tapi lupa) ditambah lagi uraian dengan judul:( Suami tidak tahu ucapan cerai berakibat jatuhnya talak) dan judul yang terakhir tahun 2016 ini:( Suami bingung sikap sepihak istri mengenai talak 3 dari suami) maka itu ada beberapa pertanyaan saya, kami berharap jawaban ustad bisa menjadi petunjuk atas masalah rumah tangga saya ini;

(1) Bagaimana status pernikahan kami ini secara Agama dan dihadapan Allah SWT dengan berdasarkan uraian-uraian saya dari tahun 2014 sampai dengan uraian saya yang terakhir ditahun 2016 ini..?

(2)Apakah kami yang menikah menurut mazhab imam syafei diperbolehkan secara agama mengambil pendapat dari imam mazhab yang lain dalam urusan kami ini, karna menurut saya yang bodoh ini mereka yang mengeluarkan pendapat pendapat itu merupakan orang orang pilihan yang dekat dengan Allah SWT..?

(3)Hampir sama dengan pertanyaan No.2
Apakah hukumnya secara agama dan dihadapan Allah kalau kita memakai pendapat bukan kebanyakan dari para imam mazhab atas masalah kami ini (pendapat bukan mayoritas imam mazhab)..?

(4)Saya menyayangi istri saya, kalau saya masih ada kebenaran atas masalah ini, apa hukumnya secara agama dengan sikap istri seperti uraian saya diatas..?

(5)Bagaimana hukum secara agama dengan 2 orang saksi perempuan untuk masalah Talak seperti ini..?

(6)Hukum secara Agama untuk masalah seperti saya ini, pendapat suami ataukah istri yang lebih dianggap atau diterima..?

(7)Saya type suami yang mudah marah dan mengamuk dengan membakar/ menyobek buku nikah, menghancurkan perabotan rumah saat bertengkar, menghancurkan Hp mungkin sudah skitar +- 5 bh Hp atau bisa lebih, menghancurkan komputer, membakar pakaian dan terakhir kata istri saya sempat hampir membunuhnya dengan pisau sewaktu kami bertengkar.. Tapi sebelum kejadian saya yang terakhir menurut istri hampir membunuhnya itu, saya selalu berusaha melampiaskan emosi dan kemarahan saya ke barang-barang dirumah seperti contoh kecil diatas daripada saya menyakiti fisik istri. Yang ingin saya tanyakan bagaimana tingkatan kemarahan yang sering terjadi pada saya dengan kondisi seperti diatas pada saat saya betengkar dan dikaitkan dengan ucapan- ucapan talak ( kalau menurut istri itu benar) yang terucap dengan kondisi marah saya seperti itu..?

Mohon bantuan penjelasan lengkap dan sedetil detilnya dari ustad atas masalah rumah tangga saya ini.. Wassalammualaikum wr wb..


JAWABAN

1. Tidak ada masalah dengan perkawinan Anda. Pernikahan anda statusnya sah karena belum terjadi talak 3.

2. Boleh. Mengikuti pendapat madzhab lain itu namanya talfiq dan hukumnya dibolehkan apabila diperlukan. Baca detail: Hukum Talfiq dalam Islam

3. Boleh. Selagi ada pendapat ulama fiqih walaupun itu bukan pendapat mayoritas, maka dibolehkan mengikutinya.

4. Kalau istri memang tidak ingin lagi berkumpul dengan suaminya, maka dia mempunyai banyak alasan untuk itu. Alasan sudah talak 3 itu hanya salah satunya. Jadi, kalau dia bersikeras tidak mau lagi berkumpul dengan anda, maka dia berstatus sebagai istri nusyuz (tidak taat suami). Hukumnya berdosa baginya dan suami berhak untuk menasihatinya, memboikotnya (secara nafkah lahir dan batin), memukulnya (dengan pukulan yang tidak menyakiti) dan menceraikannya. Baca detail: Hukum Istri Nusyuz

Namun demikian, istri adalah seorang manusia. Anda tidak bisa memaksanya untuk tetap mencintai anda. Artinya, kalau alasan dia tidak mau berhubungan lagi dengan anda itu timbul dari ketidakcintaan istri pada suami, maka suami harus realistik dan menawarkan solusi terakhir yaitu perceraian. Islam membolehkan istri melakukan gugat cerai apabila sudah tidak mencintai suami. Baca detail: Istri ingin Cerai karena Tidak Cinta Suami

Dari tanda-tanda yang anda ceritakan, tampaknya istri anda sudah tidak lagi mencintai anda, sebabnya (a) karena sikap anda yang pemarah membuatnya antipati; (b) mungkin ditambah karena ada sosok lain yang dia suka. Apapun sebabnya, efeknya sama saja yakni dia tidak mau lagi hidup dengan anda.

5. Soal talak via SMS seandainya pun betul itu terjadi, maka hukumnya sama dengan talak kinayah yang baru terjadi talak kalau ada niat dari suami. Tanpa niat, maka tidak terjadi talak. Baca detail: Talak via SMS

6. Pendapat suami yang dianggap dalam soal perbedaan masalah talak.

7. Talak dalam kondisi marah yang tak terkontrol tidak terjadi talak. Baca detail: Daftar Kasus Talak yang Tidak Terjadi



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..