Derajat Ikhlas dan Tujuan Amal Ibadah

Derajat Ikhlas dan Tujuan Amal Ibadah

Dalam suatu pengajian tentang hikmah saya mendengar bahwa amal yang dilakukan oleh manusia adalah sodakoh Allah kepada manusia sehingga tidak pantas bila kita minta upah.

DAFTAR ISI
  1. Derajat Ikhlas
  2. Tujuan Ibadah Menurut Al-Quran
  3. Kesimpulan
PERTANYAAN

Assalamu'alaikum....

Pengasuh alkhoirot yang terhormat, saya agus raharjo seorang PNS mempunyai pengunek-unek yang ingin sekali jawaban agar hati ini tenang...

Pertanyaan (1) saya adalah bab amal... dalam suatu pengajian tentang hikmah saya mendengar bahwa amal yang dilakukan oleh manusia adalah sodakoh Allah kepada manusia sehingga tidak pantas bila kita minta upah... dst....hal ini sangat merasuk dalam sanubari saya dan saya membenarkannya, karena itu bila meminta adalah karena "ndepe-ndepe"
welas asih, ridho, kemurahan dan RohmatNya...

Pertanyaan (2): Namun dulu saya pernah dengar ada cerita (dalam suatu pengajian ??) bahwa ada sekelompok manusia xang karena terjebak dalam gua (??) maka masing-masing berdoa kepada Allah dengan mendasarkan pada amal mereka masing-masing dan akhirnya mereka bisa terbebas.... cerita inipun membekas pada sanubari saya.... entah karena rendah dan ceteknya pengetahuan saya, kedua nikmat Allah berupa informasi ini menjadikan saya terusik dan butuh pencerahan....

Semoga melalui jawaban para pengasuh alkhoirot Allah menolong saya agar hati ini menjadi tercerahkan... amin
wassalamu'alaikum...

JAWABAN


DERAJAT IKHLAS AMAL IBADAH MENURUT ULAMA TASAWUF

Menurut ulama sufi seperti Rabi'ah Al-Adawiyah, keikhlasan itu terbagi menjadi 3 derajat:

Pertama, beribadah kepada Allah karena mengharap pahala surga dan takut pada siksa neraka.
Kedua, beribadah kepada Allah untuk menghormati-Nya dan mendekatkan diri pada-Nya.
Ketiga, beribadah kepada Allah demi Dia bukan karena mengharap surga-Nya dan bukan karena takut neraka-Nya.

Yang ketiga inilah derajat ikhlas yang tertinggi. Karena, ia merupakan derajat ikhlasnya para siddiqin yaitu orang yang mencacapi keimanan tingkat tinggi.

Dalam ungkapan lain dari ulama sufi disebutkan bahwa orang yang beribadah kerena takut neraka maka itu keikhlasan seorang budak. Sedang yang beribadah karena mengharap surga, maka disebut keikhlasan seorang pedagang.[1]


TUJUAN AMAL IBADAH MENURUT ULAMA NON-SUFI

Beribadah karena cinta pada Allah, seperti pandangan ualam sufi di atas, tidak salah. Akan tetapi mencintai Allah bukan satu-satunya induk yang memotivasi seseorang untuk beribadah dan beramal. Seperti disinggung di muka, beribadah karena berharap pahala, dan karena takut neraka juga termasuk ibadah.

Dalil tujuan ibadah menurut Al-Quran adalah sebagai berikut:

1. QS Al-A'raf 7:55 ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً
Artinya: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.

2. QS Al-Anbiya' 21:90 إِنَّهُـمْ كَـانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَ يَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُـوا لَنَا خَاشِعِيـنَ
Artinya: Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.

3. QS Al-Anbiya' 21:28 وَهُم مِّنْ خَشْيَتِـهِ مُشْفِقُــونَ
Artinya: .. dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.

4. QS An-Nahl 16:50 يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِــمْ وَيَفْعَلُــونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Artinya: Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).


KESIMPULAN

Dua hal yang tampak tidak sama yang pernah Anda dengar dalam dua kesempatan berbeda sebenarnya serupa tapi dari sudut pandang yang berbeda. Yang pertama adalah pandangan ulama tasawuf (sufi) yang cenderung melihat pada hal yang esoteris (batin) sedang yang kedua adalah pandangan syariah. Pandangan kedua ini lebih mudah difahami dan lebih sesuai dengan dalil nash Al-Quran dan hadits. Walaupun tidak perlu menganggap pandangan pertama sebagai salah.

Apa yang Anda tanyakan esensinya berkaitan dengan keikhlasan amal ibadah kita di mana keikhlasan terbagi menjadi 3 (tiga) derajat menurut kalangan ahli tasawuf. Namun, keikhlasan level apapun yang kita miliki, asal tujuannya tetap pada Allah, maka kita termasuk kategori mukhlisin atau orang-orang yang ikhlas dalam beramal dan insyaAllah amal ibadah kita diterima dan diridhai di sisi-Nya.

Apalagi, pembagian ikhlas ke dalam 3 kategori ini ditentang oleh sebagian ulama karena tidak ada dasar dari Quran atau hadits sahih dan dianggap mengada-ada. Artinya, beramal ibadah yang ikhlas tidaklah perlu serumit itu. Niatkan karena Allah dan lakukan amal dan ibadah untuk kemasalahan diri sendiri dan umat manusia.

Untuk soal tawassul dengan amal (seperti kasus orang dalam gua) lihat pembahasannya di sini!

--------------------
CATATAN DAN RUJUKAN

[1] Teks bahasa Arabnya sebagai berikut:

أن مراتب الاخلاص ثلاث:

الاولى: أن تعبد الله طلبا للثواب وهربا من العقاب،
الثانية: أن تعبده لتتشرف بعبادته والنسبة إليه،
والثالثة: أن تعبد الله لذاته لا لطمع في جنته ولا لهرب من ناره - وهي أعلاها - لانها مرتبة الصديقين

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

1 comment:

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!