Tuesday, September 29, 2015

Cara Menyikapi dan Menghadapi Fitnah


Cara Menyikapi Fitnah
CARA MENYIKAPI DAN MENGHADAPI FITNAH DARI SESAMA MUSLIM

assalamu'alaikum,,

ustadz saya mau bertanya,, saat ini saya sedang mendapat ujian di fitnah dan dijelek-jelakan oleh seseorang demi untuk kepentingan dia agar dipandang baik dimata orang. saya tahu tentang kebohongannya dan saya bisa membuktikan kebohongannya kalau saya mau, tapi kadang hati kecil saya bicara "biar Allah yang membalas nya" saya juga takut yang tadinya saya sebagai orang yang "terdzalimi" berubah menjadi orang "dzalim" karna membuka aibnya dia demi membela nama baik saya.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. CARA MENYIKAPI DAN MENGHADAPI FITNAH DARI SESAMA MUSLIM
  2. MENCABUT SURAT PERNYATAAN TALAK 3
  3. PERNIKAHAN BEDA AGAMA SECARA KRISTEN
  4. CARA MENGATASI JATUH CINTA
  5. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

namun kadang sebagai manusia saya merasa kesal, marah, dan tidak ikhlas. yang ingin saya tanyakan :

1. apa boleh saya membela diri saya dan memberi kesaksian tentang kebohongan nya?
2. jika tidak boleh, amalan apa yang harus saya lakukan agar dia di-sholehkan, dan saya diberi kelapangan dada.

terima kasih ustadz.


JAWABAN

1. Cara terbaik menyikap fitnah adalah dengan berkomunikasi dengan si pemfitnah dan menyelesaikannya dengan baik-baik. Kalau fitnah itu sudah terlanjur menyebar, maka tuntut dia minta maaf secara terbuka dan kalau perlu anda mengancamnya akan membongkar kebohongannya pada publik. Lihat apa reaksinya. Kalau dia tetap bersikeras, maka anda boleh membongkar kebohongannya di muka umum demi membela martabat dan harga diri anda sendiri.

Islam membolehkan muslim berbuat apapun, termasuk berkelahi, dengan sesama muslim demi mempertahankan hartanya dan kehormatannya. Misalnya, ketika dia dirampok atau dibegal walaupun dengan resiko akan terbunuhnya salah satu pihak.

Dalam sebuah hadits sahih riwayat Ahmad, Nabi bersabda:

من قتل دون ماله فهو شهيد، ومن قتل دون أهله فهو شهيد، ومن قتل دون دينه فهو شهيد، ومن قتل دون دمه فهو شهيد

Artinya: Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka ia mati syahid. Barangsiapa yang terbunuh demi membela istrinya, maka ia mati syahid. Barangsiapa terbunuh demi membela agamanya maka ia mati syahid. Barangsiapa terbunuh demi darahnya maka ia mati syahid.

Al-Mubarakpuri dalam Tuhfatul Ahwadzi Syarah Jamik Al-Tirmidzi menjelaskan maksud hadits di atas:

(من قتل دون ماله ) أي عند دفعه من يريد أخذ ماله ظلما ( ومن قتل دون دمه ) أي في الدفع عن نفسه ( ومن قتل دون دينه ) أي في نصرة دين الله والذب عنه ( ومن قتل دون أهله ) أي في الدفع عن بضع حليلته أو قريبته ( فهو شهيد ) لأن المؤمن محترم ذاتا ودما وأهلا ومالا، فإذا أريد منه شيء من ذلك جاز له الدفع عنه، فإذا قتل بسببه فهو شهيد.

Artinya: "Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya" maksudnya ketika dia melawan orang yang akan mengambil hartanya secara zalim. "Barangsiapa terbunuh demi darahnya" maksudnya demi mempertahankan diri.... "Barangsiapa yang terbunuh demi membela istrinya" yakni mempertahankan kemaluan istri atau kerabatnya. "maka ia mati syahid" karena mukmin itu dihormati dirinya, darahnya, keluarga dan hartanya. Apabila hal-hal tersebut hendak dirampas, maka ia boleh mempertahankan diri. Apabila terbunuh karenanya maka ia dihukumi mati syahid.

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim 1/64 menjelaskan:

باب دليل على أن من قصد أخذ مال غيره بغير حق كان القاصد مهدر الدم حقه، وإن قتل كان في النار، وأن من قتل دون ماله فهو شهيد؛ فيه: أن رجلا جاء إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسول الله أرأيت ان جاء رجل يريد أخذ مالي؟ قال: فلا تعطه مالك. قال: أرأيت إن قاتلني؟ قال: قاتله. قال: أرأيت إن قتلني؟ قال: فأنت شهيد. قال: أرأيت إن قتلته؟ قال: هو في النار

Artinya: Dalil orang bermaksud mengambil harta orang lain tanpa hak (secara zalim) maka pelakunya itu telah melanggar hak orang lain. Apabila dia terbunuh maka ia masuk neraka. Dan orang yang terbunuh karena membela hartanya ia mati syahid. Seorang lelaki datang menghadap Nabi dan berkata, "Wahai Rasulllah, apa pendapatmu apabila ada seseorang yang ingin mengambil hartaku? Nabi menjawab, "Jangan berikan hartamu padanya." Lelaki itu bertanya lagi, "Apa pendapatmu apabila dia menyerangku?" Nabi menjawab, "Serang balik dia!" Lelaki itu bertanya lagi, "Apa pendapatmu apabila aku mati?" Nabi menjawab, "Kamu mati syahid." Lelaki itu bertanya, "Bagaimana kalau aku membunuhnya." Nabi menjawab, "Dia di neraka."

