Nasib orang kafir yang beramal baik di dunia

Nasib orang kafir yang beramal baik di dunia apakah hukuman bagi orang-orang kafir yang memusuhi umat islam dan yang berlemah-lembut dengan islam di
NASIB ORANG KAFIR YANG BERAMAL BAIK DI DUNIA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. tanya lagi ustadz. Kita sebagai muslim yakin bahwa surga diperuntukkan hanya bagi orang-orang yang beriman dan mengikuti Rasul-Nya Nabi Muhammad Shollallahu 'alaihiwasallam. Sementara bagi orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya akan kekal di neraka untuk selama-lamanya.
Namun ada satu hal yang cukup mengganjal saya ustadz. Di dunia ini kita sama-sama tahu bahwa keadaan orang-orang kafir pun berbeda-beda. Ada yang membenci islam dan kaum muslimin bahkan mereka memerangi serta menumpahkan darah kaum muslimin.

Di sisi yang lain kita juga mendapatkan sebagian orang-orang kafir tersebut berlaku lemah lembut kepada kaum muslimin. Bahkan tidak jarang mereka membantu kaum muslimin yang ditimpa kesusahan.

Pertanyaan saya apakah hukuman bagi orang-orang kafir yang memusuhi umat islam dan yang berlemah-lembut dengan islam di neraka sama atau bertingkat-tingkat ustadz? Mohon jawabannya ustadz. Wassalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh. Supriyanto. Pasuruan.

JAWABAN

Hukuman mereka sama. Karena yang dihukum nanti di akhirat bukan soal baik buruknya sikap mereka pada muslim. Tapi karena ketidaktaatan mereka pada Allah. Pembangkangan mereka yang tidak mau bertauhid dan menyembah hanya Allah Yang Satu. Ini yang menjadi penyebab utama.

Sehingga amal baik mereka di dunia, kalau itu ada, tidak diakui sebagai amal baik yang akan dibalas di akhirat kelak. Dalam QS Az-Zumar 39:65 Allah berfirman:
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Artinya: Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.

Ayat dengan nada serupa dapat dilihat di QS Al Baqarah 2:217 dan Al-Maidah 5:5

Perbuatan yang baik yang dilakukan orang kafir di dunia dibalas di dunia saja (dengan mendapat nama baik dan dipuji, dll). Sedangkan muslim di balas di akhirat, dan terkadang juga dibalas di dunia. Nabi bersabda dalam sebuah hadits sahih riwayat Muslim dari Anas:
إن الكافر إذا عمل حسنة أطعم بها طعمة من الدنيا، وأما المؤمن فإن الله يدخر له حسناته في الآخرة، ويعقبه رزقاً في الدنيا على طاعته

Artinya: Orang kafir apabila beramal baik maka Allah akan memberinya makanan dari dunia. Sedangkan mukmin (yang beramal baik) maka Allah akan menyimpan kebaikannya itu di akhirat dan memberinya rizki di dunia atas ketaatannya.

Baca detail: http://www.alkhoirot.net/2015/05/hubungan-muslim-non-muslim.html

ISTRI KEHILANGAN HASRAT BIOLOGIS

Assalamualaikum pak ustadz,bagaimana hukumnya apabila seorang istri kehilangan hasrat biologisnya yang disebabkan karena jarang disentuh suaminya,karena suami tersebut jarang pulang yang disebabkan condong kepada salah satu istrinya,apakah istri tersebut berdosa?.mohon jawabannya,terimakasih.
Wassalam.

JAWABAN

Tidak masalah selagi istri tetap melayani suaminya kapanpun suaminya meminta hubungan suami istri. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

SOLUSI KONDISI EKONOMI YANG MENURUN DAN KELUARGA PEMALAS

Assalamu'alaikum, saya mau tanya, saya mempunyai masalah, ayah saya sudah beberapa bulan belakangan ini tidak bekerja, dikarenakan baru mendapat musibah,jatuh dan patah tangan, beliau memang hanya wiraswasta, selama ini sudah mencoba berbagai usaha dan selalu bangkrut, beliau tidak mau bekerja sama orng/jadi begawai, krna sudah prinsip beliau dari dulu tidak ingin jadi pegawai orng, dn skrg semenjak musibah itu beliau tidak trlalu banyak bekerja, dan ekonomi kami semakin menurun, dan saya juga ingin nanya bagaimana solusinya, ,

