Berjodoh di akhirat, mungkinkah?

Berjodoh di akhirat, mungkinkah? Saya baru saja kehilangan seseorang yang saya cintai. Kami belum menikah, tetapi sudah akan menikah. Almarhum meningg

BERJODOH DI AKHIRAT, MUNGKINKAH?

Assalamu'alaikum wr. wb.

Saya mengirim email ini karena butuh saran dan petunjuknya dari ustadz/ustadzah sekalian.

Saya baru saja kehilangan seseorang yang saya cintai. Kami belum menikah, tetapi sudah akan menikah. Almarhum meninggal karena penyakit di usia yang sangat muda. Insya Allah almarhum orang yang baik semasa hidupnya.

Saya telah membaca banyak referensi tentang jodoh. Dikatakan bahwa seorang mukmin yang meninggal sebelum menikah, akan dijodohkan sesuai dengan keinginannya atau dijodohkan dengan seorang mukmin lainnya yang semasa hidupnya belum menikah pula.
Saya sebagai yang masih hidup mungkin perjalanannya masih panjang atau pun mungkin pendek. Tetapi harapan saya satu: saya ingin berjodoh dengan almarhum di alam syurga nanti. Saya sekarang sedang berusaha meningkatkan ibadah dan bertaubat atas dosa-dosa saya.

Yang saya ingin tanyakan adalah:
1. Adakah kesempatan saya bisa berjodoh dengan almarhum?

2. Bila saya menikah dengan orang lain, maka dikatakan bahwa laki-laki terakhir yang dinikahi, bila sama2 mukmin insya Allah akan dijadikan jodoh di akhirat nanti. Dan bila itu terjadi, pastilah itu jodoh yang sebaik-baiknya ditetapkan Allah untuk saya. Tetapi, apakah saya boleh menolak menikah bila calon suami saya nanti ternyata tidak sebaik almarhum? Atau bolehkah saya memasrahkan diri untuk menunggu berjodoh dengan almarhum saja?

3. Bolehkah saya meminta untuk berjodoh dengan almarhum, sementara bila saya masih diberi umur mungkin saya akan bertemu orang yang baru?

4. Bagaimana bila saya akan menikah/telah menikah tetapi di dalam hati kurang mencintai pasangan dibandingkan almarhum? Apakah saya harus lanjut untuk menikah atau dihentikan daripada membawa banyak kemudharatan bagi pasangan maupun almarhum?
Saya mohon tuntunan ilmunya. Terima kasih sebelumnya.

JAWABAN

1. Kalau anda tidak menikah selama hidup, maka ada kemungkinan berjodoh dengan calon suami anda tersebut. Ini berdasarkan pada hadits sahih riwayat Muslim:
ما في الجنة أعزب (Di surga tidak ada yang tidak punya pasangan).

Namun demikian, itu akan terjadi apabila Anda dan dia sama-sama masuk surga.

2. Hukum menikah itu secara umum adalah sunnah. Namun menikah bisa wajib apabila tanpa menikah akan terjerumus ke dalam dosa (zina, dll). Baca detail: Pernikahan Islam

Mengingat godaan masa sekarang yang begitu kuat, maka sebaiknya anda mencari jodoh pengganti dan memilih jodoh yang baik yang kalau tidak menyamai atau melebihi calon yang dulu setidaknya sedikit di bawahnya. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

Karena, memiliki pasangan di dunia itu tidak hanya bertujuan untuk kepentingan diri sendiri, tapi juga untuk berusaha menyenangkan Rasulullah yang sangat menginginkan agar umatnya itu banyak secara jumlah dan kualitas. Baca: http://www.konsultasisyariah.in/2016/12/muslim-besar-jumlah-kecil-kualitas.html

3. Meminta berjodoh dalam arti berdoa boleh saja. Namun, dia sudah wafat, dan anda tetap harus melanjutkan hidup ini secara normal. Normal berarti punya suami dan anak cucu. Apabila ada jodoh yang datang dan dia memenuhi kriteria calon suami yang baik, maka sebaiknya ia diterima dengan niat mencapai ridho Allah dan Rasul-Nya.

