Istri Gugat Cerai Tidak Mencium Bau Surga?




Istri Gugat Cerai Tidak Mencium Bau Surga?

ISTRI MINTA CERAI SUAMI TIDAK MENCIUM BAU SURGA

assalamuaikum ustad...saya dapati alamat email ini dari internet dan boleh tanya jawab tentang islam.

saya ibu rumah tangga dg 1 anak,dan sangat mengganjal di hati saya karena saya telah menceraikan suami saya.saya dan suami sudah berpisah 6th lebih dan pernikahan saya sudah 11th, karena saya membaca sebuah hadist yang barang siapa yg meminta cerai pd suami dia tidak akan mencium bau surga. saya takut akan hal ini. tapi alasan percerain saya adalah pernikahan kami di jodohkan dan semenjak pertama aku tdk bisa mencintai dia, keluarga dari dia sangat menghina saya dan mengusir saya. karena sakit hati saya sengaja berhubungan dng laki2 lain agar suami menceraikan saya.tapi dia tidk menceraikan saya.dan saya lah dg bantuan pengacara mencerai dia.

TOPIK KONSULTASI
  1. ISTRI MINTA CERAI SUAMI TIDAK MENCIUM BAU SURGA
  2. HUKUM GUGAT CERAI DAN MENIKAH DENGAN PASANGAN ZINA
  3. GUGAT CERAI KARENA SUAMI POLIGAMI
  4. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

mohon jawaban nya ustad karena saya akan menikah lagi dg pria lain dan seandainya saya salah apa cara saya untuk bertaubat .

pertanyaan kedua tentang puasa yang dilakukan berturut2 selama 3 hari tanpa makan dan minum untuk menghadapi jumat kliwon apa hukum nya.terimakash sebelum ny dan ditunggu jawaban dari ustad.wassalamualaikum
SL


JAWABAN

Menurut Islam perceraian pada dasarnya adalah perkara yang buruk. Karena Islam mengharapkan agar suatu perkawinan itu abadi selamanya sampai salah satu atau kedua suami istri meninggal.

Dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah dan disahihkan oleh Hakim, Nabi bersabda:

أبغض الحلال إلى الله الطلاق
Artinya: Perkara halal yang paling tidak disukai Allah adalah talak.

Ada 2 hadits yang terkait dengan makna yang Anda sebutkan yaitu:

1. Hadits riwayat Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Nabi bersabda:

أيما امرأة سألت زوجها طلاقها من غير بأس فحرام عليها رائحة الجنة
Artinya: Perempuan yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab maka haram baginya bau surga.

2. Hadits riwayat Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah, Nabi bersabda:

لا تسأل المرأة زوجها طلاقها من غير كنهه فتجد ريح الجنة
Artinya: Perempuan hendaknya tidak meminta cerai suaminya tanpa sebab karena hal itu akan menyebabkan dia tidak akan mencium bau surga.

Dari beberapa hadits yang dikutip di atas, dapat disimpulkan bahwa:

1. Islam tidak mendorong adanya perceraian kecuali karena sebab yang dapat diterima oleh syariah.
2. Islam menganjurkan supaya talak atau perceraian menjadi jalan terakhir untuk mengatasi permasalahan suami-istri. Yakni apabila hubungan memburuk dan tidak mungkin untuk melanjutkan hubungan karena satu atau beberapa sebab.
3. Adapun perempuan yang meminta cerai dari suaminya karena alasan syariah seperti suaminya tidak shalat, tidak menunaikan hak istri, KDRT, maka tidak termasuk dalam ancaman hadits ini. Bahkan perempuan dianjurkan untuk meminta cerai pada suaminya.

Dalam tinjauan hukum fiqh, meminta cerai dari suami disebut khulu' dan itu dibolehkan.

Namun dalam kasus Anda, ada beberapa catatant:

1. Anda berdosa karena melakukan perselingkuhan dengan lelaki lain saat menjadi seorang istri. Dan dosa itu akan lebih besar lagi kalau selama berselingkuh terjadi hubungan perzinahan. Dalam hukum Islam, wanita bersuami yang berzina akan dihukum rajam sampai mati itu menunjukkan betapa besar dosa perzinahan yang dilakukan pria/wanita yang sudah menikah . Inilah yang Anda perlu pikirkan. Dan saya sarankan untuk melakukan taubat nasuha.

