Hukum Peringatan Maulid Nabi

Hukum Peringatan Maulid Nabi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad adalah masalah muamalah,bukan ibadah, demikian penjelasan Dr. Mustofa Yaqub MA dalam satu ceramahnya di TVRI, Imam Besar masjid Istiqlal dan ulama Ahli hadits Indonesia. Karena memperingati Maulid Nabi itu masalah muamalah, maka manusia dibolehkan berinovasi (Arab, bid'ah) selagi tidak ada perbuatan yang melanggar syariah. Sama dengan bolehnya manusia memakai komputer, browsing internet, naik mobil dan pesawat terbang walaupun semua ini tidak ada pada zaman Nabi dan para Sahabat. Dalam kaidah fikih dikatakan bahwa "hukum asal dari masalah muamalah adalah boleh." Sedangkan kaum Wahabi menganggap bahwa Maulid Nabi termasuk ibadah yang bersifat tauqifi dan harus berdasarkan atas Quran dan hadits. Perbedaan dasar inilah yang membuat kontroversi Maulid Nabi sulit menemukan titik temu antara kaum Wahabi yang mengharamkan dan kalangan Ahlussunnah Wal Jamaah yang membolehkan.

Memperingati atau merayakan maulid Nabi Muhammad s.a.w sudah menjadi tradisi yang mengakar di kalangan umat Islam Indonesia. Hari kelahiran Nabi Muhammad yang jatuh pada 12 Rabiul Awal ini bahkan sudah menjadi salah satu hari besar dan hari libur nasional. Hukum merayakan maulid Nabi dipertanyakan halal haramnya setelah munculnya kelompok neo Khawarij yang bernama Wahabi yang mengharamkan peringatan maulid Nabi dan menganggapnya sebagai bid'ah dhalalah (sesat).

DAFTAR ISI
  1. Sejarah Peringatan Maulid Nabi
  2. Hukum Maulid Nabi menurut Ulama Ahlus-Sunnah (Non-Wahabi)
    1. Fatwa Jalaluddin As-Suyuthi Tentang Peringatan Maulid Nabi
    2. Fatwa Abul Khattab Al Dihyah Tentang Perayaan Maulid Nabi
    3. Fatwa Yusuf Qardhawi Tentang Perayaan Maulid Nabi
    4. Fatwa Said Ramadan Al-Buthi Tentang Perayaan Maulid Nabi
    5. Fatwa Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki Tentang Perayaan Maulid Nabi
  3. Hukum Maulid Nabi menurut Ulama Wahabi Salafi
  4. Kesimpulan Hukum Maulid

I. SEJARAH PERINGATAN MAULID NABI

Ada berbagai macam versi mengenai waktu awal mula diadakannya peringatan atau perayaan Maulid Nabi. Jalaluddin As-Suyuthi (1445 - 1505M atau 849 - 911 H)[1] menerangkan bahwa orang yang pertama kali menyelenggarakan maulid Nabi adalah Malik Mudhaffar Abu Sa’id Kukburi (1153 - 1232 M atau 549 - 630 H).[2]

Sebagian pendapat mengatakan bahwa Shalahuddin Al Ayyubi (1138 - 1193 M), yang pertama kali melakukan peringatan Maulid Nabi secara resmi. Sementara versi lain menyatakan bahwa perayaan maulid Nabi ini dimulai pada masa dinasti Daulah Fathimiyah di Mesir pada akhir abad keempat Hijriyah atau abad keduabelas masehi.[3]

Kegiatan perayaan (ihtifal) maulid Nabi ini kemudian menyebar ke berbagai negara Islam termasuk Indonesia.

II. HUKUM MAULID NABI MENURUT ULAMA AHLUS-SUNNAH (NON-WAHABI)

Mayoritas ulama membolehkan peringatan atau perayaan Maulid Nabi Muhammad selagi tidak ada perbuatan yang melanggar syariat saat peringatan tersebut. Jalaluddin As Suyuthi berpendapat bahwa sunnah itu dapat terjadi dengan qiyas (analogi) tidak harus berdasarkan adanya dalil Quran dan hadits.


FATWA JALALUDDIN AS SUYUTHI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

1. Jalaluddin As-Suyuthi berpendapat bahwa memperingati maulid Nabi Muhammad adalah bid'ah hasanah (baik). As-Suyuthi mengatakan:

وبعــــد: فقد وقع السؤال عن عمل المولد النبوي في شهر ربيع الأول، ما حكمه من حيث الشرع؟ وهل هو محمود أو مذموم؟ وهل يثاب فاعله أو لا؟.

الجـــــواب:

عندي أن أصل عمل المولد الذي هو اجتماع الناس وقراءة ما تيسر من القرآن ورواية الأخبار الواردة في مبدأ أمر النبي صلى الله عليه وسلم وما وقع في مولده من الآيات ثم يمد لهم سماط يأكلونه وينصرفون من غير زيادة على ذلك هو من البدع الحسنة التي يثاب عليها صاحبها لما فيه من تعظيم قدر النبي صلى الله عليه وسلم وإظهار الفرح والاستبشار بمولده الشريف.

Arti kesimpulan: Perayaan Maulid Nabi yang berupa berkumpulnya manusia dengan membaca ayat Quran dan sejarah Nabi dan memakan hidangan makanan termasuk dari bid'ah yang baik (hasanah) yang mendapat pahala karena bertujuan mengagungkan Nabi Muhammad dan menampakkan kegembiraan terhadap kelahiran Nabi.

Alasan As-Suyuthi menganggap sunnah merayakan maulid Nabi karena hukum sunnah itu tidak harus terjadi pada era Nabi, tapi bisa karena qiyas.[4]

Istilah bid'ah hasanah (baik) dan qabihah (buruk) yang dipakai As-Suyuthi berasal dari Imam Nawawi dalam kitab تهذيب الأسماء واللغات Tahdzibul Asma' wal Lughat.


FATWA ABUL KHATTAB AL DIHYAH TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

2. Abul Khattab bin Dihyah pada tahun 604 H menulis kitab At Tanwir fi Maulidil Basyir an-Nadzir (التنوير في مولد البشير النذير) khusus membahas tentang bolehnya Maulid Nabi. Bin Dihyah adalah ulama ahli hadits yang bergelar Al Hafidz asal Maroko yang terkenal pada zamannya.[5]

3. Ismail bin Umar bin Katsir, penulis tafsir Al Quran Ibnu Katsir yang terkenal termasuk yang membolehkan perayaan Maulid Nabi Muhammad.[6]

4. Syed Muhammad Alwi Al Maliki Al Hasnai dalam kitabnya Hawlal Ihtifal bi Dzikral Maulid an-Nabawi [7]


FATWA YUSUF QARDHAWI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

- Yusuf Qardhawi menganggap perayaan Maulid Nabi Muhammad adalah baik. Qardhawi menyatakan:
فهناك لون من الاحتفال يمكن أن نقره ونعتبره نافعاً للمسلمين، ونحن نعلم أن الصحابة رضوان الله عليهم لم يكونوا يحتفلون بمولد الرسول صلى الله عليه وسلم ولا بالهجرة النبوية ولا بغزوة بدر، لماذا؟

لأن هذه الأشياء عاشوها بالفعل، وكانوا يحيون مع الرسول صلى الله عليه وسلم، كان الرسول صلى الله عليه وسلم حياً في ضمائرهم، لم يغب عن وعيهم، كان سعد بن أبي وقاص يقول: كنا نروي أبناءنا مغازي رسول الله صلى الله عليه وسلم كما نحفِّظهم السورة من القرآن، بأن يحكوا للأولاد ماذا حدث في غزوة بدر وفي غزوة أحد، وفي غزوة الخندق وفي غزوة خيبر، فكانوا يحكون لهم ماذا حدث في حياة النبي صلى الله عليه وسلم، فلم يكونوا إذن في حاجة إلى تذكّر هذه الأشياء.

ثم جاء عصر نسي الناس هذه الأحداث وأصبحت غائبة عن وعيهم، وغائبة عن عقولهم وضمائرهم، فاحتاج الناس إلى إحياء هذه المعاني التي ماتت والتذكير بهذه المآثر التي نُسيت، صحيح اتُخِذت بعض البدع في هذه الأشياء ولكنني أقول إننا نحتفل بأن نذكر الناس بحقائق السيرة النبوية وحقائق الرسالة المحمدية، فعندما أحتفل بمولد الرسول فأنا أحتفل بمولد الرسالة، فأنا أذكِّر الناس برسالة رسول الله وبسيرة رسول الله

وفي هذه المناسبة أذكِّر الناس بهذا الحدث العظيم وبما يُستفاد به من دروس، لأربط الناس بسيرة النبي صلى الله عليه وسلم (لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا) [الأحزاب 21] لنضحي كما ضحى الصحابة، كما ضحى علِيّ حينما وضع نفسه موضع النبي صلى الله عليه وسلم، كما ضحت أسماء وهي تصعد إلى جبل ثور، هذا الجبل الشاق كل يوم، لنخطط كما خطط النبي للهجرة، لنتوكل على الله كما توكل على الله حينما قال له أبو بكر: والله يا رسول الله لو نظر أحدهم تحت قدميه لرآنا، فقال: "يا أبا بكر ما ظنك في اثنين الله ثالثهما، لا تحزن إن الله معنا".

نحن في حاجة إلى هذه الدروس فهذا النوع من الاحتفال تذكير الناس بهذه المعاني، أعتقد أن وراءه ثمرة إيجابية هي ربط المسلمين بالإسلام وربطهم بسيرة النبي صلى الله عليه وسلم ليأخذوا منه الأسوة والقدوة، أما الأشياء التي تخرج عن هذا فليست من الاحتفال؛ ولا نقر أحدًا عليها.
Artinya: Ada salah satu jenis perayaan/peringatan yang dapat kita anggap bermanfaat bagi umat Islam. Kita tahu bahwa para Sahabat tidak merayakan Maulid Nabi Muhammad, hijrah Nabi dan Perang Badar, kenapa?

Karena kejadian-kejadian di atas mereka lakukan dalam kehiudpan nyata. Mereka hidup bersama Nabi. Dan Nabi hidup dalam hati mereka. Tidak hilang dari kesadaran mereka. Sa'ad bin Abi Waqqas berkata: Kami mengisahkan pada anak-anak kami kisah-kisah peperangan Nabi sebagaimana kami menghafal Surah dari Al-Qur'an dengan bercerita pada anak-anak apa yang terjadi dalam Perang Badar dan Perang Uhud, Perang Khandaq, Perang Khaibar. Mereka bercerita pada anak-anak mereka apa yang terjadi pada masa hidup Nabi sehingga mereka tidak perlu memperingati perayaan-perayaan semacam ini.

Kemudian datanglah masa di mana manusia melupakan berbagai peristiwa di atas dan hilang dari kesadaran, jiwa dan hati mereka. Maka manusia perlu untuk menghidupkan kembali pemahaman yang telah mati dan mengingat peristiwa yang sudah terlupakan. Betul, terdapat hal-hal bid'ah dalam perkara ini tapi saya berpendapat bahwa kita merayakannya untuk mengingatkan manusia atas hakikat perjalanan kenabian dan risalahnya. Saat kita memperingati Maulid Nabi maka saya memperingati kelahiran terutusnya Nabi; maka saya mengingatkan manusia atas diutusnya Rasulullah dan kisah kenabian beliau.

... Kita saat ini sangat perlu untuk mempelajari (kisah Nabi) ini. Perayaan semacam ini bertujuan untuk mengingatkan manusia akan makna-makna di atas. Saya yakin bahwa di balik beberapa peringatan ini terdapat hasil yang positif yaitu mengikat umat dengan Islam dan mengikat mereka dengan sejarah Nabi untuk dimabil suri tauladan dan panutan. Adapun hal-hal yang keluar dari ini, maka itu bukanlah perayaan dan kami tidak mengakuinya.
(Sumber: http://qaradawi.net/fatawaahkam/30/1444.html).


