Hukum Peringatan Maulid Nabi

Peringatan Maulid Nabi

Memperingati atau merayakan maulid Nabi Muhammad s.a.w sudah menjadi tradisi yang mengakar di kalangan umat Islam Indonesia. Hari kelahiran Nabi Muhammad yang jatuh pada 12 Rabiul Awal ini bahkan sudah menjadi salah satu hari besar dan hari libur nasional. Hukum merayakan maulid Nabi dipertanyakan halal haramnya setelah munculnya kelompok neo Khawarij yang bernama Wahabi yang mengharamkan peringatan maulid Nabi dan menganggapnya sebagai bid'ah dhalalah (sesat).

DAFTAR ISI
  1. Sejarah Peringatan Maulid Nabi
  2. Hukum Maulid Nabi menurut Ulama Ahlus-Sunnah (Non-Wahabi)
    1. Fatwa Jalaluddin As-Suyuthi Tentang Peringatan Maulid Nabi
    2. Fatwa Abul Khattab Al Dihyah Tentang Perayaan Maulid Nabi
    3. Fatwa Yusuf Qardhawi Tentang Perayaan Maulid Nabi
    4. Fatwa Said Ramadan Al-Buthi Tentang Perayaan Maulid Nabi
    5. Fatwa Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki Tentang Perayaan Maulid Nabi
  3. Hukum Maulid Nabi menurut Ulama Wahabi Salafi
  4. Kesimpulan Hukum Maulid

I. SEJARAH PERINGATAN MAULID NABI

Ada berbagai macam versi mengenai waktu awal mula diadakannya peringatan atau perayaan Maulid Nabi. Jalaluddin As-Suyuthi (1445 - 1505M atau 849 - 911 H)[1] menerangkan bahwa orang yang pertama kali menyelenggarakan maulid Nabi adalah Malik Mudhaffar Abu Sa’id Kukburi (1153 - 1232 M atau 549 - 630 H).[2]

Sebagian pendapat mengatakan bahwa Shalahuddin Al Ayyubi (1138 - 1193 M), yang pertama kali melakukan peringatan Maulid Nabi secara resmi. Sementara versi lain menyatakan bahwa perayaan maulid Nabi ini dimulai pada masa dinasti Daulah Fathimiyah di Mesir pada akhir abad keempat Hijriyah atau abad keduabelas masehi.[3]

Kegiatan perayaan (ihtifal) maulid Nabi ini kemudian menyebar ke berbagai negara Islam termasuk Indonesia.

II. HUKUM MAULID NABI MENURUT ULAMA AHLUS-SUNNAH (NON-WAHABI)

Mayoritas ulama membolehkan peringatan atau perayaan Maulid Nabi Muhammad selagi tidak ada perbuatan yang melanggar syariat saat peringatan tersebut. Jalaluddin As Suyuthi berpendapat bahwa sunnah itu dapat terjadi dengan qiyas (analogi) tidak harus berdasarkan adanya dalil Quran dan hadits.


FATWA JALALUDDIN AS SUYUTHI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

1. Jalaluddin As-Suyuthi berpendapat bahwa memperingati maulid Nabi Muhammad adalah bid'ah hasanah (baik). As-Suyuthi mengatakan:

وبعــــد: فقد وقع السؤال عن عمل المولد النبوي في شهر ربيع الأول، ما حكمه من حيث الشرع؟ وهل هو محمود أو مذموم؟ وهل يثاب فاعله أو لا؟.

الجـــــواب:

عندي أن أصل عمل المولد الذي هو اجتماع الناس وقراءة ما تيسر من القرآن ورواية الأخبار الواردة في مبدأ أمر النبي صلى الله عليه وسلم وما وقع في مولده من الآيات ثم يمد لهم سماط يأكلونه وينصرفون من غير زيادة على ذلك هو من البدع الحسنة التي يثاب عليها صاحبها لما فيه من تعظيم قدر النبي صلى الله عليه وسلم وإظهار الفرح والاستبشار بمولده الشريف.

Arti kesimpulan: Perayaan Maulid Nabi yang berupa berkumpulnya manusia dengan membaca ayat Quran dan sejarah Nabi dan memakan hidangan makanan termasuk dari bid'ah yang baik (hasanah) yang mendapat pahala karena bertujuan mengagungkan Nabi Muhammad dan menampakkan kegembiraan terhadap kelahiran Nabi.

Alasan As-Suyuthi menganggap sunnah merayakan maulid Nabi karena hukum sunnah itu tidak harus terjadi pada era Nabi, tapi bisa karena qiyas.[4]

Istilah bid'ah hasanah (baik) dan qabihah (buruk) yang dipakai As-Suyuthi berasal dari Imam Nawawi dalam kitab تهذيب الأسماء واللغات Tahdzibul Asma' wal Lughat.


FATWA ABUL KHATTAB AL DIHYAH TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

2. Abul Khattab bin Dihyah pada tahun 604 H menulis kitab At Tanwir fi Maulidil Basyir an-Nadzir (التنوير في مولد البشير النذير) khusus membahas tentang bolehnya Maulid Nabi. Bin Dihyah adalah ulama ahli hadits yang bergelar Al Hafidz asal Maroko yang terkenal pada zamannya.[5]

3. Ismail bin Umar bin Katsir, penulis tafsir Al Quran Ibnu Katsir yang terkenal termasuk yang membolehkan perayaan Maulid Nabi Muhammad.[6]

4. Syed Muhammad Alwi Al Maliki Al Hasnai dalam kitabnya Hawlal Ihtifal bi Dzikral Maulid an-Nabawi [7]


FATWA YUSUF QARDHAWI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

- Yusuf Qardhawi menganggap perayaan Maulid Nabi Muhammad adalah baik. Qardhawi menyatakan:
فهناك لون من الاحتفال يمكن أن نقره ونعتبره نافعاً للمسلمين، ونحن نعلم أن الصحابة رضوان الله عليهم لم يكونوا يحتفلون بمولد الرسول صلى الله عليه وسلم ولا بالهجرة النبوية ولا بغزوة بدر، لماذا؟

لأن هذه الأشياء عاشوها بالفعل، وكانوا يحيون مع الرسول صلى الله عليه وسلم، كان الرسول صلى الله عليه وسلم حياً في ضمائرهم، لم يغب عن وعيهم، كان سعد بن أبي وقاص يقول: كنا نروي أبناءنا مغازي رسول الله صلى الله عليه وسلم كما نحفِّظهم السورة من القرآن، بأن يحكوا للأولاد ماذا حدث في غزوة بدر وفي غزوة أحد، وفي غزوة الخندق وفي غزوة خيبر، فكانوا يحكون لهم ماذا حدث في حياة النبي صلى الله عليه وسلم، فلم يكونوا إذن في حاجة إلى تذكّر هذه الأشياء.