dari dulu apapun yg diusahakan selalu gagal dan bangkrut, dn itu membuat keluarga saya selalu bertengkar, orng tua saya selalu berbeda pendapat, orng tua saya orng yg rajin beribadah, dan tentang abg saya yg pertama, umurnya sudah mendekati 27 thn, tapi tidak punya pekerjaan, kerjanya hanga tdur makan, dia jga tdak terlalu rajin beribadah, abg saya yg nmor dua jga sama, umurnya sdah mendekati 25 thn, dia rajin terkadanh ikut bekerja di tmpat sodara kami, ttapi dia agak hyperaktif, dia gak pernah mau beribadah sama sekali, dia suka marah dan suka negatif thingking, dan sikapnya masih seperti anak kecil, dan kami selalu memakluminya, dn yg ketiga kakak saya, sudah hampir 23 thn, dia skrg kuliah, tapi jga jarang beribdah, jga ska marah, dn selalu mementingkan gadget, dn yg terakhir saya, saya pun jga begtu, saya jarang beribadah , tapi alhamdulillah terkadanh saya masih mau mendengarkan perkataan orng tua saya, kami berempat selalu begadang, tapi terakhir kami mempunyai adek bungsu yg dipesantren yg cita2nya bmenjadi hafidzah , dia yg diharapkan oleh ortu kami,

jadi pertanyaannya, bagaimana solusi untuk keluarga kami? Bagaimana dengan ayah saya yg selalu berusaha tapi selalu gagal, abg saya yg tdak mau bekerja, dan kami yg pemalas? Intinya kami satu rumah pemalas, yg akan kami kerjakan jga tdak tau, mau buka usaha tapi takut gagal lagi, bagaimana ustadz? Saya sudah bosan dengan masalah dari tahun ketahun tidak pernah berubah, apa yang salah dari keluarga kami ? Ortu saya rajin beribadah, usaha dari dulu udah sering tapi gagal dan bangkrut, tetapi mereka selalu berbeda pendapat, dan jga ayah saya jga orng yg selalu memperhitungkan uang (agakpelit). Bagaimana solusinya ustadz? Apa yg harus saya lakukan untuk menyelamatkan keluarga saya didunia dan juga diakhirat? Trmksih sbelumnya:')

JAWABAN

Yang pertama harus dilakukan bagi keluarga yang sering gagal dalam berusaha adalah bekerja pada orang lain. Wiraswasta itu mulia, namun ia memerlukan ilmu tertentu yang kadang baru didapat setelah kita bekerja pada orang lain. Bukan hanya ilmu cara menghitung untung rugi, tapi juga ilmu-ilmu lain.

Nah untuk bekerja pada orang lain, diperlukan kemampuan dan kualifikasi (ijazah). Kita harus bersedia untuk bekerja sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki. Bekerja harus diniati untuk ibadah dan sekaligus untuk beraktivitas agar tetap aktif dan engergik serta diniati untuk menjalin komunikasi nyata dengan manusia lain yang jadi kolega kerja kita. Bekerja harus pragmatis, tidak boleh pilih-pilih. Khususnya pada saat pertama.

Kedua, Tentang ibadah, seorang muslim wajib melaksanakan kewajiban shalat 5 waktu. Dan siapapun yang melanggarnya adalah dosa besar. Baca detail: Shalat 5 Waktu

Beribadah shalat 5 waktu itu kewajiban. Karena itu, hendaknya tidak dilihat apakah manfaat duniawinya: apakah akan berakibat lancar rejeki atau tidak. Kelancaran rejeki itu umumnya lebih tergantung pada kemampuan seseorang dalam berusaha, bukan pada seberapa kuat ibadahnya. Baca detail: http://www.alkhoirot.net/2015/11/mengapa-kafir-kaya-raya-sedang-muslim.html

Anda sebagai anggota yang mulai memiliki kesadaran hendaknya memulai taat pada ajaran agama dan bekerja sesuai dengan kualifikasi anda. Setelah itu, ajaklah saudara2 anda yang menganggur untuk juga bekerja dan beribadah agar hati dan jiwa menjadi tenang dan tentram.
LihatTutupKomentar