Hukum Percaya Kekuatan Makhluk Ghaib

Hukum Percaya Kekuatan Makhluk Ghaib

HUKUM PERCAYA KEKUATAN MAKHLUK GHAIB

assalamuailaikum wr. wb.

sebagai seorang muslim bukankah kita harus mempercayai sesuatu yang ghaib, karena Allah pun adalah dzat yang ghaib.
tapi apakah islam memperbolehkan kita untuk mempercayai bahwa makhluk2 ghaib tersebut dapat berbuat sesuatu terhadap kita?

saya sebenarnya masih bingung dengan hal tersebut karena ada teman saya yang sering sekali kesurupan, dia bilang kalau dia sudah tidak kuat maka makhluk tersebut akan mengambil alih badannya.

DAFTAR ISI
  1. Hukum Percaya Kekuatan Makhluk Ghaib
  2. Status Kendaraan yang Komponennya Campur Halal Haram
  3. CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM

kemudian ada 1 teman lagi yang memiliki keanehan, saat aku tanyakan kepadanya dia berkata bahwa dia punya bawaan, seorang remaja yang sudah meninggal. Sama seperti kasus sebelumnya, jika dia sedang melamun atau sebagainya maka bawaannya itulah yang akan menggerakkan tubuhnya.

saya benar2 bingung mengenai masalah tersebut, mohon dijelaskan mengapa hal2 tersebut dapat terjadi dan bagaimana sikap kita sebagai seorang muslim menyikapi hal2 tersebut?

Maaf sebelumnya jika pertanyaan saya sangat panjang. terimakasih.
Wassalamuailaikum wr. wb.


JAWABAN Hukum Percaya Kekuatan Makhluk Ghaib

السلام عليكم ورحمة اللة وبركاته

Anda menyatakan: "sebagai seorang muslim bukankah kita harus mempercayai sesuatu yang ghaib, karena Allah pun adalah dzat yang ghaib."

Percaya (iman) pada adanya Allah, pada malaikat-Nya, dan pada hari kiamat merupakan tiga poin dari enam poin rukun Islam di mana seorang muslim wajib mempercayainya. Bahwa tiga poin tersebut terkait erat dengan sesuatu yang ghaib, bukan berarti kita harus percaya pada semua hal yang ghaib. Ini dua hal yang berbeda. Namun demikian, tidak wajib bukan berarti tidak boleh.

Kedua, makhluk ghaib itu ada. Dan itu sudah tersebut secara eksplisit dalam Al Quran. Salah satu dari makhluk gaib itu bernama jin. Lihat misalnya, Qur'an Surah (QS) Annas 114:6; Hud 11:119.

Anda bertanya, "apakah islam memperbolehkan kita untuk mempercayai bahwa makhluk2 ghaib tersebut dapat berbuat sesuatu terhadap kita?"

Bahwa makhluk ghaib itu dapat berbuat sesuatu pada kita, baik itu yang bermanfaat bagi manusia atau merugikan, merupakan fakta. Sama dengan fakta adanya barang dhohir seperti teknologi. Mengakui adanya fakta tentu saja boleh. Yang tidak boleh adalah apabila menuhankan sesuatu yang ghaib itu. Atau adanya hubungan kita dengan sesuatu yang ghaib itu mengandung sesuatu perilaku yang dilarang dalam syariah. Umpamanya membuat kita tidak melakukan rukun Islam yang lima atau melakukan dosa yang dilarang.

Intinya, barang atau makhluk ghaib itu ada. Dan sifatnya netral. Sama dengan teknologi. Ia akan menjadi haram apabila menjadi penyebab kita melakukan sesuatu yang haram. Itu prinsipnya.

Mengakui ada ilmu sihir itu boleh. Karena ilmu sihir itu ada. Akan tetapi mempelajarinya tidak boleh/haram, karena ilmu sihir secara intrinsik mengandung unsur-unsur yang bertentangan dengan syariah dan akidah Islam.