ثم جاء عصر نسي الناس هذه الأحداث وأصبحت غائبة عن وعيهم، وغائبة عن عقولهم وضمائرهم، فاحتاج الناس إلى إحياء هذه المعاني التي ماتت والتذكير بهذه المآثر التي نُسيت، صحيح اتُخِذت بعض البدع في هذه الأشياء ولكنني أقول إننا نحتفل بأن نذكر الناس بحقائق السيرة النبوية وحقائق الرسالة المحمدية، فعندما أحتفل بمولد الرسول فأنا أحتفل بمولد الرسالة، فأنا أذكِّر الناس برسالة رسول الله وبسيرة رسول الله

وفي هذه المناسبة أذكِّر الناس بهذا الحدث العظيم وبما يُستفاد به من دروس، لأربط الناس بسيرة النبي صلى الله عليه وسلم (لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا) [الأحزاب 21] لنضحي كما ضحى الصحابة، كما ضحى علِيّ حينما وضع نفسه موضع النبي صلى الله عليه وسلم، كما ضحت أسماء وهي تصعد إلى جبل ثور، هذا الجبل الشاق كل يوم، لنخطط كما خطط النبي للهجرة، لنتوكل على الله كما توكل على الله حينما قال له أبو بكر: والله يا رسول الله لو نظر أحدهم تحت قدميه لرآنا، فقال: "يا أبا بكر ما ظنك في اثنين الله ثالثهما، لا تحزن إن الله معنا".

نحن في حاجة إلى هذه الدروس فهذا النوع من الاحتفال تذكير الناس بهذه المعاني، أعتقد أن وراءه ثمرة إيجابية هي ربط المسلمين بالإسلام وربطهم بسيرة النبي صلى الله عليه وسلم ليأخذوا منه الأسوة والقدوة، أما الأشياء التي تخرج عن هذا فليست من الاحتفال؛ ولا نقر أحدًا عليها.
Artinya: Ada salah satu jenis perayaan/peringatan yang dapat kita anggap bermanfaat bagi umat Islam. Kita tahu bahwa para Sahabat tidak merayakan Maulid Nabi Muhammad, hijrah Nabi dan Perang Badar, kenapa?

Karena kejadian-kejadian di atas mereka lakukan dalam kehiudpan nyata. Mereka hidup bersama Nabi. Dan Nabi hidup dalam hati mereka. Tidak hilang dari kesadaran mereka. Sa'ad bin Abi Waqqas berkata: Kami mengisahkan pada anak-anak kami kisah-kisah peperangan Nabi sebagaimana kami menghafal Surah dari Al-Qur'an dengan bercerita pada anak-anak apa yang terjadi dalam Perang Badar dan Perang Uhud, Perang Khandaq, Perang Khaibar. Mereka bercerita pada anak-anak mereka apa yang terjadi pada masa hidup Nabi sehingga mereka tidak perlu memperingati perayaan-perayaan semacam ini.

Kemudian datanglah masa di mana manusia melupakan berbagai peristiwa di atas dan hilang dari kesadaran, jiwa dan hati mereka. Maka manusia perlu untuk menghidupkan kembali pemahaman yang telah mati dan mengingat peristiwa yang sudah terlupakan. Betul, terdapat hal-hal bid'ah dalam perkara ini tapi saya berpendapat bahwa kita merayakannya untuk mengingatkan manusia atas hakikat perjalanan kenabian dan risalahnya. Saat kita memperingati Maulid Nabi maka saya memperingati kelahiran terutusnya Nabi; maka saya mengingatkan manusia atas diutusnya Rasulullah dan kisah kenabian beliau.

... Kita saat ini sangat perlu untuk mempelajari (kisah Nabi) ini. Perayaan semacam ini bertujuan untuk mengingatkan manusia akan makna-makna di atas. Saya yakin bahwa di balik beberapa peringatan ini terdapat hasil yang positif yaitu mengikat umat dengan Islam dan mengikat mereka dengan sejarah Nabi untuk dimabil suri tauladan dan panutan. Adapun hal-hal yang keluar dari ini, maka itu bukanlah perayaan dan kami tidak mengakuinya.
(Sumber: http://qaradawi.net/fatawaahkam/30/1444.html).


FATWA SAID RAMADAN AL-BUTHI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

Said Ramadhan Al-Buthi menilai bahwa Maulid Nabi bukan bid'ah walaupun ia baru eksis setelah era Tabi'in atau Tabi'it Tabi'i. Ia berpendapat tidak semua yang baru itu bid'ah. Dalam salah satu fatwanya ia menyatakan:
ليس كل جديد بدعة
البدعة، بمعناها الاصطلاحي الشرعي، ضلالة يجب الابتعاد عنها، وينبغي التحذير من الوقوع فيها. ما في ذلك ريب ولا خلاف. وأصل ذلك قول رسول الله صلى الله علية وسلم فيما اتفق علية الشيخان (من احدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهورد) وقوله فيما رواه مسلم : (إن خير الحديث كتاب الله، وخير الهدى هدى محمد، وشر الأمور محدثاتها، وكل بدعة ضلالة).

ولكن ما هو المعنى المراد من كلمة (بدعة) هذه ؟
هل المراد بها معناها اللغوي الذي تعارف علية الناس فيكون المقصود بها إذن، كل جديد طارئ على حياة المسلم، مما لم يفعله رسول الله صلى الله علية وسلم ولا أحد من أصحابه، ولم يكن معروفا لديهم؟
إن الحياة ما تزال تتحول بأصحابها من حال ألي حال، وتنقلهم من طور إلى آخر..

