Pondok Pesantren Jamsaren Surakarta (Solo) Jawa Tengah

Sejarah profil ponpes Pondok Pesantren Jamsaren Surakarta (Solo) Jawa Tengah Jateng Indonesia. Berdiri pada tahun 1750. Sistem pendidikan salafiyah dan madrasah diniyah (madin) namun para santri boleh belajar sekolah formal SLTP SLTA di bawah Yayasan Perguruan Al Islam Surakarta.Setelah sekitar 50 tahun kosong, seorang kiai alim dari Klaten yang merupakan keturunan pembantu Pangeran Diponegoro, Kiai H Idris membangun kembali surau tersebut. Tentu lebih lengkap dan diperluas dari kondisi semula. Di tangan Kiai Idris inilah Jamsaren mencapai puncaknya.
Pondok Pesantren Jamsaren


Sejarah profil ponpes Pondok Pesantren Jamsaren Surakarta (Solo) Jawa Tengah Jateng Indonesia. Berdiri pada tahun 1750. Sistem pendidikan salafiyah dan madrasah diniyah (madin) namun para santri boleh belajar sekolah formal SLTP SLTA di bawah Yayasan Perguruan Al Islam Surakarta.

DAFTAR ISI
1. Sejarah Berdirinya Pondok Jamsaren
2. Sistem Pendidikan
3. Pengasuh Pesantren Jamsaren



SEJARAH AWAL PONDOK JAMSAREN

Pondok pesantren Jamsaren berlokasi di Jalan Veteran 263 Serengan Solo. Ponpes ini pertama berdiri sekitar tahun 1750. Dalam sejarahnya, pondok ini melewati dua periode, setelah mengalami kevakuman hampir 50 tahun, antara 1830 - 1878.
Semula, pondok pesantren yang didirikan pada masa pemerintahan Pakubuwono IV ini hanya berupa surau kecil. Kala itu, PB IV mendatangkan para ulama, di antaranya Kiai Jamsari (Banyumas). Nama Jamsaren itu juga diambil dari nama kediaman Kiai Jamsari yang kemudian diabadikan hingga sekarang.

Vakumnya pondok pada 1830 disebabkan terjadinya operasi tentara Belanda. Operasi itu dimulai lantaran Belanda kalah perang dengan Pangeran Diponegoro pada 1825 di Yogyakarta. Karena kalah, Belanda melancarkan serangkaian tipu muslihat dan selanjutnya berhasil menjebak Pangeran Diponegoro. Karena itu pada 1830, para kiai dan pembantu Pangeran Diponegoro di Surakarta dan PB VI bersembunyi dan keluar dari Surakarta ke daerah lain, termasuk Kiai Jamsari II (putra Kiai Jamsari) dan santrinya.

Setelah sekitar 50 tahun kosong, seorang kiai alim dari Klaten yang merupakan keturunan pembantu Pangeran Diponegoro, Kiai H Idris membangun kembali surau tersebut. Tentu lebih lengkap dan diperluas dari kondisi semula. Di tangan Kiai Idris inilah Jamsaren mencapai puncaknya.

Selain mengelola Ponpes Jamsaren, Kiai Idris saat itu juga mengelola Madrasah Mamba'ul Ulum yang didirikan Kraton Surakarta. Sejumlah tokoh pergerakan nasional dari berbagai daerah tercatat pernah belajar di madrasah tersebut.

Sedangkan di Jamsaren, ribuan santri dari berbagai penjuru Asia Tenggara datang berguru kepada Kiai Idris yang dikenal sangat 'alim dan juga menjadi mursyid Thariqah Naqsyabandiyah tersebut.

Di antara nama-nama besar yang pernah nyantri Kiai Idris adalah Kiai Mansyur (pendiri Ponpes Al-Mansyur Klaten), Kiai Dimyati (pendiri Ponpes Termas, Pacitan), Syeich Ahmad al-Hadi (tokoh Islam kenamaan di Bali), Kiai Arwani Amin (Kudus), Kiai Abdul Hadi Zahid (pengasuh Ponpes Langitan).

Bahkan setelah Kiai Idris wafat pada tahun 1923, nama besar Jamsaren masih menjadi rujukan bagi para orangtua untuk mengirim anaknya nyantri. Banyak tokoh besar tanah air merupakan lulusan atau pernah belajar agama secara intens di Jamsaren generasi berikutnya.