2. Adapun penghinaan dan pengusiran dari keluarga suami itu bisa dijadikan alasan yang dapat diterima untuk meminta cerai.

____________________________________


HUKUM GUGAT CERAI DAN MENIKAH DENGAN PASANGAN ZINA

Badai dalam rumah tangga kami dimulai memasuki tahun ketiga. dimulai dari perselingkuhan suami dengan mantan pacarnya yang berlanjut dengan pertengkaran demi pertengkaran. tuduh-menuduh hingga akhirnya dia memaki saya dan mengatakan menyesal menikah dengan saya.

saat itu kami sepakat mengajukan perceraian tetapi status PNS membuat kami saling menunggu siapa yang akan mengajukan ke pengadilan. karena kami mengiginkan hak asuh anak. saya takut mengajukan ke pengadilan karena tidak ingin hak asuh anak saya jatuh ke dia. akhirnya saya pun bertahan dengan situasi tersebut selama kurang lebih 3 thn.

saya stress bahkan nyaris gila dengan hubungan ini ditambah ketakutan atas dosa-dosa yang telah saya lakukan.

ustadz.. saya baru mengetahui kewajiban dan hak istri. dari membaca di internet, buku, membuka terjemahan AlQuran dan mendengar tausiah. saya takut termasuk dalam golingan wanita kufur nikmat terhadap suami. selama ini saya diberi nafkah uang tiap bulan. walaupun saya sendiri juga bekerja. tetapi dengan tidak adanya rasa cinta sedikit pun kepadanya saya tidak bisa menjalankan tugas istri seharusnya.

ditambah dengan rasa bersalah luar biasa karena tidak mampu menjaga kehormatan. yang walaupun Allah yang Maha Pengasih menutupi aib itu dari siapapun. Saya tidak bisa menghabiskan sisa hidup bersamanya lagi. tetapi saya juga takut meminta pisah karena takut Allah kelak tidak mengijinkan saya mencium aroma surgaNya.

saya sangat dilema. bahkan saya hampir saja memutuskan mencari pemerintah yang bisa melaksanakan hukuman rajam buat saya. saya takut berdosa seumur hidup saya, dosa kepada suami.

saya ingin menjadi istri soleh ustad, saya ingin memiliki imam yang mampu membimbing saya. 8 tahun hubungan kami, tidak sekalipun dia mengajari saya agama, bahkan saya baru mengetahui bahwasanya ada adab-adab sebelum melakukan hubungan pasutri. dia pun hingga saat ini masih sering meninggalkan shalat.

saat ini saya hanya mampu berusaha memperbaiki diri saya sendiri dulu ustadz, sambil terus berdoa agar Allah memberi jalan terbaik.

1. apakah hukum cerai kami wajib, mubah atau haram ustad?
2. jika nantinya saya meminta cerai dari suami apakah saya termasuk wanita yang diharamkan mencium surga?
3. apakah lelaki yang dulu berbuat dosa bersama saya haram untuk saya selamanya?

JAWABAN

1. Dalam kasus Anda, perceraian diijinkan dalam syariah Islam dan juga menurut negara.
Ulasan lebih detail lihat:
- Gugat Cerai dalam Islam
- Talak Islam (Panduan lengkap)
- Hukum Perceraian (Analisa mendalam dengan dalil Quran, hadits dan pendapat ulama Fiqih)
- Alasan Gugat Cerai menurut KHI (Kompilasi Hukum Islam)
- Gugat Cerai Istri pada Suami yang Sakit

2. Tidak termasuk dalam hadits tersebut karena gugatan cerai yang ingin anda lakukan sudah berdasarkan syariah yaitu adanya sebab-sebab seperti perselingkuhan suami, suami tidak taat agama (tidak shalat), kekerasan rumah tangga, dll dan alasan tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk meminta cerai. Lhat detail dalam KHI

3. Wanita pezina boleh menikah dengan lelaki yang menzinahinya atau dengan lelaki manapun. Begitu juga sebaliknya, lelaki yang pernah berzina boleh menikah dengan wanita yang dizinahinya atau dengan wanita lain. Ulasan lebih detail lihat link berikut:

- Hukum Menikah dengan Wanita Tidak Perawan (Pernah Berzina)
- Hukum Menikahi Wanita Tidak Perawan Karena Zina (Analisa mendalam lengkap dengan dalil Quran, hadits dan pendapat ulama fiqh)

CATATAN:

Ada beberapa catatan singkat bagi Anda yang perlu diketahui:

Pertama, ketika membaca artikel Islam di internet atau mendengar taushiyah secara langsung, hati-hati dan perhatikan siapa ustadz yang menulis atau memberi wejangan. Hindari ustadz yang berfaham radikal dari kalangan Wahabi Salafi atau dari HTI (Hizbut Tahrir).

