Tuesday, January 17, 2017

Cara Mencabut Kutukan Ibu

Cara Mencabut Kutukan Ibu
SUMPAH SEORANG IBU

Assalamualaikum Ustad,

Saya anak ke 2 dari empat bersaudara yang semuanya laki2. Saya menikah sejak tahun 1997. Dan selama pernikahan kami, hampir 80% biaya rumah tangga, saya yang menanggung, karena suami saya tidak mempunyai pekerjaan tetap. Tahun 1999 ayah saya meninggal dan ibu saya ikut dengan saya, dan saya harus juga menanggung hidup adik2 saya sampai mereka menikah. Sementara kakak saya yang tertua tidak mau tau walau secara financial dia lebih baik dari saya.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. SUMPAH SEORANG IBU
  2. TAK MAU MEMAAFKAN KESALAHAN
  3. CARA KONSULTASI AGAMA

Saya coba jalani ini semua, karena kalau bukan saya, siapa lagi yang akan menopang kehidupan mereka. Namun yang membuat saya sedih dan merasa tak berdaya adalah, ibu saya sering sekali menyumpahi saya dengan kata2 yang sebenarnya tidak pantas diucapkan oleh seorang ibu, hanya karena saya tidak bisa memberikan sesuai dengan apa yang diminta, karena keterbatasan kemampuan saya, maka sumpah serapah itu akan keluar dari ibu saya,padahal saya selalu berusaha untuk menuruti semua kemauannya dan ibu saya tahu kalo suami saya penghasilannya tidak tetap dan tidak seberapa, dan saya kerja sendiri dari pagi sampai malam.

Pernah suatu hari istri adik saya cerita bahwa ibu saya marah2 dan menyumpahi saya dengan kalimat "biarin gue sumpahin dia mati ketabrak bis/truk". Subhanallah pak ustad.. betapa perihnya hati saya. Saya bekerja memang menggunakan motor untuk transportasi. Dan alhamdulillah walau sudah beberapa kali saya mengalami kecelakaan, namun tidak berakibat fatal pada diri saya. Allah masih melindungi saya pak ustad. Sering kali saya mengeluh kepada suami tentang sikap ibu saya, suami saya sering kali bilang untuk bersabar karena itu merupakan sumur/ladang amal kita diakhirat nanti.

Seiring berjalannya waktu, saya mencoba untuk mengikhlasankan apa yang sudah ibu saya lakukan kepada saya, bukan hanya seringnya menyumpahi saya, tapi banyak hal lainnya yang tidak mungkin saya ungkapkan disini. Saya mohon maaf pak ustad, bukan maksud saya untuk membuka kejelekan ibu saya sendiri, tapi saya tidak kuat menahan ini semua, jujur saya takut dosa dan menjadi anak durhaka,

Namun puncak permasalahannya adalah 3 tahun yang lalu saat saya mengundurkan diri dari tempat saya bekerja, karena kondisi saya yang sudah tidak sekuat dulu dan sering sakit sakitan. Waktu itu saya dapat uang pesangon yang saya simpan dirumah karena belum sempat disimpan di bank.Pada saat saya mau setor ke Bank, ternyata uangnya berkurang, memang tidak banyak, sekitar 200 ribuan. Saya coba menanyakan hal ini baik2 ke ibu saya. saya bilang "mah, uangnya mama ambil ya? ga apa2 kalo memamg mama ambil yang penting mama ngomong aja. (sebelumnya uang saya juga memang sering kali hilang dari dompet atau tas padahal itu bukan murni uang saya pribadi, sementara setiap hari saya selalu kasih uang untuk mama jajan, dan bulanan juga saya kasih, tapi saya tidak mau meributkan soal itu). Namun karena ini uang terakhir yang saya punya dan saya sudah tidak bekerja, jadi saya menayakan hal ini ke ibu saya. Dan seperti yang sudah saya duga, ibu saya marahnya gak karuan, dan akhirnya keluarlah sumpah itu "kamu nuduh2 orang tua ngambil duit, gue sumpahin loe belangsak seumur hidup", dan saat itu karena saya juga sudah merasa sakit, saat mendengar sumpah itu saya mengucapkan kata Aamiin ya allah (dengan kesungguhan hati), gak apa mama nyumpahin saya belangsak, asal mamah jangan nyesel aja nanti, karena mama tinggal dengan saya, jadi kalau hidup saya belangsak karena sumpah mama, berarti mama juga akan belangsak hidupnya.

Yang ingin saya tanyakan adalah :

1. Sampai saat ini ekonomi keluarga saya belum juga membaik, bahkan lebih buruk dari saat saya masih bekerja, Apakah ini dikarenakan dari sumpah ibu saya terhadap saya 3 tahun yang lalu pak ustad?

2. Saya sudah memohom ampun pada Allah dan meminta maaf kepada ibu saya, dan beliau juga sudah memaafkan dan sudah memohon kepada allah untuk mencabut sumpahnya. Ibu saya juga mengakui kalau dia memang sering mengambil uang saya. Apakah sumpah yang sudah dilontarkan dapat dicabut kembali ustad?

3. Setiap selesai sholat, saya selalu berdoa agar suami saya dilancarkan rizkinya, sehingga dia bisa selalu menafkahi kami, istri dan anak2 nya.Apakah ada doa dan amalan lain yang dapa saya lakukan agar Allah dapat mengangkat kesulitan ekonomi kami pak ustad.

