Hukum Rokok dalam Islam

Hukum Rokok dalam Islam
Bagi ulama yang berpendapat rokok itu boleh, maka hukumnya bervariasi antara makruh dan haram. Makruh apabila perokok secara fisik sehat dan tidak menderita penyakit tertentu yang apabila merokok akan membahayakan jiwanya. Merokok baru haram apabila dapat membahayakan jiwa perokok itu terjadi bagi penderita penyakit tertentu seperti penyakit jantung yang kronis. Bagi ulama yang berpandangan bahwa rokok itu haram secara mutlak, mereka beralasan karena rokok itu membahayakan bagi siapapun, yang sehat atau yang sakit, serta menghamburkan uang.

DAFTAR ISI
  1. Ringkasan Hukum Rokok
  2. Pendapat yang Membolehkan Rokok
    1. Dalil Rokok Makruh/Boleh
    2. Alasan Makruh/Bolehnya Rokok
    3. Ulama/Lembaga yang Berfatwa Rokok itu Makruh/Boleh
  3. Pendapat yang Mengharamkan Rokok
    1. Dalil Haramnya Rokok
    2. Alasan Haramnya Rokok
    3. Ulama/Lembaga yang Mengharamkan Rokok
  4. Fatwa Yusuf Qardhawi seputar Rokok

Assalamualaikum wr wb.mohon penjelasanya tentang hukum rokok dan merokok dalam Islam? Syukron hanifan
JAWABAN

Dalam bahasa Arab, rokok disebut dukhan (الدخان), tabagh (التبغ), tambak (التمباك), natan (التتن), sijarah (سيجارة). Sedangkan perbuatan merokok itu disebut dengan tadkhin (التدخين) yang berasal dari fi'il tsulasi mazid ruba'i dakhkhana yudakhkhinu tadkhinan (دخن يدخن تدخينا ). Penghisap rokok atau perokok disebut dengan mudakhkhin (المدخن)


RINGKASAN HUKUM ROKOK
Pada dasarnya tidak ada pembahasan eksplisit di dalam Al-Quran dan hadits tentang status rokok dan merokok. Dalil-dalil nash yang dipakai cenderung tidak persis dan eksplisit mengarah pada rokok. Oleh karena itu, tidak heran kalau ulama klasik dan kontemporer berselisih (ikhtilaf) pendapat tentang halal dan haramnya. Inti dari pendapat ulama tentang rokok terbagi dua: pertama, haram secara mutlak. Kedua, mubah (boleh) atau makruh (tidak dianjurkan tapi tidak haram). Tapi bisa berubah menjadi haram dalam kasus khusus seperti pada orang yang kalau merokok akan menyebabkan penyakitnya tambah parah.

PENDAPAT YANG MENGHARAMKAN ROKOK

DALIL HARAMNYA ROKOK

1. QS Al-A'raf 7:157
الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأَغْلالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُواْ بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُواْ النُّورَ الَّذِيَ أُنزِلَ مَعَهُ أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya: (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

2. QS Al-Isra 17:26-27
وَءَاتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيراً * إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً

Artinya: Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.

Ayat lain yang sering diajukan dalil adalah QS An-Nisa' 4:29 dan Al-Baqarah 2:195.

3. Hadits riwayat Abu Daud, Ahmad, Daruqutni, dll لا ضرر ولا ضرار
Artinya: Jangan melakukan sesuatu yang dapat mencelakakan diri sendiri dan orang lain.

4. Hadits riwayat Bukhari
من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يؤذ جاره، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلْيُكرم ضيفه، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو لِيصمت

Artinya: Barangsiapa beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaknya tidak menyakiti tetangganya, menghormati tamunya, dan mengatakan sesuatu yang baik atau diam.

