Tuesday, August 23, 2016

Mengatasi Was was Kufur


Mengatasi Was was Kufur
PERTANYAAN SEPUTAR WAS-WAS WAS WAS DALAM MURTAD/KUFUR.

saya seorang yang waswas dalam murtad/kupur.

1. Apa hukum mengucapkan syahadat ketika yakin dalam keadaan islam (tidak murtad)? Misalkan, karena khawatir takut berbuat sesuatu yang membuat murtad, tetapi tidak sadar.

2. Kalau bersahadat, APAKAH bisa dengan cukup mengucapkan 2 kalimat sahadat nya saja? tidak diresapi dengan artinya/ maknanya. Tapi tahu bahwa arti sahadat itu apa, maksud kita mengucapkan 2 kalimat syahadat itu untuk apa. maksud mengucapkan syahadat itu untuk masuk islam.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. MENGATASI WAS-WAS KUFUR
  2. SARAN
    1. FOKUS BELAJAR ILMU SYARIAH
    2. HINDARI MEMBACA ARTIKEL KAUM RADIKAL
  3. CARA KONSULTASI AGAMA

Karena ketika sedang bersahadat, susah sekali diresapi dengan artinya. Jika terus dicoba dimasukan/diresapi dengan maknanya, akibatnya jadi malah terus bulak balik mengucapkan sahadatnya karena tidak masuk masuk dengan artinya. Karena terus diganngu / dikacaukan pikirannya oleh setan. Diwaswas kan. Masuk tidak masuk tidak sah tidak sah tidak, jadi terus seperti itu, yang akhirnya diulang lagi diulang lagi.

3. Ketika sedang waswas, hal yang tidak biasanya dipikairkan pun jadi dipikirkan atau muncul dengan sendirinya, jadi datang. Kadang suka berpikir seperti ini..

“Jika ada orang memberikan pilihan, misalkan:
Mending kamu kupur atau Mending ibu kamu kufur?
Misalkan aku memilih ”mending ibu kupur”
-Apakah aku menjadi kupur dengan menginginkan orang lain menjadi kufur?
Mohon dijelaskan …

4. Menyebutkan orang ” islam” dengan dipanggil “kapir”, itu kan dapat menjadi murtad. Bagaimana kalau kasus nya seperti ini., ketika melihat kendaraan, tiba tiba aku beranggapan/ menentukan seperti ini
“Itu kendaraan buatan orang jepang kafir”

Misalkan, dalam kenyataan nya, yang membuat kendaraan itu, 9 kafir dan 1 muslim.

a. APAKAH aku jadi kufur dengan menyebutkan “Itu kendaraan buatan orang jepang kafir”? Kan dalam kenyataannya ada 1 orang muslim .
Misalkan, dalam kenyataan nya,yang membuat kendaraan itu semuanya muslim.

b. APAKAH aku jadi kufur dengan menyebutkan “Itu kendaraan buatan orang jepang kafir”?

Kan dalam kenyataannya semuanya muslim.
Kesimpulan pertanyaan a & b.
APAKAH aku menadi murtad dengan menyebutkan / bicara “ itu mobil buatan kapir”

Tapi, dalam pikiran dan hati aku itu : ,” jika memang yang membuatnya kapir. jika yang membutanya ternyata muslim, ya muslim. saya tidak bermaksud menyebutkan si muslim itu kapir”. Kan tidak tahu yang membuatnya siapa orangnya, dimana orang nya, Tidak meliah orangnya. Maksudnya hanya menduga dengan dibarengi dengan keyakinan sekitar 75% kurang lebih, ini buatan kapir, ini buatan muslim.ini dibuat oleh muslim, ini dibuat oleh kapir. Hanya menduga

5. Saya suka dihinggapi dengan ketakutan murtad, jika keluar rumah maka akan terjadi murtad/ kufur. jadi terkadang terbesit dalam fikiran atau datang dengan tiba tiba,: lebiih baik saya berdiam diri dirumah/ditempat yang sepi, karena jika kupur, bisa langsung bersyahadat, jika diluar rumah, bersyahadatnya suka dinanti-nanti, karena Malu dilihat orang. Tapi tidak ada pikiran ingin kufur, baik ditempat yang sepi/dirumah atu ditempat umum. Hanya berjaga jaga, suapaya bisa langsung bersyahadat ketika sudah murtad.

Apakah punya fikiran seperti itu bisa menyebabkan murtad?

