Wednesday, November 06, 2013

Cara Agar Memiliki Pribadi Dewasa


Cara  Agar Memiliki Pribadi Dewasa
Pesan orang tua agar tidak pindah pekerjaan apakah termasuk amanah atau wasiat? Hukum memakan harta temuan. Cara mendekatkan diri pada Allah dan cara memperbaiki kepribadian agar lebih dewasa.

DAFTAR ISI
  1. Cara Agar Memiliki Pribadi Dewasa
  2. Cara Niat Ibadah atas Semua Amal Perbuatan
  3. Hukum Percaya pada Ramalan

CARA AGAR MEMILIKI PRIBADI DEWASA
PERTANYAAN

Assalamu'alaikum wr.wb..
Nama saya Lusty.. Saya mempunyai beberapa pertanyaan :

1. Saya ingin menanyakan tentang apakah wasiat itu sama dengan amanat?
Saya bekerja sebagai tenaga honorer di smp 11. sebelum bapak saya meninggal pernah bilang ke suami saya kalo saya jangan keluar dari smp 11 sebelum jadi PNS. sekarang saya mempunyai peluang untuk bekerja di tempat lain, sama2 honorer tetapi dengan harapan mendapatkan tempat yg lebih nyaman dan penghasilan yang lebih. karena saya merasa saat ini di smp 11 sudah kurang nyaman. apakah pesan dari bapak saya itu sama dengan amanat yang harus saya turuti? atau bagaimana?

2. Dulu, saat saya masih sekolah, saya menemukan uang dilantai rumah. uang tersebut saya ambil, dan saya saat itu benar2 tidak terfikir kalo itu uang dari siapa. yang saya fikir, saya menemukan uang dan itu rejeki saya.. beberapa hari kemudian, bapak saya mencari uangnya yang katanya ditaruh diatas meja. dalam hati saya teringat uang yang saya temukan dan berfikir dalam hati, apa mungkin uang yang saya temukan adalah uang yang bapak cari? tetapi sampai saat ini, sampai bapak tidak ada, saya tidak berani mengatakan kalo saya menemukan uang dan kemungkinan uang tersebut adalah uang yang bapak cari. berdosakah saya? apa yang harus saya lakukan?

3. saya sering merasa hati kurang tenang, kurang dekat dengan Allah.. dalam hati saya sering timbul rasa iri, rasa tidak suka dengan orang dan kurang sabar, kalo saya ada salah dan ada yang mengingatkan saya cenderung untuk membela diri tidak mau disalahkan. bagaimana cara saya mengatasi hal tersebut? saya ingin berubah menjadi orang yang cantik hatinya, bagus agamanya dan disukai Allah dan orang-orang di sekeliling saya.

Atas perhatian dan jawaban yang diberikan, saya ucapkan terima kasih
wa alaikum salam wr wb

JAWABAN

1. Pesan dari orang tua untuk tidak pindah kerja adalah saran. Bukan wasiat atau amanah kendatipun dia kemudian meninggal. Karena wasiat yang wajib diikuti yang dibahas dalam Quran surat Al-Baqarah 2:180 adalah berkaitan dengan "pemberian harta kepada selain ahli waris setelah pewasiat meninggal." Lihat uraian wasiat di sini. Karena bersifat saran, maka saya kira boleh Anda lakukan atau tidak. Taat pada perintah orang tua adalah wajib. Namun, tidak mengikuti saran orang tua dalam soal tempat kerja saya kira bukan termasuk pelanggaran, karena prinsip dari keinginan orang tua adalah Anda memiliki pekerjaan. Dan dengan pindah kerja Anda tetap mengikuti keinginan orang tua tersebut.

2. Tentang menemukan uang. Hukum menemukan uang atau harta apapun adalah wajib diberikan kepada pemiliknya atau diserahkan kepada otoritas terkait atau orang yang dipercaya agar diberikan pada yang berhak. Hukumnya haram menggunakan uang hasil temuan. Kalau Anda memgambil barang temuan karena tidak tahu, maka insyaAllah dimaafkan.

AGAR DEKAT PADA ALLAH DAN MEMILIKI SIKAP DEWASA DAN BIJAK

Untuk mendekatkan diri pada Allah, lakukan (a) ibadah shalat wajib 5 waktu dengan teratur; (b) shalat sunnah tahajud secara teratur. Setelah kedua shalat itu berdoalah dengan bahasa Anda memohon segala hal yang Anda inginkan termasuk keiningan untuk dekat pada Allah. (c) Tambah ilmu agama dengan membaca dan ikut pengajian; dan (d) hiduplah di lingkungan yang kondusif.

Rasa tidak suka pada orang lain dan kurang sabar itu timbul dari sikap ego yang terlalu tinggi. Hidup harus berbagi dalam segala hal termasuk dalam ego.

