Friday, April 18, 2014

Surga Neraka Ada Di Mana?

Surga Neraka Ada Di Mana?

assalamualaikum.....
maaf ustadz saya mau tanya, surga itu dimana adanya?....
DAFTAR ISI

  1. Surga Neraka Ada Di Mana?
  2. Hukum Menghutangi Orang Korban Rentenir
  3. Suami Cerita Sudah Cerai dengan Istri Kedua pada Istri Pertama
  4. Suami Suka Mencaci Maki Istri
  5. Cara Taubat dari Dosa Besar
  6. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM


SURGA NERAKA ADA DI MANA?

JAWAB

Surga dan neraka termasuk masalah ghaib yang hanya Allah yang tahu di mana tempatnya yang pasti. Yang jelas, berdasarkan dalil qath'ie (pasti dan eksplisit) keduanya ada dan akan menjadi balasan kelak setelah hari kiamat bagi perbuatan manusia selama hidup di dunia.

Surga dalam Al Quran digambarkan sebagai tempat yang nyaman, tentram dan damai. Sedang neraka adalah tempat yang penuh ketidaknyamanan, penuh penderitaan dan siksaan.

Namun demikian, sebagian mufassir (ahli tafsir) berpendapat seputar tempat surga dan neraka sebagai berikut:

1. Imam Baghawi dalam Tafsir Al-Baghawi mengatakan:

وسئل أنس بن مالك رضي الله عنه عن الجنة: أفي السماء أم في الأرض؟ فقال: وأي أرض وسماء تسع الجنة؟ قيل: فأين هي؟ قال: فوق السماوات السبع تحت العرش.

وقال قتادة: كانوا يرون أن الجنة فوق السماوات السبع، وأن جهنم تحت الأرضين السبع
Artinya: Anas bin Malik pernah ditanya tentang surga: apakah ada di langit atau di bumi? Anas balik bertanya: Bumi dan langit mana yang bisa memuat surga? Ditanya lagi: jadi surga itu di mana? Anas menjawab: di atas langit ketuju di bawahnya Arsh.

Imam Qatadah berkata: mereka berpendapat bahwa surga berada di atasnya langit sedangkan neraka jahannam berada di bawahnya bumi ketujuh.

Wallahu a'lam bishshawab.

___________________________________________


HUKUM MENGHUTANGI ORANG KORBAN RENTENIR

TANYA

Assalamu'alaikum wr.wb.
Pa Ust,kawan saya punya hutang 2 jt yg harus di bayar + bunga 20% /bulan.hampir 2 th dia hanya membayar bunganya Rp.400 rb.,sedangka pokoknya tidak berkurang. akhirnya kawan saya pinjam ke saya 2 jt untuk melunasi hutang tsb di bayar 500 rb X 4 bln.
Apa hukum menolong hal tsb,karena dia suka berhutang?
Dia berjanji mengembalikan 5 X 500 rb / bln,tp saya menolaknya cukup 4 bln saja.
Apa hukumnya bila dia tetap memberikan kelebihan tsb,karena saya tidak memintanya?
Syukron,wassalamu'alaikum wr.wb.

Abu Real

JAWAB

1. Menolong orang yang ditimpa masalah hutang sama dengan menolong orang yang ditimpa kesulitan lain. Intinya, baik dan dianjurkan (Q.S al-Maidah 5:2). Nabi bersabda dalam sebuah hadits sahih riwayat Imam Muslim:

وَمَنْ يَسَّرَ عَنْ مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عليه في الدُنْيَا وَالآخِرَة، وَاللهُُ في عَوْنِ العَبْدِ مَا دَامَ العَبْدُ في عَوْنِ أخَيه ..
Artinya: Barangsiapa yang memudahkan orang yang sedang susah, maka Allah akan memudahkan baginya kehidupan dunia dan akhir. Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia menolong sesamanya. (HR Muslim).

Tentu saja harus dipastikan, bahwa orang yang kita tolong dalam hutang piutang adalah orang yang layak dipercaya. Agar tidak terjadi masalah pada diri sendiri di kemudian hari.