Baca juga topik terkait:

- Perbedaan Setan, Iblis dan Jin
- Bolehkah Bersahabat Dengan Jin Muslim?
- Berbicara dengan Jin dan Orang Mati dalam Islam
- Hukum Percaya Ramalan dalam Islam

______________________________________________________



STATUS KENDARAAN YANG KOMPONENNYA TERCAMPUR HALAL HARAM

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

saya ingin bertanya, Bagaimana hukumnya kendaraan yang dibeli dengan uang halal ( meskipun mencicil ), namun pernah dibelikan dan memakai sparepart yang dibeli dengan uang haram misalnya ban luar, ban dalam, spion, penyambung rantai, kampas rem, oli, dan bahan bakar.

selain itu kendaraan tersebut juga pernah melakukan perbaikan, membeli shampo motor untuk mencuci motor dan pernah 1 kali membayar pajak tahunan stnk dengan uang haram juga, pertanyaan saya adalah

1. apakah kendaraan tersebut ikut menjadi haram karena telah melakukan perbaikan, pencucian kendaraan dengan shampo motor, pembayaran pajak tahunan stnk dan memakai sparepart yang dibeli dengan uang haram ?

2. apabila menjadi haram
3. bagaimana cara membersihkanya ?

4. dan apakah apabila mengerjakan segala sesuatu yang dihalalkan dengan kendaraan tersebut seperti bekerja, berjualan makanan, bepergian dan lain-lain, kegiatan itu ikut menjadi haram ?

sekian pertanyaan saya, terimakasih atas jawaban yang akan pak ustad atau bu ustadzah berikan, semoga senantiasa diberikan kebaikan, kesehatan oleh Allah subhanahu wata'ala, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh .

JAWABAN

1. Sepeda motor, atau mobil yang berasal dari campuran uang halal dan haram, maka disebut dengan harta syubhat. Kendaraan syubhat adalah kendaraan yang uang untuk membelinya atau membeli sebagian komponen / spare part-nya berasal dari uang halal dan haram. Adapun hukum harta syubhat adalah boleh digunakan tapi makruh. Walaupun ulama berbeda pendapat tentang berapa prosentase halal-haram yang boleh dan tidak boleh digunakan.

Untuk lebih detail baca artikel berikut:

- Hukum Harta Syubhat Campuran Halal Haram.
- Bisnis Hotel dan Cara Membersihkan Harta Haram

2. Tidak haram. Tapi makruh. Lihat poin 1.
3. Cara membersihkan harta haram adalah tergantung dari bagaimana cara memperoleh harta haram tersebut. (a) Apabila uang haram berasal dari mencuri, maka hendaknya uang itu dikembalikan pada pemilik yang sah. (b) apabila berasal dari jual beli barang haram seperti anjing, babi, judi, miras, maka uang atau hara tersebut hendaknya diberikan pada mereka yang membutuhkan dengan niat hibah, bukan sedekah atau zakat. Karena sedekah atau zakat harus berasal dari uang yang halal. Setelah itu dilakukan, maka jangan lupa ditindaklanjuti dengan bertaubat kepada Allah dan banyak ibadah dan beramal saleh. Lihat: Cara Taubat Nasuha.

Uraian panjang tentang cara penyucian harta haram dapat dilihat dalam kitab Al-Majmuk Imam Nawawi, hlm. IX/ 332 - 334.

4. Tidak ikut haram. Lihat juga: Hukum Gaji PNS yang Diterima Karena KKN

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

6 comments:

  1. hukum percaya barang gaib

    ReplyDelete
  2. Assalamu'alaikun..Percaya (iman) pada adanya Allah, pada malaikat-Nya, dan pada hari kiamat merupakan tiga poin dari enam poin rukun Islam di mana seorang muslim wajib mempercayainya <== Mungkin Yg Anda Maksud
    "Rukun Iman"

    ReplyDelete
  3. bagaimana dan apa ya yang dimaksud dengan nubuwat, apakah sama dengan ramalan?

    ReplyDelete
  4. Assalamu’alaikum wr. wb.

