Cara Taubat Dosa Zina

Cara Taubat Dosa Zina Setelah 3 bulan berselang, dia meminta untuk bertemu, kebetulan saya ada pekerjaan di dekat tempatnya. Dan terjadilah hubungan terlaknat itu. Awalnya saya dipaksa, beberapa kali. Saya berusaha mengusirnya dari hidup saya tetapi dia selalu menemukan jalan untuk kembali melalui game online tadi. Dan beberapa kali kami bertemu, meski tidak selalu melakukan hubungan badan,
Cara Taubat Dosa Zina
TAUBAT DOSA ZINA DAN PERTANGGUNGJAWABAN PADA SUAMI

Assalamu'alaykum wr.wb

Saya sudah menikah 4 tahun dan memiliki seorang putri berusia 3 tahun. Saya bekerja, suami saya juga bekerja, kami sama-sama anak pertama dan menjadi tulang punggung keluarga kami. Dulu putri saya diasuh ibu, tetapi setelah agak besar saya terpaksa mencari pengasuh karena saya harus bekerja, tetapi sulit mencarinya. Akhirnya saya masukkan ke penitipan daycare sewaktu putri saya berusia 2 tahunan.

TOPIK KONSULTASI ISLAM
  1. CARA TAUBAT DARI DOSA ZINA
  2. CINTA DAN PEMERASAN
  3. BAGIAN WARIS CUCU DAN ANAK BAWAAN ISTRI
  4. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

Masalah sebenarnya saya rasa sejak awal pernikahan, di mana suami saya berubah. Sebelum menikah, dia masih suka sholat meski tidak 5 waktu, dan komunikasi kami lancar. Saya bisa bercerita apa saja dengannya. Tetapi setelah menikah, sholat dia tinggalkan. Yang saya ingat, baru 3x saya diimami beliau semenjak pernikahan kami. Dan perilakunya sering kasar. Di depan saya, ibu dan anak saya dia suka berbicara kasar. Contohnya: waktu menonton tv di ruang keluarga, ada hal aneh yang ditontonnya, dia suka berteriak 'MAKAN TAI BUDAK ITU'. Meski kadang saya tegur tetapi dia malah sering marah balik ke saya. Dan saya merasa dia tidak pernah mendukung ataupun mau terlibat dalam perkembangan anak karena jika saya tanya pendapatnya mengenai sekolah anak atau pendidikannya sehari-hari, dia hanya menjawab terserah.

Saya menahan diri selama 3 tahun karena putri saya, di luar saya tampak bahagia bersamanya, tetapi di dalam saya merasa hampa dan tanpa semangat menjalani hidup. Sholat pun sering sekali saya tinggalkan.

Permasalahan sebenarnya dimulai sejak 6 bulan lalu. Awalnya untuk mengusir jenuh di kantor dan di rumah, 1,5 tahun lalu saya bermain game online, dan mengajak suami saya bermain dengan harapan kami dapat bermain di grup yang sama sehingga kami dapat sering berkomunikasi. Saya memilih cara itu karena sebelum menikah kami sering bersms dan setelah menikah sepertinya dia menghindari membalas sms saya jika tidak penting. Namun suami saya tidak mau bergabung di grup saya dan memilih bermain sendiri.

Di grup saya bertemu lelaki lain, sebut namanya a. Si a ini begitu perhatian kepada saya, sering mengingatkan saya untuk sholat meski tahu kami berbeda agama. Awalnya saya menanggapi dengan canda agar saya diterima karena baru di grup tersebut dan berpikir dialah pencetus grupnya. Hingga akhirnya kami saling bertukar bbm pribadi dan mengobrol.

Saya merasa banyak kecocokan dan terutama dia sering mengingatkan saya untuk sholat. Saya merasa ada semangat untuk melanjutkan hidup dan semangat untuk mulai dekat kepada pencipta, meski lewat jalan yang salah. Karena komunikasi yang semakin sering, akhirnya kami lebih mengenal satu sama lain, saya pikir saya mengenali dia sebagai orang baik waktu itu. Dan saya mulai merasa salah waktu dia mulai menanyakan hubungan kami bagaimana, karena saya sudah menikah dan dia sudah punya pacar.

Saya salah karena meladeni dia meski awalnya bercanda. Dulu juga saya berpikir untuk berteman dekat dengannya dengan tidak mengganggu hubungan kami satu sama lain. Tetapi lama kelamaan saya terpikat, meski hati ini mengatakan salah, dan saya termakan rayuannya. Namun karena saya merasa tidak ingin kehilangan dia, yang membuat saya tetap bersemangat, saya jalani juga dengannya.

