Biografi Sayyid Amin al-Kutbi Mekkah

Biografi Sayyid Amin al-Kutbi Mekkah Nama dan Nasabnya: Kelahiran dan Masa Kecilnya: Karya-karyanya: Beliau memiliki beberapa karya, di antaranya

Biografi Sayyid Amin al-Kutbi Mekkah


Biografi Sayyid Amin al-Kutbi Mekkah 

Daftar Isi

  1. Biografi 1
  2. Biografi 2 

Nama dan Nasabnya:  
(Al-'Alim al-'Allamah al-Muhaddits, al-Adib al-Arīb, an-Nāẓim, an-Nāthir al-Mutafannin, wa az-Zāhid an-Nabīl al-Mūqin, Sibawayh zamānihi as-Sayyid Muhammad bin Amin bin Muhammad Amin bin Muhammad Shalih bin Muhammad Husain al-Kutbi al-Hasani al-Makki al-Hanafi).

Kelahiran dan Masa Kecilnya:  
(Beliau lahir pada tahun 1327 H di Mekkah al-Mukarramah, di kawasan Harah al-Bab) dan dibesarkan di pangkuan ayahnya yang mendidiknya dengan baik. Keluarga al-Kutbi dikenal sebagai keluarga ilmu dan keutamaan. Al-'Allamah as-Sayyid Muhammad al-Fasi rahimahullah ta'ala dan as-Sayyid Sa'id Kutbi menceritakan kepadaku: "Ayahnya menghafal Kitab Allah ta'ala dan seorang penuntut ilmu." As-Sayyid Sa'id menambahkan: "Kakek ayahnya adalah imam dan khatib Masjidil Haram."

Biografi as-Sayyid Muhammad Husain al-Kutbi:  
Ayah dari kakek ayahnya, yaitu as-Sayyid Muhammad Husain (lahir tahun 1202 H), penduduk Mekkah al-Mukarramah dan muftinya. Beliau menuntut ilmu di tangan ulama zamannya ketika berada di Mesir, mengambil ilmu dari al-'Allamah Ahmad ath-Thahthawi dan al-'Allamah Muhammad al-Amir al-Kabir, pemilik ats-Tsabat dan asy-Syahab ash-Shawi. Beliau adalah seorang ulama yang teliti, wara', saleh, zuhud, dan mendalam pengetahuannya, rahimahullah ta'ala.

Karya-karyanya:  
Beliau memiliki beberapa karya, di antaranya fatwa-fatwa yang dikumpulkan dan disusun oleh anaknya as-Sayyid Muhammad, syarah atas Kitab al-Waqf dari al-Bahr, hasyiyah atas syarah al-'Aini atas al-Kanz (yang belum selesai), syarah kecil atas nazham al-Kanz yang masih dalam bentuk draft, serta khatimah atas syarah ad-Durr. Beliau wafat rahimahullah ta'ala pada tahun 1281 H.

(Ketika as-Sayyid Muhammad bin Amin yang menjadi objek biografi ini mencapai usia tujuh tahun, ayahnya memasukkannya ke kuttab Ahmad Hamam untuk belajar menulis, membaca, dan menghafal Al-Qur'an al-Karim di sana. Beliau tetap berada di kuttab tersebut hingga tahun 1338 H. Selama masa belajar dasar ini, beliau menghafal Al-Qur'an al-Karim secara luar kepala. Kemudian ayahnya memasukkannya ke Madrasah al-Falah yang terkenal. Saat memasuki madrasah ini, beliau bergabung dengan bagian huffazh Al-Qur'an, sehingga menghafal Al-Qur'an al-Karim dengan tajwid di tangan al-Hafizh al-Mujawwid asy-Syaikh Hasan as-Sunari al-Bakri).

Kecintaannya pada Dzikir sejak Kecil:  
Pada usia tersebut dan tahun-tahun berikutnya, as-Sayyid Muhammad al-Fasi rahimahullah ta'ala menceritakan kepadaku: "Ketika as-Sayyid Muhammad Amin masih kecil, di atas usia tujuh tahun, beliau memegang tasbih di tangannya dan duduk di pintu rumah sementara kami bermain. Ketika kami memaksanya bermain bersama kami, beliau menangis dan berdzikir kepada Allah ta'ala, lalu bergegas lari kembali ke rumah." Ini mengingatkan kita pada perbuatan Imam an-Nawawi di masa kecilnya. Beliau juga menuntut ilmu di tangan para guru ulama terkemuka yang mengajar pada masa itu.

Para Guru Beliau:  
Beliau rahimahullah ta'ala memiliki semangat tinggi, tidak puas hanya dengan apa yang diperoleh dari Madrasah al-Falah, melainkan juga mengambil ilmu dari ulama Haramain asy-Syarifain serta dari para pendatang ke sana. Di antaranya:  
- Al-'Allamah asy-Syaikh Muhammad 'Abd al-Baqi al-Laknawi (w. 1364 H)  
- Asy-Syaikh Muhammad ath-Thayyib al-Marrakusyi (w. 1364 H)  
- Al-'Allamah asy-Syaikh 'Isa Rawwas (w. 1365 H)  
- Al-'Allamah asy-Syaikh Amin Fudah (w. 1365 H)  
- Al-'Allamah as-Sayyid 'Abdullah bin Thahir al-Haddad yang terkenal dengan al-Haddar (w. 1367 H)  
- Al-'Allamah asy-Syaikh 'Umar Hamdan al-Mahrasi (w. 1368 H)  
- Asy-Syaikh Ahmad at-Tiji (w. 1368 H)  
- Beliau juga belajar bersama al-'Allamah asy-Syaikh Mustafa al-Hammami (w. 1368 H)  
- Al-'Allamah asy-Syaikh 'Abd al-Qadir Taufiq Syalabi (w. 1369 H)  
- Dan banyak lagi lainnya hingga al-'Allamah asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Fasi (w. 1418 H), serta as-Sayyid Muhammad bin Ahmad asy-Syathri dan para ulama terkemuka lainnya.