Artinya: Ditinjau dari pengertian istilah yang syar'i tidak semua yang baru itu bid'ah dhalalah (sesat) yang wajib dijauhi. Tidak ada keraguan dan perbedaan dalam soal ini. Asal dari masalah bid'ah ini adalah sabda Nabi riwayat Bukhari dan Muslim: Barangsiapa yang mengada-ada di dalam urusan agama ini dengan sesuatu yang tidak berasal darinya, maka tertolak." Dan sabda Nabi dalam sebuah hadits riwayat Muslim: "Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, sedangkan seburuk-buruk perkara adalah perkara baru yang dibuat-buat, dan setiap yang bidah itu adalah kesesatan."

Akan tetapi apa yang dimaksud dengan kata "bid'ah" di sini? Apakah yang dimaksud dengan bid'ah secara lughawi (literal) yang umum diketahui manusia sehingga yang dimaksud adalah setiap hal yang baru pada kehidupan muslim yang tidak dilakukan Rasulullah dan para Sahabat tidak ada yang tahu? Sesungguhnya kehidupan senantiasa berubah dari waktu ke waktu dan berpindah dari masa ke masa yang lain ...

Lebih detail baca: الاحتفال بالمولد النبوي


FATWA SAYYID MUHAMMAD ALWI AL-MALIKI TENTANG PERAYAAN MAULID NABI

Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki, ulama terkenal Mekkah yang bukan Wahabi menulis buku khusus tentang bolehnya merayakan
Maulid Nabi Muhammad. Kitabnya berjudul Haulal Ihtifal bi Dzikrol Maulidin Nabawi as-Syarif. Berikut salah satu isinya:
أننا نقول بجواز الاحتفال بالمولد النبوي الشريف والاجتماع لسماع سيرته والصلاة والسلام عليه وسماع المدائح التي تُقال في حقه ، وإطعام الطعام وإدخال السرور على قلوب الأمة

Artinya: Saya berpendapat atas bolehnya merayakan maulid Nabi dan berkumpul untuk mendengar sejarah Nabi, membaca shalawat dan salam untuk Nabi, mendengarkan puji-pujian yang diucapan untuk beliau, memberi makan (pada yang hadir) dan menyenangkan hati umat.

Lebih detail baca: حول الاحتفال بذكرى المولد النبوي للسيد محمد علوي المالكي

- Habib Mundzir Al Musawa dalam bukunya Kenalilah Aqidahmu membuat daftar panjang kalangan ulama dulu dan kontemporer (muta'akhirin) dan kitabnya yang menghalalkan perayaan Maulid Nabi Muhammad sebagai berikut:

Imam Al hafidh Abu Syaamah rahimahullah (Guru imam Nawawi)
Syamsuddin Aljazriy dalam kitabnya ‘Urif bitta’rif Maulidissyariif
Syamsuddin bin Nashiruddin Addimasyqiy dalam kitabnya Mauridusshaadiy fii maulidil Haadiy
Assakhawiy dalam kitab Sirah Al Halabiyah
Ibn Abidin rahimahullah dalam syarahnya maulid ibn hajar
Ibnul Jauzi dengan karangan maulidnya yg terkenal al aruus
Al Qasthalaniy dalam kitabnya Al Mawahibulladunniyyah
Syamsuddin Muhammad bin Abdullah Aljuzri dg maulidnya Urfu at ta’rif bi maulid assyarif.
Al ’Iraqy dg maulidnya Maurid al hana fi maulid assana
Imam ibn hajar al haitsami dg maulidnya Itmam anni’mah alal alam bi maulid sayidi waladu adam
Ibrahim Baajuri mengarang hasiah atas maulid ibn hajar dg nama tuhfa al basyar ala maulid ibn hajar
Yusuf bin ismail An Nabhaniy dg Maulid jawahir an nadmu al badi’ fi maulid as syafi’
Asyeikh Ali Attanthowiy dg maulid nur as shofa’ fi maulid al mustofa
Muhammad Al maghribi dg Maulid at tajaliat al khifiah fi maulid khoir al bariah.


III. HUKUM MAULID NABI MENURUT ULAMA WAHABI SALAFI

Adapun pendapat ulama Wahabi Salafi hampir seragam: merayakan maulid Nabi adalah bid'ah dhalalah. Dan haram.

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengatakan:

لا يجوز الاحتفال بمولد الرسول صلى الله عليه وسلم ، ولا غيره ؛ لأن ذلك من البدع المحدثة في الدين ؛ لأن الرسول صلى الله عليه وسلم لم يفعله ، ولا خلفاؤه الراشدون ، ولا غيرهم من الصحابة ـ رضوان الله على الجميع ـ ولا التابعون لهم بإحسان في القرون المفضلة ، وهم أعلم الناس بالسنة ، وأكمل حباً لرسول الله صلى الله عليه وسلم ومتابعة لشرعه ممن بعدهم .
Artinya: Tidak boleh merayakan maulid (kelahiran) Nabi dan lainnya karena termasuk bid'ah karena tidak pernah dilakukan oleh Nabi, khalifah yang empat, dan Sahabat lain dan tabi'in. Padahal mereka yang lebih tahu tentang sunnah dan lebih sempurna kecintaannya pada Rasul dan lebih mengikuti syariahnya daripada generasi setelahnya.[8]

Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menyatakan:

فالاحتفال به يعتبر من البدعة وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم : " كل بدعة ضلالة " قال هذه الكلمة العامة ، وهو صلى الله عليه وسلم أعلم الناس بما يقول ، وأفصح الناس بما ينطق ، وأنصح الناس فيما يرشد إليه ، وهذا الأمر لا شك فيه ، لل يستثن النبي صلى الله عليه وسلم من البدع شيئاً لا يكون ضلالة ، ومعلوم أن الضلالة خلاف الهدى ، ولهذا روى النسائي آخر الحديث : " وكل ضلالة في النار " ولو كان الاحتفال بمولده صلى الله عليه وسلم من الأمور المحبوبة إلى الله ورسوله لكانت مشروعة ، ولو كانت مشروعة لكانت محفوظة ، لأن الله تعالى تكفل بحفظ شريعته ، ولو كانت محفوظة ما تركها الخلفاء الراشدون والصحابة والتابعون لهم بإحسان وتابعوهم ، فلما لم يفعلوا شيئاً من ذل علم أنه ليس من دين الله
Arti kesimpulan: Memperingati maulid Nabi itu bid'ah dhalalah (sesat).[9]


IV. KESIMPULAN HUKUM MAULID

Peringatan atau perayaan maulid Nabi adalah bi'dah karena tidak dilakukan pada zaman Nabi. Akan tetapi termasuk daripada bid'ah hasanah (hal baru yang baik) selagi apa yang dilakukan dalam peringatan maulid itu tidak bertentangan dengan spirit Al Quran, Sunnah, atsar Sahabat dan ijma' ulama.