Sebut saja misalnya Munawir Sadzali (mantan Menag), Amien Rais (mantan Ketua MPR), KH Zarkasyi (pendiri Ponpes Gontor), KH Hasan Ubaidah (pendiri dan pimpinan LDII) serta sejumlah nama lainnya. Jamsaren, sebuah pesantren kuno yang telah menyemai tumbuhnya banyak tokoh di negri ini.

Tokoh sentral yang terakhir memimpin pesantren ini adalah KH Ali Darokah. Setelah KH Ali Darokah wafat tahun 1997, Jamsaren dipimpin oleh sebuah dewan sesepuh. Sedangkan sebagai pelaksana keputusan, semua kegiatan dipimpin Mufti Addin selaku lurah pondok.


SISTEM PENDIDIKAN

Sistem asal adalah salafiyah. Karena itu, materi yang diajarkan adalah kitab-kitab Islam berbahasa Arab dan diterjemahkan dengan bahasa Jawa Pegon (bahasa yang disesuaikan dengan susunan bahasa Arab), seperti Nahwu Shorof, Tajwid, Qiroah, Tafsir, Fiqh, Hadits, Mantiq, Tarikh dan Ilmu Tasawwuf. Metode pengajaran pun dengan cara sorogan (maju satu per satu), sebagian yang lain dengan cara wekton/wetonan atau bandongan (cara berkelompok), masing-masing membawa kitab sendiri.

Para santri tidak hanya datang dari sekitar Solo, tetapi juga datang dari daerah lain di Pulau Jawa, di antaranya Tegal, Semarang, Banten, Jombang, dan Mojokerto. Pada 1908, mushala pondok pesantren diganti dengan bangunan masjid tembok dan berlangsung hingga sekarang. Pada 1913, sistem pengajian sorogan diganti dengan sistem kelas (klasikal). Beberapa nama besar pernah lahir dari pondok ini, di antaranya Munawir Sazali (mantan Menteri Agama RI) dan Miftah Farid (Ketua MUI Jabar).

Dalam perkembangannya, Pondok Pesantren Jamsaren kemudian bekerja sama dengan Yayasan Perguruan Al Islam Surakarta. Kini, sebagian besar santrinya adalah siswa SMP dan SMA Al Islam Surakarta.

YAYASAN AL-ISLAM JAMSAREN

Salah satu jejak besar Jamsaren saat ini adalah Yayasan Pendidikan Al-Islam yang didirikan tahun 1926 oleh para alumni dan pengasuh Jamsaren. Lembaga pendidikan ini telah berkembang luas sebagai sekolah favoritdi Jawa tengah dan Jawa Timur dari tingkat TK/RA hingga SMA/MA.

Sedangkan santri mukim di Jamsaren saat ini sekitar 120 santri putra dengan prioritas program tahfidul Qur'an. "Mereka santri mukim disini. Pagi hari akan mengikuti sekolah formal di Al-Islam lalu siang hingga malam tinggal di Jamsaren," ujar Mufti.

PROFIL MA AL-ISLAM JAMSAREN


MA Al-Islam Jamsaren Surakarta merupakan Sekolah Menengah Atas berciri khas Islam, madrasah yang memadukan antara kurikulum pendidikan umum (SMA) dan kurikulum pendidikan agama Islam (MA). MA Al-Islam Jamsaren Surakarta berdiri sejak tahun 1942 yang kemudian dinegerikan menjadi MAAIN (sekarang MAN) pada tahun 1967 dan bersamaan dengan itu Yayasan Perguruan Al-Islam tetap konsisten melanjutkan pendidikan MA – SMA Al-Islam. Pada tahun 1989 institusi yang berada di bawah dua naungan tersebut (KEMENAG dan KEMENDIKNAS) dipisahkan menjadi dua :

MA Al-Islam Jamsaren Surakarta di bawah naungan Kementerian Agama dengan tetap memadukan kurikulum SMA dan MA berada di lokasi Pondok Pesantren Jamsaren Surakarta Jl. Veteran No. 263 Serengan Solo.
SMA Al-Islam di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berada di Jl. Honggowongso Surakarta.

