Monday, November 16, 2015

Mengapa Kafir Kaya Raya Sedang Muslim Hidup Sengsara?


Mengapa Kafir Kaya Raya Sedang Muslim Hidup Sengsara?
MENGAPA FIRAUN HIDUP ENAK SEDANGKAN MUSLIM BANYAK COBAAN?

saya ingin menanyakan pada ustadz
bagaimana pendapat ustadz mengenai artikel berikut :

Konon Firaun itu bergelimangan harta, memiliki kekuasaan yg luas, memiliki Istri cantik (bahkan Solehah) yg lebih fantastis lagi dia (Firaun) itu konon tidak pernah sakit. Pesan yg saya dapat dari kisah tersebut adalah bahwa Allah tidak pernah memberikan ujian pada Firaun, tidak pernah menegur Firaun, tidak mengingatkan Firaun. Bahkan selalu memberikan Nikmat (yg mungkin nikmat tersebut, nikmat yg sangat kita idam2 kan). Mengapa Allah memberikan Nikmat yg sedemikian besar tanpa memberikan ujian yg berarti pada Firaun? Itu karena Allah tidak sayang pada Firaun. (Saya coba menyimpulkan, namanya juga kesimpulan manusia, manusia kan tempatnya salah. maaf yah kalo salah, hehe…).

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. MENGAPA FIRAUN HIDUP ENAK SEDANGKAN MUSLIM SENGSARA
    1. KASIH ALLAH DI DUNIA UNTUK MUSLIM DAN NON-MUSLIM
    2. PERBEDAAN KADAR REJEKI YANG DIPEROLEH BERDASARKAN PADA SUNNATULLOH
    3. UJIAN DAN COBAAN ALLAH MELIPUTI HAL YANG ENAK DAN TIDAK ENAK
    4. PARA NABI ADA YANG KAYA ADA JUGA YANG MISKIN
    5. DAFTAR MUSLIM TERKAYA DUNIA
  2. KESIMPULAN
  3. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM
Lalu apa hubungannya kisah Firaun tersebut dengan masalah2 yg saya tuliskan di awal bab ini? Begini mentemen….

Kita punya banyak masalah/ ujian/ cobaan/tantangan. Firaun dikaruniai Nikmat yg sangat berlimpah nyaris tanpa Ujian yg beraarti. Firaun nyaris tidak ditegur/ diingatkan oleh Allah. Kita banyak di tegur/di ingatkan Allah.

ARTINYA Allah menyayangi kita dengan caraNya (ujian/cobaan). Allah tidak mengingatkan Firaun karena tidak sayang Firaun.

1. mohon pencerahan dari ustadz/h


JAWABAN

1. Mengapa jauh-jauh membandingkan muslim sekarang dengan Fir'aun yang hidup di jaman dahulu kala? Saat inipun banyak orang kafir yang hidup enak dan kaya raya tanpa ada cobaan apapun, anak-anak mereka pun sukses. Coba anda lihat 10 orang terkaya di dunia, semuanya adalah non-muslim. Mereka adalah Bill Gates, Carlos Slim Helu, Warren Buffet, Amancio Ortega, Larry Ellison, Charles Koch, David Koch, Christy Walton, Jim Walton, Liliane Bettencourt.

Dan lebih dekat lagi, siapa empat orang Indonesia terkaya tahun 2015? Tidak ada satupun yang muslim, mereka adalah Michael Hartono, R Budi Hartono, Susilo Wonowidjojo, Eka Tjipta Widjaja. Mengapa ini terjadi?