6. Kita itu YAKIN berada dalam agama islam. Trus punya pikiran seperti ini: “jika menurut Alloh saya sekarang lagi murtad atau dalam keadaan kufur, berarti saya kufur.jika menurut Alloh saya islam, ya saya islam. Apakah punya pikiran seperti itu dapat membuat kita jadi kufur seketika itu juga?

Tapi kita yakin dalam hati, bahwa menurut Alloh pun saya dalam keadaan islam. dan yakin tidak melakukan perbuatan murtad, Jadi hanya punya pikiran seperti itu.

Atau bila dicontohkan ke kasus lain. Misalkan saya lagi solat. Trus punya pikiran seperti ini, “jika menurut Alloh solat ini sah, berarti sah, jika menurut alloh solat ini batal, ya batal” Tapi yakin, solat ini menurut saya sah. Mohon dijelaskan….

7. Saya lagi dalam keadaan islam. Jika punya perasaan seperti ini apakah murtad seketika itu juga?.“ ya alloh, rasanya nanti saya akan kufur lagi-kupur lagi diganggu oleh setan, jika tidak ada pertolongan dari Mu.”(merasa tidak ada daya dan upaya tanpa bantuan Alloh) Atau “Ya alloh, sulit rasanya mempertahankan islam ini secara lama (akan kufur lagi kufur lagi), jika tidak ada pertolongan dari Mu”. TAPI tidak ada pikiran untuk ingin murtad atau bercita cita ingin murtad.

Bila dicontohkan ke kasus lain, misalkan dalam pertandingan sepak bola. Selama bertanding melawan tim A. tidak pernah menang sekali pun. 100 kali bertanding, seratus kali kalah. Kan kita jadi tidak ada keyakinan lagi untuk menang, jadi pesimis. Kurang lebih seperti itu,,,

-bagaiman kalau pesimisnya akan terus tergoda oleh setan, akan murtad lagi-murtad lagi, apakah kufur/murtad seketika itu juga?
-apakah penyataan seperti ini bisa menyebabkan kupur?
“ya Alloh mungkin saya akan terus kufur diganggu oleh setan, jika tidak ada pertolongan darimu (sambil berharap pertolongan dari Alloh)

8. Saya lagi dalam keadaan islam. Trus punya pikiran seperti ini. “Jika menurut Alloh nanti saya akan mati dalam keadaan kufur, berarti nanti saya akan mati dalam keadaan kupur” Apakah punya pikiran seperti itu membut kufur seketika itu juga? Saya mah hanya berpikir tentang sesuatu yang alloh kehendaki, pasti akan terwujud.

9. Apakah berpikir seperti ini bisa menyebabkan kupur seketika itu juga? "Ya Alloh aku pasrah akan qodho dan kodar dari Mu(Takdir mu) mau di kupurkan atau mau dikafirkan."

10. YA ALLOH..SAYA AKAN MENCOBA UNTUK SANTAI, JIKA NANTI SAYA KUFUR LAGI, SAYA AKAN BERSYAHADAT LAGI. Maksud Santai diatas, merilekskan pikiran supaya tidak tegang, Maksud “Kufur lagi, saya akan bersyahadat lagi” ­_diatas, bukan berarti menganggap remeh kufur, tapi semata mata supaya rileks ,, tidak tegang. karena biasaya kalau sedang tegang suka mudah digoda/diwaswaskan oleh setan… Apakah berfikiran seperti itu baik?atau lebih baik ditinggalkan. Mohon penjelasannya

11. Kita itu bertemu seseorang, trus berpikir, “Terserah Alloh, mau kamu mati kufur, atau islam” Apakah berfikir seperti ini bisa menjadikan kupur?.. Apakah merasa tidak perduli/masa bodo terhadap orang lain, mau mati murtad / mati membawa islam. Itu bias menyebabkan murtad/kufur? Jelaskan..

12. Bagaiman cara berprasangka baik terhadap Alloh, sesudah kita kufur?

13. Bagaimana cara ridho terhadap baik dan buruknya takdir Alloh. Misalkan takdir buruk nya, kita telah kufur/ murtad? Bagaimna cara ridho terhadap takdir bahwa kita telah kufur?