Tugas Pendidikannya:  
Pada tahun 1346 H, beliau lulus dari Madrasah al-Falah dan diangkat sebagai guru di sana. Beliau mengajar di sana selama beberapa waktu, kemudian diangkat sebagai guru di Ma'had Tahdhīr al-Ba'atsat di Mekkah al-Mukarramah, lalu diangkat sebagai guru di Kuliah Persiapan Guru hingga pensiun. Beliau juga diangkat sebagai guru di Masjidil Haram setelah lulus ujian yang diadakan bagi setiap pelamar.

Asy-Syaikh Bakr bin Husain Samdani memberitahuku bahwa beliau diangkat di Ma'had I'adad al-Mu'allimin pada tahun 1371 H.

Sifat-sifatnya:  
As-Sayyid Muhammad Amin rahimahullah ta'ala tidak mengenal lelah maupun bosan. Beliau berwawasan luas, penyabar terhadap murid kecil maupun besar, penuh kasih sayang. Beliau meninggalkan sikap memaksakan dan berlebihan, zuhud, wara', menjauh dari dunia dan penduduknya, sedikit bicara, lebih banyak diam, dalam pemikiran, hanya berbicara jika bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, sangat tawadhu hingga melayani tamunya sendiri tanpa membebani orang lain.

Pemecatannya dari Fatwa:  
Ketika beliau dicopot dari tugas fatwa, beliau tidak marah, malah sujud kepada Allah bersyukur karena Allah ta'ala telah memberinya karunia itu, mengingat beliau mengetahui bahaya dan tanggung jawab fatwa. Hal ini diceritakan oleh as-Sayyid Muhammad 'Alawi al-Maliki.

Adab dan Puisi Beliau:  
Beliau rahimahullah ta'ala membuat puisi dengan indah, menonjol di antara para penyair karena banyak mengutip dari Kitab Allah ta'ala dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam, serta kemampuannya mengarahkan pendengar ke referensi khusus yang disebutkan dalam qasidah. Beliau menghabiskan puisinya untuk memuji Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Di antaranya, qasidah tentang Isra' Mi'raj yang mengutip Al-Qur'an dan Sunnah:  
"Wahai ayah Zahrā', telah diceritakan kepada kami tentang jarak Mi'raj pada malam gelap... Qāba qausaini wa adnā, tingkat di mana engkau melihat dengan mata yakin... Melihat Allah dan mendengar firman-Nya dalam rahasia yang terjaga..."

Dan lain-lain, seperti menyambut Ramadhan:  
"Ramadhan, wahai bulan olahraga dan ridha, puasa, Al-Qur'an, dan shalat..."  

Kumpulan puisinya ada dalam Diwan "Nafh ath-Thīb fī Madh al-Habīb shallallahu 'alaihi wa sallam". Beliau juga memiliki ta'liq atas kitab Bulūgh al-Marām karya al-Hāfizh Ibnu Hajar al-'Asqalani.

Wafatnya:  
Di akhir hayatnya, beliau mengurung diri di rumah, tetap berdzikir, beribadah, shalat, membaca, dan menelaah. Beliau terus demikian hingga bertemu dengan Kekasih Tertinggi pada hari Senin, tanggal 4 Muharram 1404 H. Beliau dimakamkan di Ma'la, di samping sahabat perjuangannya dalam menuntut dan menyebarkan ilmu, as-Sayyid 'Alawi al-Maliki rahimahumallah ta'ala rahmatan lil abrār wa askanahumā fīsiḥa jannātihī āmīn.

Pujian Para Ulama atas Beliau:  
Asy-Syaikh Muhammad Yasin al-Fadani rahimahullah ta'ala berkata: "Al-'Allamah al-Muhaddits al-Mufassir an-Nahwi al-Adīb asy-Syā'ir an-Nāthir Sayyidi as-Sayyid Muhammad bin Amin al-Kutbi al-Makki al-Hanafi."

Dan pujian serupa dari asy-Syaikh Isma'il az-Zain, 'Abd al-Jalil Qaid, 'Abd al-Fattah Abu Ghuddah, 'Abd al-Fattah Rawah, serta Dr. Thahir at-Tunisi yang menceritakan pertemuannya dengan beliau di Madrasah al-Falah dan memuji keilmuan, akhlak, serta puisinya.

Murid-muridnya:  
Banyak ulama terkemuka yang belajar darinya dan kemudian menjadi manfaat bagi khusus dan umum, di antaranya: Kyai Haji Syuhud Zayyadi, pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang, as-Syaikh 'Abdullah bin Sa'id al-Lahji (w. 1410 H), Muhammad Yasin al-Fadani, Muhammad Mukhtar ad-Din Falimbani, Ibrahim Fatani, Isma'il Zain Yamani, dan banyak lagi hingga as-Sayyid 'Abd al-Qadir as-Saqaf, asy-Syaikh Ahmad bin Muhammad Nur Saif Hilal, as-Sayyid Shalih al-'Aidrus, dll.

Semoga Allah merahmati beliau dan seluruh ulama yang disebutkan, serta menjadikan ilmu dan amalnya sebagai amal jariyah. Āmīn. 

LihatTutupKomentar