assalamu'alaikum warahmatullahiwabarokatuh
pertama dia dipaksa (diperkosa) kedua sekitar 1 bln lagi dia melakukannya lagi dengan laki2 yang sama..
ustaz yang pertama saya bisa menerimanya karna dia tu dizolimi tapi yang kedua apakah ini atas dasar suka sama suka atau wanita ini melakukannya dengan alasan supaya laki2 tu mo bertanggung jawab, ternyata laki2 tu tidak bertanggung jawab.
sekarang ustaz saya bingung dah 4 tahun saya kenal dia bayangan perselingkungannya kadang2 muncul dan sekuatnya saya istigfar dan berusahana melupakannya...sekarang wanita tu insya allah bener2 bertaubat...ustaz dalam pikir saya ingin menikahinya dengan pertimbangan 1. dia berusaha jujur 2. dia menyesalinya 3. dari segi keturunan dan agama bener2 orang yang baik2 dan mengerti agama 4. saya ingin bertanggung jawab mungkin itu semua karna salah saya (tak bisa saya jelaskan) 5. saya mencintainya atau rasa kasihan, saya tidak tau ustaz..
jujur yang saya takutkan bila dia jadi istri saya adalah di saat ada masalah saya menyinggung masa lalunya kemudian merasa menyesal menikahinya dan kemudian mencampakkannya...ustaz saya bingung harus bagaimana takut salah jalan.
tolong ustaz kasi saran dan pendapatnya saya harus bagaimana???
terimakasih semoga allah meridhoi kita semua amin...
JAWABAN
Perempuan yang akan dinikahi hendaknya sosok wanita yang paling sempurna dan ideal bagi Anda untuk menjadi (a) teman serumah seumur hidup; (b) pantas menjadi ibu dan pendidik bagi calon anak-anak yang akan dilahirkan; (c) orang tua Anda--khususnya ibu-- merasa cocok dan nyaman dengannya. Ketiga kualitas itu dapat dijumpai dengan mudah pada sosok perempuan yang agamis. Seperti anjuran Nabi dalam sebuah hadits sahih untuk mencari wanita agamis agar supaya beruntung.
Menikahi seorang wanita bukan karena ketaatannya pada agama, tapi karena hal lain seperti kecantikannya, karena cinta, karena kasihan, karena harta, dan lain-lain tidak otomatis akan membuat kehidupan rumah tangga Anda tidak bahagia. Tapi kemungkinan bahagianya tidak sebesar kalau menikahi wanita agamis yang baik kepribadiannya.
Menikahi wanita agamis lebih berpotensi bahagia karena memiliki potensi konflik yang kecil atau minim baik ditinjau dari segi masa sekarang dan masa depan apalagi masa lalu (yang bersih). Ini berbeda dengan wanita yang punya masa lalu "suram" walaupun mungkin saat ini sudah bertaubat nasuha.
Jadi, kalau Anda takut dan gamang menikahi wanita yang memiliki masa lalu suram, jangna ragu-ragu untuk menggagalkan rencana itu. Dan jangan ragu-ragu untuk mencari wanita agamis atau wanita santri walau mungkin tanpa cinta pada awalnya. Karena cinta dan sayang dapat tumbuh setelah akad nikah dan selama mengarungi bahtera rumah tangga. Sebagaimana mudahnya pudarnya rasa cinta kepada istri yang saat pacaran kita cintai tapi kehidupannya yang tak agamis memaska cinta itu pudar cepat atau lambat. Contohnya, silahkan baca sendiri kisah-kisah perceraian di media massa.
Apa yang saya katakan di atas adalah apabila Anda seorang yang relatif suci yang tidak pernah melakukan hal serupa di masa lalu. Kalau ternyata Anda tidak berbeda dengan dia dalam arti pernah pernah punya hubungan zina, saya kira adalah adil apabila Anda memaafkan dia dan melanjutkan rencana pernikahan.
BACA JUGA:
>> Calon Istriku Sudah Tidak Perawan Lagi
>> Hukum Menikah dengan Wanita Tidak Perawan (Pernah Berzina)
>> Calon Istri Tidak Perawan Tapi Saya Mencintainya
No comments:
Post a Comment
1. Konsultasi agama harus lewat email ke: alkhoirot@gmail.com atau info@alkhoirot.com. Konsultasi via komentar.di bawah tidak akan dilayani. Konsultasi agama diasuh oleh Majelis Fatwa PP Al-Khoirot Malang.
2. Diijinkan untuk mengutip sebagian kecil artikel ini--tidak boleh seluruhnya -- untuk dimuat di situs lain dengan menyebutkan link dan sumber. Apabila ditemukan copy/paste seluruh artikel akan diajukan ke DMCA Google Complaints supaya di-banned dari Google search. Harap maklum
3. Copy/paste untuk tujuan dicetak atau disimpan pribadi di komputer (bukan untuk ditulis di situs lain) diperbolehkan tanpa perlu ijin.