Pada awalnya MA Al-Islam dipimpin oleh KH. M. Ma’muri dilanjutkan KH. A. Musthofa, lalu HA. Ruslan, BA; KH. M. Umar Irsyadi, BA; Drs. Kasori Mujahid; H. Mufti Addin, S. Pd. Pada saat ini MA Al-Islam Jamsaren Surakarta dikepalai oleh Muchammad Syafii, S. Pd.

Visi dan Misi

Visi

Terwujudnya madrasah yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta berjiwa mandiri yang didasari pada keimanan dan ketaqwaan

Misi

Mewujudkan pengembangan kurikulum yang adaptif dan proaktif yang mengarah pada internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an.
Mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
Mewujudkan lulusan yang cerdas, mandiri dan berakhlak.
Mewujudkan SDM pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki kemampuan yang profesional.
Mewujudkan sarana dan prasarana yang relevan dan mutakhir.

Kurikulum

SMA/MA Al Islam Jamsaren Surakarta menggunakan kurikulum Depdiknas 2006 yang secara inovatif direkayasa berdasarkan visi dan misi serta target institusi yang meliputi :

Struktur program kurikulum SMA
Struktur program pendidikan Agama Islam
Pendidikan ekstra yang mengarah pada ketrampilan hidup (life skill) seperti: ketrampilan otomotif, ketrampilan, komputer, handicraft dan design tekstil.

Prestasi

Juara 1 Seni Kaligrafi Tingkat Pelajar SMA/MA/SMK Se-Solo Raya STAIN Surakarta 2009
Atlit Pencak Silat POPDA Solo 2009
Demo Produk Kerajinan Gelar Batik Nusantara Jakarta Convention Centre Agustus 2009
Juara I Olympiade Geografi se-Jawa Tengah Tahun 2008
Juara Harapan 2 Olympiade Matematika MAN-MAS Tingkat Nasional Tahun 2008
Juara I I I Olympiade Kimia MAN-MAS Tingkat Nasional 2008
Juara I, II, & III Design Batik Kontemporer UMS Tk Jawa Tengah Tahun 2008
Juara III Design Baju Batik Danarhadi antar pelajar se-Jawa Tengah Tahun 2008
Juara I Beladiri Tapak Suci Putra antar pelajar se-Jawa Tengah Tahun 2008
Juara I Beladiri Tapak Suci Putra Putri antar pelajar se-Kota Surakarta Tahun 2008
Juara I Cerpen antar pelajar se-Kota Surakarta Tahun 2008
Juara I MTQ Pelajar se SOLO Raya Tahun 2008
Juara I MTQ dan Tartil Qur'an se-Surakarta Tahun 2008
Juara I Nasional PenulisanArtikel- HUT KOMPAS ke 38
Lolos seleksi/terpilih sebagai Wartawan Siswa SOLOPOStahun 2008
Juara I Olympiade Geografi se-eks Karisidenan Surakarta tahun 2007
Lolos Babak 2 Liga Basket SMA/MA HEXOS Extravaganza tahun 2007
Libero Terbaik Liga Sepakbola Remaja se-eks Karisidenan Surakarta Tahun 2006
Juara I Da'i Remaja se-eks Karisidenan Surakarta Tahun 2006
Juara I Tahfidzul Qur'an 20 Juz se-Kota Surakarta Tahun 2006
Juara I MTQ Piala Wali Kota- UKMI UNS Tahun 2004
Juara I Thropy Hadad Alwi Cinta Rasul Kodia Surakarta Tahun 2003
Turut aktif mengikuti expo karya siswa baik tingkat lokal maupun nasional:
Expo Pagelaran Sekaten" sejaktahun 2006 hingga sekarang
Global Islamic Education Expo" di Semarang tahun 2008
Expo "Ngarsopuro Night Market 2009"
Aktif membantu kegiatan sosial:
Team Tanggap Darurat BencanaAlam -
Donor Darah PMI

MTS AL-ISLAM JAMSAREN

Nama: MTs Al-Islam Jamsaren
Yayasan: Unit pendidikan dari Yayasan Pesantren Jamsaren Surakarta
Alamat: Kenteng RT 06/VII Semanggi Pasar Kliwon Surakarta
Layanan Informasi
Telp. 0271.2099444
email: mts.jamsaren@gmail.com



PENGASUH/PIMPINAN PONDOK JAMSAREN

1. Kiai Jamsari (Banyumas
2. Kiai Jamsari II (putra Kiai Jamsari)
3. Kiai H Idris
LihatTutupKomentar