FATWA SAID RAMADAN AL-BUTHI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

Said Ramadhan Al-Buthi menilai bahwa Maulid Nabi bukan bid'ah walaupun ia baru eksis setelah era Tabi'in atau Tabi'it Tabi'i. Ia berpendapat tidak semua yang baru itu bid'ah. Dalam salah satu fatwanya ia menyatakan:
ليس كل جديد بدعة
البدعة، بمعناها الاصطلاحي الشرعي، ضلالة يجب الابتعاد عنها، وينبغي التحذير من الوقوع فيها. ما في ذلك ريب ولا خلاف. وأصل ذلك قول رسول الله صلى الله علية وسلم فيما اتفق علية الشيخان (من احدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهورد) وقوله فيما رواه مسلم : (إن خير الحديث كتاب الله، وخير الهدى هدى محمد، وشر الأمور محدثاتها، وكل بدعة ضلالة).

ولكن ما هو المعنى المراد من كلمة (بدعة) هذه ؟
هل المراد بها معناها اللغوي الذي تعارف علية الناس فيكون المقصود بها إذن، كل جديد طارئ على حياة المسلم، مما لم يفعله رسول الله صلى الله علية وسلم ولا أحد من أصحابه، ولم يكن معروفا لديهم؟
إن الحياة ما تزال تتحول بأصحابها من حال ألي حال، وتنقلهم من طور إلى آخر..

Artinya: Ditinjau dari pengertian istilah yang syar'i tidak semua yang baru itu bid'ah dhalalah (sesat) yang wajib dijauhi. Tidak ada keraguan dan perbedaan dalam soal ini. Asal dari masalah bid'ah ini adalah sabda Nabi riwayat Bukhari dan Muslim: Barangsiapa yang mengada-ada di dalam urusan agama ini dengan sesuatu yang tidak berasal darinya, maka tertolak." Dan sabda Nabi dalam sebuah hadits riwayat Muslim: "Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, sedangkan seburuk-buruk perkara adalah perkara baru yang dibuat-buat, dan setiap yang bidah itu adalah kesesatan."

Akan tetapi apa yang dimaksud dengan kata "bid'ah" di sini? Apakah yang dimaksud dengan bid'ah secara lughawi (literal) yang umum diketahui manusia sehingga yang dimaksud adalah setiap hal yang baru pada kehidupan muslim yang tidak dilakukan Rasulullah dan para Sahabat tidak ada yang tahu? Sesungguhnya kehidupan senantiasa berubah dari waktu ke waktu dan berpindah dari masa ke masa yang lain ...

Lebih detail baca: الاحتفال بالمولد النبوي


FATWA SAYYID MUHAMMAD ALWI AL-MALIKI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki, ulama terkenal Mekkah yang bukan Wahabi menulis buku khusus tentang bolehnya merayakan
Maulid Nabi Muhammad. Kitabnya berjudul Haulal Ihtifal bi Dzikrol Maulidin Nabawi as-Syarif. Berikut salah satu isinya:
أننا نقول بجواز الاحتفال بالمولد النبوي الشريف والاجتماع لسماع سيرته والصلاة والسلام عليه وسماع المدائح التي تُقال في حقه ، وإطعام الطعام وإدخال السرور على قلوب الأمة

Artinya: Saya berpendapat atas bolehnya merayakan maulid Nabi dan berkumpul untuk mendengar sejarah Nabi, membaca shalawat dan salam untuk Nabi, mendengarkan puji-pujian yang diucapan untuk beliau, memberi makan (pada yang hadir) dan menyenangkan hati umat.

Lebih detail baca: حول الاحتفال بذكرى المولد النبوي للسيد محمد علوي المالكي

- Habib Mundzir Al Musawa dalam bukunya Kenalilah Aqidahmu membuat daftar panjang kalangan ulama dulu dan kontemporer (muta'akhirin) dan kitabnya yang menghalalkan perayaan Maulid Nabi Muhammad sebagai berikut:

Imam Al hafidh Abu Syaamah rahimahullah (Guru imam Nawawi)
Syamsuddin Aljazriy dalam kitabnya ‘Urif bitta’rif Maulidissyariif
Syamsuddin bin Nashiruddin Addimasyqiy dalam kitabnya Mauridusshaadiy fii maulidil Haadiy
Assakhawiy dalam kitab Sirah Al Halabiyah
Ibn Abidin rahimahullah dalam syarahnya maulid ibn hajar
Ibnul Jauzi dengan karangan maulidnya yg terkenal al aruus
Al Qasthalaniy dalam kitabnya Al Mawahibulladunniyyah
Syamsuddin Muhammad bin Abdullah Aljuzri dg maulidnya Urfu at ta’rif bi maulid assyarif.
Al ’Iraqy dg maulidnya Maurid al hana fi maulid assana
Imam ibn hajar al haitsami dg maulidnya Itmam anni’mah alal alam bi maulid sayidi waladu adam
Ibrahim Baajuri mengarang hasiah atas maulid ibn hajar dg nama tuhfa al basyar ala maulid ibn hajar
Yusuf bin ismail An Nabhaniy dg Maulid jawahir an nadmu al badi’ fi maulid as syafi’
Asyeikh Ali Attanthowiy dg maulid nur as shofa’ fi maulid al mustofa
Muhammad Al maghribi dg Maulid at tajaliat al khifiah fi maulid khoir al bariah.


III. HUKUM MAULID NABI MENURUT ULAMA WAHABI SALAFI

Adapun pendapat ulama Wahabi Salafi hampir seragam: merayakan maulid Nabi adalah bid'ah dhalalah. Dan haram.

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengatakan:

لا يجوز الاحتفال بمولد الرسول صلى الله عليه وسلم ، ولا غيره ؛ لأن ذلك من البدع المحدثة في الدين ؛ لأن الرسول صلى الله عليه وسلم لم يفعله ، ولا خلفاؤه الراشدون ، ولا غيرهم من الصحابة ـ رضوان الله على الجميع ـ ولا التابعون لهم بإحسان في القرون المفضلة ، وهم أعلم الناس بالسنة ، وأكمل حباً لرسول الله صلى الله عليه وسلم ومتابعة لشرعه ممن بعدهم .
Artinya: Tidak boleh merayakan maulid (kelahiran) Nabi dan lainnya karena termasuk bid'ah karena tidak pernah dilakukan oleh Nabi, khalifah yang empat, dan Sahabat lain dan tabi'in. Padahal mereka yang lebih tahu tentang sunnah dan lebih sempurna kecintaannya pada Rasul dan lebih mengikuti syariahnya daripada generasi setelahnya.[8]

Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menyatakan:

فالاحتفال به يعتبر من البدعة وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم : " كل بدعة ضلالة " قال هذه الكلمة العامة ، وهو صلى الله عليه وسلم أعلم الناس بما يقول ، وأفصح الناس بما ينطق ، وأنصح الناس فيما يرشد إليه ، وهذا الأمر لا شك فيه ، لل يستثن النبي صلى الله عليه وسلم من البدع شيئاً لا يكون ضلالة ، ومعلوم أن الضلالة خلاف الهدى ، ولهذا روى النسائي آخر الحديث : " وكل ضلالة في النار " ولو كان الاحتفال بمولده صلى الله عليه وسلم من الأمور المحبوبة إلى الله ورسوله لكانت مشروعة ، ولو كانت مشروعة لكانت محفوظة ، لأن الله تعالى تكفل بحفظ شريعته ، ولو كانت محفوظة ما تركها الخلفاء الراشدون والصحابة والتابعون لهم بإحسان وتابعوهم ، فلما لم يفعلوا شيئاً من ذل علم أنه ليس من دين الله
Arti kesimpulan: Memperingati maulid Nabi itu bid'ah dhalalah (sesat).[9]


IV. KESIMPULAN HUKUM MAULID

Peringatan atau perayaan maulid Nabi adalah bi'dah karena tidak dilakukan pada zaman Nabi. Akan tetapi termasuk daripada bid'ah hasanah (hal baru yang baik) selagi apa yang dilakukan dalam peringatan maulid itu tidak bertentangan dengan spirit Al Quran, Sunnah, atsar Sahabat dan ijma' ulama.

Pandangan Wahabi bahwa segala sesuatu yang baru yang tidak ada pada zaman Nabi dianggap bi'dah sesat (dhalalah) adalah pandangan yang sempit. Karena para Sahabat banyak melakukan bid'ah. Seperti Abu Bakar dengan pengumpulan catatan Al Quran, Umar bin Khattab dengan tarawih dan Utsman bin Affan dengan pembukuan Al Quran yang dikenal dengan mushaf Utsmani.

====================
[1] Jalaluddin As-Suyuthi, Husnul Maqsad fi Amalil Maulid (حسن المقصد في عمل المولد)
[2] Mudhoffar adalah penguasa kawasan Irbil pada masa Shalahuddin Al Ayyubi. Nama lengkapnya Mudhofaruddin Abu Said Kukburi bin Zainuddin Ali bin Baktakin bin Muhammad (مظفر الدين أبو سعيد كوكبري بن زين الدين علي بن بكتكين بن محمد)
[3] Dr. Sulaiman bin Salim As Suhaimi dalam Al A’yad wa Atsaruha alal Muslimin
[4] Jalaluddin As-Suyuthi, ibid. Link: almoslem.net/modules.php?name=News&file=article&sid=27
[5] Ibid
[6] ibid
[7] Termasuk ulama muta'akhirin yang berani merayakan Maulid Nabi di Arab Saudi kendati dilarang oleh ulama Wahabi. Kitabnya dapat dibaca di sini: حول الاحتفال بذكرى المولد النبوي للسيد محمد علوي المالكي
[8] Lihat http://www.khayma.com/kshf/B/Moled.htm
[9] فتاوى الشيخ محمد الصالح العثيمين " إعداد وترتيب أشرف عبد المقصود

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

117 comments:

  1. Assalamu'alaikum Wr.Wb.

    Kesimpulan, menurut hamba Allah yang dhoif ini bahwa: Bid'ah itu adalah urusan ibadah yang dibuat-buat setelah Nabi. Urusan Ibadah sudah jelas sempurna Allah yg menyatakannya "Alyauma Akmaltu Lakum Dinakum Wa'atmamtu lakum ni'mati wa radhitu lakumul islama diina"..jadi, urusan Ibadah jelas, jangan ditambah-tambah atau dikurangi dari ketentuan Allah dan Rasulnya. Mu'amalah pun harus jelas Halal-Haramnya. dan itu pun sudah jelas. Jadi, mari kita membenarkan yang benar meskipun kelihatan salah, dari pada membiasakan yang salah meskipun kelihatan benar. Wallaahu'alam.
    Wassalam,

    Abdussalam

    ReplyDelete
  2. Dari aku orang BODOH:yassiruu wa la tu'asysyiruu...
    jangan selalu diperdebatkan,yang betul2 BENAR hanya ALLAH.
    kalau jaman sekarang harus melakukan persis pada jaman Nabi, ya,sudah KALIAN tidak usah pakai baju,celana,sajadah,kopiayah ,dasi mobil,sepeda dan lain-lain...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari aku orang yang masih belajar agama.
      yang harus dilakukan persis pada jaman Nabi itu hanya dalam urusan agama mas, bukan dalam hal urusan dunia

      Delete
    2. dulu nabi pakai baju,makan,minum dan tidur.. berarti dengan kata2mu itu kamu fikir nabi kita tidak pakai baju gitu..?
      berilmulah sebelum berkata2 mas bro.
      ngapain ngerayain sesuatu yg dia sendiri gk pernah ngerayainnya..

      Delete
    3. Maaf Mas harus kita telaah masalah diatas, bukan membicarakan hukum alat tapi hukum syariat, lagian nabi kita bukan seorang tarsan yang ga pake baju malahan nabi kita yang memerintahkan kepada pengikutnya agar memakai busana muslim dan muslimah bukan seperti zaman sekarang, wanita dan laki laki sudah tidak malu sama auratnya. Jadi sebenarnya Mas Bintang yang kebalik. beristighfarlah MAs........

