Cara Mengatasi Galau Takut Mati

Cara Mengatasi Galau gelisan karena Takut Mati Saya seorang berumur 14 tahun, tapi diumur sekarang ini saya sudah merasakan takut yang sangat tentang kematian. saya takut kalau sudah dikuburan akan diapakan, dan saya juga ingin membahagiakan orang tua saya yang sedang susah keuangannya sekarang. Setiap sore menjelang magrib sampai malam, saya selalu sangat takut akan kematian itu. Saat ingin tidur malam juga saya selalu merasa kalau saat tidur, saya tidak akan bangun lagi.
Cara Mengatasi Galau Takut Mati
REMAJA GALAU DAN GELISAH KARENA TAKUT MATI

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Saya seorang berumur 14 tahun, tapi diumur sekarang ini saya sudah merasakan takut yang sangat tentang kematian. saya takut kalau sudah dikuburan akan diapakan, dan saya juga ingin membahagiakan orang tua saya yang sedang susah keuangannya sekarang. Setiap sore menjelang magrib sampai malam, saya selalu sangat takut akan kematian itu. Saat ingin tidur malam juga saya selalu merasa kalau saat tidur, saya tidak akan bangun lagi. Saya sudah bercerita kepada orang tua saya, dan orang tua sayapun membawa saya ke kyai dan sayapun diberi air yg sudah di do'akan terlebih dahulu. Tetapi, hilang takut itu hanya sementara. Blog-blog di internet juga sudah saya ikuti cara untuk menghilangkannya. Tetapi rasa takut itu masih ada sejak 2 bulan terakhir.

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. SELALU GELISAH KARENA TAKUT MATI
  2. NIKAH SIRI TANPA RESTU ORANG TUA
  3. KENAPA SERING DISAKITI ORANG
  4. SERING DICACI MAKI SUAMI
  5. CARA KONSULTASI AGAMA
1. bingung harus bagaimana lagi Pak ustadz. Tolong bantu saya. Terima kasih Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh


JAWABAN

1. Anda takut pada kematian karena anda tidak mau mati. Ketidakrelaan untuk mati itu yang menjadi sumber persoalan. Jadi, untuk menghilangkan rasa takut mati perhatikan empat hal berikut:

Pertama, pasrahkan diri pada Allah. Seorang muslim meyakini bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Pencipta dan Maha Kuasa. Maha Kuasa untuk menghidupkan manusia dan Maha Kuasa untuk mencabut nyawa manusia kapanpun dan dimanapun. Ingat firman Allah dalam QS An-Nisa 4:78 "Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh."

Oleh karena itu, tidak ada jalan lain bagi seorang muslim kecuali menyerahkan seluruh jiwa raga kepada Allah. Dalam QS Yunus :56 Allah berfirman: "Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan."

Pasrahkan diri anda dengan betul-betul pasrah pada Allah luar dalam, lahir batin. Pasrah untuk dihidupkan dan dimatikan kapanpun Allah berkehendak. Jangan ada sedikitpun perasaan melawan atas kenyataan ini.

Kedua, gunakan waktu yang ada untuk sebanyak mungkin kebaikan. Orang yang pasrah untuk mati bukan berarti akan menjadi pribadi yang pesimis. Sebaliknya, justru akan membuat kepribadian menjadi kuat karena ia selalu siap untuk segala konsekuensi apapun dalam hidup. Sebagai bukti sikap optimisme, pergunakan waktu di dunia yang singkat ini untuk melakukan sebanyak-banyaknya amal baik. Belajar rajin, kerja keras, membantu sesama, berusaha menyenangkan orang tua dengan berakhlak mulia, dan lain-lain. Belajar yang rajin dan berakhlak mulia pada sesama terutama pada orang tua adalah hal terbaik untuk membahagiakan mereka.

Ketiga, tawakal atau memasrahkan diri pada Allah adalah salah satu prinsip hidup bahagia bagi seorang muslim. Allah berfirman dalam QS At-Talaq :3
Dan (Allah) memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Keempat, hindari berteman dengan orang yang pesimis. Sifat pesimis sifatnya menular.

DOA AGAR TENANG DAN TAWAKAL

Ketika anda merasakan takut mati, maka ambillah wudhu, lakukan shalat sunnah dan setelah itu berdoalah kepada Allah agar diberi hati yang tenang dan kepasrahan pada takdirNya. Berikut doanya dalam bahasa Arab (baca setiap shalat fardhu dan/atau shalat sunnah)

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ نَفْسِي مُطْمَئِنَّةً تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ وَ تَرْضَى بِقَضَائِكَ،اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فَهْمَ النَّبِيِّيْ وَ حِفْظَ الْمُرْسَلِيْن وَ إِلْهَامَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْن،اَللَّهُمَّ عمر لِسَانِي بِذِكْرِكَ وَ قَلْبِي بِخَشْيَتِكَ وَ سري بِطَاعَتِكَ

Artinya: Ya Allah jadikan diriku jiwa yang tenang yang percaya akan bertemu dengan-Mu dan ridho dengan takdir-Mu. Berilah aku anugerah pemahaman para Nabi dan daya ingat para Rasul dan ilham para Malaikat. Jadikan lidahku selalu berdzikir padaMu dan hatiku takut pada-Mu dan hatiku selalu taat pada-Mu.

Semoga hati Anda menjadi tenang dan penuh optimis menghadapi hidup di dunia dan akhirat! Amin.