Maaf merepotkan dengan cerita menjijikkan panjang lebar di atas. Tetapi saya bingung, butuh arahan dan pendapat kyai semua.. Kemarin saya konsultasi ke teman muslimah via telpon, dan dia menyarankan untuk langsung memutus komunikasi dengan a, dengan menerima konsekuensinya. Lalu menyarankan agar saya meminta cerai dari suami namun tidak menyebutkan tentang si a sedikitpun dan resign sekalian, mendekatkan diri lagi ke Allah.

Dan saya sudah bercerita tentang keinginan cerai kepada adik-adik dan ayah saya, meski tanpa menyebut si a, juga keinginan untuk resign. Tetapi untuk resign sangat ditentang keluarga karena saat ini ibu saya sakit dan saya diandalkan untuk membiayainya. Saya pikir ibu saya sakit juga sebagai hukuman kepada saya, jadi keinginan saya mengakui kesalahan semakin kuat. Mungkin saya takut dampaknya kepada anak jika saya mengaku. Dan kepada keluarga saya.

- Maaf saya bingung sekali. Saya mohon pendapat apakah yang terbaik?
- Apakah saya harus meminta cerai saja dari suami
- dan resign tanpa menceritakan tentang si a? Tetapi saya akan terus dihantui rasa bersalah..
- Atau saya meminta cerai dan menceritakan tentang si a lalu resign?

Sementara ini saya bisa mengulur waktu agar si a tidak menghubungi saya dengan alasan saya ingin cerai dan jika suami tahu ada lelaki lain maka dia tidak akan setuju untuk cerai. Namun hanya sampai lebaran dan waktu saya habis. Dan kemarin dia masih menghubungi saya meski dengan tes kontak. Padahal saya sudah bilang itu bisa mengganggu kelancaran semuanya.

Maaf merepotkan ustadz dan kiyai semua. Saya minta tolong yang sebesar-besarnya lebih diberikan lagi petunjuk kepada saya.

5. Saya benar-benar insyaf dan ingin bertobat, tolong berilah saya petunjuk bagaimana memulai dengan cara yang benar?
6. Saya terus terang tidak bisa lagi mengobrol lancar dengan suami saya. Bolehkah saya sekalian diberi saran bagaimana memulainya?


JAWABAN

The damage has been done. Anda tidak lagi dapat memutar sejarah masa lalu dengan cara apapun, termasuk menyesalinya. Namun demikian, anda dapat menentukan masa kini dan masa depan bagaimana supaya bisa lebih baik dan lebih mawas diri. Tentu tidak mudah, tapi semua tentu ada hikmahnya terutama bagi Anda yang sedang dalam proses untuk memperbaiki diri.

Beberapa poin berikut dapat menjadi pijakan anda dalam menentukan langkah anda ke depan agar supaya kerusakan dan kehancuran yang sudah terjadi tidak semakin memburuk dan kalau bisa lebih terkendali dan semakin diperbaiki.

1. Hal pertama dan utama yang perlu dilakukan adalah memutuskan komunikasi dengan A secara total. Baik melalui game online, media sosial, bbm, ponsel, temu darat dan lain-lain. Itu artinya, anda harus menghapus semua akun medsos dan nomor hp anda dan menggantinya dengan yang baru.

2. Anda tidak perlu resign dari pekerjaan. Tidak ada relevansinya situasi yang sedang anda alami dengan pekerjaan. Apalagi, anda menjadi tulang punggung orang tua yang sangat membutuhkan uluran tangan anda. Berhenti dari pekerjaan tidak akan memperbaiki keadaan, sebaliknya justru akan semakin memperburuk karena akan bertambahnya masalah baru bagi anda sendiri, anak, dan orang tua anda. Memiliki penghasilan adalah hal esensial untuk memenuhi kebutuhan hidup.

3. Anda juga tidak perlu bercerita soal ini pada suami atau pada siapapun juga yang terkait dengan kehidupan anda. Karena hal ini tidak akan memecahkan masalah, sebaliknya justru akan menambah masalah baru. Selain itu, syariah Islam memerintahkan agar kita menyimpan aib. Menyimpan aib adalah bagian dari langkah pertaubatan. Dalam sebuah hadits sahih riwayat Muslim Rasulullah bersabda: [كل أمتي معافى إلا المجاهرون] Artinya: "Setiap umatku akan dimaafkan (dosanya kalau bertaubat) kecuali para mujahir." Mujahir adalah orang-orang yang menampakkan perilaku dosanya untuk diketahui umum.