Butuh proses untuk menjadi pribadi yang dewasa dan bijaksana. Proses pertama adalah menyadari keadaan itu. Proses kedua, adalah berusaha menghilangkannya. Anda sudah berhasil menjalani dua proses ini. Tahap ketiga adalah tidak menghindari kritik, sebaliknya, justru Anda harus meminta dikritik agar proses pendewasaan semakin cepat. Mendapat kritikan memang tidak enak, tapi pada saat yang sama harus disadari bahwa kritik itu adalah obat mujarab untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kepribadian kita.

__________________________________________________________


CARA NIAT IBADAH ATAS SEMUA AMAL PERBUATAN YANG DILAKUKAN

Ass wr wb Ustadz,

Selama ini saya masih mencari bagaimana caranya agar saya sebagai seorang muslim dapat menerapkan dengan benar segala yang saya lakukan adalah karena ibadah kepada Allah SWT.
Mohon penjelasannya, terima kasih.
Mariana

JAWABAN

Dalam Islam, secara garis besar suatu perbuatan terbagi dalam dua kategori yaitu perbuatan baik (halal, wajib, sunnah, mubah) dan perbuatan tidak baik (haram, makruh).

Dari kategori perbuatan yang baik terdapat beberapa level yang berbeda yaitu wajib (harus dilakukan), sunnah (mendapat pahal apabila dikerjakan) dan mubah (boleh dilakukan atau ditinggalkan).

Perbuatan yang wajib dan sunnah sudah jelas merupakan perbuatan ibadah yang apabila dilaksanakan akan mendapat pahala seperti shalat fardhu, shalat sunnah, sedekah, menolong fakir miskin, dll.

Sedangkan perbuatan mubah akan tergantung niat. Apabila niat untuk ibadah maka akan berubah menjadi amal sunnah sedang apabila tidak diniat apa-apa maka yang melakukan tidak mendapat pahala. Maksud diniati ibadah adalah menghubungan hasil dari perkara mubah itu untuk ibadah sunnah dan/atau wajib. Seperti, bekerja dengan niat agar dapat menafkahi anak istri dan sebagian harta untuk membantu fakir miskin, dll.

Niat ibadah tidak berlaku bagi perbuatan yang tidak baik (haram). Apapun niatnya, perbuatan tidak baik tetap haram.
__________________________________________________________


HUKUM PERCAYA PADA RAMALAN

assalamualikum warohmatullahiwabarokatu

mohon maaf sebelumnya ya ustadz

Beberapa hari belakangan ini saya ada masalah yang terlalu berat buat saya

Saya punya pacar, dan niat saya ingin menikahinya, dia juga mau untuk saya nikahi Tapi berapa hari ini timbul masalah yang di luar logika saya Dia tidak mau lagi saya ajak nikah. Alasannya dia di beritahu orang pintar/kyai dan dia benar2 percaya bahwa andaikata dia menikah, maka orang yang menikahinya akan meninggal dunia dalam jangka waktu 9 hari
setelah akad nikah. Saya sudah meyakinkan dia bahwa tidak akan terjadi apa-apa bila saya menikahinya, dan maut itu rahasia Allah. tapi dia masih teguh dengan pendiriannya

Yang mau saya tanyakan apa hukumnya dalam islam orang yang percaya dengan itu semua

Terimakasih
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatu

JAWABAN

Hukum mempercayai ramalan adalah haram. Nabi bersabda dalam buah hadits sahih riwayat Muslim
مَنْ أتى عَرَّافًا فَسَأَلهُ عَنْ شَئٍ لم تقْبَل لَهُ صَلاةُ أربعينَ ليلةً
Artinya: Barangsiapa yang datang pada tukang ramal dan menanyakan sesuatu maka shalatnya tidak diterima 40 malam.

Dalam hadits riwayat Ahmad, ada tambahan "kalau mempercayainya". Teksnya sbb:
من أتى عرافا فصدقه بما يقول لم تقبل له صلاة أربعين يوما

Kata "arraf" adalah dukun yang biasa ditanya dan meramal tentang perkara yang dicuri atau hilang. Maka, orang yang datang pada dukun ramal semacam ini tidak diterima pahala shalatnya. Namun dia tetap wajib shalat dan sah shalatnya dalam arti tidak perlu mengulangi. Hanya tidak mendapat pahala. Termasuk di dalamnya adalah shalat sunnah; jadi bukan hanya shalat fardhu saja. Jadi, selain berdosa ia juga mendapat hukuman berupa pahala shalatnya tidak diterima selama 40 hari dan malam.

Sama dengan dukun tukang ramal barang hilang adalah dukun yang suka meramal perihal yang efek negatifnya lebih dari hal di atas seperti meramal nasib perjodohan, nasib keberuntungan, nasib umur, dll.

Sumber dan riwayat hadits: Sahih Muslim VII/37; Sunan Abu Daud IV/21; Musnah Ahmad IV/68; Sunan Tirmidzi I/242; Sunan Ibnu Majah I/404.



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..