Mandi Melahirkan (Wiladah) Setelah 2 Minggu

Hukum lupa mandi melahirkan

Lupa melaksanakan Mandi Melahirkan (Wiladah) dan baru ingat Setelah 2 Minggu
PERTANYAAN

Saya seorang ibu yg baru saja melahirkan putri pertama. Alhamdulillah Alloh memberikan kelancaran atas persalinan saya. Yg ingin saya tanya, setelah persalinan kmrn saya tidak mandi wajib wiladah karena saya lupa dan tidak ada yg mengingatkan. Sehingga setelah persalinan kmrn saya hanya mandi biasa dan wudhu (kebiasaan wudhu setelah mandi wlaupun dlm kondisi tidak sholat). Skrg saya msh menjalani masa nifas, apakah saya boleh mandi wiladah pada saat ini?! Mengingat saya sudah 2 pekan pasca persalinan. Saya juga menyadari atas kelalaian ini dan saya ingin memperbaiki dgn taubat.

Mohon penjelasan dan solusi yg baik demi kebaikan dunia dan akhirat.

Note : mohon tidak diposting pertanyaan ini dan jawaban dikirim via email ini saja. Terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

JAWABAN

Wiladah atau melahirkan adalah suatu keadaan yang menyebabkan hadats besar dan karena itu orang yang mengalaminya harus mandi junub (ghusl). Dan waktu pelaksanaannya adalah segera setelah melahirkan. Namun, kalau Anda lupa melaksanakannya segera, maka tidak apa-apa melaksanakan mandi junub setelah ingat. Dalam sebuah hadits sahih riwayat Abu Daud dan Nasa'i Nabi bersabda:

رفع القلم عن الصبي حتى يبلغ وعن النائم حتى يستيقظ وعن المجنون حتى يفيق

Artinya: Pena diangkat (maksudnya, kewajiban tidak dikenakan) atas anak kecil sampai baligh, dari orang yang tidur sampai bangun dan dari orang gila sampai sembuh.

Selain itu, seorang ibu yang baru saja melahirkan akan mengalami nifas yaitu keluarnya darah karena melahirkan yang biasanya berkisar antara 40 hari sampai 60 hari. Wanita nifas sama dengan wanita haid dalam arti tidak boleh melaksanakan shalat. Artinya, karena Anda sedang dalam keadaan nifas maka Anda tidak kewajiban shalat sehingga walaupun lupa untuk mandi wiladah tidak apa-apa karena toh tidak dapat melaksanakan shalat karena sedang nifas.

***

Seorang perempuan yang telah selesai melahirkan anak mempunyai kewajiban tertentu yaitu mandi kerana melahirkan (wiladah) dan mandi karena nifas.

Para ulama telah ber ijma’ mengatakan bahwa wajib mandi dengan sebab keluar darah nifas, termasuk di dalam perkara yang mewajibkan mandi ialah wiladah yaitu mandi kerana melahirkan, sekalipun melahirkan tanpa basah (darah). Begitu juga bagi perempuan yang mengalami keguguran anak, walau keguguran itu hanya berupa darah beku ('alaqah) ataupun hanya berbentuk segumpal daging (mudhghah) maka ia diwajibkan untuk mandi.

Bagi sebagian perempuan yang terpaksa menjalani operasi sesar untuk melahirkan anak, maka bisa dikategorikan sebagai wiladah maka wajib bagi perempuan tersebut untuk melakukan mandi wajib (jinabah).

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

No comments:

Post a Comment

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!