14. Bagaimanakah caranya berpikir positip berprasangka baik terhadap Alloh? kita terus bisa mengucapkan syahadat, apabila kita telah murtad.. Bila murtad, syahadat lagi, murtad, bersyahadat lagi. Karena terkadang suka berpikir, “kenapa Alloh terus membiarkan ku Murtad/kupur? Kenapa Alloh tidak menolongku? kenapa Alloh tidak menyembuhkan penyakit was was ku? karena ini semua menyebabkan aku putus asa… aku ingin disayangi oleh Alloh,

15a. Dimanakah seharusnya aku tinggal sekarang? Tetap disini menyembuhkan penyakit waswasku? atau pergi ke pesantren Alkhoirot di malang? Meninggalkan semuanya..

15b. jika SENGAJA bersahadat setelah bangun tidur hukunya bagaimna? kita takut sebelum tidur dalAm keadaan kupur misalkan lagi memikirkan takut kupur sebelum tidurnya

16. . bagaimna membedakan gangguan dari setan? apakah ini dari fikiran kita atau dari bisikan setan. soalnya ketika itu..pikiran lagi tegang. jadi sulit membedakn antara yang dari setan dan pikiran kita.

17. bagaiman hukumnya jika salah mengambil kesimpulan? misalkan, kita beranggapan yang kita simpulkan itu adalah dari bisikan setan. ternyata itu adalah dari pikiran kita. atau sebaliknya kita beranggapan yang kita simpulkan itu adalah daripikiran kita. ternyata itu adalah dari bisikan setan. misalkan : YAH! AKU SUDAH KUPUR YAH. AKU MAU KUPUR. yah..kupur. ketika itu, pikiran lagi kacau. karena takut kupur, malah terus kepikiran kupur. jika beranggapan "yah aku sudah kupur". kita anggap itu dari bisikan setan. ternyat itu dari pikiran kita. JIKA SALAH MENYIMPULAKAN, APAKAH TERMASUK KEDALAM DOSA YANG TIDAK TAHU ATAU YANG TIDAK DISENGAJA?. yang dosnya itu dimaafkan

18. jika bertemu dengan sesama muslim, terus berpikir seperti ini, “menurut saya kamu adalah seorang muslim, tapi tidak tahu menurut Alloh, jika menurut Alloh kamu kufur/ murtad, ya murtad, jika menurut Alloh muslim, ya muslim. Apakah punya pikiran seperti itu, bisa menyebabkan murtad seketika itu juga.

19. bila kita mengucapkan 2 kalimat syahadat dengan sengaja, ketika dalam keadaan islam. Misalkan ada orang lain yang ragu dengan keislaman kita, disuruh menugcapkan sahadat. Bagaimana hukumnya?boleh?

20. Sepengetahuan saya, syarat iman adalam mencintai, mencintai Alloh, mencintai rosul,mencintai ajarannya, mencintai malikat. Dsb.kalau tidak cinta, bisa kupur. Saya sebagai orang yang banyak dosa, yang suka berbuat maksiat, sangat berat sekali melaksanakan perintah Alloh, mengikuti rosul. Belum bisa sampai mencintai dalam melaksanakan ajarannya, baru bisa melaksanakan ajarannya itu karena dipaksakan, dengan tujuan kedepannya bisa timbul rasa cinta untuk semuanya… Apakah boleh seperti itu? Apakah tidak menjadi kufur melaksanakan perintah Alloh dan rosulnya tanpa dilandasi rasa cinta? Tapi dipaksakan berbuat kebaikan itu, supaya nantinya timbul rasa cinta.

21. tidak perduli dengan orang lain, mau mati kufur atau mati membawa islam. Apakah itu bisa menjadi kufur/murtad?

22. ketika belum paham terhadap suatu ilmu, terus kita mengambil kesmipulan sendiri, berijtihad, dengan tujuan kedepannya akan dicari ilmunya(menuntut ilmu).jika ijtihadnya salah, apakah berdosa?

23. jika Alloh menakdirkan saya terkena fitnah dajjal (menjadi kapir/murtad), berarti itu akan terjadi. Hanya berpikir, apa yang sudah dikehendaki Alloh, apa yang ditulis Alloh di lauhilmahpud, pasti akan terjadi. Tapi saya yakin, tidak ingin kapir,,tidak ingin terken pitnah dajal.. Apakah berpikir seperti itu bisa menjadi kupur seketika?