Selain itu, tidak ada jaminan bahwa dia pasti menjadi ahli surga. Dan apabila itu terjadi, maka anda tidak ada bertemu dengan dia di akhirat. Baca detail: Keadaan wanita di sorga

4. Kalau sudah menikah dan tetap tidak bisa mencintainya, maka dibolehkan untuk bercerai. Baca detail: Istri Minta Cerai karena Tidak Cinta

Namun, kita hendaknya tidak berandai-andai sebelum mencobanya. Karena cinta itu bisa tumbuh dalam kebaikan seorang pria dan bisa hilang dalam keburukannya. Berapa banyak suami istri yang bercerai yang berasal dari pernikahan yang saling mencintai? Itulah perlunya menikah dengan orang baik dan agamis. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

MENGATASI PENYAKIT HATI

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustadz bagaimana caranya agar hati ini tidak merasa hasad dengan kebahagiaan atau nikmat yang di dapat oleh orang lain? Awalnya hati ini tidak peduli dengan nikmat lebih yang didapat orang lain namun semakin lama hati ini mulai merasa tidak tenang melihatnya. Bagaimana cara membersihkan hati ini ustadz? Saya merasa berdosa kepada Allah dan tidak tenang dengan penyakit hati ini dan saya tidak mau ibadah saya jadi sia-sia karena penyakit hasad ini. Mohon solusinya ustadz. Jazakallah khoiron ustadz.

JAWABAN

Iri pada anugerah yang didapat orang lain bisa terjadi karena beberapa hal, antara lain: (a) tidak bersyukur atas kenikmatan yang diperoleh; (b) tidak bisa melihat hal positif dari anugerah yang telah diberikan pada diri sendiri; (c) pemalas dan tidak mau berusaha keras untuk mencapai keberhasilan; (d) terlalu menilai definisi "keberhasilan" dari sisi materi semata. Padahal setiap orang umumnya memiliki kemampuan unik dan khusus yg menjadi kelebihan masing-masing. Baca detail: http://www.fatihsyuhud.net/akhlak/

Apapun itu, maka anda harus berusaha untuk berdamai dengan diri sendiri kalau ingin hidup dengan tenang dan nyaman dengan cara mensyukuri yang ada dan menyadari bahwa nilai 'sukses' itu bukan hanya soal jumlah materi yang diperoleh tapi sukses sejati adalah (a) seberapa kita bisa hidup dengan jujur dan terhormat dan (b) seberapa banyak kita bisa bermanfaat pada diri sendiri, keluarga dan orang lain. Bermanfaat bagi orang lain minimal dengan cara tidak menyakiti mereka. Baca juga: http://www.alkhoirot.net/2011/12/hidup-mewah-dalam-quran.html

Adapun tentang iri, secara syariah tidaklah berdosa selagi iri kita itu tidak sampai membuat kita berbuat dosa yang mencelakakan orang yang diiri. Iri kita baru berdosa apabila (a) kita suka memfitnah orang yg diiri; (b) kita berusaha mencelakakan orang tersebut. Iri adalah urusan hati, dan suara hati tidak dihukum. Dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim Nabi bersabda:

إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي مَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا مَا لَمْ تَعْمَلْ أَوْ تَتَكَلَّمْ

Artinya: Allah memaafkan umatku atas niat melakukan perbuatan buruk selagi dia tidak melakukan atau membicarakannya.
Baca juga: http://www.alkhoirot.net/2015/11/mengapa-kafir-kaya-raya-sedang-muslim.html

DOA PENGHILANG IRI DAN DENGKI

Selain berusaha menghilangkan iri dengki dengan pola pikir positif, baca juga doa berikut pada setiap selesai shalat:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ نَفْسِي مُطْمَئِنَّةً تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ وَ تَرْضَى بِقَضَائِكَ،اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فَهْمَ النَّبِيِّيْ وَ حِفْظَ الْمُرْسَلِيْن وَ إِلْهَامَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْن،اَللَّهُمَّ عمر لِسَانِي بِذِكْرِكَ وَ قَلْبِي بِخَشْيَتِكَ وَ سري بِطَاعَتِكَ

Artinya: Ya Allah jadikan diriku jiwa yang tenang yang percaya akan bertemu dengan-Mu dan ridho dengan takdir-Mu. Berilah aku anugerah pemahaman para Nabi dan daya ingat para Rasul dan ilham para Malaikat. Jadikan lidahku selalu berdzikir padaMu dan hatiku takut pada-Mu dan hatiku selalu taat pada-Mu.
Baca juga: http://www.alkhoirot.net/2012/09/doa-sehari-hari.html
LihatTutupKomentar