Kedua, anda harus bersyukur aib anda ditutup oleh Allah. Tidak perlu ada keinginan untuk menceri negara Islam yang akan merajam anda. Itu adalah rahmat. Dan anda wajib terus menjaga kerahasiaan itu. Taubat Anda insyaAllah diterima dengan taubat yang betul-betul. Lihat: Cara Taubat Nasuha.


____________________________________


GUGAT CERAI KARENA SUAMI POLIGAMI

Assalamualaikum. Ustadz, suami saya memiliki hubungan istimewa dg seorang wanita di kantornya. Wanita ini msh bersuami tapi beda agama dan ingin bercerai dg suaminya. Suami saya menjadi tempat curhatnya dan suami mendukung terjadinya perceraian tsb.
Suami mengatakan kepada saya kalau berjodoh dia akan menikahi wanita tsb selepas cerai dari suaminya sebagai istri kedua. Karena saya tidak ingin dipoligami saya menghubungi wanita tsb untuk menjauhi suami saya dan mengatakan alasannya bahwa suami berencana menikahinya sebagai istri kedua sementara saya tidak siap. Yg terjadi wanita tsb bukan menjauh justru semakin membuka diri terhadap suami dan bahkan saya pernah membaca pesan tentang hubungan mereka sudah tahap berciuman entah kalau lebih dari itu. Saat ini wanita tsb akan mengajukan gugat cerai ke suaminya.

Pertanyaan saya sbb

1. Apa hukumnya apabila suami saya jadi menikahi wanita tsb selepas cerainya mengingat dia turut mendukung terjadinya perceraian tsb walaupun dg alasan beda agama

2. Apa hukumnya apabila saya menuntut cerai suami saya dikarenakan dia telah berselingkuh dg wanita lain?

3. Apakah saya tidak akan bisa mencium bau surga karenanya?
Terimakasih.

JAWABAN

1. Secara syariah, wanita tersebut dapat dinikahi oleh suami anda dengan dua syarat (a) setelah resmi bercerai dan habis masa iddahnya yakni selama 3 kali masa haid.

2. Istri bisa meminta cerai suaminya dengan dua cara: pertama, dengan meminta suaminya menceraikan si istri. Kalau suami mau, maka cara ini akan lebih mudah. Karena perceraian bisa terjadi dan sah dengan ucapan lisan dari suami "Kamu aku cerai" walaupun belum ada keputusan pengadilan.

Kedua, dengan melakukan gugatan cerai ke pengadilan. Cara kedua ini baru terjadi apabila pengadilan meluluskan gugatan cerai tersebut.

3. Itu tidak benar. Istri tidak bisa mencium bau surga kalau menggugat cerai tanpa sebab. Dalam hadis riwayat Abu Dawud Nabi bersabda:

أيما امرأة سألت زوجها طلاقها من غير بأس فحرام عليها رائحة الجنة

Artinya: Perempuan yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab maka haram baginya bau surga.

Jadi, tidak bolehnya istri melakukan gugat cerai adalah apabila tanpa sebab yang dapat diterima syariah. Kalau alasan gugatnya dapat diterima syariat, maka hukumnya boleh. Beberapa alasan yang syar'i antara lain adalah sbb:
a. Suami tak memberi nafkah lahir dan/atau batin.
b. Suami melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
c. Suami melakukan dosa besar baik berupa meninggalkan kewajiban Islam (seperti tidak shalat, tidak puasa) atau melakukan larangan yang diharamkan syariah (seperti berzina, berjudi, mencuri, dll).
d. Istri tidak lagi mencintai suami dengan sebab apapun. Baca detail: Hukum Istri Minta Cerai karena Tak Cinta