4. Keinginan untuk meminta cerai pada suami dapat dibenarkan dan memang sebaiknya dilakukan agar perasaan bersalah anda padanya sedikit terkurangi. Kalau ditanya alasan meminta cerai, anda perlu memberi jawaban yang diplomatis misalnya karena sudah tidak cinta lagi padanya, atau merasa tidak bahagia, dan lain-lain.

5. Bertaubat nasuha adalah langkah terbaik dan memang harus anda lakukan. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

6. Hikmah yang dapat diambil dari kasus ini sebagai pedoman ke depan adalah kembali ke ajaran Islam yang benar yakni:
a. Jangan melakukan komunikasi apapun dengan kaum lelaki yang bukan mahram kecuali karena diperlukan dalam kaitannya dengan bisnis.
b. Ketika berkomunikasi dengan lelaki bukan mahram, jangan hanya berduaan. Karena khalwat hukumnya haram. Baca: Khalwat dalam Islam
c. Lakukan kewajiban agama secara benar. Terutama shalat 5 waktu, puasa Ramadan, dll. Dan jauhi perkara yang haram. Baca: Daftar Dosa Besar
d. Belajar bersyukur atas apa yang ada dan berusaha memperbaiki kekurangan tanpa melanggar aturan agama.

Dengan niat dan komitmen yang tinggi untuk bertaubat, insyaAllah anda dapat melakukan hal-hal di atas dan melewati masa-masa sulit yang sedang anda hadapi saat ini dan menjadi pribadi yang lebih kuat dan tegar. Amin.

______________________


CINTA DAN PEMERASAN

Assalamu'alaykum wr.wb

Maaf ustadz..
Masih menyambung pertanyaan lalu..
Kemarin saya sudah memblokir a dari semua akun medsos saya, tetapi si a masih berusaha menghubungi saya melalui teman kami di grup yang sama, yang akhirnya saya hapus kontak mereka yang bekerja bersama si a dan memiliki kontak saya..

Tetapi sebelumnya si a sempat menakuti saya dengan mengirimkan foto anak, foto saya dan foto ktp alamat rumah keluarga suami. Intinya a dapat mencari rumah keluarga suami dan mendatanginya jika dia sudah nekat, dan sepertinya dari gelagatnya belakangan ini orangnya memang nekat.

Maaf lagi ustad, saya mau bertanya.. Saya memang tahu dan paham saya bersalah dan patut mendapatkan hukuman berat, tetapi saya khawatir keluarga saya akan terseret dalam masalah ini.. Dulu pernah saya tanyakan untuk apa datang ke rumah dan bertemu suami, dan si a menjawab bahwa dia mau menceritakan kepada suami bahwa dia sayang kepada saya dan meminta menikahi saya, juga menceritakan bahwa hubungan kami sudah jauh. Intinya si a berkeras supaya saya bercerai dan mau menikah dengannya.

1. (a) Pertanyaan saya, jika benar si a datang ke rumah dan memberi tahu suami dan keluarganya, apakah saya harus mengakui hubungan kami tersebut dan mengikuti kemauannya? (b) Ataukah saya harus bersikap hanya kenal sebatas permainan dan kopi darat dan menyangkal hubungan apapun dengannya? Jika perlu saya ancam balik dengan melapor ke polisi karena sudah meresahkan dan mengganggu keluarga saya? Karena saya sebenarnya sulit jika harus berbohong, menjadi kalut dan gugup dan sulit berpikir. Maka pasti suami akan tahu juga kebenarannya.

2. Dulu kami segrup pernah kopi darat bersama-sama. Dan grup kami bubar karena si a bersikap menjengkelkan dan mengganggu grup tersebut. Tetapi karena dulu saya ingin membantunya dan dia juga sempat meminta akun gmail saya, sekarang saya masih berada di grup game yang sama dengannya.. Tetapi rencananya akan saya pindahkan akun game saya itu dan menghapus gmail saya hari ini, sehingga saya pikir pasti si a akan menjadi nekat menemui saya dan keluarga.

Maafkan saya merepotkan lagi dengan masalah yang saya buat. Sungguh saya bingung bagaimana mengatasinya.

Terima kasih sekali lagi atas bantuannya.