JAWABAN WAS WAS KUFUR

1. Mengucapkan syahadat atau kalimah tauhid adalah baik karena itu merupakan kalimah toyyibah. Sedangkan hukum mengucapkannya bisa sunnah dan bisa wajib tergantung situasinya. Hukumnya sunnah apabila dalam keadaan di luar shalat berdasarkan hadits hasan riwayat Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Hibbah dari Jabir bin Abdullah ia berkata: Aku mendengar Nabi bersabda:

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الحَمْدُ لِلَّهِ

Artinya: Dzikir yang paling utama adalah kalimat LailahaillAllah, sedangkan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah.

Dan hukumnya wajib apabila syahadat itu diucapkan sebagai bagian dari tahiyat akhir dalam shalat. Baca juga: Shalat Lima Waktu

2. Ketika mengucapkan syahadat dan tahu maknanya, maka itu cukup bagi seorang non-muslim untuk masuk Islam. Begitu juga bagi seorang yang murtad untuk kembali pada Islam. Imam Nawawi dalam Raudhah At-Tolibin menyatakan:

وقال الشافعي في موضع إذا أتى بالشهادتين صار مسلما

Artinya: Imam Syafi'i berkata, "Apabila seseorang mengucapkan dua kalimah syahadat, maka ia menjadi muslim."

Manshur bin Idris Al-Buhuti dalam Kasyaful Qina' an Matnil Iqna', menyatakan:

وتوبة المرتد إسلامه بأن يشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله … وهذا يثبت به إسلام الكافر الأصلي فكذا المرتد

Artinya: Taubatnya orang yang murtad kembali ke Islam adalah dengan cara mengucapkan dua kalimah syahadat. Dengannya maka orang kafir menjadi Islam, begitu juga orang murtad (kembali menjadi muslim).

3. Menginginkan orang lain menjadi kufur tidak menjadikan anda kufur. Apalagi itu hanya bersifat dalam angan-angan, tidak diucapkan. Keinginan untuk berbuat dosa itu masih tidak dicatat sebagai dosa; baru dicatat sebagai dosa setelah dilakukan. Misalnya apabila anda sampai menyuruh ibu anda untuk kufur. Dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda:

فمن هم بحسنة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة ، وإن هم بها فعملها كتبها الله عز وجل عنده عشر حسنات إلى سبعمائة ضعف إلى أضعاف كثيرة ، وإن هم بسيئة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة ، وإن هم بها فعملها كتبها الله سيئة واحدة . رواه البخاري ومسلم .

Artinya: Barangsiapa berniat berbuat baik lalu tidak melakukan, maka Allah menulisnya satu kebaikan sempurna. Apabila berniat berbuat baik lalu mengamalkannya maka Allah menulisnya 10 kebaikan sampai 700 lipat kebaikan sampai berlipat-lipat. Apabila berniat berbuat dosa lalu tidak melakukannya maka Allah mencatatnya dengan satu kebaikan sempurna, apabila dilakukan maka Allah mencatatnya dengan satu dosa.

4. Menyebut orang Islam sebagai kafir hukumnya haram, tapi tidak berakibat kafir bagi pengucapnya. Baca detail: Hukum Mengkafirkan Sesama Muslim

5. Tidak menimbulkan murtad. Dan sebaiknya bebaskan diri amda untuk keluar dan pergi ke mana saja untuk mencari rezeki atau menuntut ilmu. Jangan hanya berdiam diri di dalam rumah. Baca detail: Penyebab Murtad

6. Apa yang anda pikirkan tidak membuat anda jadi kufur, karena itu tidak termasuk perkara yang membatalkan keislaman. Contoh yang membatalkan keislaman seperti apabila muslim tidak percaya pada Al-Quran itu berasal dari Allah. Baca detail: Penyebab Murtad

Juga, dalam soal shalat. Shalat baru batal apabila ada perbuatan yang membatalkan shalat seperti berbicara saat shalat. Baca juga: Shalat Lima Waktu

7. Itu tidak menyebabkan kufur. Anda tampaknya sedang mengalami masalah psikologis yang perlu dikonsultasikan ke psikolog. Juga, ada masalah kesalahan membaca informasi agama di internet atau buku-buku agama yang ditulis kalangan radikal.

8. Tidak menyebabkan kufur.

9. Tidak menyebabkan kufur.

10. Sebaiknya ditinggalkan. Fokus untuk mengamalkan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Itulah yang penting. Jangan berfikir macam-macam.