Pandangan Wahabi bahwa segala sesuatu yang baru yang tidak ada pada zaman Nabi dianggap bi'dah sesat (dhalalah) adalah pandangan yang sempit. Karena para Sahabat banyak melakukan bid'ah. Seperti Abu Bakar dengan pengumpulan catatan Al Quran, Umar bin Khattab dengan tarawih dan Utsman bin Affan dengan pembukuan Al Quran yang dikenal dengan mushaf Utsmani.

====================
[1] Jalaluddin As-Suyuthi, Husnul Maqsad fi Amalil Maulid (حسن المقصد في عمل المولد)
[2] Mudhoffar adalah penguasa kawasan Irbil pada masa Shalahuddin Al Ayyubi. Nama lengkapnya Mudhofaruddin Abu Said Kukburi bin Zainuddin Ali bin Baktakin bin Muhammad (مظفر الدين أبو سعيد كوكبري بن زين الدين علي بن بكتكين بن محمد)
[3] Dr. Sulaiman bin Salim As Suhaimi dalam Al A’yad wa Atsaruha alal Muslimin
[4] Jalaluddin As-Suyuthi, ibid. Link: almoslem.net/modules.php?name=News&file=article&sid=27
[5] Ibid
[6] ibid
[7] Termasuk ulama muta'akhirin yang berani merayakan Maulid Nabi di Arab Saudi kendati dilarang oleh ulama Wahabi. Kitabnya dapat dibaca di sini: حول الاحتفال بذكرى المولد النبوي للسيد محمد علوي المالكي
[8] Lihat http://www.khayma.com/kshf/B/Moled.htm
[9] فتاوى الشيخ محمد الصالح العثيمين " إعداد وترتيب أشرف عبد المقصود

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

54 comments:

  1. Assalamu'alaikum Wr.Wb.

    Kesimpulan, menurut hamba Allah yang dhoif ini bahwa: Bid'ah itu adalah urusan ibadah yang dibuat-buat setelah Nabi. Urusan Ibadah sudah jelas sempurna Allah yg menyatakannya "Alyauma Akmaltu Lakum Dinakum Wa'atmamtu lakum ni'mati wa radhitu lakumul islama diina"..jadi, urusan Ibadah jelas, jangan ditambah-tambah atau dikurangi dari ketentuan Allah dan Rasulnya. Mu'amalah pun harus jelas Halal-Haramnya. dan itu pun sudah jelas. Jadi, mari kita membenarkan yang benar meskipun kelihatan salah, dari pada membiasakan yang salah meskipun kelihatan benar. Wallaahu'alam.
    Wassalam,

    Abdussalam

    ReplyDelete
  2. Dari aku orang BODOH:yassiruu wa la tu'asysyiruu...
    jangan selalu diperdebatkan,yang betul2 BENAR hanya ALLAH.
    kalau jaman sekarang harus melakukan persis pada jaman Nabi, ya,sudah KALIAN tidak usah pakai baju,celana,sajadah,kopiayah ,dasi mobil,sepeda dan lain-lain...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari aku orang yang masih belajar agama.
      yang harus dilakukan persis pada jaman Nabi itu hanya dalam urusan agama mas, bukan dalam hal urusan dunia

      Delete
    2. dulu nabi pakai baju,makan,minum dan tidur.. berarti dengan kata2mu itu kamu fikir nabi kita tidak pakai baju gitu..?
      berilmulah sebelum berkata2 mas bro.
      ngapain ngerayain sesuatu yg dia sendiri gk pernah ngerayainnya..

      Delete
    3. Maaf Mas harus kita telaah masalah diatas, bukan membicarakan hukum alat tapi hukum syariat, lagian nabi kita bukan seorang tarsan yang ga pake baju malahan nabi kita yang memerintahkan kepada pengikutnya agar memakai busana muslim dan muslimah bukan seperti zaman sekarang, wanita dan laki laki sudah tidak malu sama auratnya. Jadi sebenarnya Mas Bintang yang kebalik. beristighfarlah MAs........

      Delete
  3. Assalamualaikum
    Tanggapan saya,sepengetahuan saya,hal tersebut tidak bisa disamakan dengan kondisi para sahabat yang melakukan pengumpulan quran,mushaf,tarawih,alasannya karena mengikuti sahabat,tabi'in dan tabi'tabiin adalah perintah Rasul SAW dalam haditsnya,dan apa yang dilakukan sahabat sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran islam dan sudah ijma' kesepakatan ulama kaum muslim dimasa lalu.

    Adapun peringatan maulid,adalah perayaan yang meniru agama lain(merayakan hari kelahiran) selain islam dan sudah jelas dalam islam tasyabbuh (menyerupai ibadah agama lain) adalah haram hukumnya.Ditambah lagi dalam kondisi sekarang peringatan maulid sudah banyak sekali tercampur dengan hal2 yang jauh dari ajaran islam.Wallahua'lam.

