Konsultasi Syariah Islam Al-Khoirot (KSIA) Konsultasi Syariah Islam Al-Khoirot (KSIA)
recent

Breaking News

recent
جاري التحميل ...

Bimbang akidah dan cara agar yakin pada islam

BIMBANG AKIDAH DAN CARA AGAR YAKIN PADA ISLAM

Assalamualaikum pak ustaz,
Begini, saya memiliki kebimbangan hati akan adanya Allah.Tapi aku takut tidak memiliki iman. Aku tidak tahu, tiba-tiba hatiku mengatakan "apakah allah ada?? apakah selama ini aku menyembah sesuatu yang tidak ada??? apakah aku hanya membuang waktu melakukan hal aneh yang selama ini aku anggap beribadah??? Kenapa aku tidak mempertimbangkan agama lainnya, apa kamu sudah yakin agama kamu benar??? Kalau allah ada dengan sendirinya, bukankah bukan tidak mungkin alam semesta tercipta dengan sendirinya juga??? Kalau allah berbentuk zat, lalu siapa yang menciptakan zat itu, bukankah semua hal ada penyebabnya??" begitulah pertanyaan yang sering muncul dan mulai menghilangkan kepercayaanku akan adanya allah. Tapi sisi lain hatiku aku masih mempercayai bahwa tuhanku hanyalah allah dan berusaha keras menentang pertanyaan itu.

Lebih tepatnya secara hati aku masih mempercayai allah, tetapi pemikiran dan hatiku sisi lainnya mulai tidak percaya allah. Tetapi jujur saja aku ingin sekali menghilangkan perasaan ini, aku ingin seperti dulu ketika aku masih percaya allah, tetapi pemikiranku justru sangat membenarkan pertanyaan itu.

Aku ingin bertanya, bagaimana cara meningkatkan imanku percaya kepada allah dan menghilangkan semua keraguanku tentangnya, bagiku lebih baik gila daripada harus murtad.

Dan tolong jawab semua pertanyaanku di atas supaya hatiku semakin yakin adanya allah dan tidak mulai terpengaruh oleh pemikiran dan hatiku sisi lainnya. Ini bukan pertama kalinya aku meragukan adanya allah, tetapi mungkin dua kali atau lebih (saat itu hanya perasaan saja, tidak dengan pertanyaan) dan ketika itu tidak lama kemudian hatiku yakin lagi dan aku bersyahadat dalam hati untuk mencegahku menjadi kafir, jadi aku sudah murtad berkali-kali dan bersyahad berkali-kali.

Jadi apakah aku masih bisa diterima menjadi islam lagi?? jika tidak bisa maka aku akan sangat sedih.

Dan bagaimana caranya agar hatiku tetap beriman dan tidak berubah-ubah lagi?? Tolong dijawab aku sangat membutuhkannya.
Terima Kasih
Walaikumsalam.wr.wb

JAWABAN

Satu hal yang perlu anda ingat: tidak ada yang dapat meyakinkan hati anda kalau anda sendiri menutup mata hati dari kebenaran Islam. Sebaliknya, tidak ada yang dapat menghalangi anda menjadi muslim yang baik, kalau anda membuka diri atas kebenarannya.

Percaya adanya Allah, adanya para malaikat, para Nabi, adanya kitab wahyu para Nabi termasuk Al Quran dan adanya hari kiamat adalah bagian dari rukun iman yang harus dipercaya oleh semua muslim. Tanpanya maka dia berhenti jadi muslim. Baca: http://www.alkhoirot.org/2017/05/iman-kepada-allah.html

Percaya pada rukun iman yang enam adalah bagian dari akidah. Akidah atau ideologi agama secara umum merupakan keyakinan pada perkara ghaib, yang tidak kasat mata.
Bagi yang ragu, keimanan pada Allah bisa dimulai dari keimanan pada kebenaran Al Quran. Kebenaran dan keasliannya diakui oleh semua pihak termasuk peneliti yang nonmuslim (yang netral). Apabila percaya pada Al Quran dan isinya, maka kita tinggal mengikuti apa yang dikatakan Al Quran. Termasuk adanya Allah, dan rukun iman yang lain.