ALASAN KEHARAMAN ROKOK

Alasan ulama yang mengharamkan rokok antara lain adalah sbb:

1. Mengganggu kesehatan (ضرر على الجسم)
2. Pemborosan (ضرر على المال)
3. Mengganggu kesehatan masyarakat (ضررعلى المجتمع)
4. Mengganggu kesehatan lingkungan (ضرر على البيئة)

PROFIL ULAMA/LEMBAGA YANG MENGHARAMKAN ROKOK

Fatwa haramnya rokok berasal dari ulama Wahabi Arab Saudi. Berikut profil ulama yang mengharamkan rokok.

1. Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
2. Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
3. Muhammadiyah berdasarkan Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid bernomor 6/SM/MTT/III/2010:


PENDAPAT ROKOK ITU MAKRUH / BOLEH


DALIL ATAS MAKRUH / BOLEH-NYA ROKOK

- Kaidah fiqih (الأصل فى الأشياء الاباحة segala sesuatu pada asalnya adalah mubah

ALASAN ULAMA ROKOK MAKRUH / BOLEH (MUBAH)

- Shaykh Hazim Abu Ghazalah, ulama Yordania, menganggap rokok itu makruh. Berikut fatwanya:

ان حكم الاسلام في التدخين ، لم يرد فيه نص قطعي ، في كتاب الله تعالى او سنة رسوله ، محمد صلى الله عليه وسلم ، وانما ورد قوله تبارك وتعالى «يحل لهم الطيبات ويحرم عليهم الخبائث ، وكلمة الخبائث هنا كلمة عامة لا تشير الى الدخان بعينه ، وانما تشير الى ما ورد في النص من المحرمات ، كشرب الخمر والميسر ، والزنا ، والربا ، وغير ذلك.

لذلك لا نستطيع ان نحكم حكما قطعيا في تحريم الدخان ، او كراهيته التحريمية ، وانما ننصح اخواننا واخواتنا المدخنين ان يتركوا ، ويبتعدوا عن هذه النبتة الخبيثة

Artinya: Hukum Islam dalam soal merokok adalah tidak ada dalil eksplisit (qath'i) dalam Quran atau Sunnah (hadits) Nabi. Yang ada adalah firman Allah dalam QS Al-A'raf 7:157. Ayat ini sangat umum dan sama sekali tidak mengarah pada rokok. Ayat ini merujuk pada apa yang terdapat pada perkara-perkara yang diharamkan seperti minum khamr (minuman keras), judi, zina, riba, dan lain-lain.

Oleh karena itu, saya tidak bisa menetapkan hukum yang pasti untuk mengharamkan rokok, untuk menghukumi makruh tahrim. Saya hanya bisa menganjurkan saudara-saudara kita yang perokok agar meninggalkan kebiasaan buruk ini.[1]

- Pada dasarnya tidak ada nash yang shorih (jelas) yang mengatakan bahwa rokok itu haram. Dan dalam kaidah ushul fiqih Syafi’ه bahwa segala sesuatu pada asalnya adalah mubah (الأصل فى الأشياء الاباحة) kecuali jika ada dalil yang mengharamkannya. Nah, karena tidak ditemukan dalil baik dari al-Qur’an maupun al-Hadits yang mengharamkan rokok, maka pengambilan hukumnya dengan istish-hab (kembali ke hukum asalnya) yaitu mubah. Jadi hukum rokok pada asalnya adalah mubah.[2]

- Menurut Arwani, para ulama NU dalam bahtsul masail menilai tidak ada dasar yang kuat untuk mengharamkan rokok. Namun, lanjut Arwani, khusus bagi orang-orang dalam kondisi tertentu, misalnya memiliki penyakit dan penyakitnya bisa bertambah parah jika merokok, maka rokok diharamkan. "Misalnya bagi orang yang menderita diabetes dan sakit paru-paru, rokok haram bagi mereka," katanya.[3]

ULAMA/LEMBAGA YANG BERFATWA ROKOK MAKRUH ATAU BOLEH

- Hazim Taif Abu Ghazalah direktur Jam'iyah Darul Quran, Yordania.
- Muhammad bin Abdul Ghaffar Al-Sharif, ulama dan dosen Syariah dan Dirasah Islamiyah Universitas Kuwait[4]
- Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU pada 25 Februari 2011 memutuskan bahwa rokok itu hukumnya makruh atau mubah.
- Jawatan kuasa Perunding Hukum Syara’ (Fatwa) Malaysia.[5]