      Delete
    4. David KurniawanJanuary 02, 2015

      Pengagungan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk perkara ibadah. Begitu pula membangkitkan perasaan cinta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga termasuk bagian dari agama karena di dalamnya terkandung kecenderungan kepada syariatnya. Apabila demikian maka merayakan maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah serta untuk mengagungkan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu bentuk ibadah. Dan apabila hal itu termasuk perkara ibadah maka sesungguhnya tidak diperbolehkan sampai kapan pun menciptakan ajaran baru yang tidak ada sumbernya dari agama Allah. Oleh sebab itu merayakan maulid Nabi adalah bid’ah dan diharamkan.

      Delete
    5. @Bintang yg sangat Jenius, antum aj yg kagak pake baju ama celana ane ogah ....,

      Delete
    6. Mas David Kurniawan..khutbah jum'at pun perkara ibadah...maka jika anda jum'atan di mesjid yg berkhutbah dgn bahasa indonesia jum'atan anda tidak sah karena jaman nabi khutbah itu berbahasa arab semua tidak pernah diselipkan bahasa indonesia.

      Delete
    7. Dalil yang menunjukkan diperbolehkan menyampaikan khutbah Jum’at dengan selain bahasa Arab ketika dibutuhkan adalah karena hal tersebut merupakan ketentuan pokok dalam syari’at kita yaitu firman Allah ta’ala,وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٤)“Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka.”(Ibrahim: 4).

      Delete
    8. Di zaman sekarang, gak saya juga kita sekalian: baru saja belajar setahun dua tahun eh mungkin sebulan dua bulan, hafal 10 hadist 10 surah dah belagak menafsirkanya dengan akal dan nafsunya sendiri mengatakan ini salah ini benar ini halal ini haram...weih nauzdubillah...asal tau aja sehebat apapun org dijaman setelah tabi'in tabi'in org itu bukan lagi dikatakan mujtahid. jadi kita memang diharuskan belajar kepada org yang faham betul tentang ilmu tafsir karena tidak lepas daripada asbabun nuzul nya...fahami dan cari informasi dulu sebelum menjelaskan satu hadist ataupun 1 ayat. fatalnya jika nanti kita salah akan ada banyak org yang ikut kedalam kesalahan..dosanya tentu akan belipat lipat...fahami juga bahwa para salaf itu tidak hanya dari 1 majhab, dimajhab yang lain juga berfatwa dan bisa berbeda hasilnya. kalau kita hanya baca (walaupun shoheh) langsung memberikan komentar bukankan kita seorang yang sombong, kesombongan hanya milik org bodoh. terima kasih semua ... semoga terenungkan.

      Delete
  3. Assalamualaikum
    Tanggapan saya,sepengetahuan saya,hal tersebut tidak bisa disamakan dengan kondisi para sahabat yang melakukan pengumpulan quran,mushaf,tarawih,alasannya karena mengikuti sahabat,tabi'in dan tabi'tabiin adalah perintah Rasul SAW dalam haditsnya,dan apa yang dilakukan sahabat sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran islam dan sudah ijma' kesepakatan ulama kaum muslim dimasa lalu.

    Adapun peringatan maulid,adalah perayaan yang meniru agama lain(merayakan hari kelahiran) selain islam dan sudah jelas dalam islam tasyabbuh (menyerupai ibadah agama lain) adalah haram hukumnya.Ditambah lagi dalam kondisi sekarang peringatan maulid sudah banyak sekali tercampur dengan hal2 yang jauh dari ajaran islam.Wallahua'lam.

    Tanggapan untuk sdr.Bintang: Segala hal yang ada dizaman sekarang ini asal tidak bertentangan dengan ajaran islam dan tidak meniru ibadah agama lain tidaklah dilarang. Jadi tidak benar statement anda yang tidak boleh naik sepeda,mobil dll karena tidak bertentangan sama sekali,hal itu hanya sarana bukan ritual ibadah.Wallahua'lam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo menurutku, maksudnya tidak boleh meniru agama lain adalah meniru dalam hal syariat, tapi kalau dalam kehidupan sehari2 dan itu baik dan ada manfaatnya serta tidak melanggar larangan Allah ya gapapa, apakah anda yakin kehidupan anda murni tidak ada yang meniru agama lain? yang penting dalam hal syariat kita tidak sama seperti orang lain. Masalah Maulid, coba dulu masnya ikut acaranya, maulid yg murni tidak tercampur dengan hal2 musyrik, Insyallah ada manfaatnya, kita bisa tahu sejarah Rosul, akhlak Rosul, dll

      Delete
    2. @mas amin,,kira2 dimana ya mas kita bisa ikut acara maulid yg ga da kemaksiatannya?mungkin ada rekomendasi? maturnuwun

      Delete
    3. Mas Yudha. Coba beri contoh kemaksiatan di maulid nabi itu yang seperti apa? Pernah ikut maulidan?

      Delete
    4. yudha nata , saya udah pernah tuh coba ikut - ikutan yang kaya golongan anda . perasaan kering enggak ada enggak ada ruh agamanya ...

      Delete
    5. Yg saya lihat dari Peringatan Maulid Nabi adalah kesalahan penempatan jamaah antara laki2 dan wanita tidak ada pembatas yang menutupi dan memisahkan malah kadang jadi satu campur aduk bebas duduk dmna aj (COntoh peringatan yg suka dirayakan di area Jalan2 Besar di Jakarta)

      Sisanya saya kurang tahu

      Delete
    6. Soal penempatan jamaah yang disebut oleh Anonimous; Anda pernah melaksanakan thawaf di ka'bah ndak??? laki perempuan berdesakan nggak??? apakah anda katakan bahwa yang berdesakan laki-perempuan itu semua sesat??? Tidak ada satupun panitia mawlid yang menyengaja untuk mencampur-aduk pengunjung laki perempuan demi pemuasan syahwat seperti penglihatan anda itu. Hanya otak yang kebanjiran libido syahwati saja yang melihat dengan cara itu. di masjidl haram sering terjadi peristiwa ketika laki-laki semula jumlahnya tidak terlalu banyak sehingga perempuan agak berposisi di depan, sehingga ketika laki-laki mbludak posisinya sering berdekatan atau mbludak sampai berdampingan... ini semua karena perkara teknis yang berupa kasus bukan standar operasi... buka tempurung kepala anda itu agar tersinari cerahnya matahari pagi sehingga alur pikirnya sehat.

      Delete
  4. yang mau maulid mangga ,, yang enggak mangga ,, tapi kpd yang enggak ,, tolong jgn seenaknya mengatakan maulid itu sesat dan sbgainya ,, jika anda tdk faham masalah khilafiyah g usah se enaknya memvonis org ,, ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mas.... kadang orang yg tau ilmu baru sedikit sudah main vonis saja.... sudah pandanganya parsial... ngotot lagi...

      Delete
    2. menurut sy, org2 yg memvonis (tepatnya menjelaskan) juga tidak dari dia, sebagaimana jenengan memperingati maulid juga bukan karena ilmu jenengan tp ikut pendahulu jenengan to?? begitu jg, org yg melarang pun jg dri para ulama yg mereka sudah melihat maslahat dan mudhorot jdi memang ilmu yg "memvonis" sedikit tp yg dia ikuti ilmunya jauh lebih banyak yaitu para ulama....tul ga? sama2 ikut orang,,kita sbg org yg ilmu dikit,,cari mana yg sumbernya jelas mana yang dalilnya kuat,,,wong dlm matematika aja kita cari rumus yg paling tepat agar jawaban tepat...

      Delete
    3. Salah satu hikmah Allah dan Rasul-Nya mengharamkan bid'ah adalah dengan adanya bid'ah maka akan menjadi perkara yang menyaingi sunnah.

      Jika bid'ah mengakibatkan banyaknya yang mengikuti nya, maka perbuatan sunnah akan mulai dilupakan. Maka sedikit demi sedikit agama yang sempurnma ini akan berubah, karena di susupi banyak bid'ah.

      Agama ini telah sempurna, sebaik-baik contoh adalah contoh Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, sebaik pengikut rasulullah adalah para sahabat, tabiin dan tabiin tabiut, dan ulama-ulama yang konsisten mengikutinya hingga akhir zaman.

      Inilah Tali agama Allah yang lurus dan kokoh.


      Delete
    4. Sebagai muslim jika sudah mengetahui kebenaran dari dalil2 yang sudah shahih atau dari para ulama yang salafushalih (pengikut para sahabat dan tabiin)maka berkewajiban mengajak saudaranya untuk tidak berbuat bid'ah dan dosa. Dan kalau kita panatik sama nenek moyang ikutilah nenek moyang yang benar, yaitu nabi adam samapai keturunannya yang selalu berpegang pada tauhid yang benar bukan sama nenek moyang yang kebanyakan ada di indonesia yang berbau budha dan hindu. Itu jelas dari adat atau ritual-ritualnya, sayangnya orang islam di indonesia adat kebudayaan sudah dianggap bagian dari hukum syariat islam, contohnya merayakan ulang tahun, padahal itu adalah kebiasaan orang2 nasrani. Kesimpulannya apa faidahnya kita melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan oleh Islam sedang kita meninggalkan kewajiban ibadah yang diperintahkan. Dan apakah kita termasuk orang2 yang cinta kepada nabi shalallahu 'alaihi wasallam karena kita selalu memperingati kelahirannya sedangkan beliau sendiri tidak menginginkannya,sedangkan yang diperintahkan seperti solat berjamaah kita tidak melakukannya, apakah kita termasuk umat yang taat atau umat yang durhaka????????

      Delete
  5. Saudara nellia@
    wa'alaikumussalam..
    Maulid ini masalah khilafiyah yang sudah diperdebatkan sejak zaman ulama terdahulu,sehingga sebaiknya kita lebih mengutamakan toleransi dan tidak perlu dinodai dengan rasa saling membenci.Bagi saya yang awam,lebih percaya dan yakin bahwa merayakan maulid secara ikhlas dengan tujuan semata-mata untuk mewujudkan rasa syukur dan bergembira atas kelahiran beliau Baginda Nabi Muhammad adalah perbuatan yang baik.
    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa Abu Lahab yang kafir saja mendapat balasan diringankan siksanya setiap hari senin karena telah memerdekakan seorang hamba sahaya Tsuwaibah sebagai wujud ungkapan kebahagiaan atas lahirnya Rasullulloh.
    Lalu bagaimana balasan bagi orang muslim yang membenci muslim yang lain yang bergembira atas kelahiran Rasullulloh?
    Wallohu'alam bishawab..

    ReplyDelete
    Replies
    1. mau tanya mas.. itu maulid ultah rasul yg ke berapa..?
      masih banyak cara lain untuk bergembira dengan kelahirannya.
      misalnya membaca do`a do`a yg sering beliau baca.
      seperti baca do`a sebelum tidur,do`a bangun tidur,do`a masuk toilet dan keluar, do`a mengenakan pakaian do`a ke mesjid dan do`a masuk mesjid, dan masih banyak do`a2 lain yg beliau warisi kepada kita..
      apakah itu sudah kita amalkan semuanya..?
      hayo ngaku .. yg sederhana aja belum habis kita amalkan kok malah nambah2 amalan yg jelas2 tidak pernah diwarisi oleh beliau sendiri

      Delete
    2. makin ga ikut maulid makin mundur ilmu pengetahuan tengtang kelahiran Nabi.. do'a do'a yg di sbutkn sudah masuk kurikulum TK dan SD, , , tks. . .

