Sunday, January 12, 2014

Ditipu Kolega, Banyak Hutang dan Cara Menyucikan Diri


Ditipu Kolega, Banyak Hutang dan Cara Menyucikan Diri

Kami mendapat cobaan suami saya ditipu oleh rekan kerjanya yang akhirnya membuat kami banyak terlilit hutang. Saat ini suami saya dibawa ke pelabuhan ratu dan nanti katanya mau dibawa ke gunung, biar nanti usahanya lancar. B

DAFTAR ISI
  1. Dalil dan Sebab Datangnya Musibah
    1. Kesalahan dan Kelalaian Manusia
    2. Sebagai Ujian Atas Keimanan dan Kesabaran
    3. Untuk Mengangkat Derajat dan Kualitas Seseorang
  2. Cara Menyikapi Musibah

PERTANYAAN

Assalamualaikum.wr.wb.

YTH Pengasuh Konsultasi Islam

Sebelumnya saya mau perkenalkan diri dulu, saya RM dari Jambi. Saya saat ini sangat bingung. Suami saya seorang pengusaha, tapi sejak 2 tahun yang lalu ini kami mendapat cobaan suami saya ditipu oleh rekan kerjanya yang akhirnya membuat kami banyak terlilit hutang sehingga kami harus menjual aset2 kami. Suami saya banyak mendapat pertolongan dari teman2nya mulai dari dukun, orang pintar dsbnya. Katanya suami saya ini banyak dikirim sihir dari orang2 yang mungkin tidak suka atas keberhasilan suami saya Terakhir suami saya mendapat bantuan dari tmannya, saya sangat bersyukur karna bantuan yang terakhir ini suami saya sudah mulai mendekatkan diri kpd Allah, suami saya rajin shalat
dan mengaji.

Tapi yang mennganjal dihati saya sekarang suami saya mendapat bantuan lagi dr oomnya, tp saya tidak merasa sesuai dengan caranya. Saat ini suami saya dibawa ke pelabuhan ratu dan nanti katanya mau dibawa ke gunung, biar nanti usahanya lancar. Kata suami saya dirinya lagi dibersihkan, kemudian suami saya bilang nanti diri saya lg yang mau
dibersihkan. Hati saya sangat menolak sebenarnya, tapi suami saya memaksa,

1. Apa yang harus saya lakukan pak?

Terima kasih sebelumnya Pak

Wassalam.
RI

JAWABAN

DALIL DAN SEBAB MUSIBAH YANG MENIMPA

Apabila seorang atau sebuah keluarga tertimpa musibah, maka banyak faktor yang dapat menjadi penyebabnya dan hikmah yang menjadi tujuannya seperti yang disebut dalam ayat-ayat di bawah:

KARENA KESALAHAN DAN KELALAIAN MANUSIA ITU SENDIRI

1. Dalam QS Asy-Syura 26:30 disebutkan bahwa penyebab suatu musibah yang terjadi adalah karena kesalahan dan kelalaian manusia itu sendiri.

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Artinya: Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

2. Dalam QS Ar-Rum 30:41 mirip dengan no.1 bahwa kesalahan manusia menjadi penyebab terjadinya musibah

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

3. QS Ali Imron 3:165 sama dengan no. 1 dan 2 bahwa musibah terjadi akibat logis dari kesalahan manusia

أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّى هَذَا قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

SEBAGAI UJIAN ATAS KEIMANAN DAN KESABARAN

Kalau manajemen usaha sudah sangat rapi, dan tidak ada kesalahan yang dilakukan, maka musibah itu datang sebagai ujian atas kesabaran dan keimanan kita. Apakah dengan ujian yang datang kita bertambah dekat pada Allah atau malah bertambah jauh.

4. Dalam QS Al-Baqarah 2:155, 156, 157 dinyatakan bahwa musibah bisa saja bukan karena kesalahan seseorang yang tertimpa musibah. Ia bisa jadi sebagai ujian atas keimanan dan kesabaran seorang muslim.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

5. Dalam QS Muhammad 47:31 sama dengan no. 4 yaitu bahwa cobaan datang sebagai ujian ketahanan mental dan kesabaran

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ
Artinya: Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.

UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT/KUALITAS SESEORANG

Nabi dan Rasul yang sangat solih juga mendapat musibah. Malah musibah mereka lebih berat dari manusia lain. Itu adalah bagian proses menuju peningkatan kualitas diri. Kualitas iman dan pribadi.

6. Dalam QS Al-An'am 6:34 disebutkan adanya musibah untuk meningkatkan derajat seseorang apabila dia bersabar seperti yang terjadi pada para Nabi dan Rasul.

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ
Artinya: Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.

Dalam sebuah hadits riwayat Ad-Darimi disebutkan bahwa orang yang paling banyak ditimpa musibah adalah para Nabi dan Rasul. Teks hadits sebagai berikut:

سُئِلَ النبي صلى الله عليه وسلم: أَيُّ الناس أَشَدُّ بَلَاءً ؟. (قال: الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الْأَمْثَلُ، فَالْأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ على حَسَبِ دِينِهِ

Dari penjelasan dalil-dalil Al-Quran di atas, dapat disimpulkan bahwa suatu musibah yang terjadi itu disebabkan oleh salah satu dari 3 (tiga) faktor:

Pertama. Akibat dari kesalahan yang dilakukan manusia itu sendiri, maka musibah sebagai siksaan baginya. Kesalahan itu umumnya kesalahan-kesalahan logis yang dilakukan. Dalam soal ditipu rekan kerja, penyebabnya jelas berkait dengan mismajemen alias salah urus perusahaan.
Kedua, Ujian, maka ia berfungsi sebagai proses cobaan menuju penyucian diri.
Ketiga, Mengangkat derajatnya, apabila sabar maka ia akan tambahan pahala.

BAGAIMANA MENGHADAPI MUSIBAH

Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada penyebab tunggal atas terjadinya suatu musibah. Baik musibah finansial, musibah kematian atau musibah bencana alam.

Musibah yang menimpa suami dan Anda tentunya dapat dilihat dari salah satu dari ketiga sebab di atas atau ketiga-tiganya. Tentu suami dan yang lebih tahu.

Namun, dari pengamatan sepintas dapat saya simpulkan karena faktor pertama yakni karena kesalahan mismanajemen perusahaan. Sehingga hal ini memberikah celah bagi kolega suami Anda untuk melakukan penipuan.

Apa yang harus dilakukan suami Anda saat tertimpa musibah seperti ini adalah sebagai berikut:
(a) Belajar dari kesalahan, dan jangan mengulangi kesalahan serupa di kemudian hari. Jangan membuat celah sehingga membiarkan orang jahat mendapat kesempatan melakukan aksi jahatnya.
(b) Kalau memang ada dosa besar yang pernah dilakukan, bertaubatlah dengan taubat nasuha. Dosa bukan hanya melakukan perbuatan yang dilarang Allah, tapi juga termasuk meninggalkan perintah Allah.
(c) Melakukan penyucian diri ala hindu bukanlah cara islami yang disyariatkan Islam. Alih-alih menyucikan, ini malah akan menambah dosa baru suami dan Anda pada Allah yang malah akan menambah kesalahan baru. Karena itu jauhi perilaku yang menyimpang dan mintalah suami Anda untuk berkonsultasi pada ulama yang ahli ilmu agama, bukan ahli ilmu perdukunannya.

Seperti disebut di muka, penyucian diri cukup dilakukan dengan (a) bertaubat/mohon ampun atas dosa-dosa yang pernah dilakukan; (b) shalat 5 waktu secara teratur; (c) shalat taubat dan shalat tahajud dan berusaha menjauhi dosa-dosa besar maupun dosa kecil.

Selain itu, kalau ekonomi kembali membaik jangan lupakan zakat harta kepada yang berhak dan sedekah untuk kalangan yang tidak mampu.

Jawaban pertanyaan ke-1: Apa yang harus Anda lakukan adalah ajak suami Anda membaca tulisan ini.



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..