    Tanggapan untuk sdr.Bintang: Segala hal yang ada dizaman sekarang ini asal tidak bertentangan dengan ajaran islam dan tidak meniru ibadah agama lain tidaklah dilarang. Jadi tidak benar statement anda yang tidak boleh naik sepeda,mobil dll karena tidak bertentangan sama sekali,hal itu hanya sarana bukan ritual ibadah.Wallahua'lam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo menurutku, maksudnya tidak boleh meniru agama lain adalah meniru dalam hal syariat, tapi kalau dalam kehidupan sehari2 dan itu baik dan ada manfaatnya serta tidak melanggar larangan Allah ya gapapa, apakah anda yakin kehidupan anda murni tidak ada yang meniru agama lain? yang penting dalam hal syariat kita tidak sama seperti orang lain. Masalah Maulid, coba dulu masnya ikut acaranya, maulid yg murni tidak tercampur dengan hal2 musyrik, Insyallah ada manfaatnya, kita bisa tahu sejarah Rosul, akhlak Rosul, dll

      Delete
    2. @mas amin,,kira2 dimana ya mas kita bisa ikut acara maulid yg ga da kemaksiatannya?mungkin ada rekomendasi? maturnuwun

      Delete
    3. Mas Yudha. Coba beri contoh kemaksiatan di maulid nabi itu yang seperti apa? Pernah ikut maulidan?

      Delete
  4. yang mau maulid mangga ,, yang enggak mangga ,, tapi kpd yang enggak ,, tolong jgn seenaknya mengatakan maulid itu sesat dan sbgainya ,, jika anda tdk faham masalah khilafiyah g usah se enaknya memvonis org ,, ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mas.... kadang orang yg tau ilmu baru sedikit sudah main vonis saja.... sudah pandanganya parsial... ngotot lagi...

      Delete
    2. menurut sy, org2 yg memvonis (tepatnya menjelaskan) juga tidak dari dia, sebagaimana jenengan memperingati maulid juga bukan karena ilmu jenengan tp ikut pendahulu jenengan to?? begitu jg, org yg melarang pun jg dri para ulama yg mereka sudah melihat maslahat dan mudhorot jdi memang ilmu yg "memvonis" sedikit tp yg dia ikuti ilmunya jauh lebih banyak yaitu para ulama....tul ga? sama2 ikut orang,,kita sbg org yg ilmu dikit,,cari mana yg sumbernya jelas mana yang dalilnya kuat,,,wong dlm matematika aja kita cari rumus yg paling tepat agar jawaban tepat...

      Delete
    3. Salah satu hikmah Allah dan Rasul-Nya mengharamkan bid'ah adalah dengan adanya bid'ah maka akan menjadi perkara yang menyaingi sunnah.

      Jika bid'ah mengakibatkan banyaknya yang mengikuti nya, maka perbuatan sunnah akan mulai dilupakan. Maka sedikit demi sedikit agama yang sempurnma ini akan berubah, karena di susupi banyak bid'ah.

      Agama ini telah sempurna, sebaik-baik contoh adalah contoh Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, sebaik pengikut rasulullah adalah para sahabat, tabiin dan tabiin tabiut, dan ulama-ulama yang konsisten mengikutinya hingga akhir zaman.

      Inilah Tali agama Allah yang lurus dan kokoh.


      Delete
    4. Sebagai muslim jika sudah mengetahui kebenaran dari dalil2 yang sudah shahih atau dari para ulama yang salafushalih (pengikut para sahabat dan tabiin)maka berkewajiban mengajak saudaranya untuk tidak berbuat bid'ah dan dosa. Dan kalau kita panatik sama nenek moyang ikutilah nenek moyang yang benar, yaitu nabi adam samapai keturunannya yang selalu berpegang pada tauhid yang benar bukan sama nenek moyang yang kebanyakan ada di indonesia yang berbau budha dan hindu. Itu jelas dari adat atau ritual-ritualnya, sayangnya orang islam di indonesia adat kebudayaan sudah dianggap bagian dari hukum syariat islam, contohnya merayakan ulang tahun, padahal itu adalah kebiasaan orang2 nasrani. Kesimpulannya apa faidahnya kita melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan oleh Islam sedang kita meninggalkan kewajiban ibadah yang diperintahkan. Dan apakah kita termasuk orang2 yang cinta kepada nabi shalallahu 'alaihi wasallam karena kita selalu memperingati kelahirannya sedangkan beliau sendiri tidak menginginkannya,sedangkan yang diperintahkan seperti solat berjamaah kita tidak melakukannya, apakah kita termasuk umat yang taat atau umat yang durhaka????????

      Delete
  5. Saudara nellia@
    wa'alaikumussalam..
    Maulid ini masalah khilafiyah yang sudah diperdebatkan sejak zaman ulama terdahulu,sehingga sebaiknya kita lebih mengutamakan toleransi dan tidak perlu dinodai dengan rasa saling membenci.Bagi saya yang awam,lebih percaya dan yakin bahwa merayakan maulid secara ikhlas dengan tujuan semata-mata untuk mewujudkan rasa syukur dan bergembira atas kelahiran beliau Baginda Nabi Muhammad adalah perbuatan yang baik.
    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa Abu Lahab yang kafir saja mendapat balasan diringankan siksanya setiap hari senin karena telah memerdekakan seorang hamba sahaya Tsuwaibah sebagai wujud ungkapan kebahagiaan atas lahirnya Rasullulloh.
    Lalu bagaimana balasan bagi orang muslim yang membenci muslim yang lain yang bergembira atas kelahiran Rasullulloh?
    Wallohu'alam bishawab..

    ReplyDelete
    Replies
    1. mau tanya mas.. itu maulid ultah rasul yg ke berapa..?
      masih banyak cara lain untuk bergembira dengan kelahirannya.
      misalnya membaca do`a do`a yg sering beliau baca.
      seperti baca do`a sebelum tidur,do`a bangun tidur,do`a masuk toilet dan keluar, do`a mengenakan pakaian do`a ke mesjid dan do`a masuk mesjid, dan masih banyak do`a2 lain yg beliau warisi kepada kita..
      apakah itu sudah kita amalkan semuanya..?
      hayo ngaku .. yg sederhana aja belum habis kita amalkan kok malah nambah2 amalan yg jelas2 tidak pernah diwarisi oleh beliau sendiri

      Delete
    2. makin ga ikut maulid makin mundur ilmu pengetahuan tengtang kelahiran Nabi.. do'a do'a yg di sbutkn sudah masuk kurikulum TK dan SD, , , tks. . .