Baca juga:

- Cara Memiliki Akhlak Mulia
- Siksa dan Nikmat Kubur

______________________


NIKAH SIRI TANPA RESTU ORANG TUA

ustadz, saya seorang mahasiswi. Saya ingin berkonsultasi mengenai pernikahan siri yang tidak direstui oleh orang tua saya karna calon mempelai pria belum berpenghasilan seperti yang diharapkan orang tua saya. kami bertemu sejak saya duduk di bangku SMA usttadz.Karena sudah lama dekat kami sering berpegang tangan dan berpadangan mata yang mana itu adalah sebuah dosa yang sudah masuk zina. Ketika kami sudah kuliah, mempelai pria mengajak saya menikah dengan beberapa syarat yaitu tidak hamil sampai batas waktu yang ditentukan dan beberapa syarat yang lain, namun kedua orang tua saya tidak setuju dengan alasan yang sudah tercantum diatas dan lagi kami masih kuliah ustadz.

Oleh karena itu kami berusaha sekuat tenaga untuk membujuk kedua orang tua saya dan beberapa saudara yang memungkinkan untuk menjadi wali nasab saya, namun gagal. sehingga kami berpikir untuk menikah siri dengan wali yang disediakan oleh penghulu.. Ketika kami sudah siap menikah nanti kami akan menikah secara hukum negara. Kami tidak ingin berpisah ustadz, karena kami telah mencoba jalan tersebut dan ternyata gagal untuk berpisah dan tetap kembali.

yang mau saya tanyakan adalah

1. apakah sah pernikahan siri kami tersebut mengingat tidak ada wali yang bisa yang mewalikan saya dalam pernikahan siri saya?
2. Yang kedua, jika memang tidak sah, bagaimana solusi yang bisa kami tempuh?
3. dan yang terakhir, apakah boleh kami menikah siri tanpa sepengetahuan orang tua karena alasan diatas membuat orang tua saya marah besar?

JAWABAN

1. Menikah siri dengan wali hakim hukumnya sah kalau memang bapak anda tidak setuju. Baca detail: Wali Hakim Pernikahan

2. Lihat poin 1.

3. Idealnya anda memberitahu orang tua kalau akan menikah dengannya. Perkara nanti mereka tidak setuju tidak masalah. Baca detail: Pernikahan Islam

______________________


KENAPA SERING DISAKITI ORANG

Assalaamu'alaikum.wr.wb,

PakUstadz, saya wanita dari Brebes,

1. mau tanya, kenapa ya saya sering sekali disakiti orang dalam hidup saya. Pertama, kakak saya meminta tetangga saya untuk melamar saya. Tapi saya dan keluarga tidak tahu. Kebetulan saya sedang dipelet orang, jadi saya menolak dengan tidak baik. Lalu saya dibenci orang satu desa. Karena dikira sudah minta dilamar, malah menolak dengan kasar. Padahal saya tidak tahu apa-apa. Banyak cacian, rasa benci, dan hina an yang saya terima.

2. Lalu laki-laki itu segera menikah dengan pesta besar-besar an untuk menghina saya. Saya sangat kecewa. Padahal dia sudah tahu cerita nya yang sebenar nya. Tapi tetap saja seperti itu. Pak.Ustadz, kenapa ya ko pada ga punya perasaan sama saya. Padahal mereka itu orang beragama dan rajin beribadah. Saya sangat kecewa. . .

Mohon jawaban nya Pak.Ustadz. Kurang lebih nya mohon maaf. . Terimakasih banyak
wassalaamu'alaikum wr wb

JAWABAN

1. Hidup memang penuh dinamika dan bersifat unik. Setiap orang mempunyai pengalaman yang berbeda-beda: ada yang selalu bahagia, ada yang sering tertimpa kesialan, ada yang di antara keduanya, dll. Seorang muslim hendaknya menganggap itu semua sebagai ujian. Menguji kesabaran di saat tertimpa musibah dan kesialan. Menguji kekuatan, kesadaran dan kontrol diri ketika sedang mendapat anugerah kenyamanan.

2. Rajin beribadah dan karakter yang baik adalah dua hal yang berbeda. Walaupun Islam mewajiban untuk memiliki keduanya, tapi tidak semua muslim sanggup melakukannya. Daripada memikirkan kekurangan orang lain, lebih baik mulai dari diri sendiri untuk memilikinya. Baca juga: Akhlak dan Etika Santri

______________________


SERING DICACI MAKI SUAMI

Dalam rumah tangga saya selalu terjadi pertengkaran. Baik itu masalah sepele atau
kecil...dan suamiku selalu bilang menyesal dan terpaksa membina rumah tangga dengan saya.. dulu menikahi saya karna terpaksa dan kasian, dan sampai 10 thun kami tak
punya anak..krna saya yang mandul.dan kini suamiku mencintai gadis 19 tahun...dalam rumah tangga suamiku bisa di katakan jahat. saya sering di bilang binatang. Di
pisui. di bilang kelakuannya bejat.padahal suAmiku orang yang sangat jauh dengan allah..

1. apa yang harus saya lakukan

JAWABAN

1. Menghadapi suami yang demikian syariah Islam memberi dua pilihan: meminta cerai atau tetap bertahan dengan sabar tanpa mengeluh.

Kalau anda memutuskan bercerai, maka pelajaran yang bisa diambil adalah: cari calon suami yang agamis dan berkepribadian baik sebagai prioritas. Penampilan fisik dan kekayaan materi hendaknya jadi nomor kesekian. Baca juga: Cara Memilih Jodoh
LihatTutupKomentar