2. Kalau Anda tidak mensyaratkan pengembalian uang dengan bunga, maka kelebihan pembayaran hutang hukumnya halal. Nabi pernah berhutang seekor unta muda kemudian membayar hutang dengan unta yang lebih besar secara sukarela. Sabda beliau: إن من خير الناس أحسنهم قضاء
Artinya: Sebaik-baik manusia adalah yang terbaik dalam membayar hutang.

Maksudnya terbaik dalam membayar hutang adalah selain tepat waktu juga memberi kelebihan dari nilai hutang. Dengan syarat kelebihan pengembalian hutang itu bersifat sukarela dari pihak yang berhutang.[]

___________________________________________


Suami Cerita Sudah Cerai dengan Istri Kedua pada Istri Pertama

Assalamualaikum ustad..

Dulu suami sy pernah selingkuh.pacarnya itu selalu berbelit-belit bila di ajak nikah.oleh karna itu suami sy prnah punya niat gak baik terhadap pacarnya.dia pernah mencoba merayu pacarnya untuk berhubungan badan,kalau sudah dapat suami sy bakalan ninggalin pacarnya itu.

Alhamdulillah hal itu tidak terjadi dan mreka tidak sampai berbuat zina.Akhirnya mreka putus setelah hampir 1 bulan sy membongkar hubungan mreka.hati sy hancur,sakit.sampai sy beberapa kali minta cerai.setiap sy minta cerai suami sy jawab "tidak akan" dan kadang cuma memandang sy.

Suati hari sy dan suami berbincang santai dan sy tanya ke suami. Saya :"padahal aku sudah tau(hubungan suami dgn
pacarnya)tapi kamu kok gak putus-putus?(putus dgn pacarnya)
suami:"belum dpt kok"
saya :"kalau dptnya dgn cara dinikah?"
suami:"ya aku nikah"
saya :"trus setelah itu kamu cerai dia?"
suami: "aku cerai"

Yang jadi pertanyaan

1. apakah kata "aku cerai" yang di ucapkan suami bisa jatuh talak ke sy?padahal ucapan itu tidak di tujukan dan tidak di maksudkan ke sy,tp di maksudkan untuk pacarnya jika sudah di nikah.

sy tunggu jawabannya ustad..

JAWABAN

Dalam kasus Anda di atas tidak terjadi cerai pada Anda. Karena suami hanya bercerita tentang perceraiannya dengan istri keduanya. Bukan mengatakan cerai pada anda sebagai istri pertama. Lebih detail lihat: Cerita Talak Dekat Istri Apakah Terjadi Cerai?

Baca juga: Perceraian dalam Islam

___________________________________________


Suami Suka Mencaci Maki Istri

assalamu'alaikum Wr.Wb
saya seorang istri yang berusia 31 tahun, saya sudah mempunyai seorang putri berusia hampir 2 tahun dan suami yang saya cintai.saya dan suami sama-sama memiliki sifat yang keras. keluarga kami sama seperti keluarga pada umumnya, suami seorang pedagang, sedangkan saya seorang pengajar di sebuah sekolah swsta. kami juga pernah mengalami persilisihan paham, dan alhamdulillah selalu terselesaikan, walaupun suami saya selalu mengeluarkan kata-kata yang tidak baik dan mengolok2 saya ketika kami sedang berdebat. sampai akhirnya beberapa waktu lalu karena masalah kecil,kami bersilisih paham lagi, dan suami saya berkata "tidak usah kamu menganggap saya sebagai suamimu, cukup hanya sebatas status saja". begini bu, yang mau saya tanyakan :

1. apakah seorang suami boleh mengungkapkan kata2 kotor ketika istrinya membuat jengkel suaminya?
2. apakah perkataan "tidak usah kamu menganggap saya sebagai suamimu, cukup hanya sebatas status saja" adalah masuk talak 1?
3. bagaimanakah cara seorang istri mengutarakan pendapatnya?
4. bagaimanakah sikap seorang istri yang baik kepada suaminya?

sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawaban dan sarannya.
wassalamu'alaikum Wr.Wb

JAWABAN

1. Tidak boleh. Suami maupun istri tidak boleh mengucapkan kata-kata kotor berupa cacian atau makian kepada masing-masing pasangannya dalam keadaan apapun. Dalam sebuah hadits sahih Nabi bersabda: Katakan yang baik atau diamlah.