Bagi yang imannya lemah, sangat dianjurkan untuk fokus pada pendalaman ilmu agama Islam dan tidak membaca bacaan provokatif dari agama lain.

Juga, sangat dianjurkan membaca kisah-kisah nyata dari para mualaf yang masuk Islam. Terutama mereka yang masuk Islam bukan karena faktor pernikahan.

Baca detail:
- Agama Islam
- Cara jadi mualaf
- Mengatasi was-was
- Cara sembuh was-was kufur

HUKUM ARISAN DAN SATU SETORAN DIAMBIL KETUA

Assalamualaikum...
Dalam sebuah kelompok arisan, si ketua membuat aturan bhw setiap orang yg mau mjd anggota arisannya harus merelakan setoran awalnya dikasi ke ketua, jk tdk bersedia mk tidak boleh ikut. (Contoh: jumlah anggota 10 orang, arisannya sebesar 10.000/orang = 100.000, jk arisannya tiap minggu brarti dilotre sbyk 10 minggu, ketua minta jatah 100.000 dan diminta di awal selain 10 lotrean itu) Alasan ketua, uang itu mau dijadikan uang talangan kalau2 ada anggota yg tdk bayar saat dilotre. Namun faktanya, jk ada anggota yg tdk bayar, tetap ditagih. Artinya uang talangan itu hakikatnya tidak terpakai dan pd akhirnya mjd milik ketua. Sebenarnya byk anggota yg keberatan, tp mau bgmn lg. 1) Termasuk akad apa uang yg diminta ketua itu? 2) Bgmn status hukum uang itu? 3) Jk hal itu tidak boleh (haram), adakah solusinya krn praktik spt ini sudah lumrah di masyrkt? Mohon jawaban bsrt dalil2nya. Wassalam. Ahmad Fauzi, Sampang.

JAWABAN

Hukum warisan secara umum adalah sah dan dibolehkan dalam Islam. Warisan dalam istilah bahasa Arab disebut al-jam'iyah al-muwazhafun (kumpulan pegawai karena dilakukan oleh para pegawai) atau al-jum'ah (karena di Arab diadakan setiap hari Jumat) yang ada di Arab sama dengan yang ada di Indonesia di mana ada sekelompok orang yang mengeluarkan uang setiap periode tertentu (minggu atau bulan) dan setiap pertemuan akan ada satu orang yang akan mendapatkan bagian biasanya berdasarkan undian (Arab, qur'ah). Dalam kitab klasik madzhab Syafi'i kebolehan arisan ini disebutkan secara jelas. Dalam Hasyiyah Qolyubi (2/321) dikatakan:

الجمعة المشهورة بين النساء بأن تأخذ امرأة من كل واحدة من جماعة منهن قدراً معيناً في كل جمعة أو شهر، وتدفعه لواحدة، إلى آخرهن، جائزة، كما قال الولي العراقي


Artinya: Arisan yang umum dilakukan antara para wanita dengan cara seorang wanita mengambil dari setiap anggota kelompok sejumlah uang setiap Jumat atau bulan dan diberikan pada satu orang anggota sampai selesai, itu boleh sebagaimana dikatakan oleh Al-Wali Al-Iraqi.

Soal ketuanya minta jatah satu lotre, maka itu tergantung kesepakatan anggota. Kalau seluruh anggota sepakat, maka hukumnya halal bagi ketua untuk mengambilnya. Yang jelas, rela atau tidakrelanya anggota, tidak mempengaruhi pada keabsahan arisan itu sendiri. Baca detail: Bisnis dalam Islam

عن الكاتب

KSI Al-Khoirot

التعليقات


جميع الحقوق محفوظة

Konsultasi Syariah Islam Al-Khoirot (KSIA)