Kesimpulannya: kalau istri menggugatcerai suami karena sudah tak cinta lagi baik penyebabnya karena suami melakukan poligami atau ada sebab lain, maka tindakan itu dibenarkan syariah berdasarkan hadis sahih riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas sbb:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما أَنَّ امْرَأَةَ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ مَا أَعْتِبُ عَلَيْهِ فِي خُلُقٍ وَلا دِينٍ ، وَلَكِنِّي أَكْرَهُ الْكُفْرَ فِي الْإِسْلَامِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (أَتَرُدِّينَ عَلَيْهِ حَدِيقَتَهُ ؟ قَالَتْ : نَعَمْ . قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اقْبَلْ الْحَدِيقَةَ وَطَلِّقْهَا تَطْلِيقَةً).

Artinya: Dari Ibnu Abbas r.a. diceritakan: Istri Tsabit bin Qais datang menemui Rasulullah dan ia berkata: “Wahai Rasulullah, aku tidak mencela suamiku Tsabit bin Qais baik dalam hal akhlak maupun agamanya. Hanya saja aku khawatir akan terjerumus ke dalam kekufuran setelah (memeluk) Islam (karena tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai istri)”. Rasulullah bersabda:” Apakah kamu bersedia mengembalikan kebun itu kepada suamimu? Wanita itu menjawab: “Saya bersedia”, lalu Rasulullah berkata kepada suaminya: “Ambilah kebun itu dan ceraikan istrimu”

Untuk uraian maksud hadis, baca di sini.



Cari artikel lain:




Bermanfaat buat Anda? Bagikan pada yang lain




Jangan lupa baca yang ini juga ..




13 comments :

  1. Yang ingin saya tanyakan, bila seorang istri meminta cerai,
    (Abaikan dulu alasan minta cerainya)
    dan suami tidak setuju untuk bercerai,
    kemudian si istri meninggalkan rumah.
    Apakah akan terpenuhi status cerai,
    walau tidak pernah diucapkan kata cerai/talak oleh suami?

    ReplyDelete
    Replies
    1. alkhoirot.netSeptember 22, 2012

      Ada gugat cerai oleh istri namanya fasakh atau khulu'. Kalau disetujui oleh pengadilan agama, maka perceraian terjadi. Yg memutuskan fasakh adalah pengadilan agama.

      Delete
    2. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
  2. apa hukumnya apabila istri yang meminta cerai dalam agama islam

    ReplyDelete
  3. Kalau isteri tidak bisa untuk mencintai suaminya disebabkan karena perilaku suami atau karena sebab di jodohkan...saya rasa boleh aja kalu minta cerai karena untuk apa dipaksakan hidup dengan tidak ada keikhlasan karena kita tahulah kemampuan hati manusia...malah kita hidup berumah tangga hanya dapat dosa..dan seorang suamipun harusnya sadar diri kalau isterinya sudah tidak cinta sama dia buat apa dipaksakan..karena agama kita tidak mengharamkan perceraian...tapi justru manusia sendiri yang mempersulit yang akhirnya kita hidup dalam dosa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cinta itu seperti ice cream. Kalo ngga dimakan maka akan lumer sendiri. Beda dengan rasa tentam dihati.
      Iblis selalu membisikan ke dalam hati manusia seperti seorang penjual ice cream.

      Delete
  4. Assalamualaikum
    Bagaimana jika suami tidak menyanyangi istri, ia mengaku masih menyanyangi mantan tapi akan berusaha menyanyangi istri. Bila suami istri ini sedang terpisah, istri harus melnjutkan sekolh misalnya. Dan harus berpisah. Namun perpisahan jarak ini suami tidak menghubungi istri, tidak memperhatikan istri, apakah mungkin rasa Șayang Ɣάņǥ ia usahakan akan tumbuh tanpa usaha pendekatan. Jikapun ª∂a̲̅ komunikasi itupun istri Ɣάņǥ mengalah menghubunginya. Walaupun jawaban yg diterima cuek ataupun acuh. Apakah istri boleh meminta cerai pada suami karna bukankah nafkah batin tidak hanya hub suami istri tapi perhatian, rasa tenang, diperhatikan dll. Mohon penjelasannya tadz
    Terimakasih
    Assalamualaikum

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum ...
    Saya ibu rumah tangga beranak 1
    Yg saya ingin tanyakan
    Dosa kah saya klo saya mnt cerai sama suami saya
    Krn suami saya tdk bekerja ...
    Dan selalu menafkahi saya dgn uang judi

    ReplyDelete
  6. Assalamualaikuummm,,
    Saya adalah seorang istri yg sekarang meninggalkan suami karena suami saya kasar, namun suami saya sampai saat ini masih setia mnunggu saya, tapi saya ragu untuk kembali karena tdk disetujui orang tua saya, tapi saya masih sangat mencintai suami saya dan mau memaafkanx. Apakah sya berdosa apabila menceraikan suami sya karena orang tua?