2. Itu termasuk kategori talak kinayah yang baru dianggap talak apabila disertai niat talak dari suami. Silahkan tanya padanya apakah dia ada niat itu. Lebih detail baca: Talak dalam Islam

3. Ungkapkan dengan cara yang baik dan pada waktu yang tepat. Jangan menasihati suami saat suami sedang marah. Kalau mau menasihati, pakailah bahasa yang tidak langsung atau kalau pakai bahasa yang langsung mulai dengan permintaan maaf terlebih dahulu.

4. Intinya adalah bersikap santun, sopan, dan halus tutur katanya. Sebagai guru tentu anda paham detailnya.

Untuk detailnya cara berumah tangga yang baik silahkan baca dua buku kami yang dapat dibaca gratis secara online pada link berikut:

- Rumah Tangga Bahagia
- Keluarga Sakinah
___________________________________________


Cara Taubat dari Dosa Besar

Assalamu'alaikum,,wr,,wb,,

Kepada ustadz,maaf sebelumnya mengganggu,,saya minta tolong pencerahannya ustadz,saya wanita 24th,sempat meninggalkan sholat fardhu 5waktu dalam kurun waktu yang cukup lama,akibat kekecewAan sya pada keluarga dan lingkungan kerja saya yang mayoritas tidak pernah sholat juga, padahal dulunya saya bisa dibilang rajin dalam shalat, maupun puasa,baik fardhu atau sunnah, saya sangat menyesal ustadz sudah meninggalkan sholat fardhu begitu lama, membuat dosa yang begitu besar,saya ingin bertaubat, kembali ke jalan yang benar dan menebus dosa saya yang begitu besar,

1. Bisakah saya menebus dosa2 saya itu ustadz?
2. Adakah cara untuk menebus dosa saya yang begitu besar? Saya takut tak termaafkan ustadz,,
Mohon bantuannya ustadz,terimakasih, smoga ustadz selalu di berkahi oleh Allah SWT

JAWABAN

1. Selagi manusia masih hidup, maka peluang untuk menebus dosa atau bertaubat itu selalu terbuka dengan melakukan taubat nasuha. Lihat: Cara Taubat Nasuha.

2. Caranya dengan taubat nasuha. Yaitu dengan menyesali dosa masa lalu, memohon ampun pada Allah dan dalam konteks anda mengganti semua shalat fardhu yang ditinggalkan. Tentu saja tidak harus mengganti sekaligus. Qadha shalat bisa dicicil. Baca detail: Hukum Qadha Shalat

Yang tidak kalah penting lagi dalam bertaubat adalah (a) menjauhi lingkungan yang buruk; dan (b) dekati lingkungan yang baik dan kondusif baik lingkungan pergaulan sesama manusia maupun bacaan dan tontonan.



JAWABAN

Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com

4 komentar

This comment has been removed by a blog administrator.

Assalamu'alaikum wr.wb.
Segala puji bagi Alloh tuhan semesta alam.