      Delete
    3. muha zam@ itulah mengapa diawal komentar saya diatas sudah saya garis bawahi bahwa masalah maulid ini kan sudah diperdebatkan oleh ulama'-ulama' terdahulu sejak zaman dahulu lagi,jadi lebih baik kita utamakan toleransi. Ulama-ulama yang berpendapat dan membenarkan maulid tentunya juga bukan orang sembarangan seperti kita,begitu juga dengan ulama terdahulu yang melarang maulid.Lebih baik kita hormati pendapat ulama-ulama terdahulu itu,Jadi pada pendapat saya lebih baik kita saling berprasangka baik,Ikhlas dari dalam hati saya mudah-mudahan anda diberikan syafa'at karena saking cintanya kepada Rasululloh,semoga dengan sikap anda yang sangat berhati-hati dalam segala tindakan sehingga tidak mau melakukan kegiatan apapun yang tidak dilakukan oleh beliau,mendapat balasan amal,dan doakan kami dengan ikhlas mudah-mudahan diberikan syafa'at kepada kami yang menjalankan maulid semata-mata karena rasa cinta kami kepada beliau.

      Delete
    4. ingin ikutan nih kang ... semoga bermanfa'at :

      Katanya tidak boleh mendeskriditkan, toleransi atau dinodai dengan saling membenci. lalu bagai mana dengan ucapan penulis "Pandangan Wahabi bahwa segala sesuatu yang baru yang tidak ada pada zaman Nabi dianggap bi'dah sesat (dhalalah) adalah pandangan yang sempit. Karena para Sahabat banyak melakukan bid'ah."

      Padahal sudah jelas jika golongan Wahabi itu mengutip hadist Nabi yang berbunyi "كل بدعة ضلالة"
      lalu timbul pertanyaan buat saya lalu bagai mana jika solat subuh yang 2 roka'at di tambah menjadi 4 bukankah itu hal yang baik ??.

      =>>> Bid'ah hasanah itu boleh dilakukan asal tidak dalam urusan Ibadah (حبل من الله)tapi dalam urusan Amal soleh (حبل من الناس)ya sah-sah saja.

      ===>> sekarang kalau saya boleh tau menurut antum Maulid Nabi itu bentuk nya "IBADAH" atau "AMAL SHALEH" ?

      Delete
    5. tinggalkan kurikulum kalau memang menjaukan anak anak kita dari hukum syariat yang di perintahkan, Carilah Doa do'a yang berasal dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam

      Delete
    6. This comment has been removed by the author.

      Delete
    7. kalo aku demi cintanya pada rosul,dan takut akan kehilangan sejarah,tetap merayakanya,bagi yg tidak merayakan yg penting tidak usah menghujat,karena pro kontra senantiasa akan tetap ada ,agar islam tetap tumbuh dan berkembang,ingat bahwa kita tidak tahu siapa yg benar menurut allah,karena hanya allah yang tahu...

      Delete
    8. nadia luluk maaf ya.. kalo cinta rosul pakai jilbab dulu baru bisa dikatakan cinta rosul

      Delete
    9. Amalan SHOLEH Itu jumlahnya buannnnyakkkkkkk, yang tentunya seusai dengan Quran dan Hadits serta apa yang dilakukan para sahabat dan amalan2 sholeh yang dilakukan oleh 3 generasi terbaik.

      Delete
    10. Muhaz-zam; ente mau ngerayaain pake apa saja silakan, ngapain "rese" amat dengan amalan orang. kalau ada yang ngerayaain dengan baca kitab mawlid ya jangan sewot dong. Jangan hanya karena anda ngertinya jurus silat itu karate, kemudian anda meniadakan pencak silat, tae kwon do, ju jit su, dan lainnya sebagai bukan ilmu bela diri. yang nalar dikit dong... buka tempurung otak itu biar bisa melihat indahnya sinar mentari dan manfaatnya bagi keanekaragaman alam semesta... selamat mencoba!!!

      Delete
  6. Alhamdulillah setelah membaca artikel tentang maulid ini, pengetahuanku tentang maulid nabi bertambah. terimakasih.

    ReplyDelete
  7. padahal mekkah dan madinah itu kota suci yang seorang paling sesat yaitu Dajjal (yang niscaya klu dia berkata pada orang sholeh, orang sholeh itu bisa jadi musyrik) saja, tidak bisa masuk kesana, bagaimana mungkin manusia biasa seperti ulama-ulama yang dikatakan "ulama wahabi salafi" yang katanya sesat bisa tinggal disana di kota yang dijaga Allah sampai hari kiamat??tolong lebih objektif dan adil lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. argumen tidak ilmiah dan bodoh. orang nonmuslim saja saat ini tidak sedikit yg masuk ke Makkah dan Madinah yaitu kalangan para kontraktor pembangunan. jadi para kontraktor nonmuslim itu tidak sesat?

      Delete
    2. Saudara ku Udin klu itu adalah pengecualian karena mereka termasuk golongan ahli dzimmah yang karena sebuah kepentingan mereka bisa masuk,sudah jelas dalam undang-undang negara Arab kalau orang non muslim tidak boleh masuk kesana.Mereka ahli dzimah dijaga darah dan kehormatannya selama membayar jizyah dan menaati syariat islam. Dan kita tahu di dunia ini hanya arab saudi yang telah menerapkan syariat islam sebagai hukumnya terlepas dari segala kekurangannya dan ini merupakan salah satu penjagaan Allah kepada negeri Makkah dan Madinah. Allahu musta'an. barakallahu fiika.

      Delete
    3. akhi @Anonymous - January 24, 2013 :

      belum saatnya orang2 munafik "keluar" dari mekah, nanti ada kalanya mereka berhamburan pergi dari situ karena suatu peristiwa.

      Delete
  8. Dajjal muncul di Arab Saudi

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk...ngigau..

      Delete
    2. Al madukismyFebruary 02, 2013

      koplak

      Delete
    3. gemblunk...

      Delete
    4. Trus ngapain dia disonoh ceritain dong..

      Delete
  9. bayangkan, setiap tahun banyak KELAHIRAN. banyak BOCAH BOCAH YANG PERLU TAU tentang Nabi nya. dibawa orang tuanya menghadiri maulid yang misinya menceritakan kehidupan Nabi Muhammad saw. akhirnya mereka tau dari seseorang yang punya pengetahuan, tau sejarah, tau agama ( Ustad ). dan akhirnya bocah2 yang belum mengerti/belum tau Sosok Nabinya menjadi tau sosoknya. tau tentang sejarahnya. mintak2 bisa meneladani kehidupan Beliau dikehidupannya sehari hari kelak. diulangi lagi setiap tahunnya. hingga akhirnya berbekas dihatinya.

    Dan bayangkan apa jadinya GENERASI GENERASI yang baru, yang butuh pengetahuan SEJAK DINI jika tidak ada perayaan Maulid ?
    yang mengingatkan tentang kelahiran Nabi nya, mengetahui sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw.
    dan mereka malah bergembira saat perayaan TAHUN BARU MASEHI, VALENTINE DAYS, dll.....????????

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih mengena mana mas freddy,,penjelasan jenengan atau kita mengajarkan anak/ generasi kita dg sunnah (petunjuk) Rasulullah ttg keseharian,spt bagaimana RAsulullah bangun tidur, bagaimana beliau masuk kamar mandi, bagaimana beliau keluar rumah dan sbgnya. Sy pikir penanaman rasa cinta kepada Rasulullah tidak harus menunggu 1 th sekali (klo pemikiran kita gini rasanya, kita kok krg perhatian pd pendidikan agama anak kita, wallahua'lam sih), krn ya yang diajarkan Rasulullah itu ya bgmn kita menjalani kehidupan kita sehari2, ya kan? yaa...kita ajalah, klo pingin tahu sifat teman kita kan,ya kita tongkrongin teman kita tiap hari,,ya tho? ga setahun sekali tho?? just komen..

      Delete
    2. @ubay

      yang dibahas oleh mas fredy tu kn dalam konteks peringatan k'lahiran nabi muhammad SAW, jadi ya .. diperingatinya se-tahun sekali !! nah.. kalau perkara sunnah rasulullah ttg keseharian'a itu kn perkara kegiatan rutin setiap hari, jadi ya juga musti Qt amal kn dan juga Qt ajar kn kepada generasi2 berikutnya ..

      bukan kah lebih jika cara Qt mencintai rasulullah dengan cara mengikuti sunnah nya setiap hari, dan juga melaksana kan perayaan atas maulid'a beliau yg se-tahun sekali sebagai bentuk peringatan kegembiraan Qt sebagai umat muslim atas lahirnya beliau ke dunia ne sebagai pembawa pedoman kehidupan (Al-Quran) dan juga (hadits) serta sunnah2 nya dari beliau yang harus Qt ikuti sebagaimana yang telah Qt bahas diatas ..

      cobalah untuk menjadi seorang muslim yang berfikiran terbuka atas kebenaran dan ilmu pengetahuan ..

      Delete
    3. ma'af yg dikatakan mas fredy tidak terbukti..di indonesia banyak yg percaya/merayakan maulid nabi dan yang percaya/merayakan maulid banyak juga yg merayakan tahun lahir, tahun baru, perayaan valentine atau heloween dll.[krn apa..?bagi saya maulid nabi itu bid'ah dan bid'ah dalam ibadah semua sesat kalo bid'ah dlm ibadah ada yg khasanah maka akan muncul ibadah2 baru yg diklaim oleh akal baik], tapi coba cari orang yg tidak merayakan maulid nabi dengan alasan rosul dan para sahabat tidak pernah melakukannya[seperti sejarah maulid nabi yg ditulis diatas] sedikit bahkan tidak ada yg merayakan ulang tahun,tahun baru, dll. ini membuktikan ada cara untuk mengenal rasullullah sallallahu alaihi wassallam
      - orang mempelajari kisah nabi muhammad sallallahu alahi wassallam tidak dilarang tapi menetapkan dan merayakan[maulid nabi] itu yg terlarang
      - contoh seperti orang ziara kubur itu tidak dilarang bahkan kalo bisa lebih sering dan ziara kubur yg menetapkan hari atau merasa banyak mendapatkan barokah dari simayit itu yang ter larang
      - semua yg berkaitan dengan ibadah butuh dalil yg benar2 shahih karena Islam itu milik Allah ta'ala,kalo kita masuk kedalam Islam harus taat pada aturan Islam yg sudah ada dalam AlQur'an dan AsSunnah dan yg telah dipahami oleh para sahabat, seperti halnya kita masuk ke sebuah perusahaan kita harus taat pada aturan bos perusahaan tersebut,jgn buat aturan sendiri yg mengakibatkan kita terdepak keluar dari perusahaan tersebut
      - imam 4 madhab termasuk madhab imam syafi'i yg kita anut aja tidak merayakan maulid [ kalo ada tolong di cek keshahihanya]
      - bagiku..cinta rosull tidak harus dirayakan tiap tahun tapi dipelajari dan diamalkan tiap hari semampu kita dengan tidak malas
      - cara sederhana memahami bid'ah adalah ibadah yg bagi rosullullah sallallhu alahi wassallam dan para sahabat bisa membuat atau bisa melakukan tidak ada penghalang tapi tidak dilakukan [ ini menunjukkan tidak bermanfaat/dilarang ],
      contoh
      - mobil,Hp,dll itu zaman dahulu tidak bisa membuat/tidak ada,
      - dan musik/alat musik itu zaman dulu sudah ada tapi rosullullah sallallahu alaihi wassallam dan para sahabat sampai 4 imam tidak ada yg berdakwa lewat lagu
      dan tidak ada riwayat yg mengatakan orang terdahulu mendakwakan islam lewat lagu..tapi aneh sekarang banyak orang islam yg menyukai lagu terlebih lagi lagu dangdut yg berbau maksiat dengan biduwan wanita yg berbaju minim berlenggak lenggok diatas panggung..ingat yg namanya wanita dilarang menyanyi diatas panggung dengan dilihat banyak pria, dan musik tidak pernah di lakukan oleh orang terdahulu karena itu adalah suara setan
      - saya mengatakan bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya dineraka, bukan saya menuduh orang yg melakukan bid'ah masuk neraka tapi bid'ah itu ancamannya neraka maka berhati hatilah kita dalam masalah ibadah
      - mari kita tekan hawa nafsu kita dan kita cari kebenaran dengan berhati hati dan berdo'a semoga Allah Azza Wa Jalla menunjukkan kita jalan kebenaran/jalan yg di Ridhoi-Nya
      waallahu'aklam bish showabi

      Delete
    4. palingan juga bawa hadisnye yg ini mulu “wa kullu muhdatsatin bid’ah wa kullu bid’atin dholalah wa kullu dholalatin pinnar”

      sok paling bener so paling suci so paling alim, sok yakin masuk sorgee! sorge udah di booking sama kaum wahabi, diluarnye semua masuk nerake!

      awas ente wahabi makan nasi kebuli maulid, ane sumpahin ente mules 7hari 7malem..

