Berbicara dengan Jin dan Orang Mati dalam Islam

Hukum berbicara dengan jin dan orang mati apakah sesat atau tidak pengajian yang memukul wajah dan badan mereka sendiri... dan mereka mempelajari ilmu utk membela diri dan pernapasan.. seperti bisa berbicara dgn orang yg sudah mati dan bisa mengeluarkan dan memasukkan jin dalam tubuh mereka

PERTANYAAN

Aslkm Wr. Wb...

Perkenalkan nama saya Ika..

Begini pak ustad.. kemaren saya baru pulang dari kota TEGAL. ditrempat rumah itu diadakan pengajian setiap malam kamis dan malam minggu. dari pukul jam 10 malam sampai jam 12 malam. di[engajian tersebut tidak ada acara membaca Alqur'an.. melainkan cuma mengkaji isi dari Alqur'an trsbt. Didalam pengajian trsbt diadakan mati lampu.diakhir acaranya ada namanya pembersihan diri dan renungan dosa. dimana mereka yg mengikuti pengajian trsbt masing" memukul wajah dan badan mereka sendiri... dan mereka mempelajari ilmu utk membela diri dan pernapasan.. seperti bisa berbicara dgn orang yg sudah mati dan bisa mengeluarkan dan memasukkan jin dalam tubuh mereka. bisa bapak ustad jelaskan pengajian seperti apakah itu..?? bisa bapak beri solusi cara menyelesaikan masalah tersebut.. sebab yg mengikutin pengajian ini termasuk suami saya pak ustad.. saya takut suami saya berlarut" ajaran sesat.. kami sekarang berpisah karena suami saya lebih memilih tetap menjadi anggota

pengajian tersebut dari pada ikut bersama saya dengan belajar islam yg benar dan sudah nyata dan diterima dimuka bumi ini..... mohon pencerahannya pak ustad.. terimakasih..... atas jawaban bapak sangat" membantu saya dalam keadaan seperti ini..terimakasih......

Wassalamu'alaikum Wr. Wb..

Pertanyaan diajukan oleh IL melalui email ke alkhoirot@gmail.com / info@alkhoirot.com

JAWABAN

1. Islam adalah ajaran yang sederhana dan mudah dimengerti. Prinsip Islam hanya terfokus pada 5 (lima) pilar Islam yaitu (a) syahadat (b) shalat lima waktu; (c) puasa bulan ramadan; (d) zakat bagi yang mampu; dan (e) haji bagi yang kuasa. Di samping perintah yang lima tadi, seorang muslim juga diwajibkan menjauhi larangan Islam yang lima yaitu zina, membunuh, minum miras/narkoba, mencuri/korupsi, judi.

Orang yang melakukan lima pilar Islam dan menjauhi larangan utama Islam di atas sudah dianggap sebagai seorang muslim yang baik.

2. Ajaran murni Islam adalah ajaran yang terdapat dalam Quran dan hadits sahih. Adapun praktik atau perilaku yang mengatasnamakan Islam yang tidak terdapat dalam Quran dan hadits sahih dapat dikategorikan dalam dua kategori:

Pertama, amalan sesat. Apabila perilaku dan bacaan yang dilakukan bertentangan dengan spirit Al Quran dan Hadits.

Kedua, amalat mubah (boleh). Apabila perilaku dan bacaan yang dilakukan tidak bertentangan dengan spirit Al Quran dan Hadits.

Dalam pandangan kami, perilaku dan praktik pengajian suami anda adalah perilaku yang sesat. Disarankan pada siapapun yang ikut pengajian tersebut agar segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar dengan cara berkonsultasi kepada kyai atau ulama yang dikenal ketinggian ilmu dan wawasan agamanya.