Disini sy ingin berbagi pemikiran dan bukan untuk menyalahkan pendapat lain mengenai bagaimanakah Surga dan Neraka. Dalam Al-Qur'an tidak dijelaskan seberapa dalam Neraka akan tetapi untuk Surga dijelaskan bahwa Surga seluas langit dan bumi. Sperti QS. Ali Imran: 133 dan QS. Al-Hadiid : 21 "...Surga yang luasanya seluas langit dan bumi..." Kedua ayat ini dapat diartikan lebih mengerucut kongkrit dan dapat difahami alam fikiran bagaimanakah Surga itu. Dalam QS.Ar-Rahman dan Al-Waqiah dijelaskan bahwa Surga itu berupa taman dimana penghuninya berada pada dipan-dipan beralaskan seperti permadani tebal dan kasur-kasur empuk dapat memetik buah-buahan langsung tanpa harus memanjat berada dekat sungai yang mengalir airnya berasa nikmat dan lain-lainnya. Jadi luas Surga seluas langit dan bumi ini sebagai gambaran bahwa surga itu terdapa diantara bumi dan langit dan lebih tegasnya dibawah langit diatas permukaan bumi sebagaimana adanya contoh sekarang ini taman-taman berada pada permukaan bumi; begitupula Neraka terletak dibumi ini pula.
Dalam QS. Al-Jaatsiyah(45) : 22 "Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya dan mereka tidak akan dirugikan". Ayat ini lebih konkrit bahwa diciptakannya bumi dan langit untuk membalasi amal-amal baik atau buruk manusia; ayat ini dapat memiliki makna bahwa yg dimaksud agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yg dikerjakannya memiliki artian kini dan nanti kelak setelah Kiamat. Diperkuat oleh QS.As-Sajdah 32:21 "Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhir kelak [setelah kiamat]), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)." Dari ayat ini menegaskan bahwa Alloh akan menimpakan azab dunia bagi yang berlaku buruk agar mereka kembali ke jalan yg lurus dan kelak setelah kiamat akan ditimpakan pembalasan yg sebenar-benarnya (yg dahsyat). Karena tidak ada keterangan lain dimana akan diberi pembalasan maka pembalasan ini akan dapat dimaknai dilakukan di bumi ini kelak diyaumil akhir.

Akan lebih jelas apabila ditelaah kisah dialog Alloh SWT dengan para malaikatnya ketika Alloh hendak menciptakan Adam, sebagaimana tertulis dalam QS.Albaqoroh. Dalam QS.Al-Baqoroh:30 sewaktu akan diciptakan manusia, Alloh berdialog dengan malaikat yang inti dialognya Alloh akan menciptakan manusia untuk menjadi kholifah di bumi. Dari ayat ini dapat ditafsirkan bahwa sebelum Adam tercipta memang Alloh hendak menciptakan Adam untuk menghuni Bumi ini sebagai manusia pertama. Jadi Adam dan Hawa berada di Buni ini bukan karena kutukan atau akibat dosanya telah melanggar larangan memakan buah Huldi di Sorga.!! sebagaimana banyak yg meyakininya….
Dalam Al-Baqoroh 35 ditegaskan pertama kali Adam dan Hawa ditempatkan adalah di Surga. Kemudian Al-Baqoroh 36 menegaskan bahwa Adam dan Hawa dikeluarkan dari Surga yang penuh kenikmatan itu disertai ucapan murka Allah “Turunlah kalian….” yang kemudian mereka terpisahkan bertahun-tahun lamanya hingga kemudian Allah mempertemukannya lagi untuk beranak pinak…
Dari ketiga Ayat tersebut dapat dimaknai bahwa Adam dan Hawa diciptakan pertamakali sebagai manusia penghuni bumi dan pertama kali bumi yang dia tempati adalah tempat yang indah penuh kenikmatan dan makanan dari buah-buahan yaiu disebut sorga. Ketika Adam dan Hawa melanggar larangan Allah karena tipu daya Iblis timbulah bencana besar seketika itu pakaian indah disurga itu terlepas terhempas karena dahsyatnya bencana dan mereka tergerus oleh bencana itu hingga keduanya terseret keluar dari tempat yang indah itu ke tempat yg amat jauh dan keduanya terpisahkan, Inilah murka Allah pertama kepada manusia akibat melanggar larangan-Nya.
Dari ketiga ayat QS.Albaqoroh itu berkaitan dengan QS.Al-Jaatsiyah(45):22, QS.Ali Imran:133 dan QS.Al-Hadiid:21, bahwa surga itu adanya di bumi ini di bawah langit kelak apa yang dijanjikan-Nya itu. Penafsiran ini diperkuat oleh QS.Al-A’raf 25 “Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.” dan QS.Annaaziaat 13&14 “…..maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.” Jelas kelak manusia dihidupkan lagi di bumi ini untuk dihisab dibalas amal-amalnya, Bila lebih banyak amal baiknya maka balasannya Surga sedangkan bila lebih banyak amal buruknya maka balasannya Neraka. Maka dengan demikian Surga dan Neraka letaknya di bumi ini