      Delete
  10. setujuu... semua yang baik biarpun tidak ada dari nabi nya kenapa gx dilakukan??
    mudah2an tidak melanggar ketentuan dan hal sunnah yg berlaku, yang suka silakan jalankan... yang tidak suka jangan banyak mencela... selama tidak melanggar dasar2 hukum islam,
    afwan akhy.. jika ada salah kata, mohon di maafkan.
    wassalamualaikum

    ReplyDelete
  11. sekedar wacana dari realita dri seorang yg mengharapkan ridho dari Allah,,di daerah saya (saya pernah tinggal di 3 kota berbeda),,ada peringatan maulid tu caranya berbeda semua dan semuanya ada unsur melanggar larangan Allah,,spt nyanyi2, joget, trus semacam pake sesajen untuk kuburan dll. Nah, apakh itu benar? dan kalau sy liat (kebetulan sy dekat dg org2 yg penggagas maulid) org2 yg semangat itu malah yg jauh dari sunnah yang asli dr Rasul, spt jarang sholat jamaah di masjid, istrinya g ditutup auratnya dg benar,suka dangdutan,,dan itu persis di 3 tempat...dan yg lucu lagi ttg bid'ah,,di tmp ana skg (gresik),, adzan sebelum shubuh di fajar kadzib kan sunnah tu malah hilang diganti sesuatu yg ga ada dalilnya yaitu dg lafadz ashsholah...ashsholah...trus gmn donk??sunnah Rasul ASLI hilang gara2 "sunnah" org yg ga jelas dari mana datangnya??? ada yg mau komen??

    ReplyDelete
    Replies
    1. derita elo,coba klo kamu pilih tempat yang tidak merayakan maulid nabi tentunya anda tidak menderita seperti itu,setahu saya maulid itu hanya sebagai dasar dari acara tersebut,sedang temanya pasti ada contoh:PERINGATAN MAULID NABI DENGAN TEMA MEMBERANTAS KEBODOHAN, rata2 seperti itu,..

      Delete
    2. berarti orang2 di tempat loe yang begok

      tempat kami hanya zikir dan ceramah

      Delete
  12. Bid'ah itu adalah sesat, mereka yang masih membela maulid nabi itu orang kafir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah,mas mahmudi,baarakallahufiik,,perlu diinget bg kita yg ga membolehkan maulid,,bahwa penetapan hukum pada suatu amalan tidak langsung melazimkan kita menghukumi orang yang melakukan dg hukuman org ini sesat, org ini kafir..tidak bisa,,ini perkara berat. Bid'ah sesat,setiap kesesatan di neraka,,lantas apakah kita langsung mengatakan yg melakukan maulid kafir..bukankah Allah berfirman (yg artinya) dlm almaidah44 : “Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah maka mereka itulah orang-orang yang kafir.” apakah ada para ulama ahlussunnah langsung menafsirkan/ memvonis kafir pada seseorang, tanpa tabayyun, tanpa iqomatuh hujjah?

      Delete
    2. marmut salapi ini bener2 takfiri sejati.
      palingan juga bawa hadisnye yg ini mulu “wa kullu muhdatsatin bid’ah wa kullu bid’atin dholalah wa kullu dholalatin pinnar”

      sok paling bener so paling suci so paling alim, sok yakin masuk sorgee! sorge udah di booking sama kaum wahabi salapi, diluarnye semua masuk nerake!
      cuiih

      Delete
  13. Al madukismyFebruary 02, 2013

    Agama Islam sudah sempurna, ngapain capek bikin2 ibadah sendiri yang akhirnya ditolak dan diancam neraka. Wal iyyadzubillah..
    Komen jangan ngawur, menurut saya begini dan begitu. Ini perkara ibadah mas, yang berhak menentukan syariat Islam yang mulia hanyalah Allah melalui lisan Rosulullah shallallahu'alaihi wa sallam.

    ReplyDelete
  14. Saya cuma satu yang heran, itu ulama wahabbi sudah jelas mengharamkan maulid nabi, berarti otomatis mengharamkan juga perayaan ulang tahun, informasi yang saya dapat dari beberapa media, pembesar wahabbi di jazirah arab merayakan ulang tahun petinggi-petingginya, sedangkan maulid nabi aja dilarang. Wallohu'alam

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya perlu di perjelas.. media manakah yg menyatakan bahwa pembesar wahabbi merayakan ultah petinggi2ny..??

      Delete
    2. Komen Wagianto ngawur asal jeplak, sebutkan donk medianya apa dan siapa pembesar yang merayakan ultah tersebut?

      Delete
    3. This comment has been removed by the author.

      Delete
  15. Salah satu hikmah Allah dan Rasul-Nya mengharamkan bid'ah adalah dengan adanya bid'ah maka akan menjadi perkara yang menyaingi sunnah.

    Jika bid'ah mengakibatkan banyaknya yang mengikuti nya, maka perbuatan sunnah akan mulai dilupakan. Maka sedikit demi sedikit agama yang sempurnma ini akan berubah, karena di susupi banyak bid'ah.

    Agama ini telah sempurna, sebaik-baik contoh adalah contoh Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, sebaik pengikut rasulullah adalah para sahabat, tabiin dan tabiin tabiut, dan ulama-ulama yang konsisten mengikutinya hingga akhir zaman.

    Inilah Tali agama Allah yang lurus dan kokoh.

    ReplyDelete
  16. SYAIKH IBN TAIMIYAH DAN MAULID NABI

    فَتَعْظِيْمُ الْمَوْلِدِ وَاتِّخَاذُهُ مُوْسِمًا قَدْ يَفْعَلُهُ بَعْضُ النَّاسِ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهِ أَجْرٌ عَظِيْمٌ لِحُسْنِ قَصْدِهِ وَتَعْظِيْمِهِ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ كَمَا قَدَّمْتُهُ لَكَ

    Jadi, mengagungkan maulid dan menjadikannya sebagai tradisi yang tidak jarang dilakukan oleh sebagian orang, dan ia memperoleh pahala yang sangat besar karena tujuannya yang baik serta sikapnya yang mengagungkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam sebagaimana telah aku jelaskan sebelumnya padamu. (Iqtidho’us Shirootil Mustaqiim, hal. 297).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bismillah
      Guna menyikapi pernyataan ibn taimiyyah tersebut, hendaknya menggunakan hati yang jernih dan logika yang cerdas.

      Pertama : Dengan tegas beliau katakan bahwa dalam apa (maulid) yang dilakukan banyak orang terdapat pahala yang besar.
      Kedua : Pahala yang besar tersebut diperoleh akibat kecintaan kepada baginda Nabi saw bukan karena bid’ahnya….

      Selanjutnya… gunakanlah akal yang jujur… mungkinkah terdapat pahala yang besar didalam kemasan bid’ah sesat?

      Delete
  17. Bismillah
    Jalaluddin As-Suyuthi berpendapat bahwa memperingati maulid Nabi Muhammad adalah bid'ah hasanah (baik). Kok kalau menurut saya semua bid'ah yang di ada-adakan pada jaman sekarang semuanya baik-baik lho, gak ada yang jelek. Bahkan kalau di Tanya ya "niatnya baik" termasuk maulid ini. Terus yang dimaksudkan Rosulullah dengan semua bid'ah adalah sesat yang mana kalau semua di anggap baik.

    Seharusnya kita mencukupkan apa yang telah Rosul ajarkan dan perintahkan. Bahkan Kalau kita sungguh2 hendak mengikuti sunnah Rosulullah saja mungkin tidak akan semuanya sanggup kita jalankan, laha kok ini malah membuat sesuatu yang bahkan Rosul dan generasi terbaik tidak pernah melakukannya. Eh kok malah mengikuti pendapat orang-orang yang setelahnya dengan alasan bid'ah hasanah, niat baik.

    Kalaulah ajaran itu boleh dan baik, atau bahkan ada nilai pahalanya di sisi Allah, mustahil Rosulullah tidak mengajarkannya. Masalahnya membuat bid'ah itu berarti secara tidak langsung telah menuduh Rosulullah berdusta dan menyembunyikan ajaran yang baik kepada umatnya dan apakah hal seperti itukah bentuk kecintaan kita terhadap Rosul.

    Padahal jelas Maulid Nabi bukan suatu ajaran karena tidak ada tatacara yang jelas, tidak ada syariat yang menjelaskannya, hanya karena Qiyas saja yang ternyata salah tempatnya.

    Mungkin kalian marah dengan tuduhan sesat. Kalaupun tidak ada yang memberikan tuduhan sesat maka kalian sudah sangat jelas dengan tidak langsung menuduh Rosul menyembunyikan ajaran Maulid makanya kalian mengadakan acara tersebut sendiri. Renungkan, Benarkah kalian mencintai Rosulullah dengan bid'ah-bid'ah kalian yang kalian anggap hasannah.

    ReplyDelete
  18. kalo wahabbi salah,kok malah makin "kuat" posisi mereka di mekkah dan madinah???, marilah kita jaga persatuan dan kesatuan ummat islam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena mereka bersekongkol dg keluarga kerajaan. Lagipula, kuat atau lemah posisi tidak ada hubungannya dg benar atau salah. Ini logika ngaco.

      Delete
  19. Yang Melarang Maulid atau yang lebih parah mengharamkan Monggo datang ke Pasuruan dan ketemu Saya !!!
    081554657278/088803812471

    ReplyDelete
  20. Saat ini kesesatan kaum wahabi sdh mulai merasuki sdh mulai mengakar d indonesia, astaghfirullah
    Klo ada yg mengharamkan maulid dg alasan bidah ada jg yg mengharamkan tahlilan/kenduri & membaca surah yasin utk sdr qt yg meninggal karena itu tdk ada dlm sunnah & hanya meniru tradisi hindu tp kenapa wali 9 yg bermazhab ahlissunah mlh menciptakan tradisi tsb, berarti anda menganggap para wali 9 tsb sesat

    ReplyDelete
    Replies
    1. akhy wahyuantara ..adakah peninggalan buku dari wali 9 dan taukah antum sejarah dunia mengatakan kebenaran tentang sejarah wali 9 masih diragukan
      contoh kalo kita liat di film seperti sunan kali jaga yg menjaga kali sampai berlumut kapan beliau sholat?? contoh lagi kalo saya liat difilm wali 9 semuanya sakti bisa mengalahkan berpuluh puluh musuh tanpa cedera lalu kenapa Rasulullah sallallahu'alaihi wa sallam bisa cedera dan kenapa kalo berperang rasullullah sallallau'alaihi wa sallam mengajak ratusan sahabat yg mengakibatkan banyak sahabat mati syahid...kenapa gk dihadapi sendiri..????

      Delete
    2. setuju " SAKTI " itu seperti doanya orang2 yang takut CINTA dunia dan TAKUT MATI

      Delete
    3. This comment has been removed by the author.

      Delete
    4. AnonymousDecember 30, 2014, namanya juga pelm om,pinter2nya biar menarik. wali songo sejarah dari masyarakat turun temurun om wali songo, bukti bangunanya masih ada kok :D kenapa harus dunia yg mengatakan kebenaran wali songo ? yg lbh tau org indonesia di pulau jawa khususnya om :D
      sunan kalijaga menjaga kali sampe berlumut di pelm itu juga blm muslim kan om :D
      di pelm di ceritakan sakitnya gak ? mati nya gk ? ini pelm om :D
      siapa yg di perangi Rasulullah SAW ? kenapa di perangi ?