___________________


MENCABUT SURAT PERNYATAAN TALAK 3

Assalamu'alaikum pengasuh pondok konsultasi al khoirot Malang. Saya af usia 44 tahun. Saya ingin menanyakan mengenai kemungkinan dicabutnya surat pernyataan talak tiga yang saya ajukan kepada isteri saya. Alasan saya karena dalam hati saya tidak ada niat untuk mentalak isteri saya. Apalagi terus terang sebenarnya saat menulis surat pernyataan talak tersebut, pada tanggal 2 mei 2015 saya tidak tahu mengenai arti dan akibat dari talak tiga yang saya ketik melalui komputer. Dan saya membuatnya dengan mencontoh surat pernyataan yang ada di media internet. Saat itu saya benar2 sedang di puncak emosi karena isteri saya meminta tolong pada temannya untuk menyampaikan pada saya supaya membuat surat pernyataan cerai karena merasa digantung. Memang isteri saya selalu menyatakan keinginannya untuk bercerai tapi saya tidak tanggapi.

1. Apa sikap yang seharusnya saya lakukan karena saya masih mencintai dan sayang isteri saya. Terima kasih pak Ustadz atas penjelasan yang pak Ustadz berikan. Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

JAWABAN

1. Pernyataan talak melalui surat tertulis termasuk talak kinayah. Kalau tidak disertai niat, maka tidak terjadi talak. Oleh karena itu, kalau memang anda tidak ada niat cerai, maka talak tidak terjadi. Baca detail: Cerai secara Tertulis

Baca juga: Cerai dalam Islam

___________________


PERNIKAHAN BEDA AGAMA SECARA KRISTEN

assalammualikum wr.wrb


saya sandi, saya berumur 25 th,saya mempunyai teman seperjuangan hidup bernama darmawan 25 th (muslim) , dan iranita 23 th (kristen). mereka berhubungan atau pacaran hingga kelewat batas,dan pada tahun 2014 mereka mempunyai seorang anak perempuan. tapi hingga sekarang tak satupun dari mereka mau mengalah tetap pada pendirian nya masing masing,apalagi sang wanita mempuyai ayah seorang pendeta.
hingga suatu ketika darmawan bertanya kepada saya :

1. Bolehkah seorang muslim menikah dengan wanita kristen karena telah mengandung anaknya di gereja dan mengikuti aturan gereja? namun hatinya tetap kepada islam.
2. bolehkah muslim tadi kembali ke agama islam setelah pernikahannya di gereja?
lalu bagaimana hukumnya?
3. lalu bagaimana status pernikahan di pemerintah? dan hukum nya di islam ?
4. Bolehkah mereka menikah secara islam setelah pernikahan mereka di gereja?

mohon penjelasannya?

JAWABAN

1. Tidak boleh, haram dan nikahnya tidak sah. Itu sama dengan tidak menikah dan tetap berzina. Kalau dia meyakini kebenaran ritual itu, maka dia murtad dan kafir. Baca detail: Penyebab Murtad dan Syirik http://www.alkhoirot.net/2014/08/murtad-syirik-kafir.html

2. Kembali ke Islam boleh dengan membaca syahadat dan melaksanakan syariah Islam dengan benar terutama shalat 5 waktu.

3. Nikahnya tidak sah memurut syariah Islam seperti disebut di poin 1.

4. Boleh dan dianjurkan menikah secara Islam dan si perempuan harus masuk Islam. Tanpa itu, KUA tidak akan mengakuinya walaupun secara syariah dibolehkan seorang lelaki muslim menikah dengan perempuan Nasrani dan Yahudi asalkan dengan tata cara pernikahan Islam.

Baca detail:
- Pernikahan Beda Agama
- Proses dan tatacara Nikah beda Agama

___________________


CARA MENGATASI JATUH CINTA

1. bagaimana cara mengatasi jika seorang laki laki jatuh cinta pada perempuan?
2. bagaimana cara kita agar tidak terlalu pusing memikirkan jodoh, rezeki, dan kematian?

JAWABAN

1. Kalau anda jatuh cinta pada seorang perempuan dan dia memiliki kepribadian yang baik dan berperilaku agamis, maka datanglah ke orang tuanya, lamar dia dan menikahlah dengannya.

2. Lakukan segala sesuatu terkait dengan jodoh, rezeki dan kematian berdasarkan bimbingan syariah. Maksudnya, carilah jodoh yang agamis dan berakhlak baik. Cari rejeki dengan kerja keras dan cerdas dan jangan takut pada kematian karena ajal akan datang menjemput apabila sudah waktunya tanpa bisa menghindarinya; dan akan menjauh apabila belum saatnya. Namun demikian, manusia harus tetap berusaha yang terbaik karena itu juga bagian dari perintah Allah.

Baca detail:

- Baca juga: Cara Memilih Jodoh
- Kerja Keras dan Cerdas
- Takdir



Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..