FATWA YUSUF QARDHAWI SEPUTAR ROKOK

Yusuf Qardhawi, ketua Ikatan Ulama Internasional, berfatwa bahwa merokok adalah haram karena ia membahayakan kesehatan dan harta. Sebagian isi fatwanya adalah sebagai berikut:
يس للقول بحل التدخين أي وجه في عصرنا بعد أن أفاضت الهيئات العلمية الطبية في بيان أضراره، وسيء آثاره، وعلم بها الخاص والعام، وأيدتها لغة الأرقام.

وإذا سقط القول بالإباحة المطلقة، لم يبق إلا القول بالكراهة أو القول بالتحريم. وقد اتضح لنا مما سبق أن القول بالتحريم أوجه وأقوى حجة. وهذا هو رأينا. وذلك لتحقق الضرر البدني والمالي والنفسي باعتياد التدخين. لأن كل ما يضر بصحة الإنسان يجب أن يحرم شرعا.

، فهناك ضرر بدني ثابت وهناك ضرر مالي ثابت كذلك، فتناول كل ما يضر الإنسان يحرم، لقوله تعالى ولا تقتلوا أنفسكم . من أجل هذا يجب أن نفتي بحرمة هذا التدخين في عصرنا

Artinya:
Tidak ada pendapat ulama saat ini yang menghalalkan rokok setelah kalangan medis menjelaskan bahayanya dan efek negatifnya.

Apabila pendapat yang membolehkan rokok secara mutlak, maka yang tersisa adalah pendapat makruh atau haram. Pendapat yang mengharamkan menurut kami lebih kuat argumennya. Dan itulah pendapat saya. Hal itu karena jelasnya bahaya fisik, harta dan diri karena kebiasaan merokok. Segala sesuatu yang membahayakan kesehatan manusia maka harus diharamkan secara syariah.

Allah berfirman dalam QS Al Baqarah 2:185 "...dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." QS An-Nisa 4:29 "Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." QS Al An'am 6:141 "dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." QS Al-Isra 17:27 "Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya." Rokok berbahaya pada kesehatan dan harta, maka memperoleh sesuatu yang membahayakan manusia itu haram karena firman Allah QS An-Nisa 4:29 "Dan janganlah kamu membunuh dirimu" Oleh karena itu, kami merasa wajib memfatwakan haramnya rokok pada saat ini.[6]

---------
[1] http://goo.gl/h8Wah (Hazim Abu Ghazalah)
[2] http://langitan.net/?p=454
[3] http://goo.gl/fFtXL
[4] Lihat fatwanya: http://goo.gl/KbRwb
[5] Lihat fatwanya: http://goo.gl/bnR9q
[6] Selengkapnya lihat: http://www.qaradawi.net/fatawaahkam/30/1490.html

Untuk langganan artikel Alkhoirot Net via Email gratis, klik di sini!

2 comments:

  1. sinyal elektro magnetik dari hp jauh lebih berbahaya dari rokok.

    ReplyDelete
  2. Hukum Rokok sebenarnya haram menurut kaidah agama islam umat nabi muhammad.saw.,karena kenapa yaitu :

    1.Allah SWT,dalam firmannya,Melarang Janganlah kamu merusak makhluk yang kami ciptakan,seperti kita sendiri manusia,tumbuhan,lingkungan lainnya,dan disini saya simpulkan bahwa dengan merokok dapat merusak tubuh bagi siperokok itu,jadi menurut agama diharamkan bila rokok itu menjadi kebutuhan pokok sehari hari bagi umat manusia tersebut.

    ReplyDelete

Kirim konsultasi Agama ke: alkhoirot@gmail.com Cara Konsultasi lihat di sini!