      AnonymousJanuary 03, 2015, di indonesia memasuki jaman dan budaya yg berbeda om :D beda watak dengan org arab, dan cara2 wali songo ajaran islam di terima dengan damai oleh maysrakat dengan pendekatan budaya :D
      bukanya kita om yg lbh cinta dunia,gk usah jauh2 :D
      walisongo itu dakwah om bukan mau cari musuh :D

      sebagian besar Wali songo masih ahlul bait om :D



      Delete
  21. @anonymous..anda lbh hebat dari ulama jalaluddin assyuyuti....mdh2an Alloh SWT mengampuni dosa2 anda

    ReplyDelete
  22. wahabi menafsirkan al quran dan haditsya pake dengkul..bukan tafsiran para ulama..barang siapa yg menafsirkan alquran dn hadits dngan logikaxa sendiri/dngan arti terjamaahxa,tidak memakai arti yg tida di pakai ulama2 tafsir maka bersiap2 lah wahabi brada di neraka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Urusan Neraka Surga bukan Urusan anda,

      Delete
  23. Kalau kita amati bagaimana tradisi peringatan maulid Nabi ini dilakukan di masyarakat kita, saya berkesimpulan semua pendapat di atas benar adanya, hanya janganlah sekali-kali kita mengkafirkan atau bersikap kurang bijak terhadap orang yang tdk sependapat dengan kita. Semoga Allah SWT melimpahkan taufik dan hidayah-Nya bagi kita semua untuk tetap berada di jalan yang lurus. Amin

    ReplyDelete
  24. Benarkah Rasulullah lahir pada 12 rabiulawal...??? Setahu saya ilmuwan islam hanya MEMPERKIRAKAN Rasulullah lahir pada 12 rabiulawal, bahkan penelitian berikutnya para ilmuwan muslim MEMPERKIRAKAN Rasulullah lahir pada tgl 9 rabiulawal.
    Intinya masih MEMPERKIRAKAN.

    ReplyDelete
  25. Salam Sukses Bos,

    Bagi rekan rekan yang membutuhkan jasa pembuatan Software wajib baca ini….

    PT. Metalogic Informatika adalah usaha di bidang Konsultan Komputer, Maintenance Komputer, Service dan Reparasi Komputer, dll yang berhubungan dengan komputer. Kami menerima jasa panggilan ke perbankan,kantor asuransi,perkantoran,sekolah, kampus,pabrik,toko dan intitusi lainnya yang berhubungan dengan komputer.

    Kami juga menyediakan pengadaan laptop, komputer ke perkantoran,sekolah,kantor asuransi ,kampus,Pemda,toko dan institusi lainnya dan kami juga memasok berbagai macam kebutuhan komputer baik itu partai besar / partai kecil dengan harga kompetitif dan sangat menarik.

    Kami melayani pemesanan dan pengiriman dari Jabodetabek dan Seluruh Propinsi di Indonesia.

    Di Cari Reseller di tiap propinsi se Indonesia

    Untuk Info lebih lanjut Hub :

    Herry HP 081808848274
    021 5324790 92 atau klik http://www.metalogic.co.id

    ReplyDelete
  26. Allahumm shalli 'alaa sayyidinaa muhammad

    ReplyDelete
  27. Sholu ala محمّد,....
    Ayuhal mukminun,....
    Maaf sebaiknya kita bisa membedakan antara urusan ushul & furu'
    Agar kita tidak main hantem kromo,...
    Salam ukhuwah,....

    ReplyDelete
  28. Cuma orang orang yahudi yg benci sama Rasulallah, yg benci maulid berarti antek antek yahudi. Maulid itu kusah riwayat kelahiran Rasul knp dibilang sesat oleh wahabi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. umi kayla kalo anti mengatakan maulid nabi boleh kenapa rasullullah sallallhu'alaihi wassallam dan para sahabat sampai imam 4 madzab tidak melakukanya..?????
      ini menunjukkan tidak disyariatkan melakukan maulid nabi..[coba anti baca sejara diatas], kita tidak merayakan maulid nabi bukan karena tidak cinta justru kami sangat mencintai rasullullahu'alaihi wa sallam karena maulid tidak pernah dilakukan oleh rasullullahu'alaihi wa sallam dan para sahabat yg dijamin masuk surga sampai imam 4 madhab maka kami juga tidak merayakan dengan dasar tidak pernah ada contoh dari orang terdahulu, kita boleh mengikuti ulama sekarang tapi harus kita cocokkan dengan ulama terdahulu yaitu tiga generasi terbaik{para sahabat,tabi'in,tabiut tabi'in}

      Delete
  29. WAHABI,, KHWAWARIJ..KAUM PENDUSTA .. SUDAH JELAS MAYORITAS ULAMA AHLUS SUNNAH DARI TERDAHULU SAMPAI SEKARANG MEMBOLEHKAN MAULID NABI MALAH KALIAN TENTANG ?? KALIAN INI KAUM BODOH, PANDIR.. MELECEHKAN PARA ULAMA.. SDH JELAS RASULULLOH SAW MENGATAKAN ULAMA ITU PEWARIS NABI MASIH KALIAN TENTANG. KAUM APAKH KALIAN INI ??? ILMU ULAMA INI ,IJTIHAD MEREKA,IBADAH MEREKA TENTULAH TIDAK BISA KALIAN SAMAKAN DENGAN IBADAH KALIAN,IJTIHAD KALIAN. KAMI TENTU MENGIKUTI PENDAPAT SEMUA ULAMA..BUKAN PENDAPAT KALIAN.. KAUM KHAWARIJ YANG SEDIKITPUN TAK MENGERTI AGAMA,TAPI BERLAGAK SOK MENGERTI AGAMA. KALAIN HANYALH TONG KOSONG NYARING BUNYINYA..
    KALAU SEMUA BID'AH SESAT.. KALIAN JANGAN SHOLAT PAKE CELANA CINGKRANG KARENA RASULULLOH SAW SHOLAT TDK MEMAKAI CELANA CINGKRANG.. JIDAT KEPALA KALIAN JANGAN HITAM KARENA RASULULLOH SAW JIDATNYA TAK HITAM SEPERTI KALIAN,JENGGOT KALIAN JANGAN BERSERAKAN TAK TERURUS KARENA RASULULLOH SAW JENGGOTNYA BERATURAN.. MANHAJ SALAFI PUN BID'AH.. TDK ADA ZAMAN RASULULLOH SAW,SAHABAT,TABIIN,DAN TABIUT TABIIN YANG BERMANHAJ SALAFI.. DASAR SALAFI WAHABI BODOH

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan sikap seorang Muslim yang baik. Aswaja nih nampaknya.

      Delete
    2. Aswaja = ASli WAjah JAwara gitu

      Delete
    3. sesama islam kok memaki ?

      Delete
    4. Orang ini patut dikasihani, nampaknya stress berat, komen kok pakai huruf kapital semua...

      Delete
  30. Penjelsan yang sangat bermanfaat. Sebagai tambahan, saya ingin menginformasikan fitnah wahhabi terhadap sejarah maulid nabi. http://qosimaly.blogspot.com/2014/11/sejarah-kelam-maulid-nabi.html

    Sesuai dengan Fatwah Ibn Taimiyah, ternyata dalil wahhabi untuk menolak maulid nabi itu lemah. http://qosimaly.blogspot.com/2014/12/maulid-nabi-dalil-wahhabi-runtuh-oleh.html

    Trnyata peringatan maulid nabi tidak menyerupai orang kafir. http://qosimaly.blogspot.com/2014/11/apakah-maulid-nabi-muhammad-menyerupai.html
    Dalil wahhabi untuk menolak maulid telah runtuh. http://qosimaly.blogspot.com/2014/11/runtuhnya-dalil-wahhabi-terkait.html

    Dan Ini dalil peringatan maulid nabi yang tidak sanggup dibantah oleh ulama wahhabi. http://qosimaly.blogspot.com/2014/12/inilah-dalil-peringatan-maulid-nabi.html

    ReplyDelete
  31. ingat kata rasul : "man ahabbani kaana ma'i fil jannah = barangsiapa yg mencintai ku dia akan bersama Q di dalam surga kelak "

    jadi .. jika memang benar adanya niat Qt dengan melaksanakan / mengikuti/ menghadiri maulid nabi itu atas dasar kegembiraan dan kecintaan Qt kepada nabi muhammad saw, sungguhlah Qt insyaAllah termasuk kedalam golongan orang2 yang masuk kedalam jannahnya Allah .. Amiin ya robbal 'alamiin

    dengan catatan selama Qt juga melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya serta mengikuti sunnah nabinya (muhammad Saw), karena meraya kan peringatan maulid nabi itu hanyalah merupakan salah satu amal sholeh yang sunnah hukumnya dari sekian banyak amal2 yang lain.


    Wallahu a’lam bish-shawabi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mencintai Nabi kita yang mulia adalah dengan mengikuti sunah-sunahnya dalam berbagai kehidupan mulai dari diri pribadi, keluarga,masyarakat dan negara, sudahkah kita semua berbuat seperti itu?

      Delete
  32. sangat bagus gan, makasih infonya

    ReplyDelete
  33. Terimakasih ka,
    sangat membantu saya dalam minim nya Ilmu agama,,
    :)

    ReplyDelete
  34. dengan maulid nabi kita menjadi tahu sejarah kelahiran nabi,,di perayaan ini banyak berdatangan saudara2 muslim yg seiman,,sehingga ada tali silaturahmi,,bersama2 mendengarkan ceramah keagamaan,,kita harus melihat makna perayaan maulid nabi secara luas,,selama d sana ada suatu kemanfaatan gpp untuk d rayakan jga,,d katakan haram bkn untuk perayaannya tpi niat yg salah pada org yg mengadakan atw menghadiri acara maulid nabi dgn jalan keluar dari aturan Al Quran dan Hadist,,,kita umat muslim selama d bawah naungan Laailaahaillallah MUhammadurrasullullah,,,kta hrs bersatu,hidup dgn berdasarkan Al Quran dan mempraktekannya sesuai Hadist,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. akhy..mencari kebaikan tidak harus di dalam maulid nabi..kalo antum hidup berdasarkan AlQur'an dan mempraktekkan sesuai hadist pasti antum tidak akan merayakan maulid nabi...kanapa...???, karena tidak ada contohnya di zaman Rosullullah sallallahu'alaihi wa sallam dan para generasi terbaik [ para sahabat,tabi'in,tabiut tabi'in] dan juga ulama imam 4 madhab,semua tidak pernah melakukan perayaan tersebut sedangkan melakukan perayaan maulid nabi pasti mudah bagi beliau karena beliau sangat mencintai Rasullullah sallallahu'alaihi wa sallam tapi kenapa beliau tidak ada yg melakukanya..????

      Delete
  35. Perdebatan apakah satu amalan itu bid'ah atau tidak, menurut saya semuanya hanya pada tataran sunnah atau haram. Perayaan maulid, tahlilan orang meninggal, qunut subuh dll, Satu pihak menganggap itu sunnah satu pihak menganggap haram, Berhubung saya masih awam, maka saya lebih memilih menghindari amalan yang diperdebatkan. Toh kalau tidak dilakukan tidak berdosa, sementara amalan2 ibadah yang ada dasarnya dari hadits dan Al Qur'an masih banyak yang belum mampu saya lakukan. Cuma saya belum punya ilmu untuk mengatakan itu sesat hanya mampu mengatakan nabi Muhammad tidak melakukan atau memerintahkan amalan seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Intinya anda Wahabi. Gitu aja kok repot

      Delete
    2. Apakah ada yang salah dengan Wahabi? Setahu saya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab ajarannya mengajak umat Islam kembali pada ajaran tauhid dan menjauhi TBC (Tahayul,bid'ah dan churafat), coba donk baca buku-buku karya beliau, ambil sisi positifnya jangan asal hujat tanpa dasar yang jelas. Jadi jangan asal mencap orang wahabi atau apa pun kepada orang-orang Islam yang berbeda pendapat dengan kita. Hendaknya kita sebagai generasi Islam yang datang belakangan selalu menggali ilmu-ilmu keislaman dengan pikiran dan hati yang jernih dan juga mohon petunjuk kepada Allah SWT agar memberi hidayah pada kita tentang Islam yang benar, sehingga kita tidak merasa paling benar dan juga tidak gampangan menghujat saudara-saudara kita seiman lainnya. Langkah paling baik buat kita adalah beribadahlah sesuai Kitabullah dan tuntunan Nabi SAW yang shohih dan juga Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk dan para sahabat.