Pertanyaan anda dapat dijawab dalam beberapa poin sebagai berikut:

KASIH ALLAH DI DUNIA UNTUK MUSLIM DAN NON-MUSLIM

Pertama, Allah itu Maha Pengasih. Dan Maha-Pengasih-nya Allah di dunia itu meliputi seluruh makhluk-Nya baik yang muslim maupun yang kafir. Allah akan memberi anugerah rejeki yang berlimpah kepada siapapun yang Dia kehendaki; begitu juga Allah akan memberikan kesehatan dan keberhasilan pasangan orang tua dan kesuksesan pendidikan anak-anaknya tanpa melihat apa agamanya: bisa muslim atau non-muslim. Hal ini dapat secara tegas diketahui dari firman Allah dalam ayat-ayat berikut:

Pertama, dalam QS Al-Baqarah 2:212; Ali Imron 3:37; An-Nur :38 Allah berfirman:
Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

Rasyid Ridha dalam Tafsir Al-Manar, hlm. 1/219, dalam menjelaskan maksud ayat ini menyatakan:

الحساب : التقدير; أي : من غير تقدير له على حسب الإيمان والتقوى والكفر والفجور

Artinya: Maksud tanpa batas adalah Allah memberikan rejeki tanpa mempertimbangkan keimanan seseorang atau ketakwaannya atau kekufurannya atau dosanya.

Kedua, dalam QS Asy-Syuro :19 Allah berfirman:
Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Al-Husain bin Mas'ud dalam Tafsir Al-Baghawi dalam menjelaskan makna ayat di atas menyatakan

وكل من رزقه الله من مؤمن وكافر وذي روح فهو ممن يشاء الله أن يرزقه

Artinya: Setiap makhluk yang diberi rejeki oleh Allah baik muslim atau kafir atau binatang itu adalah kehendak Allah untuk memberi rejeki padanya.


PERBEDAAN KADAR REJEKI YANG DIPEROLEH BERDASARKAN PADA SUNNATULLOH

Sebagaimana disebut di atas, Allah memberikan rejeki duniawi kepada siapa saja tanpa memandang agama, suku atau kebangsaannya. Adapun kadar atau kuantitas rejeki yang akan dimiliki itu akan tergantung pada banyak hal yang dalam Islam disebut dengan sunnatullah. Sunnatullah adalah semacam hukum sebab akibat yang akan mempengaruhi keberuntungan seseorang dalam mendapatkan rejeki yang mencakup kecerdasan dasar, level pendidikan, tradisi etos kerja, jurusan pendidikan, jaringan, keuletan, geografis dan momentum. Siapapun yang memiliki unsur-unsur di atas, baik dia kafir atau muslim, maka ia akan mendapatkan rejeki yang lancar dan banyak.

Begitu juga sebaliknya, semakin kecil sunnatullah yang dimiliki, maka semakin kecil pula ia akan mendapat keuntungan rejeki. Orang yang lulusan cuma SD tentu lebih kecil peluang rejekinya dibanding yang lulusan sarjana S1. Sarjana kedokteran lebih besar peluangnya untuk sukses dibanding, misalnya, sarjana perpustakaan, dst. Inilah sunnatullah dan ini berlaku untuk semua manusia tanpa memandang agama, etnis dan bangsa.

Kalau saat ini non-muslim umumnya lebih kaya dan lebih sukses secara materi dibanding umat Islam, maka itu disebabkan oleh adanya fakta bahwa mereka lebih memenuhi standar sunnatullah sebagai manusia yang akan sukses secara duniawi karena mereka umumnya memiliki kualitas yang lebih tinggi daripada umat Islam di berbagai bidang terutama level pendidikan. Demikian juga dengan keberhasilan di bidang lain, seperti kesuksesan mendidik anak di rumah dan di sekolah, dan lain-lain.

Itu bukan berarti umat Islam tidak ada yang sukses secara materi. Orang terkaya nomor 5 di Indonesia adalah Choirul Tanjung yang beragama Islam. Kenapa ia sukses? Karena ia memenuhi kriteria sunnatullah untuk menjadi orang sukses.

Lebih detail tentang sunnatullah, baca tulisan Dr. Ahmad Muhammad Nukman dalam kitab Azmatuna Al-Hadoriyah fi Dhau Sunnatillah fil Khalq di sini.


UJIAN DAN COBAAN ALLAH MELIPUTI HAL YANG ENAK DAN TIDAK ENAK

Anggapan bahwa muslim selalu diuji sedangkan non-muslim dibiarkan saja itu adalah anggapan yang salah. Karena ujian Allah di dunia itu ada dua: kenyamanan hidup (lancar rejeki, sehat, dll) dan ketidakenakan hidup (miskin, sakit, dll. Semuanya adalah ujian. Tinggal bagaimana kita menghadapi ujian tersebut, lulus atau tidak lulus. ِ Bersyukur atau ingkar. Sabar atau menyalahkan Allah. Allah berfirman dalam QS Al-Anbiya :35
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).