    ReplyDelete
  7. jauhi niat bercerai, karena allah swt. membenci perbuatan ini.

    ReplyDelete
  8. saya adalah seorang istri, suami saya berlaku kasar terhadap saya, baik perkataan maupun sikapnya, bila bertengkar selalu mengusir saya dari rumah, namun dia sekarang telah berubah, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, namun saya terlanjur sakit hati, dan tidak mencintainya lagi, saya ingin menggugat cerai suami saya, tapi ia bertahan tidak mau menceraikan saya, apa yang harus saya lakukan, apakah pengadilan agama akan mengabulkan permohonan gugat ceari saya walaupun suami saya tidak mau menceraikan saya.., mohon bantuannya dong..

    ReplyDelete
  9. Assalamualaikum...
    Kami suami/istri muslim,4thn nikah,dikarunia 1 putri usia 3 thn,awalnya hub kmi baik,hingga suatu saat aq menemukan di hp istriqu sms antara dia dgn mantan pacarnya..isi sms biasa aja,lalu dia jnji to akn ulngi hal y sma,selang 3 bln aq mendapati hal serupa di hpnya dan aq murah hngga silap menampar istri tercinta,sjak saat itu hub kmi mengalami pasang surut.Hingga akhirnya mslh besar terjadi saat ibu mertua opname diR.S yang jaga istri saya,selama 3 hri istri gak plg krn jaga ortnya yang sakit,entah knp mlm itu perasanku to nek,tntng istriku,lantas jam 3 pagi aku pergi k'R.S dan ternyata firasatku bnr,dlm ruangan itu aku menemukn istriku tdr di tikar bersama laki2 y tdk aku kenal,sedangkan ibu mertua ditmpt tdr,mmg mreka tdk melakukn apa2 saat ku lht,tp apa itu pants,itukan bkn muhrimnya,dan itu bisa menimbulkan fitnah bg y lht,pa lg aku suaminya..aku sngt emosi saat mlht itu..tp ibu mertuaku membela lelaki itu..dan mencaci maki aku,dan mengatakan pd istriku agar mta cerai dr aku,dan blg ke aku bhw dia tdk mau menerimaku sbg menantunya lg..krn dulu sblm kmi menikah istriqu mau dinikahkan dgn lelaki itu,ternyata lelaki itu mantan pacar istriku,y kebetulan adlh seorang polisi.
    spt kiamat aku mendengar hujatan2 ibu mertua perlu,hngga akhirnya istriku mengatakan klau dia tdk mau lg hdp dgnti..smkin sakit hatiku,krn dzolimi 1 keluarga termasuk istriku sndri.Aq menduga sptnya semua ini dua dirncanakn utk memisahkan aq dan istriqu,tp knp istriqu tega melakukan itu pd suaminya sendiri,yang jls krn istriqu lbh mencintai lelaki itu.Kini istriqu minta agr aq menceraiknya,padahal aq msi sangat mencintai dan menyayanginya,terlebih pda ankqu,y skrg tgl bersama istriqu..Mohon saran dan masukanya,dalam pandangan agama islam dan hukum RI

    ReplyDelete
  10. Konsultasi Syariah Islam : .. Apa saja KAtegori Istri Durhaka ??... Dlm melaksanakan Kewajibannya.. tp dia ingkar.. karena mencari sebab..sebab dan sebab...( tanpa difikirkannya..semua sebab itu ada asbabnya..dan ulah istri pasti Akibat ..dari Sebab )/... syuqronn

    ReplyDelete

Speak Your Mind:


1. Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!
2. Konsultasi melalui kotak komentar tidak akan dilayani.
3. Langganan Channel Konsultasi Syariah di Youtube, klik di sini!