4. Apa yang harus saya lakukan, agar saya bisa kuat menjalani kehidupan ini dengan segala cobaan yang datang, Saya tahu bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan saya, namun saat berhadapan dengan kenyataan, sering kali iman saya rapuh pak ustad. Kami memang bukan dari keluarga yang taat beragama, karena ibu saya seorang mualaf yang masuk islam karena menikah dengan ayah saya yang juga tidak paham agama.

Demikian pertanyaan saya, mohon kiranya pak ustad dapat memberikan nasehat untuk saya agar saya tidak salah jalan. Terima kasih atas perhatiannya..

Wassalamualaikum wr wb,


JAWABAN SUMPAH SEORANG IBU


1. Bisa iya bisa tidak. Allah Maha Tahu. Namun yang terpenting dalam hal ini adalah memastikan hal seperti itu (melawan orang tua, walaupun orang tua mungkin salah) adalah dilarang dalam Islam. Ada hadits yang membuat kita harus betul-betul hati-hati dalam bersikap pada orang tua di mana Nabi bersabda:

كل الذنوب يؤخر الله ما شاء منها إلى يوم القيامة إلا عقوق الوالدين فإن الله تعالى يعجل لصاحبه في الحياة قبل الممات

Artinya, “Allah SWT akan mengakhirkan balasan setiap dosa hingga hari kiamat kelak, kecuali dosa durhaka kepada orang tua. Dia mempercepat balasannya pada waktu masih hidup atau sebelum meninggal,” (HR Al-Baihaqi).

Jadi, dalam hadis tersebut ditegaskan bahwa sikap anak menyakiti orang tua itu sudah cukup bagi Allah untuk menghukum si anak dengan atau tanpa sumpah kutukan orang tua yang disakiti. Baca detail: Hukum Taat Orang Tua

2. Meminta maaf yang anda lakukan sudah benar tapi harus ditambah dengan taubat pada Allah. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Dan langkah ibu memaafkan itu sangat bijaksana. InsyaAllah hukuman Allah pada Anda sudah dicabut. Kalau sekarang rejeki anda masih sulit, maka itu bukanlah musibah bagi anda, tapi sebagai cobaan untuk menguji kesabaran anda. Teruslah berdoa dan mencoba mencari jalan rejeki alternatif yang lain. Akan tiba waktunya anda akan menemukan jalan yang mudah.

3. Baca: Doa Lancar Rejeki http://www.alkhoirot.net/2015/09/doa-lancar-rejeki.html

4. (a) Selalu berusaha taat perintah Allah dan menjauhi larangannya; (b) selalu penuh harap akan rahmat Allah dengan berusaha dan berdoa. Termasuk berusaha untuk meningkatkan kemampuan anda dan suami di bidang-bidang yang sekiranya dapat membuka lapangan kerja baru; (c) Membandingkan keadaan diri dengan mereka yang lebih tidak beruntung akan membantu kita untuk bersyukur dan termotivasi dalam menempuh kesulitan hidup.

________________


TAK MAU MEMAAFKAN KESALAHAN

Assalamu’alaikum ustadz,

A pernah membully B sewaktu sekolah dulu. B adalah orang yang baik akhlak dan agamanya. Suatu hari B pernah mengatakan sesuatu yang menyakitkan hati A. A jadi benci kepada si B. Lalu A mulai mengatakan perkataan yang menyakitkan hati B setiap hari. A juga mengatakan kejelekan B kepada orang sehingga orang-orang membenci B. B berkata kepada A apa salahnya. A kesal karena B bahkan tidak tahu salahnya apa.

Suatu hari Si A meminta maaf, namun B menolak. A makin benci kepada si B. Lalu A mengulangi perbuatannya dan bahkan lebih parah dari sebelumnya. A mulai memfitnah B, B mengelak dan bilang itu tidak benar. Namun orang percaya sama A dan B makin dibenci.

1. Apa hukum perbuatan A ini dalam islam?

2. Apakah A salah melakukan ini semua karena awalnya itu adalah salahnya B mengucap sesuatu yang menyakiti A?

3. Apakah B salah karena menolak maaf A, sehingga dendam A jadi makin dendam sama B?

4. Bagaimana dengan orang yang ikut-ikutan A untuk membenci B, apakah mereka sama dengan A?

5. Apakah wajar setelah semua yang A lakukan, si B susah memaafkan A?

6. Jika A hendak meminta maaf lagi kepada B, apa yang harus A lakukan jika B menolak lagi?

7. Apa saja yang harus A lakukan supaya B memaafkan A?

JAWABAN

1. Salah. Menyakiti sesamanya adalah berdosa.
2. Haramnya menyekiti sesama bersifat mutlak, baik karena memulai atau karena balas dendam.
3. Ya, Islam memerintahkan seorang muslim untuk memaafkan.
4. Sama-sama salah.
5. Tidak wajar. Berapapun besar kesalahan, seorang muslim tetap wajib memaafkan. Sebagaimana Allah yang selalu memaafkan hambaNya seberapapun besar dosa hamba tersebut.
6. Jalin komunikasi dengan baik dan intensif. Termasuk meminta bantuan teman yang dekat dengan B.

Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com