      Delete
    3. muha zam@ itulah mengapa diawal komentar saya diatas sudah saya garis bawahi bahwa masalah maulid ini kan sudah diperdebatkan oleh ulama'-ulama' terdahulu sejak zaman dahulu lagi,jadi lebih baik kita utamakan toleransi. Ulama-ulama yang berpendapat dan membenarkan maulid tentunya juga bukan orang sembarangan seperti kita,begitu juga dengan ulama terdahulu yang melarang maulid.Lebih baik kita hormati pendapat ulama-ulama terdahulu itu,Jadi pada pendapat saya lebih baik kita saling berprasangka baik,Ikhlas dari dalam hati saya mudah-mudahan anda diberikan syafa'at karena saking cintanya kepada Rasululloh,semoga dengan sikap anda yang sangat berhati-hati dalam segala tindakan sehingga tidak mau melakukan kegiatan apapun yang tidak dilakukan oleh beliau,mendapat balasan amal,dan doakan kami dengan ikhlas mudah-mudahan diberikan syafa'at kepada kami yang menjalankan maulid semata-mata karena rasa cinta kami kepada beliau.

      Delete
    4. ingin ikutan nih kang ... semoga bermanfa'at :

      Katanya tidak boleh mendeskriditkan, toleransi atau dinodai dengan saling membenci. lalu bagai mana dengan ucapan penulis "Pandangan Wahabi bahwa segala sesuatu yang baru yang tidak ada pada zaman Nabi dianggap bi'dah sesat (dhalalah) adalah pandangan yang sempit. Karena para Sahabat banyak melakukan bid'ah."

      Padahal sudah jelas jika golongan Wahabi itu mengutip hadist Nabi yang berbunyi "كل بدعة ضلالة"
      lalu timbul pertanyaan buat saya lalu bagai mana jika solat subuh yang 2 roka'at di tambah menjadi 4 bukankah itu hal yang baik ??.

      =>>> Bid'ah hasanah itu boleh dilakukan asal tidak dalam urusan Ibadah (حبل من الله)tapi dalam urusan Amal soleh (حبل من الناس)ya sah-sah saja.

      ===>> sekarang kalau saya boleh tau menurut antum Maulid Nabi itu bentuk nya "IBADAH" atau "AMAL SHALEH" ?

      Delete
    5. tinggalkan kurikulum kalau memang menjaukan anak anak kita dari hukum syariat yang di perintahkan, Carilah Doa do'a yang berasal dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam

      Delete
    6. This comment has been removed by the author.

      Delete
  6. Alhamdulillah setelah membaca artikel tentang maulid ini, pengetahuanku tentang maulid nabi bertambah. terimakasih.

    ReplyDelete
  7. padahal mekkah dan madinah itu kota suci yang seorang paling sesat yaitu Dajjal (yang niscaya klu dia berkata pada orang sholeh, orang sholeh itu bisa jadi musyrik) saja, tidak bisa masuk kesana, bagaimana mungkin manusia biasa seperti ulama-ulama yang dikatakan "ulama wahabi salafi" yang katanya sesat bisa tinggal disana di kota yang dijaga Allah sampai hari kiamat??tolong lebih objektif dan adil lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. argumen tidak ilmiah dan bodoh. orang nonmuslim saja saat ini tidak sedikit yg masuk ke Makkah dan Madinah yaitu kalangan para kontraktor pembangunan. jadi para kontraktor nonmuslim itu tidak sesat?

      Delete
    2. Saudara ku Udin klu itu adalah pengecualian karena mereka termasuk golongan ahli dzimmah yang karena sebuah kepentingan mereka bisa masuk,sudah jelas dalam undang-undang negara Arab kalau orang non muslim tidak boleh masuk kesana.Mereka ahli dzimah dijaga darah dan kehormatannya selama membayar jizyah dan menaati syariat islam. Dan kita tahu di dunia ini hanya arab saudi yang telah menerapkan syariat islam sebagai hukumnya terlepas dari segala kekurangannya dan ini merupakan salah satu penjagaan Allah kepada negeri Makkah dan Madinah. Allahu musta'an. barakallahu fiika.

      Delete
  8. Dajjal muncul di Arab Saudi

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk...ngigau..

      Delete
    2. Al madukismyFebruary 02, 2013

      koplak

      Delete
    3. gemblunk...

      Delete
  9. bayangkan, setiap tahun banyak KELAHIRAN. banyak BOCAH BOCAH YANG PERLU TAU tentang Nabi nya. dibawa orang tuanya menghadiri maulid yang misinya menceritakan kehidupan Nabi Muhammad saw. akhirnya mereka tau dari seseorang yang punya pengetahuan, tau sejarah, tau agama ( Ustad ). dan akhirnya bocah2 yang belum mengerti/belum tau Sosok Nabinya menjadi tau sosoknya. tau tentang sejarahnya. mintak2 bisa meneladani kehidupan Beliau dikehidupannya sehari hari kelak. diulangi lagi setiap tahunnya. hingga akhirnya berbekas dihatinya.

    Dan bayangkan apa jadinya GENERASI GENERASI yang baru, yang butuh pengetahuan SEJAK DINI jika tidak ada perayaan Maulid ?
    yang mengingatkan tentang kelahiran Nabi nya, mengetahui sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw.
    dan mereka malah bergembira saat perayaan TAHUN BARU MASEHI, VALENTINE DAYS, dll.....????????

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih mengena mana mas freddy,,penjelasan jenengan atau kita mengajarkan anak/ generasi kita dg sunnah (petunjuk) Rasulullah ttg keseharian,spt bagaimana RAsulullah bangun tidur, bagaimana beliau masuk kamar mandi, bagaimana beliau keluar rumah dan sbgnya. Sy pikir penanaman rasa cinta kepada Rasulullah tidak harus menunggu 1 th sekali (klo pemikiran kita gini rasanya, kita kok krg perhatian pd pendidikan agama anak kita, wallahua'lam sih), krn ya yang diajarkan Rasulullah itu ya bgmn kita menjalani kehidupan kita sehari2, ya kan? yaa...kita ajalah, klo pingin tahu sifat teman kita kan,ya kita tongkrongin teman kita tiap hari,,ya tho? ga setahun sekali tho?? just komen..