Dalam QS.Al-Infithaar:5&6 dijelaskan Kelak pada hari Kiamat kuburan-kuburan dibongkar dan manusia akan mengetahui apa yang mereka lalaikan. Dengan demikian semakin tegas bahwa kelak manusia dibangkitkan dari kuburannya untuk mendapati balasan amal-amalnya selagi didunia Sorga ataukah Neraka yg akan mereka dapatkan keduanya terletak dibumi ini.
Dalam QS.Al-Waqiah:42,43, & 44 "Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih; dan dalam naungan asap yang hitam; tidak sejuk dan tidak menyenangkan." Dalam QS.Al-Mulk: 6,7,8,9,10, & 11; bahwa neraka ada penjaganya; setiap kali penghuni neraka mau keluar dari neraka maka para penjaga melemparnya kembali ke dalam neraka hingga neraka berapi menggelegak menyala. QS. Al-Baqarah: 24 "Maka takutlah kalian kepada Neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan bebatuan….” QS. Ali ‘Imran: 10 "“…Dan mereka itu adalah bahan bakar api Neraka.” Dari ayat-ayat Al-Quran ini jelas gambaran neraka adalah suatu tempat yang dalam (jurang yang dalam yang memungkinkan penghuninya berfikir untuk keluar dari nerka akan tetapi ditepi neraka terdapat para penjaganya. Bahan bakar neraka terdiri dari batu dan manusia; ini jelas berarti dineraka batu menyala saking panasnya terlebih manusia dari bahan organik akan terbakar bila bersentuhan dengan benda yg amat panas. Dari uraian gambaran neraka itu dapat dimaknai bahwa neraka itu bagaikan lembah yang dalam dimana magma memerah membara yg apabila manusia dilemparkan kepadanya akan serta merta mereka terbakar menyala-nyala; dan apa yang digambarkan ini nampak didepan mata kita sekarang ini juga; di berbagai tempat terbukti pemandangan ini jelas adanya. Lalu bagaimanakah bisa apabila kita tidak mengimani bahwa kelak Alloh mengancam kita dengan siksa neraka. Dan bagaimanakah bisa kita tidak mengimani bahwa setelah menjadi tulang belulang akan dihidupkan lagi; toh sekarang ilmu manusia pun dapat menjadikan dari benda mati menjadi mahluk hidup yg sama yaitu teknologi kloning.
Penghuni neraka Tanya jawab dengan penghuni surga; sebagaimana dijelaskan pada QS. As-Shafaat 50 s/d 60 Allah menjelaskan kelak ahli surga dapat melihat kerabatnya yang menjadi ahli neraka. Dan Al-A’raaf 44 Allah menerangkan kelak keadaan ahli neraka dan ahli Surga saling tanya jawab secara langsung. Dari Ayat-aya ini menegaskan bahwa jarak neraka dan surga adalah jarak yang tidak jauh. Artinya dari ayat-ayat ini menguatkan penapsiran bahwa Surga dan Neraka berada bumi sehingga ahli surga dapat melihat ahli neraka dan mereka dapat berteriak satu sama lain untuk saling tanya-jawab.
Dan ayat yang paling amat sangat jelas menunjukkan bahwa surga dan neraka yg dijanjikan Alloh swt ada diantar langit dan bumi ini; terdapat pada QS.Hud:106, 107, & 108. “Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” Kalimat selama ada langit dan bumi, kalimat ini menegaskan neraka dan sorga kelak diciptakan di bumi ini.

Wallohu A'lam bisawab…..
Benar dari Alloh SWT sedang yang salah adalah dari diri pribadi. Segala puji bagi Alloh Tuhan semesta alam.

1. Kirim konsultasi Agama ke alkhoirot@gmail.com atau info@alhoirot.net Cara Konsultasi lihat di sini!
2. Konsultasi hukum waris Islam, lihat caranya di sini
3. Konsultasi melalui kotak komentar tidak akan dilayani.

EmoticonEmoticon