Muhammad bin Ahmad Al-Anshari dalam Tafsir Al-Qurtubi, hlm. 11/196, menyatakan:

قوله تعالى : كل نفس ذائقة الموت تقدم في ( آل عمران ) ونبلوكم بالشر والخير فتنة مصدر على غير اللفظ . أي نختبركم بالشدة والرخاء والحلال والحرام ، فننظر كيف شكركم وصبركم . وإلينا ترجعون أي للجزاء بالأعمال .

Artinya: Maksud dari ayat ini adalah kami (Allah) akan menguji kalian semua dengan kesengsaraan dan kenikmatan, kehalalan dan keharaman. Maka, kami akan melihat bagaimana sikap syukur dan sabar kalian... semuanya akan mendapat balasan setimpal.


PARA NABI ADA YANG KAYA ADA JUGA YANG MISKIN

Para Nabi dan Rasul adalah manusia pilihan Allah. Di antara mereka ada yang kaya raya bahkan menjadi raja yang berkuasa, sementara yang lain ada yang miskin dan sering terkena musibah.

Nabi Sulaiman dan Nabi Dawud adalah contoh Nabi dan Rasul yang memiliki kekayaan dan kekuasaan sangat luas. Dalam menyikapi anugerah duniawi yang hampir tiada batas itu, Nabi Sulaiman berkata dalam QS An-Naml :40
Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".

Ini menunjukkan bahwa kaya dan miskin tidak ada kaitannya dengan kesalihan atau kekufuran. Kesalihan terletak pada cara menyikapi realitas tersebut: apakah semua itu akan meningkatkan keimanan atau malah mengakibatkan kekufuran.


DAFTAR MUSLIM TERKAYA DUNIA

Apakah seorang muslim bisa sukses secara materi? Tentu saja bisa apabila terpenuhi unsur-unsur dalam diri mereka untuk menjadi kaya, maka seorang muslim akan bisa menjadi kaya sebagaimana halnya orang non-muslim. Berikut daftar orang muslim terkaya di dunia tahun 2015 dan jumlah kekayaan yang dimiliki serta asal negara / kebangsaan mereka:

1. Prince Al-Waleed Bin Talal Alsaud, Arab Saudi, $21.8 Milyar.
2. Azim Premji, India, $ 16.4 Miliar.
3. Mohammed Al Amoudi, Etiopia, $13 Miliar
4. Iskander Mukhmodov, Rusia, $8.2 Miliar
5. Mohammad Bi Essa Al Jaber, Arab Saudi, $ 7 Miliar.
6. Sulaiman Kerimov, Rusia, $ 6.2 Miliar
7. Najib Azmi Mikati, Lebanon, $ 3.2 Miliar
8. Chairul Tanjung, Indonesia, $ 2,7 miliar
9. Syed Mukhtar Al Bukhari, Malaysia, $2.4 Miliar
10. Sulaiman Al Rajhi, Arab Saudi, $ 2 Miliar
11. Abdul Aziz Al Ghurair, Uni Emirat Arab, $1.8 Miliar


KESIMPULAN

Kalau ingin kaya, maka penuhi syarat untuk menjadi orang yang sukses dalam segi materi. Kalau ingin miskin, maka lakukan perilaku yang memnyebabkan orang jadi miskin. Kaya dan miskin bisa menimpa siapa saja tanpa memandang agama. Begitu juga kesehatan dan keberhasilan mendidik keluarga. Itulah sunnatullah yang berlaku di bumi. Yang membedakan antara muslim dan non-muslim adalah cara menyikapinya. Muslim yang baik akan mensyukuri anugerah yang diperoleh dan bersabar atas musibah yang menimpa tanpa mengurangi kadar keimanannya pada Allah dan ketaatannya pada syariah.

Baca juga:

- Islam Tidak Membuat Orang Kaya atau Miskin
- Bisnis dalam Islam



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..