Hukum Kongsi Saweran Binatang Korban

Bagaimana Hukum Kongsi/Saweran/iuran/patungan untuk membeli Binatang Korban dan apakah sah berkurban untuk orang yang sudah meninggal dunia/wafat?
Assalamualaikum Pak Ustadz /Pak Kiyai

Seperti biasa pada tahun yang lalu-lalu dimasjid kami di Makassar menyembelih hewan korban secara kongsi2 (saweran/patungan -red) sesuai jumlah peserta yang mendaftar,
Salah satu teman ada yang mendaftar ikut kurban atas nama dirinya, istrinya, dan almarhum orangtuanya.

Mohon penjelasan hukumnya, sang anak ikut kongsi membeli binatang untuk kurban yang pahalanya ditujukan kepada orangtuanya yang sudah almarhum
atas penjelasannya sebelumnya saya ucapkan terimakasih

Wassalam
Suroso Kartono

JAWABAN

Ada 2 (dua) yang Anda tanyakan. Yaitu berkurban yang pahalanya untuk orang yang meninggal dan, kedua, hukum berkurban dengan saweran.

Pertama, perlu diketahui bahwa berkurban untuk orang yang sudah meninggal dunia itu hukumnya boleh berdasarkan kepada keumuman dari hadits Nabi di mana beliau bersabda

إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : صدقة جارية ، أو علم ينتفع به ، أو ولد صالح يدعو له
Artinya: Apabila anak Adam (yakni manusia) meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali 3 (tiga) hal yaitu sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang mendoakan orang tuanya (HR Bukhari, Muslim, dll).

Qurban adalah ibadah yang disyariatkan dan dalilnya jelas tersurat dalam Al-Quran, hadits dan pendapat ulama.

Menyembelih binatang kurban termasuk bagian dari sadaqah jariyah yang dapat bermanfaat tidak hanya bagi yang berkurban, tapi juga bagi yang meninggal, dll.

Kedua, hukum saweran/kongsi hewan kurban harus dilihat dulu rinciannya sebagai berikut:
a) Hewan sapi, kerbau dan unta hanya untuk kurban 7 (tujuh) orang.
Sebagai contoh, apabila harga sapi Rp. 700.000 (tujuh ratus ribu), maka setiap orang harus membayar Rp. 100.000 (seratus ribu). Apabila seseorang ingin berkurban untuk 3 orang, maka dia membayar Rp 300.000 (tiga ratus ribu). dst.

b) Tidak bisa uang yang nilainya hanya untuk 1 orang, kemudian diniati untuk 2 (dua) orang atau lebih.

c) Sedangkan binatang kurban yang berupa kambing itu hanya untuk kurban 1 (satu) orang. Tidak sah kongsi dua orang atau lebih untuk beli kurban 1 (satu) ekor kambing. Namun, pihak yang punya kambing boleh berniat untuk dua orang lebih tapi tidak boleh menerima uang iuran atau kongsi untuk kambing miliknya yang hendak dijadikan kurban ( أن من ملك شاة جاز له أن يشرك غيره معه في نية التضحية بها من غير أن يدفع له ذلك شيئاً).

Jadi, satu kambing untuk kurban lebih dari 1 orang boleh menurut madzhab Maliki, tapi tidak boleh satu kambing hasil kongsi 2 orang atau lebih. Lebih detail lihat: Panduan Qurban

KESIMPULAN:

>> Nilai uang kongsi hewan kurban harus senilai 1 (satu) ekor kambing atau 1/7 (sepertujuh) dari harga sapi/kerbau.
>> Boleh berkurban dengan niat untuk yang sudah meninggal dunia/wafat.

BACA JUGA: Panduan Qurab Lengkap

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

No comments:

Post a Comment

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!