Thursday, February 25, 2016

Hukum Belajar Sains dalam Islam


Hukum Belajar Sains dalam Islam
HUKUM BELAJAR SAINS DALAM ISLAM

assalamualaikum pak ustadz, saya mau menayakan

1. apakah berdosa kalau disekolah pernah mempelajari dalam pelajaran sejarah teori kalau manusia itu awalnya berasal dari monyet terus berubah2 dari masa kemasa sehingga jadilah seperti manusia sekarang ini, tapi cuma mempelajari teori itu saja, dalam hati tidak percaya kalau manusia berasal dari monyet, kita tetap meyakini manusia pertama yang diciptakan allah adalah nabi adam ?

TOPIK SYARIAH ISLAM
  1. HUKUM BELAJAR SAINS DALAM ISLAM
  2. CARA KONSULTASI AGAMA

2. ini perumpamaan pak ustadz, misalkan ada seorang ahli meneliti tentang terbentuknya bumi, katanya bumi ini terbentuknya seperti ini atau itu, tapi allah menciptakan bumi tidak seperti apa yang dikatakan oleh seorang peneliti tadi..atau berbagai macam mempelajari ilmu2 tentang bumi ini, seperti gempa, bulan, planet dll, ternyata berbeda teorinya dengan apa yang dikatakan dalam alquran..apakah berdosa seorang peneliti dan orang yang ikut mempelajari ilmu dari penelliti tadi ?

3.kalau kita pernah meminta pada allah, misalnya seperti mengatakan, kalau saya tidak puasa besok murtadkan saya ya allah, tujuannya supaya kita berpuasa pak ustadz, ternyata saya tidak berpuasa waktu itu pak ustadz, apakah saya sudah tidak islam lagi atau murtad dimata Allah gara2 berdoa meminta dimurtadkan seperti itu pak ustadz , padahal hati tidak mau murtad pak ustadz ?

4. semoga pak ustadz bisa memahami pertanyaan saya yang satu ini......begini pak ustadz,,, kalau kita pernah melakukan dosa pak ustadz,, tapi kita tidak tahu entah sudah pada tingkat murtad atau belum, tapi kita menunda menanyakan hukum dari perbuatan dosa yang pernah kita lakukan itu kepada seorang ustadz atau ulama, misalnya kita melakukan dosa itu pada bulan januari terus menanyakan hukumnya pada ulama pada bulan maret, pas ditanya memang hukum perbuatan dosa yang kita lakukan itu tidak sampai hukumya murtad,,pertanyaannya :

apakah kita sudah murtad kalau menunda menanyakan hukum perbuatan dosa yang kita lakukan itu pada seorang ulama atau ustadz ?

5. kalau tradisi adat sebelum melakukan pernikahan pihak perempuan wajib membeli laki-laki yang ingin menikahinya...contohnya kalau laki-laki tersebut seorang guru atau PNS wajib dibayar 10 juta, dan kalau lebih tinggi pekerjaannya makin mahal harga laki-laki yang ingin menikahinya itu..pertanyaan

a. apakah boleh dalam islam seperti itu ?
b. kalau tidak boleh apakah kita menjadi Murtad karena melakukan Pernikahan seperti itu ?

6. hukum mengatakan seseorang sperti mengatakan kamu begitu sempurna, apakah berdosa mengatakan manusia sempurna ? Apakah bisa menyebabkan murtad ?

JAWABAN

HUKUM BELAJAR SAINS TEORI DARWIN

1. Tidak berdosa. Karena belajar sains pada dasarnya dianjurkan oleh Islam. Lihat misalnya QS Al-Baqarah 2:164
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Namun di sisi lain, pencari ilmu juga harus tahu bahwa (a) sains yang berbeda dengan Al-Quran umumnya scientifically unestablished facts atau fakta yang belum mapan dan faktual secara saintifik; (b) mempelajari sains hendaknya diniati untuk meningkatkan keimanan pada keesaan Allah seperti anjuran yang disebut pada ayat di atas.