      Delete
  10. setujuu... semua yang baik biarpun tidak ada dari nabi nya kenapa gx dilakukan??
    mudah2an tidak melanggar ketentuan dan hal sunnah yg berlaku, yang suka silakan jalankan... yang tidak suka jangan banyak mencela... selama tidak melanggar dasar2 hukum islam,
    afwan akhy.. jika ada salah kata, mohon di maafkan.
    wassalamualaikum

    ReplyDelete
  11. sekedar wacana dari realita dri seorang yg mengharapkan ridho dari Allah,,di daerah saya (saya pernah tinggal di 3 kota berbeda),,ada peringatan maulid tu caranya berbeda semua dan semuanya ada unsur melanggar larangan Allah,,spt nyanyi2, joget, trus semacam pake sesajen untuk kuburan dll. Nah, apakh itu benar? dan kalau sy liat (kebetulan sy dekat dg org2 yg penggagas maulid) org2 yg semangat itu malah yg jauh dari sunnah yang asli dr Rasul, spt jarang sholat jamaah di masjid, istrinya g ditutup auratnya dg benar,suka dangdutan,,dan itu persis di 3 tempat...dan yg lucu lagi ttg bid'ah,,di tmp ana skg (gresik),, adzan sebelum shubuh di fajar kadzib kan sunnah tu malah hilang diganti sesuatu yg ga ada dalilnya yaitu dg lafadz ashsholah...ashsholah...trus gmn donk??sunnah Rasul ASLI hilang gara2 "sunnah" org yg ga jelas dari mana datangnya??? ada yg mau komen??

    ReplyDelete
  12. Bid'ah itu adalah sesat, mereka yang masih membela maulid nabi itu orang kafir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah,mas mahmudi,baarakallahufiik,,perlu diinget bg kita yg ga membolehkan maulid,,bahwa penetapan hukum pada suatu amalan tidak langsung melazimkan kita menghukumi orang yang melakukan dg hukuman org ini sesat, org ini kafir..tidak bisa,,ini perkara berat. Bid'ah sesat,setiap kesesatan di neraka,,lantas apakah kita langsung mengatakan yg melakukan maulid kafir..bukankah Allah berfirman (yg artinya) dlm almaidah44 : “Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah maka mereka itulah orang-orang yang kafir.” apakah ada para ulama ahlussunnah langsung menafsirkan/ memvonis kafir pada seseorang, tanpa tabayyun, tanpa iqomatuh hujjah?

      Delete
  13. Al madukismyFebruary 02, 2013

    Agama Islam sudah sempurna, ngapain capek bikin2 ibadah sendiri yang akhirnya ditolak dan diancam neraka. Wal iyyadzubillah..
    Komen jangan ngawur, menurut saya begini dan begitu. Ini perkara ibadah mas, yang berhak menentukan syariat Islam yang mulia hanyalah Allah melalui lisan Rosulullah shallallahu'alaihi wa sallam.

    ReplyDelete
  14. Saya cuma satu yang heran, itu ulama wahabbi sudah jelas mengharamkan maulid nabi, berarti otomatis mengharamkan juga perayaan ulang tahun, informasi yang saya dapat dari beberapa media, pembesar wahabbi di jazirah arab merayakan ulang tahun petinggi-petingginya, sedangkan maulid nabi aja dilarang. Wallohu'alam

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya perlu di perjelas.. media manakah yg menyatakan bahwa pembesar wahabbi merayakan ultah petinggi2ny..??

      Delete
  15. Salah satu hikmah Allah dan Rasul-Nya mengharamkan bid'ah adalah dengan adanya bid'ah maka akan menjadi perkara yang menyaingi sunnah.

    Jika bid'ah mengakibatkan banyaknya yang mengikuti nya, maka perbuatan sunnah akan mulai dilupakan. Maka sedikit demi sedikit agama yang sempurnma ini akan berubah, karena di susupi banyak bid'ah.

    Agama ini telah sempurna, sebaik-baik contoh adalah contoh Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, sebaik pengikut rasulullah adalah para sahabat, tabiin dan tabiin tabiut, dan ulama-ulama yang konsisten mengikutinya hingga akhir zaman.

    Inilah Tali agama Allah yang lurus dan kokoh.

    ReplyDelete
  16. SYAIKH IBN TAIMIYAH DAN MAULID NABI

    فَتَعْظِيْمُ الْمَوْلِدِ وَاتِّخَاذُهُ مُوْسِمًا قَدْ يَفْعَلُهُ بَعْضُ النَّاسِ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهِ أَجْرٌ عَظِيْمٌ لِحُسْنِ قَصْدِهِ وَتَعْظِيْمِهِ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ كَمَا قَدَّمْتُهُ لَكَ

    Jadi, mengagungkan maulid dan menjadikannya sebagai tradisi yang tidak jarang dilakukan oleh sebagian orang, dan ia memperoleh pahala yang sangat besar karena tujuannya yang baik serta sikapnya yang mengagungkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam sebagaimana telah aku jelaskan sebelumnya padamu. (Iqtidho’us Shirootil Mustaqiim, hal. 297).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bismillah
      Guna menyikapi pernyataan ibn taimiyyah tersebut, hendaknya menggunakan hati yang jernih dan logika yang cerdas.

      Pertama : Dengan tegas beliau katakan bahwa dalam apa (maulid) yang dilakukan banyak orang terdapat pahala yang besar.
      Kedua : Pahala yang besar tersebut diperoleh akibat kecintaan kepada baginda Nabi saw bukan karena bid’ahnya….

      Selanjutnya… gunakanlah akal yang jujur… mungkinkah terdapat pahala yang besar didalam kemasan bid’ah sesat?

      Delete
  17. Bismillah
    Jalaluddin As-Suyuthi berpendapat bahwa memperingati maulid Nabi Muhammad adalah bid'ah hasanah (baik). Kok kalau menurut saya semua bid'ah yang di ada-adakan pada jaman sekarang semuanya baik-baik lho, gak ada yang jelek. Bahkan kalau di Tanya ya "niatnya baik" termasuk maulid ini. Terus yang dimaksudkan Rosulullah dengan semua bid'ah adalah sesat yang mana kalau semua di anggap baik.