BERBICARA DENGAN JIN ADALAH HARAM

Berdialog dan berbicara dengan jin adalah sangat tidak dianjurkan. Bahkan banyak ulama yang berpendapat haram karena kaum jin cenderung mengajak pada kesesatan dan menjauhkan manusia dari kebaikan berdasarkan pada firman Allah:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا
Artinya: Sungguh setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.(QS Fathir 35:6)

فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ وَقُلْنَا اهْبِطُواْ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ
Artinya: Lalu setan memberdayakan keduanya dari sorga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kdnikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman, "Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan."
(QS Al Baqarah 2:36)

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
Artinya: Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat. (QS Al Jin 72:6)

وَيَوْمَ يِحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُم مِّنَ الإِنسِ وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ الإِنسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِيَ أَجَّلْتَ لَنَا قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَليمٌ
Artinya: Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), "Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia." Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, "Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan buat kami telah datang." Allah berfirman, "Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain." Sungguh, Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui. (Al An'am 6:128)

DAPAT BERBICARA DENGAN ORANG MATI ADALAH TIPU DAYA JIN

Manusia hidup tidak akan mampu berbicara dengan orang yang sudah mati. Karena orang mati tidak dapat hidup kembali kecuali nanti pada hari kebangkitan atau hari kiamat. Oleh karena itu, orang yang mengklaim pernah atau dapat berbicara dengan arwah leluhur yang sudah mati ada dua kemungkinan. Pertama, dia bohong. Kedua, dia betul-betul seperti bertemu dengan orang yang sudah mati tapi itu semua karena tipu daya jin yang merubah wujud jadi seperti jasad orang yang sudah mati tersebut (lihat QS Al An'am 6:128 di atas). Berdasarkan pada firman Allah sebagai berikut:

وَيَسْأَلونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلاً

Artinya: Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, "Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberik pengetahuan hanya sedikit." (QS Al Isra' 17:85)



اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآياتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. (QS Az Zumar 39:42)


وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ

Artinya: Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Al An'am 6:60)

6 comments:

  1. “Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi Jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Al Quran Itulah dia). Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.” (QS. Ar Ra’du (13) : 31)

    bagai mana dengan tafsirnya terjemahan diatas

    trimakasih

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. Menyimak ayat :
    Artinya: Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, "Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberik pengetahuan hanya sedikit." (QS Al Isra' 17:85)
    Ada orang yg bergelut di bidang ilmu trawangan / mgkn termasuk ilmu hikmah, yang menafsirkan "pengetahuan hanya sedikit" itulah yg diolah oleh para ahli hikmah. Sepanjang yg saya tahu, ayat2 al-qur'an itu sangat luas maknanya, dan banyak penafsiran yang berbeda-beda. Jadi kesimpulannya, jika ayat tsb dijadikan larangan, tetapi dibalik makna ayat itu tersirat kemampuan yang jika diolah oleh manusia, bisa menjadikan sebagai kekuatan/ilmu yang dahsyat untuk hal2 yang berhubungan dengan ruh. Demikian pendapat saya

    ReplyDelete
  4. maaf pak ustad,, tidak semua jin kafir.. atau tidak semua jin itu adalah setan.. ada juga jin yang beriman kepada Allah... apakah hukumnya juga haram jika berdialog dengan jin muslim? “Dan tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Ad Dzariyyat: 56)
    dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (Al-Jin 72:11)

    ReplyDelete
  5. Bagus dan menarik artikel yang diberi

    ReplyDelete

1. Konsultasi agama harus lewat email ke: alkhoirot@gmail.com atau info@alkhoirot.com. Konsultasi via komentar.di bawah tidak akan dilayani. Konsultasi agama diasuh oleh Majelis Fatwa PP Al-Khoirot Malang.

2. Diijinkan untuk mengutip sebagian kecil artikel ini--tidak boleh seluruhnya -- untuk dimuat di situs lain dengan menyebutkan link dan sumber. Apabila ditemukan copy/paste seluruh artikel akan diajukan ke DMCA Google Complaints supaya di-banned dari Google search. Harap maklum

3. Copy/paste untuk tujuan dicetak atau disimpan pribadi di komputer (bukan untuk ditulis di situs lain) diperbolehkan tanpa perlu ijin.