2. Tidak berdosa. Belajar semua jenis ilmu pada dasarnya dibolehkan dan bahkan dianjurkan. Dalam QS Thaha 20:114 Allah berfirman
Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan".

Dalam QS Al-Jatsiyah 40:13 Allah berfirman:
Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.

Dalam QS Ar-Rum 30:22 Allah berfirman:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

Namun demikian, harus juga diperhatikan bahwa dalam mencari atau mempelajari berbagai macam ilmu itu disyaratkan tidak ada unsur-unsur yang melanggar syariah saat mempelajarinya. Contoh yang melanggar seperti sampai berakibat tidak shalat, atau ilmu yang dipelajari berakibat menipiskan iman, dll.

Perlu juga diketahui bahwa Al-Quran adalah kitab suci sebagai petunjuk bagi manusia untuk mengenal Allah dan menyembah Allah satu-satunya. Jadi, Quran bukanlah buku yang menjelaskan tentang ilmu sains walaupun ada sebagian ayat yang menyinggung soal itu. Baca detail: Al-Quran Bukan Buku Sains

3. Tidak murtad, namun hendaknya dihindari mengucapkan kata-kata yang isinya mengancam diri sendiri dengan ancaman yang kurang baik. Lebih baik terus berdoa dan berharap kepada Allah agar diberi rasa ringan dan nyaman dalam beribadah atau melakukan semua bentuk dan perilaku kebaikan dan amal saleh. Di pesantren Al-Khoirot para santri selalu membaca doa singkat berikut ini agar diberi tambahan ilmu dan rasa ringan dalam berbuat baik:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ نَفْسِي مُطْمَئِنَّةً تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ وَ تَرْضَى بِقَضَائِكَ،اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فَهْمَ النَّبِيِّيْ وَ حِفْظَ الْمُرْسَلِيْن وَ إِلْهَامَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْن،اَللَّهُمَّ عمر لِسَانِي بِذِكْرِكَ وَ قَلْبِي بِخَشْيَتِكَ وَ سِرِّي بِطَاعَتِكَ

Artinya: Ya Allah jadikan diriku jiwa yang tenang yang percaya akan bertemu dengan-Mu dan ridho dengan takdir-Mu. Berilah aku anugerah pemahaman para Nabi dan daya ingat para Rasul dan ilham para Malaikat. Jadikan lidahku selalu berdzikir padaMu dan hatiku takut pada-Mu dan hatiku selalu taat pada-Mu.

Baca doa di atas setiap selesai shalat.

4. Tidak murtad. Berbuat dosa karena ketidaktahuan kita akan diampuni dosanya. Namun pada waktu yang sama kita dianjurkan untuk terus belajar dan bertanya pada ahlinya sebagaimana disebut dalam QS An-Nahl :43 dan Al-Anbiya :7. Baca detail: Berbuat Dosa karena Tidak Tahu

5.a. Tidak ada larangan dalam Islam dalam soal tersebut. Yang penting dalam pernikahan syarat dan rukun nikah harus terpenuhi maka nikahnya sah. Baca detail: Pernikahan Islam

Namun demikian, adat sebaiknya tidak mempersulit terjadinya pernikahan. Karena, nikah adalah pencegah perbuatan zina. Adanya tradisi seperti itu bagi orang miskin akan sangat menghambat dan akan lebih baik kalau dihapus atau setidaknya nilai nominalnya dikurangi secara signifikan. Dalam rangka mendorong terjadinya pernikahan, Islam bahkan hanya mewajibkan mahar serendah mungkin hanya senilai cincin dari besi.

5.b. Lihat poin 5.a.

6. Hukum asal dari memuji adalah mubah. Namun bisa berubah jadi baik (mahmudah) kalau (a) pujian itu jujur; dan (b) berakibat baik pada yang dipuji dan hukum pujian bisa berubah jadi buruk (madzmumah) apabila (a) berakibat buruk pada yang dipuji; (b) ada niat tidak baik dari yang memuji. Baca detail: Hukum Memuji Manusia




Cari artikel lain:




Copy link berikut untuk referensi kutipan:

Jangan lupa baca yang ini juga ..