JAWABAN

1. Kalau dia datang dalam waktu dekat, maka sebaiknya anda memilih poin b yakni tidak mengakui hubungan kecuali sebatas teman dekat. Kecuali kalau dia punya bukti visual (foto dan video) atas hubungan anda. Namun dari penuturan anda, tampaknya dia tidak memiliki bukti itu. Bahwa anda sulit berbohong dan gugup kalau tidak jujur itu tidak masalah. Selagi anda tidak berterusterang, suami statusnya masih dalam sebatas kecurigaan dan menduga-duga. Dan ini akan membuat posisi anda kuat. Beda halnya kalau anda berterusterang yang hanya akan membuat situasi tak terkendali.

Psikologi pria (suami) adalah dia akan merasa sangat tercabik-cabik harga dirinya karena skandal ini walaupun selama ini dia kurang romantis pada anda. Dia akan sangat marah tidak saja pada anda, tapi juga pada si A. Oleh karena itu, kalau anda jujur, maka ada beberapa kemungkinan buruk yang terjadi salah satunya adalah dia justru tidak akan menceraikan anda dan akan mencelakai si A baik secara langsung atau lewat orang lain. Atau, dia akan mencelakai anda berdua dan tetap menggantung status anda sebagai istri. Artinya, masalah akan bertambah buruk.

Saran kami, untuk memperkuat posisi bargaining anda: sebaiknya anda segera meminta cerai pada suami dengan alasan apapun yang menurut anda tepat. Kalau dia mengijinkan untuk bercerai, maka posisi anda akan kuat dalam masalah ini. Artinya, tidak ada lagi pihak yang anda takutkan seandainya A datang ke rumah atau ke kantor anda.

Kalau seandainya suami tidak mengijinkan cerai, maka setidaknya ketika si A datang menemui suami, anda punya alasan tambahan mengapa anda meminta cerai pada suami yakni untuk tidak melibatkan suami dalam persoalan ini dan ingin berpisah secara baik-baik. Anda juga perlu tekankan pada suami bahwa anda tidak akan menikah dengan dia dan tidak mencintai anda (apapun kenyataannya).

2. Akan lebih baik kalau anda bisa terlibat dalam grup game tersebut minimal untuk sementara. Namun ini bersifat opsional. Karena kalau masih di situ, berarti anda masih enggan membuang masa lalu secara total. Padalah dari grup ini semua musibah ini berawal.

______________________



BAGIAN WARIS CUCU DAN ANAK BAWAAN ISTRI

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya ingin menanyakan tentang hukum pembagian harta warisan menurut syariah Islam dengan kondisi sbb :
1. Ayah meninggal pada hari Selasa, tgl 09 Juni 2015, dimana istri pertama sudah meninggal pada Februari 1986
2. Ayah meninggalkan :
a. Istri kedua
b. 1 anak putra pertamanya (bawaan Ayah) yang sudah meninggal pada tgl 19 September 2001, meninggalkan 1 istri + 1 anak putra + 1 anak putri
c. 2 anak putra kedua dan ketiga (bawaan ayah)
d. 2 anak perempuan kesatu dan kedua (bawaan istri kedua)
e. 1 anak perempuan hasil perkawinan ayah + istri kedua

Terima kasih atas perhatian dan bantuannya.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

JAWABAN

1. Pembagian warisan dalam kasus di atas adalah sebagai berikut:
(a) Istri mendapat 1/8 (seperdelapan).
(b) Sisanya yang 7/8 dibagikan pada seluruh anak kandung almarhum baik yang dari istri pertama maupun dari istri kedua. Itu artinya, anak bawaan istri kedua tidak mendapat warisan karena bukan anak dari almarhum pewaris. Begitu juga cucu almarhum dari anak pertama juga tidak mendapat warisan karena terhalang oleh adanya anak kandung.

Cara pembagian harta yang 7/8 untuk anak kandung adalah dengan sistem 2 untuk anak lelaki, dan 1 untuk anak perempuan. Karena anak kandung almarhum ada 3 (dua lelaki dan 1 perempuan), maka harta yang 7/8 tersebut hendaknya dijadikan 5 bagian: 2 anak laki-laki masing-masing mendapat 2 bagian; sedang 1 anak perempuan mendapat 1 bagian. Baca detail: Hukum Waris Islam

CATATAN:

- Harta warisan baru dibagi setelah dipotong biaya pemakaman, bayar hutang almarhum dan wasiat (tidak lebih dari 1/3) kalau ada. Baca detail: Wasiat dalam Islam

LihatTutupKomentar