      Delete
  36. Ph begitu ya. Sya baru paham dengan hukum tersebut. Artikel yang sangat bermanfaat. Semga blog ini semakin bertambah jaya dan sukses. Ohya, saling berkunjung ya ke blog saya Akses Ilmu

    ReplyDelete
  37. Pencipta peringatan maulid nabi merasa dirinya selevel sama Kulafaur rasyidin... Allahuakbar.... tobat... tobat... !!!
    Baca nih :
    https://antosalafy.wordpress.com/2008/03/05/syubhat-dan-argumen-orang-orang-yang-membolehkan-perayaan-maulid-beserta-bantahannya/

    https://abangdani.wordpress.com/2011/02/07/bantahan-22-argumen-bagi-mereka-yang-merayakan-maulid-nabi/comment-page-1/

    http://firanda.com/index.php/artikel/bantahan/93-syubhat-syubhat-para-pendukung-bidah-hasanah

    http://firanda.com/index.php/artikel/bantahan/308-syubhat-syubhat-para-pendukung-bid-ah-hasanah-syubhat-kelima

    http://firanda.com/index.php/artikel/bantahan/338-syubhat-syubhat-para-pendukung-bid-ah-hasanah-syubhat-keenam

    PARA PENGIKUT HAWA NAFSU DAN TAKLID BUTA PASTI GA MAU BACA LINK YANG SAYA BAGI INI ......

    ReplyDelete
  38. Apakah kita lebih mulia dibandingkan dengan para 'ulama non Wahabi di atas sehingga berani memvonis haramnya Maulid Nabi SAW... '(

    ReplyDelete
  39. hanya pebedaan pendapat saja... salafy wahabi dengan pendapatnya biarkan saja, tapi jangan laa suka memvonis ini itu... maulid tetap jalan...

    ReplyDelete
  40. Syekh Muhammad Ayidi dalam kitab Maulid Nabi menjelaskan pengertian peringatan maulid nabi sebagai berikut:

    الاحتفال بالمولد النبوي هو القيام بأعمال وتصرفات تدل على الفرح والمحبة لرسول الله صلى الله عليه وسلّم

    Artinya: “Peringatan maulid nabi adalah melakukan beberapa perbuatan yang menunjukan rasa senang dan cinta kepada Rosululloh SAW.”

    Peringatan maulid nabi bukanlah suatu ibadah melainkan adat. Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki dalam Mafahim berkata: “Berkumpul untuk memperingati maulid nabi adalah adat dan bukan ibadah.”

    ReplyDelete

  41. Inilah Dalil Peringatan Maulid NabiPeringatan maulid nabi merupakan wujud rasa senang dan syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kita merasa senang dan bersyukur atas rahmat Alloh yang dianugrahkan kepada kita dengan mengutus Nabi Muhammad SAW. Dalam surat Yunus : 58 Alloh SWT memerintahkan kita untuk menunjukan rasa senang sebab rahmat Alloh.

    قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

    Artinya: “Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.”

    Wahhabi berkata: “Rahmat dalam ayat di atas bukan Nabi Muhammad. Tidak ada satupun ulama ahli tafsir yang menafsirkan karunia dan rahmat dalam ayat itu sebagai Nabi Muhammad.”

    Kepadanya saya katakan: Anda benar, Ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan maksud rahmat dalam ayat itu. Dan mayoritas ulama menafsirkan rahmat dalam yunus : 58 sebagai Al-Quran.

    Namun tahukah anda bahwa metode tafsir yang paling baik adalah menafsirkan quran dengan quran.

    Jika kita baca al-quran dari awal hingga ahir, maka kita akan temui banyak sekali hal-hal yang disebut sebagai rahmat Alloh. Al-baqoroh : 178 menyebut qishos sebagai rahmat Alloh. An-Nisa : 175 menyebut surga sebagai rahmat Alloh. Al-An’am : 154 menyebut taurot sebagai rahmat Alloh. Hud : 11 menyebut kesehatan dan kekayaan sebagai rahmat Alloh dan masih banyak hal selain al-quran yang disebut sebagai rahmat Alloh.

    Jadi maksud rahmat Alloh dalam yunus : 58 tidak terbatas hanya pada Al-quran. Ini menjadi alasan mengapa para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan kata rahmat pada ayat itu.

    Jika kita menggunakan metode tafsir quran dengan quran maka tidak ada salahnya jika kita memasukan nabi Muhammad sebagai salah satu dari rahmat Alloh. Sebab dalam al-anbiya’ : 107 dijelaskan bahwa tujuan di utusnya Nabi Muhammad adalah sebagai rahmat bagi semesta alam.

    وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

    Artinya: “Tidaklah aku mengutus mu (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam.”

    Ibn Katsir ketika menafsirkan ayat di atas meriwayatkan hadits dari Abu Huroiroh bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

    إِنَّمَا أَنَا رَحْمَةٌ مُهْدَاةٌ

    Artinya: “Sesungguhnya aku adalah rahmat yang memberi petunjuk.”

    Ibn Katsir juga meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar bahwa Rosululloh SAW bersabda:
    إن الله بعثني رحمة مهداة

    Artinya: “Alloh mengutusku sebagai rahmat yang pemberi petunjuk.”

    Ayat dan dua hadits di atas menunjukan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah termasuk rahmat Alloh. Alloh memerintah kita untuk bergembira sebab rahmat Alloh. Oleh karena itu kami bergembira dan bersyukur atas lahirnya Nabi Muhammad SAW dengan cara memperingati maulid beliau.

    ReplyDelete
  42. Dalil Ke-dua

    Tujuan dari maulid Nabi adalah menceritakan sejarah Nabi Muhammad SAW. Menceritakan sejarah nabi adalah merupakan perintah al-quran. Alloh sendiri menceritakan kisah-kisah para nabi, Hud : 120

    وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

    Artinya: Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.

    Wahhabi: “Yang dikisahkan oleh Alloh bukan sejarah Nabi Muhammad melainkan nabi-nabi sebelum beliau. Bagaimana bisa Hud : 120 dijadikan sebagai dalil peringatan maulid nabi.

    Sunni : “silahkan anda baca baik-baik al-quran dari awal hingga ahir. Maka anda akan menemukan banyak sekali kisah tentang Nabi Muhammad. Sebagai contoh adalah surat al-alaq dan surat abasa.”

    Wahhabi: “Ok, menceritakan sejarah nabi adalah hal yang baik. Namun untuk mengetahui sejarah beliau tidak harus dengan memperingati maulid nabi.”

    Sunni: “Yang bilang harus dengan maulid nabi itu siapa? Saya tidak pernah bilang begitu. Tetapi saya bilang bahwa tujuan peringatan maulid nabi adalah untuk mengkisahkan sejarah nabi Muhammad SAW. Tujuan ini merupakan refleksi dari surat hud : 120.

    Wahhabi: “tetapi peringatan maulid nabi menyebabkan terjadinya kemaksiatan seperti bercampurnya laki-laki dan perempuan.”

    Sunni : “Barangkali itu memang terjadi pada sebagian acara peringatan maulid nabi. Namun itu bukan tujuan. Apakah setiap hal yang di dalamnya terjadi percampuran antara laki-laki dan perempuan kemudian anda mengharamkannya?

    Jika demikian, mengapa anda tidak mengharamkan towaf. Bukankah ketika kita towaf terjadi percampuran antara laki-laki dan perempuan. Mengapa juga anda tidak mengharamkan berdirinya pasar dan swalayan. Bukankah ditempat-tempat itu terjadi percampuran antara laki-laki dan perempuan?

    ReplyDelete
  43. Dalil Ke-tiga

    Dalam peringatan maulid nabi, kita juga membaca syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Ini merupakan wujud pengamalan terhadap kandungan Al-Quran. Mengapa? Sebab dalam banyak ayat, Alloh memuji Nabi Muhammad. Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki berkata:

    إن الله سبحانه تعالى مدح رسوله في كتابه العظيم بالخلق العظيم وبالأوصاف العظيمة

    Artinya: Sesungguhnya Alloh SWT memuji Rosululloh SAW di dalam kitabnya yang agung dengan menyebut beliau sebagai manusia yang berahlak dan sifat-sifat mulia {Haulal Ihtial Bilmaulidin Nabi 1/13}

    Alloh memuji Nabi Muhammad sebagai manusia yang berahlak mulia. Al-Qolam : 4

    وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

    Artinya: “Dan seungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas ahlak yang mulia.”
    Sayyidatuna Aisyah Rha juga memuji Nabi Muhammad SAW dengan pujian yang sangat luar biasa. Kata beliau:
    كان خلقه القرآن
    Artinya: “Ahlak beliau adalah Al-quran.”

    Alloh memuji Nabi Muhammad sebagai manusia mulia At-Taubah : 128
    لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

    Artinya: “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”

    Apakah kemudian orang-orang ahmaq dari golongan wahhabi itu akan berkata: “ooo... ternyata Alloh telah melakukan perbuatan ghuluw (berlebihan) dalam memuji Nabi.

    ReplyDelete
  44. Dalil Ke-empat

    Peringatan maulid nabi diisi dengan berbagai kegiatan yang diperintahkan oleh agama seperti mendengarkan bacaan sebagian ayat al-quran dan sholawat; sodaqoh dan mendengarkan ceramah.
    Apakah orang-orang ahmaq yang tersebar dalam aliran wahhabi akan berkata: “ooo semua kegitan itu adalah perbuatan sesat?

    Wahhabi: “bukan kegiatan-kegiatan itu yang sesat tetapi yang sesat adalah memperingati maulid nabi.”

    Sunni: “Apakah anda akan mengatakan bahwa Alloh sesat sebab dalam al-quran Alloh menyinggung maulid nabi Yahya. Maryam : 15
    وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا
    Artinya: “Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.”

    Alloh juga menyinggung maulid Nabi Isa. Maryam : 33
    وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا
    Artinya: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

    Wahhabi: Dua ayat di atas, bukan perintah merayakan maulid nabi. Bagaimana bisa anda menjadikan dua ayat itu sebagai dalil?

    Sunni: “Saya tidak mengatakan bahwa dua ayat di atas merupakan perintah memperingati maulid nabi tetapi saya mengatakan bahwa dua ayat di atas menyinggung masalah maulid.
    Mengapa saya menjadikan dua ayat di atas sebagai dalil maulid nabi? Alasannya adalah karena dua ayat itu membicarakan kisah kelahiran. Dan saya menyebut pembicaraan tentang kelahiran adalah sebentuk peringatan.

    Terserah anda mau menyebutnya sebagai apa namun apapun sebutan yang anda berikan tetap saja mengandung makna peringatan kelahiran nabi.

    Berkenaan dengan peringatan maulid, Nabi Muhammad juga memperingati hari kelahiran beliau. Ketika nabi Muhammad SAW ditanya mengenai puasa hari senin beliau menjawab bahwa karena pada hari itu beliau dilahirkan.

    Apakah anda juga akan mengatakan nabi Muhammad sebagai orang yang sesat karena beliau juga memperingati hari kelahiran beliau?

    Wahhabi: memang benar nabi Muhammad merayakan hari kelahiran beliau tetapi dengan cara berpuasa bukan dengan cara yang kalian lakukan. Memperingati maulid nabi dengan cara berpuasa adalah sunah. Tetapi dengan cara selain puasa adalah bidah yang sesat.