11. Tidak menyebabkan kufur.

12. Berprasangka baik pada Allah itu mudah yakni dengan mengikuti syariahNya: melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

13. Kufur atau Iman itu pilihan. Kalau anda tidak ingin kufur, maka pilihlah iman kepada Allah.

14. Pada dasarnya, penyakit was-was anda timbul karena kekurangan anda dalam ilmu agama terutama ilmu fiqih. Padahal yang dominan dalam kehidupan sehari-hari adalah ilmu fiqih atau syariah. Dan dalam syariah yang ada adalah halal, haram, sunnah, makruh dan mubah. Dan fokus pada ilmu fikih, maka anda akan jarang menemui kata 'kufur' atau 'murtad'. Yang ada adalah halal atau haram. Dengan lebih fokus pada halal dan haram, maka standar dan kriterianya menjadi lebih jelas. Karena itu, mulai sekarang, fokuslah pada hukum syariah.

15a. Tidak ada salahnya anda mencoba belajar ke Al-Khoirot. Cobalah sebulan saja, siapa tahu penyakit anda dapat sembuh.

15b. Baca syahadat setelah bangun tidur hukumnya sunnah. Sebagaimana diterangkan dalam hadits Nabi di atas (poin 1)

16. Setan itu ada dua: jin dan manusia (lihat QS An-Nas :6). Dan manusia itu termasuk diri sendiri.

17. Apapun kesimpulannya, ucapan "Yah! Aku sudah kufur" tidak berakibat kufur kecuali kalau dibarengi dengan perbuatan yang berakibat kufur seperti menyembah patung.

18. Pikiran seperti itu tidak berakibat murtad.

19. Boleh. Kalimat syahadat adalah kalimat yang baik buat berdzikir seperti dijelaskan pada poin 1.

20. Tidak benar syarat iman harus dilandasi rasa cinta. Bukan mencintai, tapi mempercayai (iman) pada Allah, Rasulullah, dst. Jadi, melaksanakan yang wajib dan menjauhi yang haram semata-mata karena takut pada Allah itu sudah benar dan tepat. Itulah makna dari takwa pada Allah. Takwa artinya takut.

21. Tidak menyebabkan kufur/murtad. Namun, pikiran semacam itu juga tidak perlu.

22. Ijtihad tidak boleh dilakukan oleh orang awam ilmu agama. Mujtahid hanya berlaku bagi ulama dengan standar keilmuan tertentu. Maka, jauhi istilah ijtihad dari benak Anda. Carilah jawaban dari masalah agama dari bertanya pada ulama. Baca: Syarat Ijtihad

23. Berfikir tentang seandainya menjadi kafir tidak menyebabkan kafir. Tentang takdir, baca: Takdir dalam Islam


SARAN

Penyakit was-was kufur yang anda derita sebenarnya timbul karena ada kesalahan dalam memahami agama Islam dan itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:


(a) SALAH FOKUS DALAM BELAJAR AGAMA

Seorang yang pemula dalam belajar agama hendaknya memfokuskan diri pada ilmu syariah lebih dulu. Ilmu syariah meliputi 6 hukum yaitu halal, wajib, haram, sunnah, makruh, mubah. Semua perilaku kita tidak lepas dari keenam hukum ini. Dengan mengetahuinya, maka kita menjadi tahu standar yang jelas dalam bertindak.

Untuk tahap awal ini, hindari membaca ilmu yang terkait dengan soal akidah. Apalagi kalau cari ilmunya melalui Google. Karena, akidah yang ada di halaman Google sering artikel yang ditulis kalangan Wahabi Salafi yang radikal dan mudah mengkafirkan. Cari akidah yang ditulis atau berfaham Asy'ariyah / Maturidiyah yang merupakan faham Ahlussunnah Wal Jamaah.


(b) SALAH MEMBACA ARTIKEL KAUM RADIKAL

Hati-hati ketika mengunjungi website/blog dan membaca suatu artikel khususnya di internet. Karena banyak artikel kaum radikal yang muncul di halaman pertama Google ketika kita mencari suatu artikel agama dengan kata kunci tertentu.

Membaca artikel agama di bidang apapun (fikih/syariah, akidah, dll) yang ditulis oleh kalangan radikal dapat membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. Membahayakan diri sendiri karena dapat membuat pikiran menjadi sempit (semua serba haram dan kufur), dan dapat membahayakan orang lain (orang lain dituduh syirik, kufur, murtad).



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..