    Seharusnya kita mencukupkan apa yang telah Rosul ajarkan dan perintahkan. Bahkan Kalau kita sungguh2 hendak mengikuti sunnah Rosulullah saja mungkin tidak akan semuanya sanggup kita jalankan, laha kok ini malah membuat sesuatu yang bahkan Rosul dan generasi terbaik tidak pernah melakukannya. Eh kok malah mengikuti pendapat orang-orang yang setelahnya dengan alasan bid'ah hasanah, niat baik.

    Kalaulah ajaran itu boleh dan baik, atau bahkan ada nilai pahalanya di sisi Allah, mustahil Rosulullah tidak mengajarkannya. Masalahnya membuat bid'ah itu berarti secara tidak langsung telah menuduh Rosulullah berdusta dan menyembunyikan ajaran yang baik kepada umatnya dan apakah hal seperti itukah bentuk kecintaan kita terhadap Rosul.

    Padahal jelas Maulid Nabi bukan suatu ajaran karena tidak ada tatacara yang jelas, tidak ada syariat yang menjelaskannya, hanya karena Qiyas saja yang ternyata salah tempatnya.

    Mungkin kalian marah dengan tuduhan sesat. Kalaupun tidak ada yang memberikan tuduhan sesat maka kalian sudah sangat jelas dengan tidak langsung menuduh Rosul menyembunyikan ajaran Maulid makanya kalian mengadakan acara tersebut sendiri. Renungkan, Benarkah kalian mencintai Rosulullah dengan bid'ah-bid'ah kalian yang kalian anggap hasannah.

    ReplyDelete
  18. kalo wahabbi salah,kok malah makin "kuat" posisi mereka di mekkah dan madinah???, marilah kita jaga persatuan dan kesatuan ummat islam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena mereka bersekongkol dg keluarga kerajaan. Lagipula, kuat atau lemah posisi tidak ada hubungannya dg benar atau salah. Ini logika ngaco.

      Delete
  19. Yang Melarang Maulid atau yang lebih parah mengharamkan Monggo datang ke Pasuruan dan ketemu Saya !!!
    081554657278/088803812471

    ReplyDelete
  20. Saat ini kesesatan kaum wahabi sdh mulai merasuki sdh mulai mengakar d indonesia, astaghfirullah
    Klo ada yg mengharamkan maulid dg alasan bidah ada jg yg mengharamkan tahlilan/kenduri & membaca surah yasin utk sdr qt yg meninggal karena itu tdk ada dlm sunnah & hanya meniru tradisi hindu tp kenapa wali 9 yg bermazhab ahlissunah mlh menciptakan tradisi tsb, berarti anda menganggap para wali 9 tsb sesat

    ReplyDelete
  21. @anonymous..anda lbh hebat dari ulama jalaluddin assyuyuti....mdh2an Alloh SWT mengampuni dosa2 anda

    ReplyDelete
  22. wahabi menafsirkan al quran dan haditsya pake dengkul..bukan tafsiran para ulama..barang siapa yg menafsirkan alquran dn hadits dngan logikaxa sendiri/dngan arti terjamaahxa,tidak memakai arti yg tida di pakai ulama2 tafsir maka bersiap2 lah wahabi brada di neraka

    ReplyDelete
  23. Kalau kita amati bagaimana tradisi peringatan maulid Nabi ini dilakukan di masyarakat kita, saya berkesimpulan semua pendapat di atas benar adanya, hanya janganlah sekali-kali kita mengkafirkan atau bersikap kurang bijak terhadap orang yang tdk sependapat dengan kita. Semoga Allah SWT melimpahkan taufik dan hidayah-Nya bagi kita semua untuk tetap berada di jalan yang lurus. Amin

    ReplyDelete
  24. Benarkah Rasulullah lahir pada 12 rabiulawal...??? Setahu saya ilmuwan islam hanya MEMPERKIRAKAN Rasulullah lahir pada 12 rabiulawal, bahkan penelitian berikutnya para ilmuwan muslim MEMPERKIRAKAN Rasulullah lahir pada tgl 9 rabiulawal.
    Intinya masih MEMPERKIRAKAN.

    ReplyDelete
  25. Salam Sukses Bos,

    Bagi rekan rekan yang membutuhkan jasa pembuatan Software wajib baca ini….

    PT. Metalogic Informatika adalah usaha di bidang Konsultan Komputer, Maintenance Komputer, Service dan Reparasi Komputer, dll yang berhubungan dengan komputer. Kami menerima jasa panggilan ke perbankan,kantor asuransi,perkantoran,sekolah, kampus,pabrik,toko dan intitusi lainnya yang berhubungan dengan komputer.

    Kami juga menyediakan pengadaan laptop, komputer ke perkantoran,sekolah,kantor asuransi ,kampus,Pemda,toko dan institusi lainnya dan kami juga memasok berbagai macam kebutuhan komputer baik itu partai besar / partai kecil dengan harga kompetitif dan sangat menarik.

    Kami melayani pemesanan dan pengiriman dari Jabodetabek dan Seluruh Propinsi di Indonesia.

    Di Cari Reseller di tiap propinsi se Indonesia

    Untuk Info lebih lanjut Hub :

    Herry HP 081808848274
    021 5324790 92 atau klik http://www.metalogic.co.id

    ReplyDelete
  26. Allahumm shalli 'alaa sayyidinaa muhammad

    ReplyDelete
  27. Sholu ala محمّد,....
    Ayuhal mukminun,....
    Maaf sebaiknya kita bisa membedakan antara urusan ushul & furu'
    Agar kita tidak main hantem kromo,...
    Salam ukhuwah,....

    ReplyDelete
  28. Cuma orang orang yahudi yg benci sama Rasulallah, yg benci maulid berarti antek antek yahudi. Maulid itu kusah riwayat kelahiran Rasul knp dibilang sesat oleh wahabi?

    ReplyDelete

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!