    Sunni: ucapan anda mengalami kontradiksi. Tadi anda mengatakan bahwa yang bidah sesat adalah peringatan maulid nabi namun sekarang anda mengakui bahwa memperingati hari kelahiran nabi adalah sunah. Tadi anda mengatakan bahwa kegiatan yang kami lakukan tidak sesat namun sekarang anda mengatakan sesat.

    Saya teringat sebuah kaidah bahwa Al-batil mutanaqidh. Kebatilan pasti saling bertentangan. Karena ucapan anda saling bertentangan, maka dengan tanpa rasa sungkan dan kikuk lagi saya katakan bahwa pendapat anda batil

    ReplyDelete
  45. Runtuhnya Dalil Wahhabi

    Dalam membidahkan peringatan maulid nabi, wahhabi menggunakan dua dalil. Pertama, karena peringatan maulid nabi menyerupai orang kafir yakni peringatan natal. Kedua, karena ulama salaf tidak melakukan peringatan maulid nabi.

    ReplyDelete
  46. bukan kah begitu msdnya anda tuan Anonymous.?

    ReplyDelete
  47. Tanggapan Pertama

    Letak kesamaan maulid nabi dan natal hanya karena keduanya sama-sama memperingati hari kelahiran. Namun ada perbedaan mendasar yang menyebabkan keduanya berbeda.
    Maulid nabi adalah untuk memperingati kelahiran seorang nabi sedangkan natal adalah untuk memperingati kelahiran tuhan. Apakah anda akan menyamakan antara nabi dan tuhan?

    Wahhabi: “Itukan anggapan orang kristen. Dalam islam, Isa adalah nabi. Bukan tuhan.”

    Sunni: “Anda itu raksyek. Tadi anda mengatakan maulid nabi menyerupai orang kafir. Giliran saya tunjukan perbedaan maulid nabi dengan natal, anda malah memosisikan nabi Isa dalam pandangan islam. :D

    Jika Isa diposisikan sebagai nabi, maka peringatan maulid nabi tidak menyerupai orang kafir. Mengapa? Sebab natal bukan memperingati kelahiran nabi melainkan kelahiran tuhan.

    Wahhabi berkata: “Ucapan anda membuat saya bingung.”

    Sunni: “Itu wajar sebab kemampuan anda memang dibawa rata-rata.. hehehe. Begini: anda bilang maulid nabi menyerupai natal. Coba anda tanya sama orang kristen, natal itu untuk memperingati hari kelahiran nabi atau tuhan?

    Wahhabi: “Menurut mereka natal adalah untuk memperingati kelahiran tuhan.”

    Sunni: “maulid nabi yang kami lakukan adalah untuk memperingati kelahiran nabi. Pertanyaan saya: tuhan dan nabi sama kagak?

    Wahhabi: tidak.

    Sunni: lalu dimana letak kesamaan peringatan maulid nabi dan natal?

    Wahhabi: “Keduanyakan sama-sama memperingati kelahiran.”

    Sunni: anda itu keras kelapa ya.. (Ups salah) maksud saya keras kepala (He he he) Begini: monyet punya mata, hidung dan mulut. Syekh Al-Bani juga punya mata, hidung dan mulut. Apakah anda akan bilang: “ooo, Syekh Al-bani menyerupai monyet.” :D

    *** Itu jawaban humor saya. Biar suasana agak adem dikit. Bagi yang ingin membaca jawaban ilmiyah, silahkan meluncur ke artikel Apakah Peringatan Maulid Nabi Menyerupai Orang Kafir.

    Tanggapan Kedua

    Alasan karena ulama salaf tidak melakukan peringatan maulid nabi merupakan kedustaan wahhabi untuk menipu umat islam. Mengapa? Sebab ulama salaf sepakat atas kesunahan puasa hari senin. Mengapa mereka puasa hari senin? Sebab nabi melakukannya. Mengapa Nabi melakukannya? Karena untuk memperingati hari kelahiran beliau. Jadi ulama salaf memperingati maulid nabi.

    Ternyata wahhabi tidak konsisten dengan alasan ini. Dalam kasus lain mereka melegalkan amalan yang tidak dilakukan oleh ulama salaf. Buktinya bisa anda lihat dalam artikel Runtuhnya Dalil Wahhabi Terkait Peringatan Maulid Nabi

    Menjadikan ketiadaan dimasa lampau sebagai dalil disebut istishab. Wahhabi menggunakan istishab sebagai dalil untuk mengharamkan peringatan maulid nabi.

    Padahal menurut Ibnu taimiyah, istishab adalah dalil lemah dan rendah yang derajatnya dibawah dalil keumuman suatu lafal. Ketika keduanya bertentangan, maka dalil istishab kalah. Selengkapnya bisa anda baca dalam artikel Dalil Wahhabi Runtuh Oleh Fatwa Ibn Taimiyah

    ReplyDelete
  48. mudah2an anda bisa cpat memahami.!
    nnti kbri kita2 ya kaum wahabi.?
    byby.
    smlat berjuang.
    hehe

    ReplyDelete
  49. grosir jualan batik Berkata : ikut nyimak pembahasan Hukum Peringatan Maulid Nabi mudah mudahan kita semua diberi syafaat oleh Nabi Muhammad Saw di hari esok.. terimakasih

    ReplyDelete
  50. Dari saya yang masih belajar agama : Takutnya, apabila kita merayakan hari lahir nya nabi muhammad sama seperti kaum nasrani yg merayakan hari lahirnya tuhan mereka. Terus apa bedanya umat islam dengan mereka?

    ReplyDelete
  51. Kalo masih belajar biasa aja mas jangan petentengan liat realita yang ada aja dan gunakan akal fikiran positif jangan percaya dogma. Sy tanya pada mas anonymoun.waktu rosul awal hijrah ke madinah liat orang yahudi berpuasa 10 muharam. Alasan yahudi untuk mensukuri peristiwa diselamat kan nya nabi musa dan kaum nya dari kejaran piraun padahal musa tidak menyuruh nya bahkan di lakukan jauh setelah musa tiada tpi apa jawaban rosul sy lebih berhak atas musa dan menyuruh sahabat nya berpuasa asuro padahal itu jelas budaya yahudi? Pertanyaan sy buat mas ama anda mau bilang apa bedanya rosul dengan orang yahudi.? Karna telah menjiplak kebiasaan orang yahudi?

    ReplyDelete
  52. Saya belum lama berkunjung ke Rawdlah masjid nabawy, saya memotret rumah rasulullah yang menjadi maqqarah dan mihrabnya Rasul. Saya dilarang oleh asykar. setelah itu saya jelaskan kepadanya bahwa ini penting untuk saya demi pembelajaran cinta Rasul. semula ia menolak, kemudian saya jelaskan lagi bahwa saya adalah guru madrasah yang penting untuk membawa khabar otentik mengenai kondisi seputar peninggalan Rasulullah saw. Saya jelaskan betapa pentingnya mengajarkan cinta Rasul dengan sumber yg otentik, karena itu akan membawa mereka mengerti dan cinta Allah swt, Rasullah saw, dan menghargai haramain makkah dan madinah. setelah itu saya leluasa memotret bahkan dikawal. Tapi saya ngomognya ke asykar pake bahasa Arab. kalo yg komen nggak bisa bahasa Arab ya susah ngebayanginnya... Asykar Nabawy Saudi yang di bawah pemerintah Wahhaby saja bisa menerima argumentasi saya, di sini yang Jawa kok susah... tapi soal ini memang bukan soal dalil, tapi nalarnya sampai ndak? itu yg penting. Apakah kita mewarisi kegelisahan Shalahuddin al Ayyubi ketika umat Islam dalam keadaan terpuruk dan membutuhkan semangat keRasulan... Happy Mawlid and Peacefull Islam...

    ReplyDelete
  53. Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi adalah para raja kerajaan Fathimiyyah -Al ‘Ubaidiyyah yang dinasabkan kepada ‘Ubaidullah bin Maimun Al Qaddah Al Yahudi- mereka berkuasa di Mesir sejak tahun 357 H hingga 567 H. Para raja Fathimiyyah ini beragama Syi’ah Isma’iliyyah Rafidhiyyah. (Al Bidayah Wan Nihayah 11/172). Demikian pula yang dinyatakan oleh Al Miqrizi dalam kitabnya Al Mawaa’izh Wal I’tibar 1/490. (Lihat Ash Shufiyyah karya Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu hal. 43)

    ReplyDelete
  54. Al Imam Malik rahimahullah berkata: “Barangsiapa mengada-adakan perkara baru dalam agama yang dia pandang itu adalah baik, sungguh ia telah menuduh bahwa nabi Muhammad telah berkhianat terhadap risalah (yang beliau emban). Karena Allah berfirman (artinya): “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan agama bagi kalian, dan Aku telah lengkapkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku telah ridha Islam menjadi agama kalian”. Atas dasar ini, segala perkara yang pada waktu itu (yakni di masa nabi/para sahabat) bukan bagian dari agama, maka pada hari ini pula perkara itu bukan termasuk agama.” (Al I’tisham: 1/49)

    ReplyDelete
  55. kalo menurut saya yang bodoh, jangan menyamakan seperti mobil dulu kan ada unta mobil belum ada berarti mobil boleh, usman mengumpulkan nas Al-Qur'an udah jelas karena yang hapal udah semakin berkurang dan pada jaman Rosul juga udah ada tulisa pada daun lontar jadi mengumpulkan dan menulis bukan Bid'ah tidak bisa dikaitkan dengan peringatan soalnya udah jelas ada dalil dilarang menyerupai kalo Maulid diperinganti berarti menyerupai Nasroni memperingati lahirnya Nabi Isa sedangkan udah jelas ada larangan peringatan itu bukan Bid'ah tapi larangan apapun alasannya yang memperingati berarti golongan Nasrani kalo hanya untuk mengingat kan ada pengajian rutin jangan cuma setahun sekali dilarang lagi dan banyak sekali mudoratnya 1. mintaan sodakoh ke masyarakat untuk biaya konsumsi, bayar tenda bayar ustad yang ceramah yang harganya udah jutaan dll. 2. akibat kerumah tangga suami istri banyak yang bertengkar karena istri mo beli seragam pengajian yang baru, belum lagi untuk sodakohnya kalo hidup pas pasan bisa kiamat yang enak penceramah 1 jam aja udah jutaan. 3. hari H nya Ibu-ibu pada dandan abis -abisan laki perempuan berbaur tinggal suami yang udah pontang panting cari pinjeman untuk sodakoh kalo engga takut dlaknat karena tidak mengagungkan Lahir Nabi hanya dikasih sisa lipstik bekas ngetawain unstad lucu, yang lebih parah lagi acara ditrusin hingga malamnya muda mudi berbondong-bondong ada kesempatan untuk pacaran, yang biasanya keluar rumah malam dilarang karena mo hadiran kiayi jadi diijinkan ini kenyataan pada saat ini dengan demikian saya menyimpulkan bahwa peringatan tidak dibolehkan apalagi sunah tidak mungkin agama menyusahkan umatnya agama ga usah dibikin susah deh kalo tidak ada perintah /dalil dari Al-Qur'an dan Al-hadis yang soheh jangan diadad adakan kalo cuma keterangan kitab tidak perlu diikuti kalo tidak ada dalil yang kuat kitabkan ribuan dalil jangan dikulah keloh bagi yang cerdas dan berfikir belajar lah tentang hukum, hukum tidak ada pengecualian misal yang mailng dengan alasan apupun tetap akan dihukum yang korupsi walaupun uangnya untuk sodakoh tetap akan dihukum apalagi hukum Alloh pasti konsekwen tidak mungkin ada dalil yang bertentangan yang bertentangan adalah pendapat orang disesuaikan dengan kepentingan mohon maaf mudah-mudahan Alloh mengampuni saya amiin

    ReplyDelete

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!