    Saya akan menambahkan sedikit pendapat mengenai hal-hal yang berkaitan percaya dengan makhluk gaib dan memberikan tambahan jawaban dari yang dikemukakan artikel diatas.
    Pada artikel diatas dijelaskan bahwa islam boleh mempercayai kekuatan gaib karena Allah adalah dzat gaib, selain itu kekuatan gaib itu juga ada dalam surga dan neraka Allah.
    Didalam buku yang pernah saya baca yaitu buku metodologi islam bahwa agama islam ada hubunganya dengan kekuatan gaib dan manusia itu tidak lepas dari hubungan kepada yang gaib, dari buku ini dapat didefinisikan kekuatan gaib dalam agama islam sebagai berikut :
    1. Pengaruh terhadap adanya hubungan manusia dengan kekuatan gaib yang harus dipatuhi.
    2. Pengakuan terhadap adanya kekuatan gaib yang menguasai manusia.
    3. Mengikatkan diri ada suatu bentuk hidup yang mengandung pengakuan pada suatu sumber yang berada diluar diri , manusia yang mempengaruhi perbuatan-perbuatan manusia.
    4. Kepercayaan pada suatu kekuatan gaib yang menimbulkan cara hidup tertentu
    5. Suatu sistem tingkah laku yang berasal dari kekuatan gaib.
    Dari definisi itu, kita dapat menjumpai salah satu unsur yang ada kaitanya dengan agama islam dan adanya kekuatan gaib yaitu:
    Unsur kepercayaan terhadap kekuatan gaib yang dapat mengambil bentuk yang bermacam-macam. Dalam agama primitif kekuatan gaib tersebut dapat mengambil bentuk benda-benda yang memiliki kekuatan misterius; dewa-dewa dan Tuhan atau Allah dalam istilah yang lebih khusus dalam agama islam.
    Kepercayaan pada adanya tuhan adalah dasar yang utama sekali dalam paham keagamaan. Tiap-tiap manusia yang percaya pada agama dunia ini amat rapat hubunganya dengan kepercayaan tersebut. Paham adanya yang kudus (sacred) dan suci, dalam bentuk kekuatan gaib, dalam bentuk kitab suci yang mengandung ajaran-ajaran agama yang bersangkutan, tempat-tempat tertentu, peralatan untuk menyelenggarakan upacara dan sebagainya.
    Kesimpulan :
    Ajaran yang berasal dari Tuhan atau hasil renungan manusia yang terkandung dalam kitab suci yang turun temurun diwariskan oleh suatu generasi ke generasi dengan tujuan untuk memberi tuntunan dan pedoman hidup bagi manusia agar mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, yang didalamnya mencakup unsur kepercayaan kepada kekuatan gaib yang selanjutnya menimbulkan respon emosional dan keyakinan bahwa kebahagiaan hidup tersebut bergantung pada adanya hubungan yang baik dengan kekuatan gaib tersebut.
    Jadi mempercayai kekuatan yang gaib itu boleh, tapi bukan kekuatan gaib yang dimiliki selain tuhan/ Allah seperti mempercayai santet, guna-guna, menyembah pohon atau benda lain agar mendapat kekayaan materil atau fisik dan mempercayai hal-hal yang mustahi/ tidak mungkin yang tidak ada ajaranya dalam alqur’an, itu semua bukan petunjuk dari kekuatan gaib yang harus di percayai dalam agama islam, tapi itu adalah kekuatan gaib dari musuh Allah yang hanya bisa menggangu hubungan baik dengan Allah selama hidup dunia.

    Sekian, sekedar pendapat untuk belajar..

    Semoga bermanfaat.

    Wasssalamu’alaikum.

    ReplyDelete
  5. saya sering menonton sebuah acara televisi swasta yang memperlihatkan seorang ustad berinteraksi dengan makhluk2 ghaib ( Dua Dunia, trans 7 )untuk mencari sebuah informasi/kebenaran tentang suatu mitos2 atau cerita2 yang sering menyesatkan manusia, bahkan tentang sejarah2 Islam diindonesia. terkadang mereka berinteraksi dengan jin, iblis. yang membingungkan, sering ada makhluk yang mengaku bahwa dia adalah roh/hantu yang dulunya adalah seorang manusia yang telah mati, korban pembunuhan, kecelakaan, dll. padahal menurut islam yang saya tau, seseorang yang sudah mati roh nya akan kembali ke akhirat/asalnya (maaf bila saya keliru). tidak ada yang tinggal dibumi. hal itu juga yang disampaikan ustad yang mengintrogasi makhluk ghaib tersebut. dan dia bilang, kamu (setan) hanya mengaku-ngaku supaya manusia tertipu. tapi makhluk tersebut berkata "kalian manusia tidak tau, kalian tidak mengetahui semuanya)"
    memang sepertinya dari keterangan, tingkah, penjelasan, nama, informasi dll. makhluk tersebut terlihat meyakinkan memang roh dari manusia yang dulunya pernah hidup & mati tapi roh nya gentayangan di bumi.

    bagaimana redaksi menanggapi hal ini...?
    dan bagaimana sebenarnya keterangan dari Al Qur'an mengenai Ruh manusia jika manusia telah mati..
    Terima kasih...
    Assalamualaikum....

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!